NovelToon NovelToon
Kau Milikku Sayang

Kau Milikku Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Single Mom
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"siapa namamu?"
xavier menatap lekat bocah 5 tahun itu yang melotot marah kepadanya, bocah laki-laki dengan rambut gondrong ikal sebahu, memegang sebuah rubrik di tangannya.
mata bocah itu mengingatkan xavier pada wanita itu, wanita sialan yang pergi begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tiga puluh lima

Diandra sakit kepala karena tingkah killian belakangan ini, sudah 4 hari xavier tak mengunjungi mereka, bocah itu uring-uringan dan sering tantrum karena merindukan xavier.

Seperti hari ini, killian mendadak demam. Diandra sudah membawanya ke dokter namun tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Bocah itu sering mengigau, memanggil nama xavier. Diandra bingung dan kalut karenanya, ingin mengabari pria itu, tapi diandra takut malah menganggu nantinya.

Diandra juga sudah 2 hari tidak jualan, fokusnya saat ini hanya killian. Sungguh diandra nggak pernah menyangka ikatan ayah dan anak antara killian dan xavier begitu kuat.

Rasa rindu putranya pada xavier begitu kuat, hingga membuat putranya itu sakit. Diandra tak kuat lagi, walau ada rasa tak enak hati, diandra memberanikan diri mengabari pria itu.

Diandra memeluk erat tubuh killian yang masih hangat, bocah itu masih memanggil-manggil nama xavier.

Diandra menyanyikan sebuah lagu yang sering ia nyanyikan untuk killian sewaktu bayi, tiba-tiba terdengar suara pintu depan yang terbuka dsn terhempas ke dinding.

Diandra kaget, ia hendak keluar, namun pria itu sudah berdiri di depan pintu kamarnya dengan nafas memburu dan wajah cemas.

"ada apa dengan killian, sudah berapa hari demamnya?" xavier duduk di tepi ranjang, meraba kepala killian dan mengerutkan keningnya.

"killian masih hangat, di. Kita bawa saja ke rumah sakit" ujarnya berusaha menggendong bocah yang masih tertidur lemah itu.

"aku udah bawa ke dokter, tadi" jawab diandra menahan tangan xavier, tapi pria itu menggeleng tak terima.

"killian harus dirawat" sahutnya singkat, menggendong killian dan beranjak keluar. Diandra hanya bisa mengikuti langkah panjang pria itu, tak ada gunanya bersitegang, xavier secemas itu karena pria itu benar-benar perduli.

Tak lupa diandra mengunci pintu rumahnya, setelah dia menyambar dompet dan cardigannya dari atas meja.

Diandra duduk memeluk erat killian yang masih tidur dengan gelisah, sementara xavier berulang kali menoleh ke belakang, dengan tatapan cemas dan khawatir.

"udah berapa lama killian begini, di?"

"3 hari" jawab diandra singkat, suaranya pelan mencicit.

"kok kamu baru ngabarin aku?" mata xavier terlihat kesal, bercampur baur di wajah tampannya itu rasa kesal dan cemasnya.

"maaf"

Xavier menambah laju mobilnya cukup kencang, rasa cemas benar-benar menguasainya saat ini. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan pada killian.

Mereka terdiam cukup lama di dalam mobil, diandra tak enak hati mengajak xavier bicara, pria itu terlihat sangat fokus.

Mobil xavier berhenti di depan ruang igd, suara ban mobilnya mencicit lumayan keras.

Dengan buru-buru, xavier keluar dan membuka pintu belakang, meraih tubuh gempal killian dari pelukan diandra.

Raut wajah cemas itu, belum juga hilang dari wajah xavier. Menularkan hal yang sama pada diandra, ia ikutan cemas.

Berjalan cepat mengikuti langkah panjang xavier yang memanggil-manggil tim medis.

Seorang pria memakai seragam perawat, berlari mengejar mereka, membawa sebuah brangkar. Namun xavier menolak dan bertanya kemana dia harus membawa killian.

"putra anda hanya demam pak, sepertinya bocah tampan ini merindukan anda"

Dokter igd menjelaskan dengan senyum lembutnya, xavier mengernyitkan keningnya heran.

Dokter cantik itu mengangguk lagi, "tadi begitu bocah itu terbangun dan menatap anda, suhu tubuhnya sudah normal, tatapan matanya juga tidak seperti binar mata sedang sakit"

Xavier menoleh ke arah diandra seakan ingin memastikan ucapan dokter itu, diandra hanya mengangguk pelan.

"tapi kalau bapak bersikeras, bocah itu dirawat, kita bisa merawatnya pak"

Xavier menggeleng, "kami akan membawanya pulang!"

Diandra tersenyum,melihat wajah tampan xavier yang terlihat malu. Xavier meraih killian ke dalam pelukannya, bocah itu memeluk erat leher xavier.

Diandra mengangguk hormat pada dokter yang menatap mereka dengan senyum dikulum, diandra ikut tersenyum tipis.

"kenapa kamu nggak ngomong sih, di?"

"aku mau ngomong tadi, tapi kamu nggak ngasih aku kesempatan bicara!" diandra masih menahan senyumnya.

Xavier ikut tersenyum, namun senyum itu terlihat malu.

"lian kangen papa yah?" tanyanya mengalihkan pertanyaannya pada killian yang terkulai di pelykan diandra.

Diandra tersentak kaget, matanya mengerling.

"papa?"

"biar terbiasa, di. Lagian kan aku papa kandung lian"

Diandra menelan saliva, ada rasa hangat yang tiba-tiba menjalari hatinya. Pria di sampingnya itu mengelus lembut kepala killian yang mengangguk.

"lian boleh panggil papa, om?"

"tentu sayang" jawab xavier cepat, "om xavi memang papa lian, nak!"

Diandra diam saja, melihat betapa putranya begitu bahagia. Bocah tampan itu meraih tangan xavier dan mendekapnya hangat.

"lian, sayang papa"

Xavier menatap haru killian yang memeluk lengannya itu, sudut mata pria itu berkaca-kaca.

Diandra celingukan heran, ia sampai menegakkan tubuhnya, matanya mengamati jalanan yang ternyata bukan ke arah rumahnya.

"xavi..." panggilnya masih dengan mata celingukan, dan tangan menyentuh lengan pria itu.

"kita mau kemana?"

"ke rumah oma" jawab xavier, hatinya menghangat. Sentuhan jemari diandra penyebabnya.

"loh.."

"maaf, sayang" pintanya dengan senyum memohon.

"kalau pulang ke rumah kamu, kejauhan dan ini juga sudah lumayan malam, kasihan killian kena angin malam"

Diandra mendelik protes, ia keberatan. Terakhir kali bicara dengan oma wina, diandra bertindak sedikit tidak sopan. Jadi rasanya agak gimana gitu, ketemu wanita sepuh itu lagi.

"1 malam saja, besok pagi aku antar pulang yah?" bujuk xavier masih dengan senyum memohonnya itu.

"aku segan pada oma"

Terdengar bisikan lirih diandra, sorot matanya tak enak hati.

"tidak apa-apa, sayang" ujar xavier menenangkan, pria itu mengelus puncak kepala diandra lembut.

"oma juga kepengen ketemu kamu dan killian!"

Diandra menghela nafasnya yang terasa berat, seketika dadanya merasa sesak dan terhimpit.

Sejujurnya diandra malu ketemu wanita sepuh itu, tempo hari mulutnya dengan lantang meminta oma wina untuk melarang xavier bertemu dengan dirinya.

Malah kini dia yang tak tahu malu, selalu berada di sekitar xavier.

"hhhhhhhh" desahnya lagi dengan keras.

"oma pasti membenciku!" bisiknya lirih, xavier menoleh, sorot matanya penasaran.

"kenapa oma membencimu?"

Diandra tersentak kaget, menggeleng cepat dan tersenyum tipis, setengah meringis.

"sudah jam 10 malam ternyata.." ujar diandra mengalihkan perhatian xavier, pria itu mengangguk.

"makanya aku bilang tadi, malam ini kalian menginap di rumah oma dulu yah!"

Diandra mengangguk tipis, terdengar hembusan nafasnya lega, walau samar.

Ia bersyukur, xavier tak bertanya lagi. Kalau sampai pria itu penasaran dan bertanya lagi, diandra tak tahu bagaimana menjelaskan pada xavier tentang kedatangan omanya tempo hari.

Diandra deg-degan parah, saat mobil xavier berhenti di depan sebuah rumah mewah dan megah.

Ada rasa ragu yang menyerang, tangannya terhenti di handle pintu mobil. Ia masih ragu, saat tiba-tiba pintu terbuka.

Xavier menatap lekat wajah yang terkejut menatapnya itu, wajah cantik diandra terlihat sangat tidak nyaman.

"turunlah sayang, ada aku kan, ayoo"

Xavier menautkan jemari mereka, dan menggendong killian. Tangannya sedikit menyentak agar diandra turun.

"kalau oma tak suka melihatku kemari, gimana?" tanya diandra cemas.

Xavier mencium jemari diandra yang terkait di jemarinya itu.

"kenapa kamu takut, kan ada aku, sayang!"

Diandra menelan salivanya susah payah, langkah kakinya sedikit tertahan.

Wanita sepuh itu, nyonya wina berdiri di ambang pintu berdaun lebar dan tinggi itu, menanti mereka dengan senyum manisnya.

Bersambung...

1
Sri S
lanjut 🙏
sutiasih kasih
memenangkn hati diandra... yg mmposisikn diandra mnjadi simpanan🙄🙄
sutiasih kasih
knapa harus mnunggu khancuran.... bru oma brubah fikiran...
🤔🤔🤔
sutiasih kasih
andai km dlu punya sikap yg tegas xavi.... smuanya tak akn kacau bgini....
Sri S
lanjut
Sri S: lanjut
total 1 replies
sutiasih kasih
knapa tak sedari dlu oma..... knapa bru sekarang oma mngijinkn xavi mnikah diandra....
jgn egois oma.... dlu dan skrg sdh brbeda....
🙄🙄🙄🙄🙄
sutiasih kasih
sepede itu km xavi....
klopun diandra msih mncintaimu.... ada elang.... laki2 yg tak prnah mnempatknnya di posisi yg kedua...
saling cinta tak mnjajikn diandra mnjadi prioritasmu bukan... km tetap lbh memilih perusahaan jga posisimu...
& untuk oma.... di msa akn datang... jgn dech datang memohon diandra untuk kmbali dgn xavi.... saat nnti xavi benar" trpuruk & hncur...
jdilah oma yg tau diri... krna tak smua yg oma mau... hrus sll trwujud🙄🙄🙄
sutiasih kasih
diandra mau mnikah dgn siapun itu bukan urusanmu xavi...
dan ingat km yg memilih mnikahi geraldine dan km tau artinya km khilangan diandra....

untuk km geraldine.... tak usah km seniat itu mnjatuhkn diandra.... km jga akn slmnya khilangan xavi.... krna nyatanya km tukang selingkuh saat msih mnjadi istri xavi....
falea sezi
lanjutt nunggu si bangke Xavier liat diandra menikah🤣🤣 seru kayaknya nangis darah dia kayaknya
sutiasih kasih: pasti pol seru kak.... diandra jga boleh dunk bebas mnentukn pilihan....

klo xavi harus hancur krnA khilangan diandra.... itu pilihan dia sndiri kn...
dlu diandra sdh prnh bilang g mau mnjdi yg kedua.... tpi apa coba knyataan yg diandra terima... xavi ngotot tetap maunya diabdra dia jdikn istri kedua...
cinta apa yg xavi berikan.... hny luka dan luka...
total 1 replies
falea sezi
kasih diandra jodoh kaya raya donk😒 biar bisa rebut kilian
falea sezi
oma tua bangka g tau diri😒 dia lahirin cicit mu eh mau lu tendang 🤣 mati aja lu oma g guna
sutiasih kasih
smoga elang & diandra jodoh....
setidknya elang dri awal sll mngutamakn diandra....
sutiasih kasih
tau gitu dlu km mmprtahankn & mnomor satukan diandra,xavi....
🤣🤣
Sri S
lanjut kn seru🙏
Sri S
lanjut kn seru🙏
sutiasih kasih
lnjutkn hidupmu di..... jgn km trperangkap dgn bualan cinta xavi...
klo dia mncintaimu... dia pasti lbh mngutamaknmu... & tak akn mnukarmu & mnmpatknmu dgn posisi yg kedua....

tak ada salahnya km mnata hidup jga hatimu di..... bukalah hatimu untuk org yg sll mngutamknmu... bukan yg sll mnnpatknmu dposisi kedua...
trkadang prlu untuk tak peduli dgn org yg tak mau mngertimu....
sutiasih kasih
smog diandra segera move on.... & mnikah & bahagia dgn keluarga yg baru....
biar mereka yg sll menekan diandra untuk sll mnngrti & sll diposisikn ditmpat yg sll harus mngalah.... mnyesal krna waktu yg disia"kn... tak kn bisa mmbuat diandra kmbali....
😅😅
Mei TResna Rahmatika
pliss kak jangan nyampe Xavi tergoda sama Geraldine,kasian diandra😭
sutiasih kasih: biarin aja kak..... toh xavi jga jdi laki" g ad tegasnya & otaknya g mikir....
mna mau diandra dijdikn yg kedua.... ttp slmanya jdi istri simpanan....
untuk apa diandra bersanding tpi harus sll trsmbunyi.... untuk apa hidup lgi dan lagi posisnya sll harus paling mengalah... dan harus paling mngerti...

biar tau rasa tuh si oma & xavi... klo diandra nnti akhirnya memilih bahagia dgn laki" yg lain....
total 1 replies
sutiasih kasih
perempuan mna yg sudi... didikn yg kedua xavi??
nyata2 km lbh memilih mnjadikn diandra mnjadi yg kedua🙄🙄
sutiasih kasih
cinta tpi km mnomor duakan harga diri diandra jga killian....
cinta macam ap yg km berikan xavi??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!