NovelToon NovelToon
The Destiny Of A Princess

The Destiny Of A Princess

Status: tamat
Genre:Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Acha08

(Proses revisi)

Takdir yang berubah membuat beberapa kejadian tak terduga datang menghampiri.

Kecelakaan Pangeran yang tidak tahu apa penyebab pastinya hingga ia mengalami lupa ingatan, membuat ku tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku hanya bisa berharap bahwa dia akan baik-baik saja. Namun naas, setelah Pangeran mengingat semuanya dia malah membunuh ku yang merupakan cinta pertamanya.

Tak hanya sampai di situ saja. Setelah kematian ku, bangun-bangun aku sudah berada di masa lalu tepatnya saat sebelum kejadian Pangeran di serang.

Akankah kali ini aku bahagia? Terlebih, mengulangi waktu yang pada dasarnya membuat ku muak dan ingin mengakhiri hidup ku sekali lagi.



#Dilarang Mengcopy Cerita#

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acha08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 34

Terjadi perkelahian yg dasyat di tempat itu, ternyata mereka tidak bisa di remehkan begitu saja. Galen tidak percaya para perampok ini memiliki kekuatan aneh yg bisa bergerak dengan cepat.

Para prajurit yg membatu Pangeran pun kewalahan. Lalu salah satu anak buah perampok muncul di belakang Pangeran dia lalu melukai lengan Pangeran dengan belati miliknya.

Dellion berbalik dan menghempasnya dengan pedang secepat mungkin.

Srekkk!!

Tepat mengenai perampok itu, perutnya sobek dia jatuh ketanah dan tidak dapat bergerak lagi.

"Lion anda tidak apa-apa?" Teriak Galen dari jauh, Pangeran mengangguk sebagian tanda bahwa dia tidak apa-apa.

"Sial! Lawan aku!" Teriak ketua perampok yg melihat salah satu anak buahnya terbunuh hanya dengan sekali hempasan pedang Dellion.

Tanpa hitungan detik ketua perampok itu menyerang Pangeran dengan cepat dan membabi buta. Karena tubuhnya yg besar Pangeran hanya bisa menangkis serangannya saja.

'Aku harus mencari celah agar bisa menyerangnya'

Sampai Dellion melihat titik terang, dia lalu dengan cepat mengeluarkan aura penyerang

Buk!!!...... Srekkk!

Ketua perampok itu terhempas dengan luka yg dalam di bahu kirinya itu, Pangeran lalu mengatur nafasnya kembali karena dia sudah banyak mengunakan kekuatan penyerangnya.

...💐💐💐💐...

Dalam kereta Agnasia terbangun karena mendengar suara besar yg terhempas, dia membuka matanya melihat sekitar, kedua orang yg bersamanya tidak ada dalam kereta.

Agnasia lalu mengintip kearah jendela dan mendapati banyak sekali orang yg sedang bertarung di luar.

"Ada apa ini?!" Ucapnya sambil melihat situasi yg kacau, dari tebakannya kereta mereka sedang di serang perampok.

"Jumlah mereka hanya itu, tapi kenapa Galen serta Pangeran dan para prajurit tidak bisa mengatasinya?" Gumam Agnasia pelan dia lalu melihat satu perampok yg bergerak menyerang Galen dengan cepat.

'Mereka memiliki kekuatan?! Pantas saja kewalahan. Aura kecepatannya luar biasa, tapi... ada yg aneh'

Agnasia terhenti dia menatap Pangeran yg tengah berdiri di depan seorang yg tubuhnya lebih besar dari Pangeran.

"Apa dia mengalahkan orang itu sendirian? Hebat juga" ucap Agnasia, tapi di detik berikutnya Pangeran jatuh ketanah sambil terbatuk-batuk.

Dari arah yg berbeda Galen dengan cepat mendekat kearah Pangeran, banyak darah yg keluar dari mulut Pangeran saat ini.

"Lion?!!" Ucap Galen dia lalu melirik luka yg di dapatkan Pangeran tadi saat salah satu dari bawahan perampok menyerangnya, luka itu berwarna hitam.

"Ini... RACUN!!!" Ucap Galen, terdengar ketua perampok tertawa dan bangkit berdiri.

"Ternyata kalian bukan orang biasa, dan kau benar itu adalah racun, belati yg melukainya itu sudah di lumuri racun mungkin sebentar lagi dia akan mati kehabisan darah." Ucapnya, Galen lalu bangkit berdiri dan siap menyerangnya.

Tapi di sisi lain penjagaan kereta melemah dan seorang sudah masuk kedalam kereta kuda menemukan Agnasia di sana.

Gelen yg melihat itu berteriak memanggil nama Agnasia. Dia sekarang kewalahan para prajurit lainnya juga banyak yg terluka.

"Sial! Lebih baik kita lari saja tadi" gumamn Galen sambil melirik ketua perampok.

...💐💐💐💐...

Anak buah perampok itu sudah masuk kedalam kereta dia terkejut Melihat Agnasia yg tengah menatapnya.

"Wanita cantik, ikutlah denganku" ucapnya sambil menatap Agnasia.

"Dasar pria Gila pergi kau!" Teriak Agnasia sambil menendang perampok itu hingga keluar dari dalam kereta kuda. Galen yg melihat hal itu terkejut.

Perlahan Agnasia turun dari dalam kereta kuda melihat sekeliling.

'Tendangannya sangat bertenaga' pikir Galen.

"Hahahaha ternyata ada wanita cantik di sana, tangkap dia dan bawah dia kesini!!" Perampok yg tersisa itu mengerumuni Agnasia, dan membuatnya terpojok tidak bisa bergerak leluasa di sana.

"Agnasia!" Teriak Galen saat dia akan menembakan anak panahnya ketua perampok dengan cepat menyerang Galen, Galen terhempas di jauh Agnasia yg melihat itu menjadi marah dia mengepalkan tangannya erat-erat.

"Lihat gadis lucu ini bisa marah juga ternyata..."

"Benar... hahahaha sebentar lagi dia akan menangis..."

"Layani saja kami maka nyawamu akan selamat"

Ucap para perampok yg mengerumuni Agnasia wanita itu menatap mereka dengan tidak senang sama sekali.

"Wah dia marah! Ayo pukul aku dengan tangan kecil mu itu... hahahah" ucap salah satu perampok Agnasia lalu sedikit merenggangkan jari-jari tangannya.

"Pria-pria sampah seperti kalian lebih baik tidak perlu banyak berbicara!" Dia mengeluarkan pisaunya yg terikat di kaki kanannya untuk berjaga-jaga.

Dia langsung menodongkan pisau itu kearah para perampok, mereka hanya tertawa saja melihat pisau yg ada di tangan Agnasia.

"Pffttt hahahaha lihat! dia akan melukai kita dengan---"

Perampok itu terhenti saat pisau Agnasia melukai wajahnya. Dia lalu memutar tubuhnya dan menendang perampok itu jauh.

Buukk!!

"Terlalu banyak bicara... sekarang satu beres tersisa empat ekor tikus lagi oh bukan Lima ternyata" ucapnya dengan nada yg dingin sambil melihat ketua perampok yg ada di belakang.

Semua terkejut melihatnya, mereka lalu menyerang Agnasia, wanita itu menunduk lalu berputar menendang mereka hingga jatuh, dia lalu merampas salah satu pedang yg ada pada perampok itu dan memutar pedangnya sampai menusuk salah satu perampok.

Setelah itu Galen tersadar melihat Agnasia yg sedang melawan para perampok itu, salah satu dari mereka bergerak dengan cepat ke belakang Agnasia dia akan menusuknya sama seperti yg mereka lakukan pada Dellion.

Dengan cepat Galen menembakan panahnya dan tepat mengenai perampok itu, dia ambruk dengan merintih kesakitan.

Agnasia melihat hal itu tersenyum kearah Galen, ketua perampok lalu segera pergi kearah Galen dan menyerangnya. Untuk sesaat Galen dapat menghindarinya dia lalu mengambil pedang dari salah satu prajurit yg tergeletak di tanah kemudian menangkis serangan lelaki bertubuh besar itu.

"Galen?!!" Teriak Agnasia, kemudian satu serangan mengenai wajah Agnasia dan itu membuatnya terjatuh ketanah.

"Kemana kau Melihat gadis manis..." Ucap perampok itu pada Agnasia.

"Jangan pedulikan aku!" teriak Galen yg tengah kewalahan. Agnasia dengan cepat bangun, dengan kekuatan mereka sekarang tidak sebanding dengannya yg tidak memiliki kekuatan.

Agnasia terdiam mengatur strategi yg ada. terdengar suara batuk dari Pangeran, wanita itu kembali lagi mengubah strategi agar bisa dengan cepat menyelesaikan pertarungan ini.

'Dellion terkena racun, aku harus menyelesaikannya dengan cepat' pikir Agnasia dia lalu lari memutar dan bersembunyi di balik kereta kuda.

"Hahahaha lihat! sekali pukulan bisa membuatnya takutkan? Sekarang dia lari bersembunyi" ucap perampok itu mereka lalu dengan cepat menyusul Agnasia tapi saat sampai wanita itu sudah menghilang.

"Kata siapa aku takut?" Ucap Agnasia dari atas kereta kuda dia lalu melompat sambil mengayunkan pedangnya. Sebuah goresan yg cukup dalam mengenai dua perampok hingga jatuh.

Kemudian dia melempar pisau yg ada kearah dada perampok satunya tapi perampok itu dengan cepat bergerak dan menangkap tangan Agnasia.

'Ahk! Terlalu lambat!'

1
Wynne a.m
kak maaf, ini kok ceritanya lama" sudut pandang dari karakter Agnasia saja ya?
padahal di chapter awal, sudut pandang dari penulis yg tau segalanya
ceritanya bagus, tapi bacanya jadi aneh
>AY<
siapa jodohnya agnesia?
>AY<
kaisar ango yg jahat namanya nick,
dia yg membunuh ibunya agnesia.
kucing itu bawahannya yg menyamar.
mengadu domba.
pangeran kena sihir hitam.
kudu bner" di baca teliti klo gak, susah mengerti alurnya
Nurlaila Mahlil
cerita yang sangat menarik
lisya_024
/Grin/
ega lestaluhu
maaf thor, tolong diperbaiki lagi kalimat percakapan karakternya, huruf miring hanya dipakai untuk kata penting atau percakapan dengan nada berbisik dan pemikiran pemeran. untuk percakapan biasa ada baiknya menggunakan huruf biasa saja kak
ega lestaluhu
maaf kak author, awalnya aku kira cuma sepenggalan percakapan aja yang pake 'huruf miring' eh ternyata semua percakapan pake huruf miring. sedikit saran revisi kak, huruf miring baiknya dipakai saat percakapan dalam nada tertentu seperti berbisik atau ucapan pemikiran si pemeran, supaya sesuai dengan tata bahasa dan aturan kalimat percakapan, biar lebih enak dibaca kak. sekian, mohon author jangan tersinggung dengan sedikit banyaknya komen orang tak dikenal ini🙏🙏
Jjlynn Tudin
jangan2 pangaeran di sihir Cirin
Dev..
keren dan seru banget ceritanya thor..berasa ikut terjun dlm ceritanya😍👍
Eda Eda
👍
Sulati Cus
menarik
Murni Murniati
agnesia ini masih bodoh, tak mau cerita sm skli, biar bisa dibantu, tak mau ambil pengalaman dr apa yg pernah terjadi
Murni Murniati
napa doa tak nanya sama snow soal lambang kuno itu
Murni Murniati
pdhl udah dkasih kesempatan masih bodoh dia, tak berpengetahuan luas
Murni Murniati
berarti mereka krn sihir gelap bgtu
Murni Murniati
mknya dulu dia mati mgkn krn sihir gelap,mknya semua org tak menyukai nya,
Murni Murniati
tp jgn sampe mereka jd menikah, krn biar dia mnyesal, kan dia udah bilang dia tak akan mnyesal
Sashimi Bee
skrg ngerti kenapa bbrpa kali baca diprotes soal penulisan percakapan karena percakapan biasa ditulis percakapan dalam hati klo di novel lain/Grievance/
ega lestaluhu: maksud kamu gimana ya kak? setauku penggunaan kalimat, kata dan beberapa tanda khusus dalam novel tuh ada aturan tulisnya. untuk kata miring yang paling banyak dipakai disini, emang gak sesuai ama penulisan novel yang baik. kata miring umumnya hanya dipakai untuk kalimat tertentu saja, jadi gak sesuai kalo dipakai untuk percakapan karakter
total 1 replies
Yennie Susantie
"Pelayan! Bawa Agnasia kembali ke kamarnya. Bawah beda arti. Langkah dan Langka beda arti
sahabat pena
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!