NovelToon NovelToon
Rahasia Perjodohan Anak SMA

Rahasia Perjodohan Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Teen
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Apa kita berdua dijodohkan!" Celia dan Alfian sama-sama terpeki kaget ketika orang tua mereka merencanakan Perjodohan di masa muda mereka.
"Benar sekali," sahut Darius.
"Ini tidak masuk akal. Pa, kami berdua masih sekolah dan bahkan kami tidak akrab," sahut Alfian.
"Tenanglah Alfian, justru perjodohan ini akan membuat kalian akrab dan belajar untuk menuju hidup di masa depan," aahhh Darius.

Alfian dan Celia benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan dijodohkan, mereka sudah mencoba untuk protes, tetapi para orang tua itu menginginkan hubungan mereka diikat dalam ikatan pertunangan.
Alfian dan Celia saling bertukar cincin sebagai ikatan diantara mereka berdua jika ada hubungan spesial yang tidak akan terpisahkan oleh apapun.

Raut wajah Alfian dan Celia terlihat murung, tidak memiliki pilihan selain menuruti permintaan orang-orang dewasa.
Celia terpaksa melakukannya agar memiliki akses lebih luas untuk bisa sekolah di luar negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2 Kesal

"Celia mereka mencari gara-gara!" Chika juga ikut-ikutan melakukan hal yang sama.

"Heh tunggu!" Celia jika tidak ingin kalah, ingin mempertahankan nama sekolahnya yang telah di injak-injak oleh SMA tersebut.

"Apa tadi Lo bilang hah!" Chika sudah mengangkat tangannya yang ingin memukul langsung ke salah satu murid yang muridnya tampak tidak terkontrol.

"Sekolah yang membutuhkan siswanya untuk membersihkan lingkungan sekolah," jawab Kania tampak sampai menjawab.

"Heh jaga itu bacot, biarin kami membersihkan lingkungan sekolah daripada kalian, uang orang tua kalian tidak mampu membersihkan mulut karena dari perkataan kotor," sahut Celia dengan sewot.

"Apa lo bilang!" wanita tersebut tampak tidak terima.

"Apa hah!"

"Apa hah!"

Terjadi perang mulut di antara mereka dan bahkan hampir ingin saling serang satu sama lain baik laki-laki dan perempuan mulutnya sama saja.

Hanya saja seorang pria yang sejak tadi diam dengan ekspresi dasar yang tak lain adalah Alfian menjadi penonton dari kekacauan.

"Celia, Chika, Chaca!" suara pak Budi terdengar kuat bagaikan geledek yang menghentikan keributan tersebut membuat ketiga gadis itu menoleh ke belakang dan sementara musuh mereka tampak mengatur nafas.

"Ayo kembali!"

"Saya menyuruh kalian untuk membersihkan selokan dan bukan tawuran seperti itu! Ayo kembali!" teriak Pak Budi.

"Awas lo semuanya!" umpat Celia.

"Apa lo hah!" sahut Kania.

Celia dan kedua temannya berlalu dari hadapan ke lima murid itu dan kembali menghadapi Pak Budi yang saat ini mereka diceramahi oleh Pak Budi.

"Sudah pak tambah saja hukumannya sekalian membersihkan akhlak pak!" teriak Yogi.

"Benar pak, cewek alay," sambung Diego.

"Dia mulut lo!" Chika tidak sabar jika tidak menyambar omongan dari dua pria yang mulutnya seperti perempuan.

"Sudah cukup!" tegas pak Budi membuat mereka bertiga tampak menunduk.

"Ayo kita pergi!" ajak Alfian membuat teman-temannya tersenyum sinis dan kemudian mereka langsung pergi.

"Bapak menyuruh kalian untuk membersihkan selokan dan buka aduh bacot seperti itu!" tegas pak Budi.

"Mereka duluan pak, mereka mengejek kita karena membersihkan sekolah, mereka mengatakan sekolah kita kekurangan biaya," sahut Celia.

"Benar pak, mulut anak-anak swasta itu memang harus diberi pelajaran," sambung Chika.

"Apapun itu, seharusnya kalian bertiga sebagai murid-murid paling terpelajar dan seharusnya kalian itu bisa menjaga emosi dan jangan terpancing oleh mereka. Ayo kalian lanjutkan pekerjaan kalian sebelum Bapak menambah hukuman untuk kalian!" tegas pak Budi.

"Ahhhhhhhhhh!" ketiganya tampak kembali lesu.

******

Celia, Chika dan Chaca berada di kantin terlihat sedang menikmati Indomie kuah.

"Anak-anak SMA Bintang memang tidak bisa membayar guru budi pekerti agar mulut mereka di bimbing," ucap Chika terlihat menikmati pedasnya Indomie kuah tersebut.

"Sok mengejek kita, mereka saja di jam pelajaran bisa keluar sekolah yang artinya sekolah mereka tidak memiliki aturan, sudah pasti mereka berlima cabut dengan nongki-nongki," sahut Chaca.

"Memang tidak ada akhlak," Celia juga ikut kesal.

"Apalagi cewek itu yang bernama Valerie, rasanya aku ingin menarik rambutnya," sahut Valery

"Valery yang mana?" tanya Celia.

"Wanita yang mukanya culas itu yang kabar-kabarnya dia adalah kekasih dari Alfian Antara, yang merupakan ketua geng dari mereka," sahut Chika.

"Aku tidak mengenal mereka," sahut Celia

"Lihat ini, akun sosial mereka dan bahkan mereka memiliki akun Instagram untuk geng mereka!" Chaca tanpa semangat menunjukkan Celia.

"Wihhhhh, banyak juga followers mereka," Celia tampak tertarik stalking orang-orang tersebut.

"Ini hanya followers di grup mereka dan lihatlah akun sosial mereka masing-masing, followernya sampai puluhan ribu," Chaca juga memperlihatkan kepada Celia.

"Mereka artis atau influencer?" tanya Celia.

"Bisa dikatakan influencer yang sering membuat konten dan lihat saja followersnya begitu banyak, belum lagi mereka adalah orang-orang yang paling disegani di sekolah itu, orang tua mereka pada kaya raya, donatur terbesar di sekolah SMA Bintang," jawab Chaca memang paling update dari berita dari sisi apapun itu.

"Alah sudah ketebak sekolah orang kaya seperti itu untuk gaya-gayaan saja biar terlihat keren, otak mereka hanya seujung kuku, bisa dilihat tadi bagaimana mereka berbicara dengan sesuka hati mereka seperti orang tidak terpelajar," sahut Celia.

"Benar Celia, mereka hanya mengandalkan duit orang tua, alah paling juga di dalam sekolahnya murid-muridnya memiliki hobi pamer satu sama lain, terus saling bully," sahut Chika tidak kalah sewot jika sudah membicarakan murid-murid SMA Bintang.

"Kecuali Rafa...." sahut Caca

"Siapa Rafa?" tanya Celia.

"Dia itu sangat terkenal sebagai murid paling pintar di SMA Bintang, selain pintar dia juga juga sopan dan memiliki akhlak dan kamu tahu tidak dia seorang pelukis yang dan terlebih lagi agamanya juga sangat kuat," ucap Chaca menceritakan begitu excited.

"Benarkah," sahut Celia.

"Yes!" jawab Chaca.

"Ohhhhhh," sahut Celia.

"Hanya oh saja," sahut Chaca.

"Sudahlah selera makan kita akan berkurang jika membicarakan orang-orang seperti mereka, kita lanjutkan saja menikmati Indomie kuah yang benar-benar lezat ini," sahut Celia.

Jika Celia dengan gengnya kembali menikmati Indomie kuah yang menjadi makanan favorit mereka, lain dengan Alfian dan juga teman-temannya tampak nongkrong dengan minuman kaleng bersoda di atas meja.

"3 Wanita dari SMA Cendrawasih itu memang selalu heboh dan membuat berisik mana-mana," sahut Yogi.

"Kamu mengenal mereka?" tanya Valery.

"Gue sering melihat mereka nongkrong di jalan jendral Sudirman dengan pakaian mereka seperti jemuran warna-warni tidak jelas dan benar-benar cegil super alay," sahut Yogi.

"Suaranya saja cempreng," tambah Diego.

"Sudahlah anak-anak SMA Cendrawasih itu hanya iri dengan sekolah kita, lihat aja mereka selalu memakai motor yang super berisik, motor tanpa rangka, dengan warna yang tidak jelas dan sementara kita ke sekolah diantara sopir pribadi, menggunakan mobil mewah, sekolah kita juga memberikan fasilitas mewah kepada kita yang tidak bisa didapatkan anak-anak Cendrawasih," sahut Alfian sembari menghembuskan asap dari rokok elektrik yang telah dia hisap.

"Benar-benar kampungan, cara berpakaian benar-benar norak dan tidak tahu stylish, apa dia pikir ini zaman tahun 90-an dengan pakaian complang seperti itu," sahut Valery.

"Oh guise jangan lupa hari minggu besok kita harus datang lebih awal ke konser Exo," sahut Kania.

"Sudah pasti. Tiket VVIP yang sudah aku pesan satu bulan sebelumnya dan menjadi pemesan pertama tanpa kita berlima," sahut Kania.

"Kita ber-5, maksud lo, kita juga akan ikut?" tanya Alfian menunjuk dirinya.

"Wes sudah pasti, thanks Kania, sebagai orang yang selalu bisa diandalkan," sahut Diego.

"Gue nggak tertarik untuk ikut, lo aja yang pergi," sahut Alfian.

"Alfian come-on, ini juga boyband favorit lo bukan, lo suka stell lagu-lagunya," sahut Valery.

"Menyukai dan bukan berarti harus ikut menonton konser, sudah pasti di sana berisik dan kebanyakan cewek-cewek, sorry gue tidak tertarik sama sekali," sahut Alfian.

"Alfian, aku sudah membeli tiket untuk kita berlima dan artinya kita berlima yang akan pergi. Kamu aneh jika sampai tidak ikut dengan kita dan padahal, kalau lo mau pergi ke manapun kita selalu ikut," sahut Kania.

"Sudah-sudah. Alfian pasti ikut, jadi sudah pasti aman," sahut Yogi yang ternyata mengambil alih untuk memastikan semuanya.

Bersambung.....

...Hay para pembaca setia, saya kembali memberikan karya terbaru saya, Besar harapan saya kalian menyukai karya saya dan karya ini bisa booming dan disukai banyak pembaca....

...Jangan lupa terus mendukung karya-karya saya, sedikit banyaknya yang kalian berikan kepada saya menambahkan motivasi saya untuk terus berkarya....

...Jangan Pernah menabung bab untuk membaca karena setiap episode akan ada hal yang menarik....

...Saya ucapkan terima kasih salam cinta dari saya Author ........

1
Alex
cie...
Japa Yipo
yang kelihatan sempurna blm tentu benar menurut orang yang jalanin🙃 ya memandang sesuatu Jang hanya satu cara saja
Emi Sudiarni
mantap kak
Emi Sudiarni
bgus, kak snang bca klw membuat novel. tentang. sma atau khidupan di kampus
Enz99
bagus
Oma Gavin
ortu egois yg ada valery gila
Herman Lim
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!