NovelToon NovelToon
Dokter Plenger Itu Milik Tuan Kailendra

Dokter Plenger Itu Milik Tuan Kailendra

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jaeyunie

Temmy Lynn, seorang dokter cantik super jenius tapi sangat plenger, ceplas ceplos dan omongannya kadang sepedas seblak level 100. dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit tanpa terkecuali. Dia hanya peduli dengan uang, baginya itu sangat realistis.

Kailendra Adyaksa, tuan muda dingin yang mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan mobil yang dialaminya dua tahun yang lalu. Dia menolak semua pengobatan dan orang-orang yang mencoba mendekat termasuk orang tuanya. Apa yang terjadi jika kedua manusia beda karakter ini bertemu? Yuk kepoin keseruan mereka di sini guys..!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Udara segar di pagi hari menjadi mood buster bagi Lynn untuk memulai pagi. Dia sudah bangun dari jam 4 subuh. Setelah melaksanakan kewajibannya, gadis itu melangkah ke dapur untuk membuat sarapan. Hari ini dia akan mulai pengobatannya.

"Pagi bi" sapanya kepada bi Wati.

"Pagi non, wah rajinnya udah bangun pagi-pagi gini"

"Udah dari sebelum subuh bi, biasa menghadap dulu sama pemilik alam semesta" canda Lynn.

"MashaAllah, paket lengkap ini mah, cocok sama tuan muda"

"Gak minat Bi, aku mah cuma peduli sama duit. hehe.."

"Justru itu yang bikin cocok, tuan muda kan jago banget nyari duit, walaupun keadaannya lagi kaya sekarang tapi kontrol perusahaan tetap di bawah dia, cocok sama non Lynn yang mata duitan" jelas Bi Wati panjang lebar.

"Ralat ya Bi, bukan mata duitan tapi normal, realistis"

"Iya iya terserah non aja, intinya mah duit. Hahaha" Tak butuh waktu lama bagi Bi Wati dan Lynn untuk akrab. Pembawaan Lynn yang supel membuat siapa saja menyukainya apalagi ditunjang dengan otak encernya dan wajah yang super cantik, tapi ya itu omongannya kadang gak disaring.

"Bi mulai hari ini, makan tuan muda saya yang handle ya, saya mau mulai pengobatan hari ini"

"Iya non, semoga tuan cepet sembuh ya"

"Aamiin.. Kalau tuan muda sembuh bonus saya cair, nanti saya traktir gelang emas 5gram deh"

"Hahaha.. Bibi baru denger traktir orang pake gelang emas, biasanya makanan"

"Emak-emaknya ditawarin makanan banyak nawar, udah kasih emas aja yang paling bener dan gak akan nolak"

"Bener tau aja kesukaan emak-emak. Hahaha.."

Berbeda jauh dengan Lynn, Semenjak pindah ke sana Kailendra tidak bisa tidur nyenyak, dia selalu bermimpi buruk sampai sampai hanya bisa tidur satu atau 2 jam tiap harinya. Mendengar suara ramai di dapur, Kailendra pun memutuskan untuk keluar kamarnya. Bertepatan juga dengan Alan yang juga baru keluar dari kamarnya.

"Lho tuan sudah keluar, ini masih setengah 6"

"Aku tidak bisa tidur, sepertinya aku butuh menghirup udara segar" Jawab Kailendra.

"Ayo tuan, kita keluar" Alan pun mendorong kursi roda Kailendra.

Sejenak pandangan Kailendra tertuju kepada Lynn yang berada di dapur dengan Bi Wati. Lynn terlihat sangat cantik dengan bareface nya.

"Sial kenapa dia terlihat begitu cantik" rutuk Kai dalam hati. Kai mengakui kalau gadis itu memang gadis tercantik yang pernah dia temuin. Tapi sayang kelakuannya sangat menyebalkan.

"Tuan Kai sudah bangun, mau bibi buatkan kopi?" tanya Bi Wati.

"Nanti saja bi saya mau ke taman belakang dulu" jawab Kai.

Lynn melihat kearah Kailendra. Penampilannya acak-acakan, kantung matanya hitam dan wajahnya sangat kusut.

"Butek banget tuh muka kaya selokan mampet" Ledek Lynn. Kai melototkan matanya tak percaya apa yang dia dengar. Belum ada 5 menit dia memuji gadis itu dan sekarang dia menyesalinya. Sedangkan Alan dan Bi Wati berusaha menahan tawanya, baru kali ini ada yang berani melawan majikan mereka itu.

"Kau.." Kai terlihat menahan amarahnya.

"Kenapa? Gak bisa tidurkan? Mimpi buruk yang sama dengan makhluk yang sama setiap malamnya?" Lynn menatap ke arah Kai. Kai sendiri terkejut dari mana gadis itu mengetahui apa yang dia alami, sedangkan dia sendiri tidak menceritakannya kepada siapa-siapa.

"Benar begitu tuan?" Tanya Alan. Kai tidak mengiyakan tapi tidak juga membantahnya, pria itu hanya diam, Alan dan Bi Wati sudah tahu kalau seperti itu berarti yang diucapkan Lynn benar.

"Makanya sebelum tidur itu baca doa, sholat dlu kalau bisa jadi tidur bawa wudhu"

"Aku tidak butuh ceramahmu" ujar Kai tidak suka.

"Ini bukan ceramah, kalau ceramah aku udah bawa kutipan ayat Alqur'an sama Hadits. Ini mah sharing sebagai sesama muslim. Oya mulai sekarang aku yang menyiapkan makanan dan obatmu, jam 9 kita mulai terapi" terang Lynn. Kai mau membantah tapi Lynn terlebih dahulu memotong ucapannya.

"Suka tidak suka, mau tidak mau, aku tetap melaksanakan tugasku, walaupun aku harus pakai berbagai macam cara"

"Aku tidak peduli dan aku tidak berminat"

"Terserah, oya kppimu aku ganti dengan jus, sebentar lagi aku buatkan"

"KAU TIDAK BERHAK MENGATURKU, INGAT ITU, SEGERA PERGI DARI SINI ATAU AKU YANG AKAN MELEMPARMU KELUAR" Ancam Kai. Lynn tidak menjawab tapi gadis itu menatap tajam mata Kai sampai Kai dibuat salah tingkah.

"Setidaknya untuk melemparku keluar kakimu harus sembuh dulu, mau mengandalkan para bodyguardmu itu? Sayang sekali mereka bukan tandinganku, jadi berhenti keras kepala"

Kai tersenyum sinis.

"Kau tidak tahu apa-apa tentangku dan hidupku"ucapnya dingin.

"Jangan terlalu mendramatisir seolah dunia paling kejam terhadapmu, sebagai seorang dokter aku banyak bertemu dengan orang keadaannya jauh lebih buruk darimu, tapi satu perbedaan yang sangat menonjol antara kau dan mereka, Bersyukur, itu lah yang tidak pernah kau lalukan selama ini, kau tidak pernah bersyukur dengan apa yang kau punya" Keheningan menyelimuti dapur. Hati kecil Kai tersentil. Selama ini dia selalu menyalahkan Tuhan kenapa begitu kejam kepadanya, sampai-sampai dia memilih meninggalkan Tuhannya.

"Sudahlah Alan, bawa tuan mudamu keluar buat menghirup udara segar, siapa tahu otaknya agak bener dikit" Tak menunggu lama, Alan pun mendorong kursi Roda Kai menuju taman belakang.

"Kasian tuan muda, semenjak ibunya meninggal hidupnya semakin susah, bahkan ketika SMA dia diusir dari kediaman keluarga besar Winata, bahkan ayahnya sendiri tidak bisa membelanya"

"Kita tidak tahu apa rencana Allah untuk umatnya Bi, bisa jadi itu adalah cara Allah untuk menyelamatkannya, kadang apa yang kita yakini ternyata berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya. Yang penting saat ini tuan Kailendra harus pulih terlebih dahulu" Bi Wati mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan Lynn.

Jam 7 sarapan sudah siap. Hidangan kali ini terlihat sangat berbeda. Walau tampilannya menarik dan menggugah selera tapi tetap merupakan makanan sehat. Sejujurnya Kai pun tergiur tapi dia gengsi mengakuinya.

"Aku tidak mau makanan ini, ganti dengan yang biasa"

"Tidak ada, kalau kau tidak mau ya paling kelaparan, karena Bi Wati tidak masak" jawab Lynn enteng.

"Ayo duduk Alan, kita sarapan, Bibi juga aya sini" ajaknya.

"Eh tidak usah non, bibi belum lapar"

"Ayo bi, aku bikin buat kita berempat" Seru Lynn. Bi wati melirik ke arah Kai, Kai pun mengangguk, lalu wanita paruh baya itu menurutinya.

"Wah ini terlihat enak, terima kasih nona Lynn" ucap Alan. Gadis itu pun mengacungkan jempolnya.

"Wah nona, ini sandwich terenak yang pernah saya makan" Alan memakannya dengan sangat lahap. Kai menelan ludahnya tapi dia gengsi. Lynn memberikan isyarat kepada Alan, pria itu pun mengerti.

"Tuan yakin tidak mau memakannya, kalau begitu saya saja yang menghabiskannya" Namun tangan Kai lebih dulu mengambilnya.

"Aku terpaksa memakannya daripada kelaparan" Ia pun langsung memasukan potongan sandwich itu ke mulutnya.

"Sialan, makanannya benar-benar enak" ucapnya dalam hati. Mereka berempatpun makan dengan lahap.

"Lumayan tapi jauh dari kata enak" ucap Kai tiba-tiba.

"Limiyin tipi jiih diri kiti inik, Prett ah" ucap Lynn meledek Kai.

"Kau?"

"Apa?" Lynn pun beranjak mengambil ramuan yang sudah ia seduh. Bau rempah dan obat menusuk indra penciuman, aromanya sangat strong tapi menenangkan.

"Obatmu, minumlah" Kai tidak bergeming tapi dengan satu gerakan tangan dia menyapu mangkok obat tersebut, tapi ternyata Lynn juga tak kalah cepat. Dia mengambil mangkok tersebut dan entah bagaimana sekarang posisinya sudah meminumkan obat tersebut ke mulut Kai. Pria itu mencoba melawan dengan memuntahkannya, namun ternyata tenaga Lynn lebih kuat.

"Kalau kau muntahkan, percayalah aku akan meminumkan obat tersebut dengan caraku, mouth to mouth, kau mau mencobany?." Kai dan yang lainnya melongo tak percaya apa yang baru saja mereka lihat.

^^^"Wow.." kata Bi Wati^^^

"Kejadiannya teelalu cepat, otakku belum mampu mencernanya, Bibi ngerti?" Bi Wati hanya menggeleng sambil menyaksikan drama di depannya."Demi uang 7M di depan mata, gue rela ngasih first kiss gue sama elu, ngerti?" Seperti disihir Kai pun tidak menolaknya.

"Bagus, nanti siang ada lagi obat, gak usah banyak drama kaya gini, Be a good boy, dah saya mau mandi dulu. Bye" ujarnya langsung meninggalkan mereka semua.

'

1
sryharty
berdamai lah dengan keadaan kai
aku
S ini sopo lynn??? 😃😃
aku
tambahin lah bodyguard nya. isolasi dr org jahat2 tu. kesian kai 😭
aku
adegannya bkin mlongo klo di bayangin 😭 masa lgsg cari dpn orgx. alamak ketahuan gk pinternya 🤣🤣
aku
warlok gak tuh 😭😭🤣🤣
aku
lahdalaaaahhh ada newbie jg di perkuntian 😭😭
aku
enak kali ya jd kyk lynn. enteng gt krn hdp nya realita bgt. aq ni gk enakan, gk tegaan, sakit sendiri jd nya 😭😭
aku
definisi lagunya alam. ..sembur si kai 🤣🤣
Nur Halida
semangat lynn .. basmi dukun itu sampe ke nenek2nya😁
Nur Halida
nenek dan pamannya nih yg nyelakain kai
Nur Halida
seru nih... aku suka peran cewek yg gak menye2 kek lyinn ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!