NovelToon NovelToon
Aku Lelah, Mas!

Aku Lelah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amie.H

Kehidupan yang tidak mudah harus aku jalani. Aku Nisya. wanita usia 29 tahun, seorang Ibu dari 3 orang anak. Awal pernikahan hidup kami baik-baik saja dengan ekonomi yang cukup. namun, setelah tiga tahun menikah dan gaji suami ku jauh lebih besar di banding sebelumnya, ia mulai berubah. Mabuk, judi hingga perselingkuhan mewarnai rumah tangga kami. Bahkan uang bulanan yang biasanya lebih dari cukup itu kini berubah menjadi serpihan kenangan. Ya.. Suamiku, Gani. Kini memberikan nafkah kepada kami dengan asal-asalan, bahkan tak jarang ia justru memberikan makian disaat aku meminta hak kami.
"Kerja kalau mau uang tuh, kerjaannya minta terus. Kamu gak tau kan kalau kerja itu capek, kamu taunya hanya minta saja!" selalu kata itu yang terucap.
Mulai dari situ, hidupku aku rubah. Aku tak ingin lagi berleha-leha. aku ingin merubah hidupku bagaimana pun caranya.
Mari ikuti kisah perjalanan aku mengubah hidupku kali ini😊

Fb : Adivahalwahasanah
Ig : @Adivahasanah
Tt : A.H Hasanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

"Ada permasalahan apa sebetulnya? Kenapa sepertinya sangat serius?" gumam Nisya yang masih mendengarkan obrolan ketiganya di teras rumah.

"Jadi gimana Gan? Kamu bisa nggak kasih ibu pinjaman uang buat modal minimarket itu, tolonglah Gan. Ibu nggak mau sampai minimarket itu bangkrut apalagi sampai harus jual, ibu nggak mau Gan. Mau makan apa ibu nanti" kata Ibu Gani dengan wajah memelas.

"Lah Gani mana bisa bantu bu, ibu tau sendiri berapa penghasilan Gani. Ditambah lagi Gani juga harus bayar cicilan rumah, Gani uang dari mana bu!" kata Gani.

Percakapan keduanya membuat Nisya menyeritkan kening.

"Minimarket? Jadi mereka punya Minimarket, kenapa Mas Gani nggak pernah cerita sama aku selama ini. Aku bahkan baru tau kalau sebetulnya mereka punya minimarket" gumam Nisya.

Tanpa mendengarkan lebih lanjut, Nisya memilih keluar dari persembunyiannya.

"Nah gitu dong... Dari tadi kek, nggak tau apa kalau kami itu haus!" kata Lika yang langsung mengambil minuman yang dibawa Nisya.

"Aku masuk lagi ya Mas, jangan lama-lama sebentar lagi kamu harus berangkat kerja!" kata Nisya tanpa menghiraukan perkataan iparnya.

"Hiihhss dasar nggak punya otak, diajak ngobrol malah ninggalin pergi. Nggak sopan!" kata Lika menyulut emosi Nisya.

"Dari tadi aku diam karna aku malas ya ngeladenin kamu, tapi kenapa lama-lama mulut kamu itu nggak bisa dijaga ya. Jangan kira aku diam karna aku takut Lika, aku nggak takut sama sekali sama kamu!" kata Nisya dengan tatapan tajam.

"Heh, jangan kurang ajar! Kamu pikir kamu siapa? Kalau nggak menikah dengan Gani, kamu bukan siapa-siapa. Ngerti?" kata Ibu Gani dengan mata melotot.

"Apa hubungannya bu? Memang Mas Gani siapa? Dia juga bukan siapa-siapa disaat menikah dengan aku, bahkan sampai saat ini pun masih bukan siapa-siapa!" kata Nisya membuat ketiganya membelalakan mata.

"Nis... Kamu..."

"kenapa Mas? Benarkan ucapan aku? Kamu memang bukan siapa-siapa! Kenapa yang harus di pertanyakan soal status siapa kanu itu hanya aku, memangnya kamu siapa? Kamu juga bukan siapa-siapa tanpa aku!" kata Nisya dengan lantang.

"Lihat Gani, lihat istri yang kamu bela-bela kan ini. Kurang ajar bukan? Bahkan dia begitu berani sama kamu, suaminya!" Kata Lika.

"Aku kaya gini juga karna kalian, aku capek kalian selalu merendah aku hanya karna aku ibu rumah tangga yang berdiam diri dirumah. Aku emang bukan siapa-siapa Mas, tapi kamu lebih bukan siapa-siapa lagi tanpa aku. Bahkan status kamu sebagai suami hanya pajangan dalam hidup aku saat ini. ingat Mas kalau bukan karna anak-anak, kamu nggak akan diterima di sini!" kata Nisya yang sudah sangat jengah di rendahkan oleh mertua dan juga iparnya.

"Tapi nggak perlu di perjelas kayak gitu juga kali Nis, apalagi didepan ibu dan kak Lika!" kata Gani dengan geram.

"Bahkan mereka merendahkan aku didepan kamu, didepan suamiku sendiri. Dan kamu, apa yang kamu lakukan? Apa ada pembelaan dari kamu untuk aku yang mereka rendahkan? Nggak kan? Kamu hanya diam dan mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut mereka! Mas, aku juga punya hati. Kamu lihat disana... Tetangga pada melihat apa yang ibu kamu lakukan, mereka mendengar perkataan ibu kamu dan sikap kamu hanya diam ketika istri kamu direndahkan. Dan kamu minta aku untuk diam saja? Tidak akan! Kamu nggak terima dengan sikap aku sekarang? Silahkan pergi dari sini sekarang, pulang bersama mereka dan jangan pernah kembali kekehidupan kami!" kata Nisya.

PLAAAAKKKKK

Tamparan itu mengenai pipi Nisya, bukan dari Gani. Tapi dari ibu Gani yang merasa kesal dengan perkataan Nisya yang merendahkan anaknya.

"kurang ajar kamu! Bahkan pada suamimu kamu bersikap angkuh seperti itu, apa ini didikan orangtuamu yang dari kampung itu. Memang orang kamu tentu saja akan tetap kampungan!" teriak Ibu Gani membuat Mama dan Bapak Nisya terkejut dan langsung berlari menghampiri keributan yang terjadi diluar.

PLAAAAAKKK

Tamparan kembali dilayangkan, tapi kali ini bukan Ibu Gani yang memberikan tamparan itu. Melainkan Lika yang melakukannya, Gani yang melihat pun membelalakan mata. Ia begitu terkejut istrinya mendapat tamparan dari ibu dan juga kakaknya di teras rumah mertuanya sendiri.

"itu adalah balasan yang pantas untuk istri kurang ajar seperti kamu Nisya, jangan angkuh hanya karna mempunyai orangtua yang hidup berkecukupan!" kata Lika dengan sinis.

"Ada apa ini? Nisya... Astagfirullaaaaahhh Nisyaaaaaa pipi kamu kenapa Nak?" tanya Mama dengan wajah terkejut.

"Gani.. Ada apa ini? Kenapa pipi Nisya merah seperti itu?" tanya Bapak dengan tegas.

"itu... Nisya....."

"Nisya pantas dapat itu Pak, Bu. Dia sudah merendahkan Gani, bahkan kami sebagai keluarganya. Apa itu didikan kalian yang suka merendahkan orang lain?" kata Lika membuat Mama menatap tajam ke arahnya.

"Kamu.. Jangan kurang ajar ya! saya nggak pernah mengajarkan Nisya bersikap kurang ajar pada orang lain kecuali kalau orang itu sudah bertindak keterlaluan!" kata Mama membuat Gani tertegun.

"Tapi nyatanya memang seperti itu, bahkan semua orang di depan rumah ini tau... Iyakan ibu-ibu?" kata ibu Gani yang mencoba memprovokasi tetangga Mama Nisya.

"Maaf ya bu... Tapi yang kami dengar tadi Nisya sedang membela dirinya sendiri, itu penilaian kami. Tapi mungkin ibu dan Mbak ini nggak terima dan menampar Nisya hingga dua kali!" kata salah satu ibu-ibu itu membuat Mama dan bapak Nisya membelalakan mata.

Sementara Ibu Gani dan Lika begitu terkejut karna salah satu ibu-ibu itu seolah mendengar jelas apa yang mereka bicarakan diteras itu walaupun jarak mereka lumayan jauh.

"Alaahh.. Kamu pasti baru keluar rumah kan makanya kamu nggak denger semua pembicaraan kami dan malah memojokkan kami, iyakan?" kata ibu Gani dengan wajah panik.

"Maaf ya bu.. Tapi sedari tadi saya ada di depan rumah untuk menyapu halaman, jadi saya mendengar jelas apa yang kalian katakan tadi. Awalnya saya diam karna merasa bukan urusan saya, tapi saya mendengar kalau kalian justru mencela Mbak Nisya sampai menampar beliau. Dan kebetulan rumah saya tepat didepan sini bu" kata ibu itu membuat Ibu Gani kembali kelabakan.

"Bu.. Bagaimana ini... Habislah kita!" Bisik Lika pada ibunya.

"Gani.. Saya sudah pernah bilang sama kamu, apa yang harus kamu lakukan. Tapi kenapa kamu nggak mengindahkan apa yang saya katakan, kenapa kamu kembali mengecewakan saya? Saya pikir kamu bisa memikirkan perkataan saya, tapi ternyata saya yang harus berpikir ulang untuk kembali menyerahkan anak saya pada kamu. Untuk lebam di pipi Nisya, lihat saja. Saya nggak akan tinggal diam, saya akan proses dengan kasus kekerasan. Saya nggak peduli siapa yang melakukannya, dan lagi kalian juga melakukannya di rumah saya. Kalian mengganggu ketenangan kami!" kata Bapak menatap tajam ketiganya dengan bergantian.

"eh pak, nggak usah belagu deh. Laporkan saja, emang bapak punya uang untuk biaya laporannya. Lagian itu emang pantas buat anak bapak yang kurang ajar itu, sebagai menantu nggak bisa bersikap baik pada mertua dan juga iparnya. Bahkan dia berani merendahkan suaminya, istri macam apa itu?" kata Lika dengan tenang.

"Itu bukan urusan kamu! Kamu siap-siap saja kalau nanti ada polisi yang mendatangi rumah kalian! Kamu Gani, silahkan bawa mereka pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi. Mulai sekarang, saya haramkan kamu menginjak rumah saya baik masih atau tidak kamu menjadi suami anak saya!" kata bapak Nisya.

JEGEEERRR

Bak tersambar petir disiang bolong, perkataan bapak Nisya membuat jantung Gani seolah berhenti berdetak.

"Pak... Gani minta maaf pak, tolong jangan pisahkan Gani dan juga Nisya... Gani janji akan berubah dan akan lebih memperhatikan Nisya agar hal seperti ini tidak akan terulang lagi, Gani janji Pa" kata Gani dengan wajah memohon.

"Tidak Gani! Luka di hati kami tidak bisa kamu obato begitu saja, lihatkan pipi anak saya. Apa yang kamu lakukan ketika ibu dan kakak kamu melakukan hal ini pada Nisya, kamu pasti diam aja. Iyakan? Dimana hati kamu sebagai seorang suami, Gan? Dimana? Kalau bukan karna Nisya yang akan memaafkan kamu nanti, kami juga tidak akan memaafkan kamu. Silahkan kamu tinggalkan rumah ini dan renungkan semua kesalahan kamu, jangan lupa untuk kirimkan semua barang-barang istri dan anak-anak kamu atau kami yang akan ambil kerumah kalian!" kata Mama Nisya dengan tegas tanpa mau diganggu gugat. Mama pun membawa Nisya masuk kedalam rumah dan melemparkan nampan yang tadinya Nisya pegang mengarah ke hadapan Lika yang terdiri kaku.

Bersambuuungggg

******

Naahhh... Aku udah buat 2 episode nih, kita lanjutin nanti ya.. Aku mau nerusin kerjaan rumah dulu. Nanti kalau udah kelar, aku akan tulis naskah lagi buat kalian. Semoga kalian suka yaa... Gimana? Mendebarkan bukan episode kali ini? Hehe

Jangan lupa Like, komen, vote dan juga share kalau kalian suka sama novel aku yaa... Tetep dukung aku biar bisa masuk ke YAAW yaa guys. Love youu somuch🥰😇

1
Jetva
perasaan lia baru masuk SMA..koq udah kuliah..??
AH. HASANAH
Kuat ya kak💪🙏
Jetva
papaq hanya 3 bln melihat cucunya ...beliau meninggalkan dunia ini saat anakq berusia 3 bln....klo mamaq lebih lama..hingga anakq lulus SMA...
AH. HASANAH
Kalau langsung, tamat dong ceritanya kak hehehe😄
falea sezi
cerai sat sset 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!