hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.
yuk mulai baca biar gak penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. horor 21+
pintu kamar terbuka tiba-tiba delisa muncul dengan rambut sedikit acak-acakan wajahnya sedikit memelas menatap mereka yang tampak terheran-heran, belum bicara apa-apa sudah ditarik Alvaro lagi masuk kamar malah sekarang di kunci dari dalam.
" anjirr delisa bikin otak gue traveling kemana-mana" ucap Mira
" kak varo hati-hati ngadon nya dinikmati pelan-pelan aja " teriak Anya dan segera di bekap Afnan
" brisik Lo bocah " ucap Afnan Anya memberontak ingin dilepaskan bekapan tangan Afnan, Afnan melepaskan tangannya dari bibir Anya
" anjir hampir pingsan gue gak bisa nafas " ucap Anya terengah-engah
" Lo sih teriak-teriak enggak jelas " ucap bunga,lalu memandang dua gadis yang terbengo di tempat siapa lagi kalau bukan Tere dan fanni yang otaknya polos
" itu delisa lagi di apain " ucap Tere mengedipkan kedua matanya lucu
" enggak di apain-apain mereka cuman main " ucap Ririn santai dan melangkah ke arah sofa
" hah main apa ?? " ucap fanni polos
" Main kuda-kudaan" ucap Roy terkikik geli melihat kedua gadis di depannya yang tampak bingung
" kayak anak kecil aja main kuda-kudaan, terus tadi kenapa Anya bilang hati-hati ngadonnya maksud nya apa?? " ucap fanni masih tidak mengerti
" udah lah enggak usah di bahas mending kalian istirahat mandi atau apalah terserah, dan enggak usah kepo sama mereka berdua,udah sana bubar " ucap Bayu jengah sendiri dia kalau terus diladeni tuh dua bocah lama-lama semakin kemana-mana pertanyaan,
" yuk ciwik-ciwik kita bersih-bersih biar wangi, sayang udah di belikan barang mahal sama delisa masa enggak di pakai " ucap bunga
enam perempuan beriringan masuk kedalam kamar agak pojok agar menghindari suara-suara laknat dari kamar yang di tempati delisa dan yang laki-laki masih stay di sofa depan kamar alvaro dan delisa, tapi nyatanya mereka tidak bisa mendengar karena setiap kamar dibuat kedap suara.
Saat ini delisa sedang berendam di bathtub bersama Alvaro menikmati aroma lavender dari lilin dan juga wewangian dari sabun, delisa bersandar pada dada bidang Alvaro sembari meniup busa-busa ditangannya,
" kalau delisa tau rahasia mas,apa mas akan panik " ucap delisa tersenyum kecil dengan nada Santai, Alvaro mengernyit tidak mengerti
" rahasia apa " ucap Alvaro sedikit takut
" sesuatu yang nantinya membuat aku kecewa mungkin " ucap delisa
" hey kamu sedang memantau kegiatan mas selama ini hm " ucap Alvaro
" enggak cuman ada sesuatu yang aku enggak tau, tapi anehnya aku enggak dapat apapun itu" ucap delisa tangannya masuk kedalam air
Alvaro mendongak seakan menikmati relaksasi yang membuat nya hilang akal,
" lebih kencang sayang " ucap Alvaro paruh, delisa tersenyum simpul seakan suara suami nya menjadi alunan
" delisa ah ah eghhh " desah Alvaro mencengkram erat pinggir bathtub permainan tangan nakal delisa membuatnya memuncak
" om " bisik delisa yang ternyata sudah membalikan badannya menghadap Alvaro
Alvaro menatap delisa dengan mata sayu ia sudah tidak tahan tanpa ba-bi-bu langsung mengangkat tubuh mungil istrinya diatas pangkuan Alvaro, mencium bibir delisa melahapnya rakus dan delisa membalas nya sangat brutal dan terjadilah aksi gelut di kamar mandi.
_____&&&_____
aroma daging Pagang semerbak harum di depan taman vila mereka semua sudah berkumpul kembali menikmati malam yang semakin dingin tapi terasa hangat karena kebersamaan,
" hallo semua selamat malam hari ini aku lagi di villa bareng teman-teman" ucap Anya yang melakukan siaran langsung,
Delisa dan Alvaro duduk dipojok mereka bercanda atau bahkan saling ejek seperti halnya suami istri biasa.
Bayu dan bunga mereka sedang makan jagung manis sembari suap-suapan romantis,
Roy dan Afnan sedang asik membakar daging BBQ, Revan,Riko dan Aldi sendang turun menuju kota untuk membeli beberapa barang serta makanan yang cukup untuk besok,
Dani dan Tere sedang gitaran bernyanyi dengan suara merdu mereka, Ririn sedang membantu membuat bumbu Bakaran bersama Mira dan fanni.
bunga yang sedang menonton live nya Anya tiba-tiba mengernyit
" kenapa by " ucap Bayu yang tau perubahan wajah bunga
" kak ada yang lihat delisa sama kak Alvaro disini " ucap bunga panik
" Anya matiin livenya " ucap Bayu
" eh iya " ucap Anya segera mematikan live Ig nya
" ada apa yu kok Lo panik gitu " ucap Dani
" ada yang lihat bang varo sama delisa gue takut mereka nyamper kesini, dan urusannya makin panjang nanti " ucap Bayu mengingat pernikahan sepupunya yang masih belum go publik,
" ehh tapi aku livenya cuman satu arah enggak kemana-mana cuman wajah ku doang yang di sorot " ucap Anya jujur
" kayaknya mereka lihat kita pas menuju kesini deh, kan ini lagi musim libur " ucap Ririn menaruh daging yang sudah matang diatas meja
" loh kalian kok tegang gini ada apa " ucap Riko yang sudah kembali ia menaruh beberapa buah dia atas meja
" tadi ada yang lihat pasutri kita Rik " ucap fanni
" ehh serius " ucap Aldi sama syoknya
" iya,, tadi kalian turun kebawah ada yang menginap di salah satu villa enggak " ucap Mira
" ada beberapa tapi yang paling rame agak di pojok, mereka kayak kita gini sih anak-anak remaja" ucap Revan
" kok gue enggak engeh ya kalau ada tamu lain selain kita " ucap Aldi
" Lo pasti tadi asik sama game makanya enggak tau kalau ada orang lain " ucap darren yang keluar dari vila membawa bantalnya menuju tenda yang sengaja di buat,
" hehehe iya lagi " ucap Aldi cengengesan
" lebih baik kita harus lebih berhati-hati apalagi banyak orang jahat yang mengincar reputasi kita biar hancur " ucap delisa masih santai malah sekarang dia membuka ponselnya dan klarifikasi kalau dirinya saat ini dirumah, padahal mah lagi satu selimut sama Alvaro.
Dirasa aman kembali mereka melanjutkan acara, tapi tidak mengunggah momen atau foto delisa disana kalau mau foto ya cuman mereka-mereka aja, tanpa delisa mau pun Alvaro dkk.