NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Fantasi
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan dan Evan meresponnya. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 35

Evan berkedip, lalu melirik sekilas ke sekeliling mereka sebelum kembali menatap Lylac. "Maksudmu anak-anak di kelas remidi tadi?"

"Ya," jawab Lylac tegas. Ia merapatkan tali ranselnya.

"Kenapa? Itu urusan mereka," sahut Evan enteng. Bahkan ada segaris senyum tipis di bibirnya seolah hal itu sama sekali bukan masalah besar yang perlu dipikirkan.

"Tuh, dengerin kata Evan!" Mika menyenggol lengan Lylac sambil cemberut lucu. Meski tentu saja tembus. "Ngapain mikirin orang lain? Yang penting bisa lihat Evanku sayang," ocehan Mika makin membuatnya kesal.

Mendengar respons acuh tak acuh itu, Lylac menghentikan langkahnya secara mendadak. Ia menatap Evan dengan tatapan lurus, tidak bisa lagi menyembunyikan kekesalannya. "Aku enggak nyaman."

Evan ikut menghentikan langkahnya. Ia menatap Lylac sejenak, lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Emm... Aku minta maaf." Dia merasa bersalah. Padahal itu bukan salahnya.

Lylac mendengus pelan. Ia jadi bersalah bikin Evan sampai meminta maaf.

"Kamu itu populer, Evan. Jadi menurut orang waras, enggak mungkin kamu menyapaku yang aneh. Jadi jangan sesantai itu saat kamu menyapaku ..." Bagi Lylac, perbedaan kasta sosial di sekolah mereka sudah jelas, dan sorotan mata anak-anak lain adalah bukti nyata kalau interaksi mereka dianggap tidak wajar.

Namun, respons Evan justru di luar dugaan. Lylac mengerjap tidak paham saat Evan malah terdiam. Cowok itu terpaku di tempatnya. Menatap Lylac dengan pandangan yang sulit diartikan. Membuat atmosfer canggung.

"Apa?" Lylac jadi panik sendiri. Ia buru-buru berhenti bicara untuk memeriksa. Takut ada salah bicara hingga membuat cowok itu menatapnya seperti itu.

"Sepertinya ini pertama kalinya kamu sebut namaku," ujar Evan pelan. Cowok itu senyum tipis perlahan terbit di bibirnya. Ada nada hangat yang tertangkap jelas dari caranya berbicara.

Lylac mengerjap. Detak jantungnya mendadak melewatkan satu ketukan. Dia mengedarkan pandangannya ke depan. Berpura-pura tertarik pada hal lain di depan sana demi menghindari tatapan lurus Evan.

Benarkah? batin Lylac bingung. Otaknya langsung berputar cepat, mencoba mengingat-ingat interaksi mereka sebelumnya. Selama ini dia sepertinya dia selalu memanggil cowok ini dengan sebutan "kamu" atau bahkan berusaha tidak memanggilnya sama sekali. Tapi ia lupa juga.

Mika yang sejak tadi melayang di atas mereka langsung menangkup kedua pipinya dengan heboh. "Wah! Lylac, mukamu merah tahu! Ternyata si ganteng peka banget ya sama hal-hal kecil kayak gini!"

Sialan! Kenapa mukaku merah? Kan enggak mungkin! Lylac berusaha keras menenangkan degup jantungnya. Ia menggigit bibir bawahnya, mencoba mengembalikan ketenangannya yang nyaris ambyar. Hah ... Aku pergi aja.

Evan tidak mengejar. Ia tetap berdiri di sana, memperhatikan punggung Lylac yang menjauh dengan langkah yang sedikit lebih cepat dari biasanya. Dia membiarkan cewek itu pergi. Dia mendengus lucu, seolah menangkap basah kegugupan yang sedang berusaha disembunyikan Lylac di balik sikap cueknya.

Di udara, Mika menatap Evan. Lalu ia menatap Lylac yang sudah berjarak beberapa meter di depan.

Lho, Ly? Kenapa Evan ditinggalin? Mika bingung karena ia masih ingin melihat cowok ini. Namun, ia juga ingin menemani Lylac.

Saat Mika masih menimbang-nimbang, tiba-tiba pandangan mata Evan bergeser. Iris cokelat cowok itu tertuju tajam tepat ke arah udara kosong tempat Mika melayang

Detik itu juga, Mika membeku di udara. Hah? Dia melihatku? Enggak kan? Rasa dingin merambat seketika, membuat hantu itu merinding di tempat. Padahal dia hantunya tapi masih bisa merinding.

Melihat Lylac berjalan sudah jauh dan hampir berbelok di tikungan, Mika langsung melayang dengan cepat. Menepis pikiran aneh soal tatapan Evan demi menyusul Lylac.

***

Di sudut kantin dekat lapangan, anak geng basket heboh dengar Evan remidi. Kabar burung yang berembus dari ruang remidi tadi rupanya menyebar lebih cepat dari perkiraan, membuat anggota tim yang sedang beristirahat langsung mengerumuni Evan.

"Heh, emang bener kamu remidi?" tanya Jay, hampir tersedak es jeruknya saking tidak percaya. Ia hanya mencari namanya di daftar remidi.

"Ya," sahut Evan santai sambil menaruh tas di atas meja.

"Beneran?" Niki heran. Evan mengangguk tenang. Membuat Niki langsung mencondongkan tubuhnya ke depan. "Mata pelajaran apa?" Dia ingin tahu karena ia yang juga remidi mapel Bahasa Indonesia merasa punya teman senasib.

"Matematika."

"Ha? Enggak mungkin. Pasti ada yang salah kan?" Jay enggak percaya. Baginya, melihat Evan remedial itu mustahil.

Nuno yang duduk di sebelah Jay ikut menyahut sambil mengetuk-ngetuk dagunya. "Kesalahan teknis mungkin. Kayak kamu gak nulis nama, nomor peserta, atau kode apa." Nuno memberi beberapa kemungkinan yang paling logis untuk ukuran siswa kayak Evan.

"Ya, benar," Evan menunjuk Nuno dengan telunjuknya. Membenarkan tebakan itu sembari mengulas senyum tipis.

"Hhh ... enggak mungkin kayaknya kamu remidi," Jay bicara lagi, tetap menggeleng-gelengkan kepala. Di otaknya, citra Evan sebagai anak dengan nilai selalu bagus sudah telanjur melekat kuat.

Mendengar reaksi Jay yang terlalu berlebihan, Niki yang duduk di sebelah Evan langsung menyenggol lengan cowok itu. "Hei, aku remidi lho," kata Niki. Mengingatkan kalau di meja ini bukan cuma Evan yang bernasib merah.

"Iya, itu kamu, bukan Evan," ujar Jay blak-blakan dengan wajah tanpa dosa.

Niki menipiskan bibir. Cowok itu menatap Jay dengan pandangan datar da rasa jengkel. Sementara Evan hanya terkekeh pelan melihat tingkah kedua sahabatnya tersebut.

***

Di kamar Lylac.

"Lylac, kamu tahu. Evan tadi pagi saat habis remidi, saat kamu mendadak pergi..."

Kalimat Mika amburadul karena hantu itu berbicara terlalu cepat dengan nada panik yang campur aduk. Lylac tidak berusaha memahami rentetan kata yang keluar dari mulut Mika.

Pikiran gadis itu masih tersangkut pada kejadian di koridor tadi. Dia hanya ingat kalau itu soal dia yang menyebut nama Evan pertama kalinya. Sebuah detail kecil yang ternyata disadari oleh cowok itu dan sukses membuat jantung Lylac berantakan.

Melihat Lylac yang tampak melamun dan tidak acuh, Mika langsung melayang tepat di depan wajah sahabatnya, memaksa Lylac untuk mendengarkan.

"Saat kamu mendadak pergi, aku kan mau ngejar kamu. Kamu tahu Evan ngapain? Dia menatap ke arahku lho, Ly! Tepat di tempat aku melayang. Kayak dia tahu aku ada di situ!" seru Mika dengan mata membelalak, ekspresi wajahnya benar-benar tegang.

"Oh, ya?" sahut Lylac pelan, nyaris seperti bisikan malas. Ia tetap melihat dengan pandangan lurus ke depan ke arah ponselnya. Menganggap kepanikan Mika hanya sekadar ketakutan yang berlebihan.

"Ini serius, Ly!" Mika merengek frustrasi karena reaksinya yang begitu datar. Hantu cantik itu melipat tangan di dada, mencoba meyakinkan Lylac bahwa tatapan Evan tadi pagi bukanlah sekadar kebetulan belaka.

1
Jumi Saddah
😄😄😄nah ly,,,evan coba deh nanti interaksi sm mika lewat lylac,,,sebenar nya aq penasaran sm lylac ini,,hidup sendirikah,,masa lalu mika kenapa jdi hantu,,🤔
Inah Ilham
bahaya yg manis 🤣🤣🤣
LisA: 😊😊😊😊😊
total 1 replies
__
kaka author
aku menagih janji episode banyak 🥰😍
kalau kaka tidak sibuk dan tidak ada kerjaan di real life
LisA: Siap. Di tunggu.
total 1 replies
__
kaka author
are you okay?
kaka sedang tidak enak badan kah atau tidak sempat buat up episode lanjut
kalau kaka sedang tidak enak badan semoga obat apa saja yg kaka minum sebagai obat yg paling mujarab☺
LisA: 🤣🤣🤣 Alhamdulillah. aku baik-baik saja. hari ini up 1 dulu. besok lagi agak bnyak. Mungkin😁. thx sudah cemas😘
total 1 replies
__
lagi yaa thor aku mau 10 episode per hari 🥰😍
LisA: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Eli herlina
suka banget ceritanya👍
LisA: Terima kasih Sudah membaca😊
total 1 replies
__
lagi lagi lagi kak author
aku mencintaimu semua karya mu, apalagi yg ini 🥰
lily
lanjut lanjut ka sampe tamat😍
Jumi Saddah
kaka penasaran ini si evan beneran bisa lihat mika,,atau gimana,,,plis double donk🤭
Nann
Ceritain dong ka....
Sita Sakira
jadi penasaran si mika md karna apa ihh. apa jangan jangan di bully ya sama geng angel, atau ada hal lain? haaaa ayo thor bahas md nya mika kenapa😁
lily
menarik semoga sampai tamat..
__
kaka author, maaf yaa kalau menuntut bisa kah kalau updatenya setiap hari
Sita Sakira
aku diemin terus di daftar baca, trus tadi ada notif kalo udh up isenglah buka dan yapp ternyata seruuu😍 lanjut thor heheheh semangatt ya🤗
Nann
Betul banget....😘
Inah Ilham
Evan sengaja deh mau bikin heboh seisi sekolah
Nann
lanjut kakak.....🙏🙏
Nann
evan kenal mika ga ya,kasian mika😭
Nann
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
Nann
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!