NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Sheza Hadiwinata

Pagi-pagi sekali Nella dan Pras pergi lagi ke kantor polisi untuk melihat bagaimana keadaan Karen. Mereka bahkan harus menunggu pengacara dari pihak Kalina datang. Satu jam lamanya mereka menunggu pengacara Kalina datang. Karena memang pihak pengacara Kalina tidak memberikan kontaknya pada pengacara Nella.

Begitu pengacara itu datang, Nella dan Pras minta bertemu dengan Kalina.

"Sebenarnya mudah tuan dan nyonya Hadiwinata..."

Nella dan Pras yang mendengar hal itu merasa cukup senang. Bukankah kalimat awal yang disampaikan oleh pengacara itu sama saja memberikan mereka harapan bagi Karen untuk bebas.

"Klien saya nona Kalina itu adalah putri dari salah satu pejabat paling berpengaruh. Masalah ini belum sampai pada ayahnya. Dan sebenarnya, guru dari nona Kalina juga adalah orang yang seharusnya sangat kalian kenal!"

Ucapan pengacara Kalina itu membuat dua orang paruh baya, yang ada di depannya itu mengernyitkan keningnya.

"Gurunya?" tanya Nella.

Pengacara Kalina segera menganggukkan kepalanya.

"Iya, yang menciptakan tarian itu dan mengajarkannya pada nona Kalina adalah seseorang yang pernah tinggal lama dengan kalian"

Kata-kata dari pengacara itu sebenarnya sudah merupakan clue yang terang-terangan. Tapi, pada dasarnya Bella dan Pras itu adalah orang-orang yang kurang peka. Atau sebenarnya memang mereka sama sekali tidak ingin peka. Mereka masih mengernyitkan keningnya mencoba memikirkan siapa yang dimaksud oleh pengacara Kalina itu.

Dan reaksi yang ditunjukkan oleh Nella dan Pras. Membuat pengacara Kalina terkekeh pelan.

"Tuan dan nyonya Hadiwinata sungguh tidak tahu?" tanyanya yang merasa agak lucu, karena dua orang di depannya itu tampak serius sekali berpikir, tapi bahkan tidak menyadari.

"Kami sedang tidak bisa bermain tebak-tebakan seperti ini. Coba tolong katakan pada kami secara langsung saja siapa sebenarnya yang dimaksud oleh pak pengacara" ujar Pras yang merasa kalau dia memang tidak bisa menjawab tebak-tebakan yang diajukan pengacara Kalina.

Pengacara Kalina sekali lagi terkekeh kecil.

"Maafkan saya, saya bukan bermaksud untuk menertawakan tuan dan nyonya. Hanya saja saya merasa agak lucu. Tuan dan nyonya benar-benar tidak tahu? itu aneh!"

"Pak pengacara, bisa tolong sebutkan saja namanya! siapa yang bisa membantu Karen bebas dari penjara?" tanya Nella.

"Sheza Hadiwinata!" tegas pengacara Kalina itu.

Nella dan Pras terdiam. Nella merasa kalau dia bahkan tidak tahu apapun tentang anaknya. Bagaimana bisa, dia sama sekali tidak terpikir kalau yang dimaksud adalah Sheza.

"Sheza..."

Pengacara Kalina mengangguk cepat.

"Iya, makanya aku terkejut. Putri kalian memiliki bakat yang begitu luar biasa. Kalian tidak tahu! aku hanya bisa sampaikan itu! kalian bisa minta pada nona Sheza, kalau ingin Karen di bebaskan. Karena nona Kalina, pasti akan menyetujui apapun yang dikatakan nona Sheza. Aku permisi! oh ya sebaiknya lakukan dengan cepat. Karena tiga hari lagi, bahkan tuan Jendra Alvaro Kenz minta persidangan itu dimulai dan langsung pada pengambilan keputusan!"

Pengacara Kalina itu berbicara langsung pada intinya saja dan langsung meninggalkan tempat itu, setelah mengatakan semua yang harus dia katakan pada Nella dan Pras.

Keduanya terdiam, mata mereka jelas menunjukkan penyesalan. Tapi itu entah penyesalan tentang mereka yang memang tidak mau berusaha untuk mengerti Putri mereka. Atau penyesalan karena memang mereka tahu, bakat Putri mereka yang bahkan disadari oleh orang lain terlebih dahulu daripada mereka sendiri.

"Kalian bisa masuk ke ruang besuk tahanan, aku akan panggilkan tahanan sementara itu!"

Seorang petugas tetap menghampiri mereka setelah terlebih dahulu bicara pada pengacara Kalina.

Nella dan Pras pada akhirnya mengikuti petugas itu, mereka dipersilakan duduk sedangkan petugas itu pun pergi ke sel tahanan untuk memanggil Karen.

Begitu petugas itu sampai di depan sel. Dia tampak terkejut melihat Karen yang meringkuk tak sadarkan diri.

Petugas itu terlihat panik dan langsung membuka pintu sel itu.

"Kenapa dia? apa yang terjadi?" tanya petugas itu melihat ke arah dua wanita yang bertubuh besar yang sedang duduk santai bersandar di dinding tahanan.

"Dia berisik sekali dari semalam. Kami tidak bisa tidur. Kami cuma tendang sambil duduk gini. Dia mental, jatuh lalu pingsan!" jawab salah satu wanita yang bertubuh besar yang sangat santai.

Wanita itu bahkan mempraktekkan bagaimana cara dia menendang sambil duduk. Jelas, sebenarnya bukan hal itu yang terjadi semalam. Tapi kan hanya ada mereka bertiga, tidak ada orang lain. Siapa yang akan membantah ucapan wanita itu sementara Karen belum sadar.

"Kalian ini! lihat badan kalian! lihat juga badan orang ini, meski kalian tendang sambil duduk. Dia pasti akan mental!" omel petugas itu.

Tapi, nampaknya petugas itu percaya dengan apa yang dikatakan oleh wanita bertubuh besar itu.

"Ya gimana lagi, dia berisik sekali! teriak terus, pusing dengarnya!"

"Awas kalian, kalian akan dapat hukuman untuk hal ini!" kata petugas yang langsung bergegas mengangkat tubuh Karen, dan berniat membawanya ke klinik yang ada di kantor polisi.

Petugas lain yang diberitahu sebelumnya oleh petugas yang tadi membawa Karen ke klinik. Segera memberi kabar itu kepada Nella dan Pras. Keduanya terlihat panik dan ikut pergi ke klinik.

"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Nella yang terlihat sangat sedih.

Bagaimana pun Karen adalah keponakannya, dia yang merawat, menjaga dan membesarkan Karen sejak kecil. Dia tentu saja merasa sedih untuk apa yang terjadi pada Karen saat ini.

"Semalaman tahanan sementara ini terus berteriak dan mengganggu tahanan lain yang ada di dalam sel yang sama. Mereka kesal, salah satu dari mereka yang bertubuh sangat besar, katanya menendang tahanan sementara ini karena memang terlalu berisik dan disuruh diam tidak mau diam. Karena tubuh tahanan yang menendang yaitu besar sekali. Tahanan sementara ini sampai terpental, dan akhirnya pingsan!"

Nella terlihat begitu sedih.

"Sekarang kita harus bagaimana, mas?" tanya Nella pada Pras.

"Mau bagaimana lagi? lihat kondisi Karen, dia akan semakin babak belur kalau dibiarkan terus berada di tahanan. Kita harus menemui Sheza. Bukankah pengacara Kalina sudah memberikan nomor Sheza padamu. Hubungi dia, suruh dia pulang. Kita ajak bicara baik-baik. Kalau perlu kita minta maaf padanya, kita memang sudah banyak salah selama ini!"

Nella mengangguk setuju. Dia juga merasa terlalu banyak melakukan kesalahan pada putri kandungnya itu.

Nella pun menghubungi Sheza. Itu adalah nomor yang ada di rumah Sheza.

Di rumahnya, pelayan yang menerima panggilan telepon itu segera mencari keberadaan Sheza yang masih bersantai di balkon.

"Nyonya, ada telepon dari ibu anda katanya!"

Tangan Sheza terulur, dia menerima telepon tanpa kabel dari pelayannya.

"Halo..."

[Sheza, ini ibu]

Sheza menghela nafas panjang.

[Sheza bisakah kamu pulang? ibu dan ayah ingin minta maaf padamu. Ada yang ingin kami bicarakan. Kami tahu nak, kalau selama ini kami banyak salah padamu...]

"Yang punya perlu kalian kan? kenapa aku yang harus datang ke sana. Jangan berdalih minta maaf, aku tahu kalian hanya ingin Karen bebas kan?"

[Sheza....]

"Tidak usah berakting menjadi ibu yang teraniaya. Besok, bawa pengacara kalian. Temui aku di hotel Luxury. Datang ke ruang VVIP lantai tiga, katakan pada resepsionisnya kalau kalian tamunya nyonya Jendra"

[Sheza...]

Tut

Sheza menekan tombol untuk mengakhiri panggilan itu.

"Heh, merasa bersalah katanya... aku benar-benar beruntung, kedua orang tuaku benar-benar baik. Sampai sudah terbuka semua kedok kebusukan Karen, mereka masih berusaha menyelamatkannya" lirih Sheza.

***

Bersambung...

1
yula
💪💪💪💪💪
Kedan Bawel 🍒
Orang ya, jika punya hati yang buruk, pasti pandangannya buruk terus ke orang lain..
Terkadang, walaupun itu orang tua terhadap anak kandung nya sendiri..
Orang tua macam apa ini sodara²..? 🤔
Dahulu, keinginan punya anak sungguh menggebu-gebu, sekarang anak sendiri tak dapat perlakuan adil atas perbuatan mereka sendiri justru berpura-pura tak tahu & tak pernah merasa bersalah.. 🤦🏻‍♀️
Andai boleh memilih, Sheza pun gak ingin di lahirkan di tengah keluarga seperti Hadiwinata.. 😏
Kedan Bawel 🍒: Gila ya..? Ada gak sih ortu seperti Pras & Nella di duta..?
Esmosi dedek jadinya.. 😤😏
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar orang tua bodoh, masih juga membela si pelacur murahan itu daripada Sheza, yang merupakan putri kandungnya. Jendra jangan terlalu lemah, bunuh saja kedua orang tua yang ga tahu diri ini, sekalian Karen juga dibunuh saja
Noer: marahin aja kak, aku dukung
total 1 replies
Allea
knp ga sekalian minta tandatangan diatas materai minta putus hubungan keluarga aja🤭
Noer: aduh, ngeri gak tuh
total 1 replies
Sekar
greget banget sumpah pengin tak 🤛🤛
Sekar: sygnya jauh kak jd gak bkln kena😁😁
total 2 replies
Ariany Sudjana
dasar orang tua bodoh, masih juga membela pelacur murahan yang ga tahu diri itu, daripada membela anak kandungnya sendiri
Kedan Bawel 🍒
Hal yg paling menyakitkan adalah ketika orang tua mengesampingkan kepentingan anak sendiri, demi kepentingan anak orang lain..
Lebih merasa gak enakan seolah-olah punya hutang budi, dan memperlakukan anak sendiri bagai orang lain..
Denial dengan ucapan anak sendiri, dan lebih percaya dengan omongan orang lain.. 🤦🏻‍♀️
Kedan Bawel 🍒: Lalu, bagaimana dengan kisah selanjutnya..?
Apakah Sheza akan memaafkan & membebaskan nya..?
Apakah ortu Sheza benar² minta maaf, atau justru hanya karena ingin Karen dibebaskan dari sel tahanan nya..?
Peluang jatuh miskin sudah pasti besar tuh bagi keluarga Hadiwinata..
Secara saham² perusahaan sudah dalam kendali Ayank Jendra, dan Sheza sebagai pemilik saham terbesar di perusahaan ayahnya..
Jika Karen bebas, masih mau kah Karen hidup bersama mereka berdua..?
Secara Karen hanya ingin hidup glamor layaknya anak orang kaya..
Namun jika keadaan berubah, aku yakin Karen akan menunjukkan sifat aslinya pada orang tua Sheza.. 🤭
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
bener² baik apa bener² bodoh Sheza 🤔🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
astaga bohong sekali 🤣🤣🤣
ditendang sambil duduk katanya 😂😂
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kenal gak kamu Pras Nella sama Sheza Hadiwinata 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Astaga dasar orang tua tidak peka, clue aja dah jelas sekali 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Bella🤔🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Sheza gurunya 🤔
vj'z tri
😅😅😅😅😅 cuma tendang terus mental cuma yaaa😅😅😅
vj'z tri
guru tadi 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
vj'z tri
uang 🤧🤧🤧🤧🤧
Sekar
lanjut thor💪💪
yula
💪💪💪💪thor lanjut
yula
💪💪💪💪💪
Noer: semangat
total 1 replies
Kedan Bawel 🍒
Lagi bayangin wanita pegulat dengan berat 100kg, ada 2 orang pulak jadi 200kg.. Jika Karen kena SmackDown, dalam sekali bantingan apa tak langsung game over dari dunia halu..? 🤣🤣
Sedangkan aku aja pernah ketimpa paksu sewaktu masih berat 88kg, mataku melotot seperti mau keluar.. Astaghfirullah..🤣🤣
Kedan Bawel 🍒: Gepeng lah Kak.. 🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!