NovelToon NovelToon
Sistem Misi Polisi

Sistem Misi Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Time Travel
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Nathan, seorang polisi yang gagal menjalankan tugasnya, menemui akhir yang tragis. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan mengirimnya kembali ke masa ketika ia baru memulai karier sebagai polisi.

Kali ini, Nathan bertekad mengubah nasibnya. Dengan bantuan sebuah sistem misterius yang memberinya hadiah setiap kali berhasil menangkap penjahat, ia akan memburu para kriminal satu per satu dan memperbaiki semua penyesalan di kehidupan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Rumah Lisa

​Kepala Sintia terasa pening saat kesadarannya perlahan kembali.

Hidungnya menangkap aroma tajam obat-obatan dan cairan antiseptik.

​Matanya bergerak perlahan, lalu terbuka sepenuhnya.

Dia menoleh ke segala arah, menatap langit-langit putih dan tirai pembatas dengan raut bingung.

​"Akhirnya bangun juga. Bagaimana? Sudah baikan?"

​Suara seorang pria terdengar dari arah samping.

Sintia mengernyitkan dahi, lalu menoleh pelan. "Siapa...?"

​Ingatannya samar-samar kembali berputar, membawanya pada ingatan saat berada di depan gerbang sekolah. "P-pak polisi..."

​Nathan menganggukkan kepalanya pelan. "Ya, ini aku. Istirahat saja dulu. Banyak sekali luka memar dan terbuka di tubuhmu. Itu berbahaya kalau tidak segera diobati karena bisa menyebabkan infeksi."

​Sintia terdiam kaku. Ada perasaan aneh yang mengganjal di hatinya, campuran antara heran, bingung, dan curiga.

Kenapa polisi ini menolongnya? Kenapa dia tiba-tiba muncul di gerbang sekolah seolah-olah sudah tahu persis apa yang berniat ia lakukan?

​Melihat ekspresi bingung di wajah Sintia, Nathan berdiri dari kursi samping ranjang rumah sakit. "Jangan pergi ke mana-mana. Aku keluar sebentar. Dan kamu tidak perlu memikirkan biaya perawatan, aku yang akan menanggung semuanya."

​Sintia tersentak kaget. Namun, sebelum sempat menyela atau mengucapkan sepatah kata pun, Nathan sudah membalikkan badan dan berjalan keluar ruangan.

​Gadis itu menyandarkan kepalanya kembali ke bantal, membuang napas panjang. "...Aneh sekali orang itu."

​Di luar kamar rawat, Nathan melangkah menuju bagian administrasi untuk menyelesaikan seluruh pembayaran rumah sakit.

​Setelah urusan biaya selesai, ia duduk di kursi tunggu lorong rumah sakit sembari memandangi amplop cokelat di tangannya.

​"Setidaknya aku sudah mendapatkan hasil visum resmi terkait luka-luka di tubuh anak itu," gumam Nathan pelan. "Tapi aku harus mengumpulkan lebih banyak bukti lagi agar para pelaku tidak bisa berlindung di balik alasan bahwa mereka masih di bawah umur."

​Nathan tahu betul celah hukum yang sering dimanfaatkan oleh perundung berusia remaja.

Untuk memastikan mereka mendapatkan hukuman yang berat dan maksimal, ia membutuhkan bukti-bukti kuat yang tidak bisa dibantah, mulai dari rekaman video pelecehan, jejak obrolan, hingga riwayat pemerasan.

​"Aku harus mengumpulkannya sendiri. Tapi... sepertinya aku butuh bantuan ahli untuk urusan seperti ini."

​Nathan terdiam sejenak, memiringkan kepalanya sembari mengingat-ingat orang-orang berbakat yang pernah ia temui di kehidupan sebelumnya.

​Mata Nathan mendadak berbinar. "Aku ingat! Wanita gila itu."

​Tanpa membuang waktu, Nathan segera merogoh ponselnya dan menelepon Niko, memintanya untuk datang ke rumah sakit dan menjaga Sintia selama ia pergi.

​Setelah Niko tiba di rumah sakit, Nathan langsung bergerak menuju salah satu sudut pemukiman kumuh terisolasi di Distrik 1.

​Kondisi lingkungan di sana sangat buruk.

Tumpukan sampah berserakan di tepi jalan,

aroma busuk menyengat hidung, dan saluran air yang tersumbat dibiarkan menghitam.

Tempat ini adalah contoh nyata area yang benar-benar diabaikan oleh pemerintah kota.

​"Tempat ini masih saja sama seperti dulu," gumam Nathan sambil melangkah melewati genangan air keruh.

​Ia berhenti di depan sebuah rumah kayu sederhana yang tampak sepi dan tertutup rapat.

​Nathan melangkah ke teras rumah yang berdebu, lalu mengetuk pintunya. "Permisi..."

​Nathan memanggil beberapa kali, namun tidak ada jawaban dari dalam.

Setelah menunggu sekitar lima menit dengan sabar, suara selot pintu yang tergeser akhirnya terdengar.

​Pintu terbuka sedikit. "Siapa, ya?"

​Di hadapan Nathan, berdiri seorang wanita dengan kacamata tebal yang agak miring, rambut acak-acakan tidak teratur, dan bau tubuh menyengat seolah-olah ia sudah lama tidak menyentuh air mandi.

​Nathan tersenyum canggung. "Saya Nathan. Saya ingin berbicara dengan Anda."

​Wanita itu mengedipkan matanya beberapa kali di balik kacamata tebalnya. "Aku? Aaa... baiklah. Silakan masuk."

​Tanpa perlu melangkah ke dalam pun, dari ambang pintu Nathan sudah bisa melihat isi rumah yang sangat berantakan, kertas-kertas berserakan, kabel melintang di mana-mana, serta tumpukan komponen elektronik yang tidak teratur.

​"Ah, tidak perlu. Di sini saja," tolak Nathan halus.

​"Baiklah kalau begitu."

​Tanpa berbelit-belit, Nathan langsung menjelaskan tujuan kedatangannya.

Ia menawarkan sebuah pekerjaan khusus.

Sebagai imbalannya, Nathan menjanjikan imbalan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar.

​Wanita bernama Lisa itu mendengarkan penjelasan Nathan sambil membetulkan posisi kacamatanya yang meluncur turun. "Penawaran yang menarik. Aku terima, dan aku mau pembayaran awalnya sekarang."

​Nathan terkekeh canggung melihat respons santai wanita itu.

Dari luar, penampilan dan sikap Lisa tampak seperti orang aneh biasa.

Namun, di kehidupan pertamanya dulu, Nathan tahu betul bahwa wanita ini adalah orang yang tidak normal.

​Mengingat kembali bagaimana perilaku dan kegilaan Lisa saat bekerja di masa lalu membuat bulu kuduk Nathan merinding seketika.

1
Kaisar surgawi
sorry ini gw skip , karna apa ? sistemnya cuman memberikan uang, tidak kemampuan
Maul: gapapa kak. terima kasih sudah baca /Pray/
total 1 replies
Dragonovic
up👍👍👍
Dragonovic
up👍
Jonatan Revan
novel yang sangat baguss
Maul: terima kasih banyak atas ulasannya. yuhuh🍜/Determined/
total 1 replies
Jonatan Revan
saran yah thor bab nya bisa di kasih panjang lagi gak terlalu pendek
Maul: di usahakan ya hehe/Smile/
total 1 replies
Maul
🍝
Maul
🍜
Maul
/Coffee//Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
🍜/Coffee/
Maul
🍝🥘
Maul
🍔🍹
Maul
/Rice/🍜
Maul
/Coffee//Watermalon/
Maul
/Cake/
Maul
/Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙛𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖. 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖
Maul
...
Maul
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!