NovelToon NovelToon
THE ELITE OF UNDERGROUND SOCIETY

THE ELITE OF UNDERGROUND SOCIETY

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:245
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

Dendam masa lalu menuntut balas. Seorang musuh besar mengincar putri tunggal sepasang pembunuh bayaran legendaris gadis yang telah dilatih menjadi "Ratu Kematian". Namun, rencana itu membentur dinding tebal. Peladen data sekolah elite SMA Garuda Bangsa dilindungi enkripsi militer ketat, menyembunyikan identitas sang target di balik kabut digital.

sementara target baru memulai tahun ajaran baru, sistem mendeteksi enam siswi baru di kelas X-A yang datanya terkunci total. Demi memastikan dendamnya terbalas, sang musuh nekat menculik keenam gadis itu.

Disekap di dalam palka kapal kargo yang gulita, enam gadis asing berbalut almamater merah marun ini terpaksa menekan ego mereka. Insting predator mereka menyatu, mengubah tempat penyekapan menjadi ladang pembantaian demi merebut kembali kebebasan. Malam itu, adalah awal mula The Elite akan terbentuk.

apakah Mereka mampu mempertahankan the elite karna status mereka yang cukup tak biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bayang peri di cangkir kopi 2

"Gue udah nyoba melacak plat nomor kendaraan dari mobil sedan hitam mewah yang menjemput dia saat jam pulang sekolah sore tadi. Hasil dari sistem basis data samsat pusat menunjukkan hasil yang kosong total, Bos. Plat nomor itu gak terdaftar di wilayah mana pun. Hal kayak begitu cuma bisa terjadi kalau mobil itu milik petinggi militer aktif, keluarga inti pejabat tinggi negara, atau..."

"Atau apa? Ngomong yang jelas sebelum gue patahin engsel laptop lo," tuntut Gava, nada suaranya kian memberat penuh tekanan wibawa seorang pemimpin yang tidak menerima bantahan sekecil apa pun.

"Atau mobil itu milik jaringan organisasi gelap dunia bawah yang punya akses orang dalam tingkat tinggi di pemerintahan untuk menghapus manifes kendaraan mereka dari radar hukum, Bos," bisik Rian dengan nada suara yang sangat ragu dan ketakutan.

Gava Ernando kembali terdiam mendengar penjelasan tersebut. Alih alih merasa gentar atau cemas, seulas seringai liar yang sarat akan intrik obsesi yang sangat gelap justru perlahan terukir di sudut bibirnya yang kaku. Informasi itu justru kian memicu aliran adrenalin di dalam pembuluh darahnya. Fakta bahwa Azrint bersembunyi di balik dinding data yang mustahil ditembus secara digital membuat naluri berburu seorang Gava kian mendidih. Gadis peri kecil itu bukan sekadar anak emas manja yang bisa dibeli dengan kekayaan perusahaan CEO terbesar kedua milik ayahnya. Ada misteri yang sangat besar, kelam, dan berbahaya yang membungkus tubuh molek gadis tersebut.

"Makin misterius latar belakangnya, makin bikin gue penasaran untuk menguliti siapa dia sebenarnya," gumam Gava dengan suara rendah yang serak, tangannya bergerak meraih kembali cangkir kopinya yang sudah dingin. "Dia pikir dia bisa terus sembunyi dengan aman di balik dinding kode rahasia itu?"

"Jadi, rencana kita untuk besok gimana, Bos? Apa kita perlu mengerahkan anak-anak The Iron Phantoms untuk mencegat mobil jemputannya secara massal di depan gerbang utama sekolah biar dia mau bicara?" tanya Bimo memastikan, sembari membetulkan letak rompi kulitnya yang kaku.

"Gak usah. Jangan bertindak barbar dan konyol kayak preman pasar," potong Gava dengan ketegasan yang mutlak. Pria kelas dua SMA itu berdiri dari kursi jabatannya, menyampirkan jaket kulit hitam berlogo tengkorak besinya dengan satu gerakan tangan yang efisien. "Gue gak mau bikin dia merasa risih atau ketakutan di minggu pertama dia masuk sekolah. Kita main halus. Besok saat jam istirahat kedua dimulai, gue sendiri yang akan melangkah masuk ke dalam blok kelas mereka di gedung anak-anak emas."

Bimo dan Rian secara serentak saling bertukar pandangan dengan ekspresi wajah yang sangat heran dan tidak percaya. "Lo beneran mau mendatangi blok kelas anak-anak emas itu sendirian, Bos? Peraturan dari komite pamong sekolah kan sangat ketat untuk anak-anak berandalan jalanan kayak kita."

Gava Ernando tersenyum sinis, memasang kunci kontak motor sport hitam metaliknya ke dalam saku jins belelnya dengan gaya yang sangat angkuh. "Gue adalah pemilik hukum jalanan di kompleks sekolah ini, Bimo. Gak ada satu pun ruangan atau batas wilayah yang terlarang buat seorang Ernando." Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut dari anak buahnya, Gava melangkah lebar keluar dari gudang kontainer, menghidupkan mesin motor sportnya yang langsung menderu keras membelah kesunyian malam pantai Jakarta, menyisakan bayangan wajah Azrint yang kian mengunci fokus obsesinya untuk hari esok.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!