NovelToon NovelToon
Hamka Putra Arwah Hidup

Hamka Putra Arwah Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah kenyataan mengejutkan

"Dia terlihat tulus, tapi tidak tulus, aku tidak tahu kenapa tapi aku merasa justru dia senang melihat kondisiku sekarang Lucas" bisik Ivanka masih menangis.

Jessy yang mendapat kabar kalau anak anaknya sudah sampai di rumah sakit, langsung pamit untuk melihat kondisi Hengky dan Haikal, sementara Haris, dia ijin pada petugas polisi yang berjaga di depan untuk bertemu dengan Ivanka, di sampingnya masih ada Michelle yang terus mengikutinya.

‎"Kenapa bukan Ivanka yang mengikuti ku, aku akan lebih senang kalau dia yang ikut denganku, perlu aku bunuh dia agar terus berada di sampingku?" Tanya Haris menatap datar sosok Michelle yang menyerupai Isma.

‎Michelle yang memang cukup frustasi karena tidak bisa membuat Haris takut memilih untuk langsung menghilang dari sana, itu juga di sadari Lucas yang bisa melihat kalau Haris bukan orang sembarangan.

‎"Selamat pagi, ini sudah pagi karena masuk pukul lima, kamu tahu Ivanka, ibumu berhasil membuat kedua adikku terluka, sama dengan apa yang kamu alami sekarang" ucap Haris tanpa basa basi.

‎Dia menaikkan lengan bajunya hingga tato ular di lengannya bisa di lihat oleh Ivanka, tato yang sama dengan orang yang ada di mimpi Ivanka, itu yang Ivanka pikirkan hingga sekarang tubuhnya gemetar dengan nafas tersengal sengal, dia meronta minta tolong pada Lucas agar Haris di usir dari sana meski dia tidak ingat siapa Haris.

‎"Pergi! Aku tidak mau! Pergi sana!" Pekik Ivanka yang tidak mau melihat sosok Haris.

‎"Kamu lupa padaku? Padahal kamu sendiri selalu tidur denganku setiap malam Ivanka, saat kamu ketakutan karena mimpi buruk mu yang sering terjadi setiap malam" sindir Haris membuat Lucas terkejut.

Mimpi? Jadi Ivanka memang sering bermimpi buruk dalam tidurnya, itu yang di pikirkan Lucas saat dia menatap tangan Ivanka yang bergetar begitupun tubuhnya.

‎"Kamu lupa pada kakak yang paling kamu sayangi, yang memberikan kamu pengalaman pertama"

‎Plak. Plak.

‎Belum sempat Haris melanjutkan ucapannya, Jessy sudah masuk kembali menampar pipi anaknya itu, dia yang berniat menemani Haris karena kedua anaknya yang lain sedang ditangani dokter malah mendengar sebuah kenyataan yang membuatnya merasa sakit hati.

‎"Katakan sekali lagi Haris! Apa yang kamu lakukan pada Ivanka!" Bentak Jessy

‎"Pergi!" Pekik Ivanka

‎"Tolong pergi dari sini kalau anda peduli pada Ivanka" ucap Lucas yang masih berusaha menenangkan Ivanka

‎Jessy buru buru membawa Haris pergi agar Ivanka tidak semakin ketakutan dan histeris, tapi Haris awalnya menolak, di tidak suka dengan orang baru yang di peluk Ivanka, apalagi setelah apa yang dia lakukan pada Ivanka saat di lahan kosong itu, dia merasa kalau Ivanka itu adalah miliknya saja dan tidak ada yang boleh bersamanya.

‎Ya, yang melecehkan Ivanka bukanlah Bram, saat Bram hampir mengeksekusi Ivanka, Haris menahannya dan meminta Bram juga adik adiknya untuk pergi dari sana agar dia bisa melakukan apa yang saat itu tiba tiba saja terbersit di pikirannya.

Ivanka yang masih berontak dan melindungi dirinya dari Bram, malah tidak bisa berbuat apa apa ketika Haris yang mengambil alih tubuhnya dari Bram, hingga dia kehilangan segalanya saat itu, dan setelah Haris selesai dengan urusannya, dia yang sempat merasa bersalah pergi lebih dulu dari tempat itu, meninggalkan Ivanka yang masih menangis, hingga Haikal menendang kepalanya dan Hengky memerintahkan Bram untuk menguburnya hidup hidup.

‎Potongan ingatan yang di lihat Ivanka hanya sebagian dari apa yang membuat dia trauma, tapi tidak memperlihatkan kejadian yang sebenarnya terjadi di lahan kosong itu.

‎"Katakan Haris!" Bentak Jessy ketika mereka sudah sampai di taman rumah sakit

‎"Aku yang melecehkan Ivanka, kalau Bram tidak mengaku, polisi pasti tahu kalau sperma yang ada di tubuh Ivanka adalah milikku" jawab Haris datar

‎Plak. Plak.

‎"Dia adikmu Haris!" Bentak Jessy tak habiskan pikir

‎"Dia tidak sedarah denganku ma, meski di akta kelahiran aku adalah anak papa Maulana, tapi kenyataannya aku adalah anak bajingan yang sudah menyakiti mama!" Jawab Haris

‎"Dan sekarang kamu berkelakuan seperti dia Haris! Kamu menyakiti Ivanka! Meski dia hanya adik tiri tapi tetap saja dia adikmu di mata masyarakat!" Lirih Jessy Memukuli dada Haris sampai dia terduduk di taman rumah sakit itu karena tidak mampu lagi menopang tubuhnya yang merasa lelah dengan kelakuan anak anaknya.

‎"Aku tidak peduli ma, Ivanka tidak akan menyakitiku, dia tidak akan menuntut ku karena dia menyayangiku ma" ucap Haris percaya diri

‎"Jangan salah Haris, sekarang dia tidak ingat apapun, bahkan mama saja tidak dia ingat! Apa kamu lupa kalau dia hilang ingatan!" Bentak Jessy

‎"Rasa sayangnya pada kalian juga mungkin hilang Haris, kalian sekarang adalah orang asing untuknya, bahkan mama" ujar Jessy

‎Haris terdiam, dia lupa kalau Ivanka hilang ingatan, dia mungkin akan kehilangan kasih sayang Ivanka yang sering dia tunjukkan pada kakak kakaknya.

‎Bahkan meski dia di tampar dan di Jambak Haikal atau Hengky, Ivanka tetap tersenyum setelahnya, senyuman yang terlihat mengganggu pikiran Haris, karena senyuman Ivanka itu adalah senyuman putus asa.

‎"Kamu melupakan aku Ivanka, itu tidak boleh, kamu harus ingat aku Ivanka, karena aku yang selalu menemanimu setiap malam saat tubuhmu terus bergetar ketakutan"

‎"Aku yang membuatmu merasa tenang Ivanka bukan orang yang sekarang bersamamu" gumam Haris menatap benci ke arah pintu ruangan Ivanka, saat dia telah mengantar Jessy ke ruang rawat Hengky.

‎"Maaf, pak Haris Maulana Jhonson, anda kami tahan atas tuduhan penganiayaan terhadap nona Ivanka Jhonson dua minggu yang lalu" ucap Brandon menghadang langkah Haris yang akan melabrak Lucas.

‎"Lepaskan Hilman, dia tidak bersalah, dia bahkan tidak menyentuh Ivanka sama sekali saat kejadian, dan tolong berikan ini pada Ivanka" ucap Haris

‎"Kami akan proses semuanya, jika memang saudara Hilman tidak bersalah maka dia akan di bebaskan" jawab Brandon mengambil benda yang di berikan Haris dan membawa Haris dari sana bersama beberapa anggota polisi yang bertugas.

‎######

Di kantor polisi

‎"Kenapa ada ulat di tubuhku" ucap Hilman yang berada di dalam penjara

‎Di tubuhnya terlihat banyak ulat bulu yang merayap terus menerus, meski dia sudah mengibaskan tangannya tetap saja ulat itu menempel disana.

‎"Aakhhh... Tolong hilangkan ulat ini dari tubuhku!" Teriak Hilman

‎"Kamu melihat tapi kamu tidak berbuat apa apa, pikirkan hukuman apa yang pantas untukmu " bisik Michelle di telinga Hilman.

‎"Akhhkk.. pergi! Apa yang kamu inginkan!"

‎"Matamu, mataku hilang satu, aku butuh mata baru" jawab Michelle menyeringai

‎"Aakhhhh!"

‎"Hihihihihi"

1
Tri Handayani
ah kasihan sekali izhar😇😇😇
Ridwan01: iya kak kasihan dia 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt thor
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt💪
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Ridwan01
Selamat datang di dunia Hamka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!