NovelToon NovelToon
I LOVE YOU DOSEN KILLER

I LOVE YOU DOSEN KILLER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: aenyn unyu

Nadia sik cantik dan manja sama sekali tidak pernah terfikir untuknya menikah muda, sayangnya, sebuah insiden yang tidak diinginkan membuatnya harus mengambil keputusan dan harus menikah.

Bukan hanya sekedar menikah dengan laki-laki yang tidak dicintainya, tapi bonusnya, Nadia menikah dengan dosen yang mendapat predikat sebagai dosen hot sekaligus kiler bernama Bratayudha Wirasena.

Akankah pernikahan yang tidak dilandasi oleh cinta itu akan bertahan dan akan menumbuhkan benih-benih cinta diantara keduanya.

Yang penasaran, baca saja kisah mereka ya, dijamin seru dan menghibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aenyn unyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMBALI TANPA MEMBERITAHU

Alis mama Alin mengerut saat menerima kiriman bunga untuk Nadia dari seorang pengantar jasa.

Mama Alin mengambil bunga tersebut tanpa bertanya siapa gerangan pengirimnya.

"Apa Yudha kali ya yang ngirim." ucap mama Alin memperhatikan bunga itu, ya fikirnya siapa lagi kalau bukan menantunya itu.

Saat itu Nadia terlihat turun dari tangga dengan pakaian rapi.

Mama Alin buru-buru mendekati putrinya itu dengan rasa khawatir, "Sayang, kamu kenapa turun sieh, mamakan bisa anterin sarapan kamu ke atas."

"Nadia mau kuliah ma."

"Hahh, kuliah." ulang mama Alin, "Kamu masih belum sehat sayang, gak usah kuliah dulu, istirahat saja ya sayang."

"Nadia udah sehat ma, kalau Nadia gak sehat, mana mungkin Nadia mau ke kampus gini."

"Tapi sayang....."

"Ma, plisss deh, jangan ngatur-ngatur Nadia, Nadia beneran sehat ma, lagian Nadia udah banyak ketinggalan mata kuliah, Nadia gak mau kalau sampai gak lulus."

Mama Alin tidak tahu harus berkata apa kalau Nadia udah ngotot seperti itu, dia hanya menarik nafas dan berkata, "Ya udah sayang kalau kamu ingin kuliah, ntar sopir kita yang nganterin kamu, tapi inget ya sayang, kamu jangan capek-capek, jangan terlalu banyak mikir dan yang paling penting jangan sampai stress."

"Iya mama."

Mama Alin mengangguk pelan.

Perhatian Nadia tertuju pada bunga yang berada ditangan mamanya, "Itu bunga dari papa ma."

"Enggak." mama Alin memberikan bunga itu kepada Nadia.

Nadia mengambil bunga itu dengan dahi berkerut.

"Ini untuk kamu Nad dari Yudha." ucap mama Alin menyimpulkan.

"Hahhh." Nadia menatap buket bunga lili tersebut dengan rasa tidak percaya, "Ini dari pak Yudha ma, yang bener aja." Nadia memilih untuk tidak percaya sembari mencari-cari surat yang terselip diantara bunga-bunga untuk mencari petunjuk siapa sik pengirim bunga, namun tidak ada satupun surat terselip disana.

"Ya benerlah sayang, Yudhakan suami kamu, emangnya siapa lagi coba ngirim bunga untuk kamu."

Nadia masih tidak percaya kalau Yudhalah yang telah mengirim bunga itu kepadanya.

Masak pak Yudha sieh, mustahil banget, tapi kalau bukan dia siapa, masak Dewi sieh, untuk apa Dewi ngirim-ngirim bunga segala

"Ya udah Nadia, kamu sebaiknya sarapan ya, ntar kamu bisa telpon Yudha untuk mengonfirmasi tentang bunga itu."

"Hmmmm."

Nadia tidak akan menelpon Yudha hanya untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

********

Saat melihat Nadia berjalan dilorong kampus, Dewi berlari menyongsong sahabatnya itu.

"Naddddd, lo kok udah masuk, emangnya kondisi lo udah membaik." tanyanya sembari memeluk Nadia.

Nadia menjawab begitu Dewi menarik tubuhnya kembali, "Gak baik-baik amet sieh Wik, tapi gue bosen dirumah."

"Seharusnya lo istirahat aja dirumah sampai kondisi lo beneran fit, gue aja ingin nieh ijin, tapi sayang gak bisa, bisa ngamuk nyokap gue."

"Emang dasar lo Wik."

"Ya udah masuk yuk, mau dipapah gak."

"Gue bisa jalan dengan baik kali, lebay banget lo."

Dewi terkekeh.

Saat itu memang matkul yang dipegang oleh Yudha, namun karna Yudha tengah berada diluar kota sehingga matkul itu untuk sementara dipegang oleh dosen pengganti.

"Jadi kangen pak Yudha, kapan ya beliau balik." cloteh Risa yang berhasil membuat Nadia menatap gadis itu sinis.

Meskipun tengah berantem dan belum baikan sampai saat ini, Nadia tidak suka nama suaminya disebut-sebut oleh wanita lain.

"Kondisikan mata lo Nadia." bisik Dewi yang memperhatikan sahabatnya itu.

"Emangnya mata gue kenapa."

"Udah kayak sinar laser yang ingin membumihanguskan Raisa."

"Ihhh, mata gue biasa aja kale, gak seperti yang lo katakan."

"Hmmmm, untung aja cuma gue yang lihat, kalau yang lain lihat, bisa dipastikan mereka berfikir kalau lo iri sama Risa."

"Dihhhh, apa apaan itu, ya kali gue iri sama Risa."

Pintu kelas terdorong dari luar, para mahasiswa itu mulai menghentikan obrolan mereka dan pada tenang karna tahu itu adalah dosen mereka.

Saat pintu terbuka, Nadia tercengang, matanya bahkan sampai membulat saat melihat siapa yang ada diambang pintu, iya, itu adalah Yudha suaminya.

Sementara itu, Tatapan Yudha juga terarah pada istrinya begitu pintu terbuka, untuk beberapa detik tatapan mereka saling terkunci.

Lho, kok dia tiba-tiba.....bukannya dia....kapan pulangnya, kenapa gak ngasih tahu

Fikiran Nadia dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan itu sekaligus semakin kesal karna menurutnya Yudha tidak mengangagapnya seperti seorang istri, laki-laki itu selalu datang dan pergi sesuka hatinya

"Lho pak Yudha, kenapa bapak ada disini." itu pertanyaan dari Risa yang mewakili pertanyaan anak-anak dikelas itu terutama Nadia, Risa melontarkan pertanyaan tersebut dengan antusias dan tidak menyangka ternyata dosen paforitnya telah kembali tiba-tiba dan membuat kejutan seperti ini.

"Karna ini adalah kelas saya, wajarkan saya ada disini saat ini." jawab Yudha dengan nada dingin.

"Maksudnya saya pak....."

"Kalau kamu hanya mau bertanya hal yang tidak penting, saya tidak punya waktu untuk meladeni pertanyaanmu itu."

"Iya maaf pak." balas Risa terpaksa membungkam rasa ingin tahunya.

Pelajaran berjalan dingin dan suram, para mahasiswa dikelas menyadari mood dosennya tengah dalam kondisi tidak baik, mereka sama sekali memilih jalur aman dengan hanya mendengarkan dan bertanya jika diperlukan.

Dan saat pelajaran selesai, Yudha berlalu begitu saja tanpa menatap Nadia, sementara Nadia tidak lepas menatap Yudha sampai laki-laki itu menghilang dibalik pintu.

"Suami lo kapan balik Nad, semalam atau kemarin, kok lo gak ngasih tahu." tanya Dewi berbisik supaya tidak didengar oleh teman-teman mereka.

"Gue aja gak tahu."

"Hahhh, lo gak tahu, yang bener aja."

Nadia mengangguk, wajahnya gak bisa bohong kalau dia saat ini menyimpan amarah, melihat wajah sahabatnya itu, Dewi tahu kalau Nadia tidak bohong.

"Mmmm, lo laper gak Nad, kantin yuk, lo mau makan apa aja terserah, gue yang traktir." Dewi berusaha untuk mengalihkan topik dan berusaha membuat sahabatnya itu happy.

"Gue gak laper Wik, gue mau balik aja." Nadia bangkit dan meraih tasnya, dia sudah sangat badmood saat melihat Yudha tiba-tiba kembali.

"Ehhh, lo udah mau balik, setengah jam lagikan kita ada kelas."

"Izinin gue ya, gue tiba-tiba gak enak nieh."

"Gue anterin lo ya." tawar Dewi bangkit.

"Gak usah Wik, gue naik taksi aja, kasihan lonya entar telat." tolak Nadia.

"Biar gue aja yang anterin lo, gue gak tenang kalau biarin lo naik taksi sendirian."

"Gak usah Wik, aman kok, lo jangan kayak nyokap gue deh, berlebihan." tekan Nadia, saat ini dia benar-benar ingin sendiri.

"Ohhh, oke kalau gitu." Dewi menyerah memaksa sahabatnya itu pada akhirnya.

"Gue balik dulu." Nadia berjalan menuju pintu.

Dewi hanya menatap punggung Nadia sampai menghilang dibalik pintu.

"Rumit amet masalah rumah tangga."

*******

1
Reni Anjarwani
lama upnya
Reni Anjarwani
lama bgt upnya
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lama bgt upnya
Anonim
Bagus
Anonim
😍
Anonim
Up nya thor bikin penasaran
Anonim
😍
Anonim
Suka
Anonim
😍
Anonim
Kok nggak up riap hari thor
Anonim
Up date nya thor
Anonim
Up date thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!