NovelToon NovelToon
Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Ruang Ajaib
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: DRR_LOVE

Aku sudah mati sekali di hari kiamat.

Sekarang aku kembali—3 hari sebelum semuanya dimulai.

Aku tahu siapa yang akan mati.
Aku tahu monster apa yang akan muncul.
Aku tahu dunia ini tidak bisa diselamatkan.

Jadi kali ini…
aku akan mengubah semuanya.

Atau menghancurkannya dengan caraku sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruang Dimensi Surgawi

Setelah memberikan liontin merah itu, sang kakek perlahan berdiri.

Sebelum pergi, pria tua tersebut sempat menatap Reina cukup lama. Tatapannya terasa dalam, seolah mengetahui sesuatu yang bahkan tidak diketahui Reina sendiri. “Jaga baik-baik liontin itu. Itu akan sangat membantumu di masa depan.”

Setelah mengatakan itu, sang kakek berjalan menembus badai salju. Dan beberapa detik kemudian… menghilang tanpa jejak.

Reina langsung membeku. “…Hilang?”

Matanya menyapu jalanan yang dipenuhi salju putih. Tidak ada siapa pun. Seolah pria tua itu tidak pernah ada sejak awal. “Siapa sebenarnya kakek itu…?” gumam Reina pelan.

Namun tak lama kemudian, perhatiannya kembali tertuju pada liontin merah di tangannya.

Bentuknya sederhana. Tidak terlihat seperti benda istimewa. Tetapi entah kenapa, liontin itu terasa hangat. “Katanya benda ini punya ruang dimensi…”

Reina memutar-mutarnya di depan wajah sambil memperhatikan dengan seksama. Sesekali cahaya merah samar muncul dari permukaan liontin. “Eh? Bersinar?”

WHOOOSSHH!!

Tiba-tiba cahaya merah membesar dan langsung menyelimuti tubuh Reina.

“Aaaahhh!” Tubuhnya terasa seperti tersedot ke dalam pusaran cahaya. Pandangan Reina berubah putih sepenuhnya hingga ia tidak bisa membuka mata. Dan beberapa detik kemudian—

BRUK!

Tubuh Reina jatuh di atas rumput lembut. “…Sakit.” Ia perlahan membuka matanya.

Angin hangat langsung menerpa wajahnya. Reina langsung terdiam. Di depannya terbentang taman luas yang sangat indah.

Langit biru cerah. Pepohonan hijau yang rindang. Dan udara hangat yang dipenuhi energi aneh. Sangat berbeda dengan dunia luar yang sedang dilanda badai salju.

“Ini... Tempat apa?” Reina berjalan perlahan sambil menoleh ke kanan dan kiri dengan waspada.

Namun semakin lama ia malah mulai merinding sendiri. “Bagaimana kalau tiba-tiba muncul monster…Atau hantu…Atau iblis…”

“Halo, Tuan!”

“AAAAHHHH!!” Reina langsung berteriak dan berlari ketakutan.

Dua sosok kecil tiba-tiba muncul tepat di depannya. Mereka memiliki tubuh mungil dengan sayap bercahaya di punggung.

Salah satunya buru-buru melambaikan tangan. “Tuan, jangan takut!”

Reina langsung berhenti dan menatap mereka dengan gugup. “Kalian siapa?!”

Baru sekarang Reina bisa melihat mereka lebih jelas. Salah satunya laki-laki, satunya lagi perempuan.

Tubuh mereka hanya sekitar lima puluh sentimeter. Namun aura keduanya terasa sangat berbeda.

Peri laki-laki memiliki tubuh biru transparan seperti lautan dengan dua tanduk kecil di kepalanya.

Sedangkan peri perempuan memiliki rambut merah menyala dan mata merah terang seperti bara api.

“Fanfan, berhenti memanggil manusia lemah ini ‘tuan’.” Peri perempuan itu melipat tangannya sambil memalingkan wajah. “Dia sama sekali tidak terlihat kuat.”

Fanfan langsung panik. “Finfin, jangan kasar! Bagaimanapun juga beliau adalah pemilik Liontin Merah Surgawi!”

Reina hanya melongo melihat pertengkaran kecil mereka. “…Kenapa mereka malah lucu?”

Finfin langsung menunjuk Reina. “Cepat katakan. Dari mana kau mendapatkan liontin itu?”

Reina sedikit tersinggung. “Hei, anak kecil—”

“Apa?!” Aura api langsung muncul di tubuh Finfin. “Aku sudah hidup hampir sepuluh ribu tahun!”

Fanfan buru-buru memegang tubuh Finfin sebelum benar-benar menyerang Reina. “Finfin, sabar! Walaupun Tuan masih lemah, suatu hari nanti beliau pasti akan menjadi kuat!”

“Huh!” dengus Finfin kesal.

Melihat itu, Reina malah semakin yakin. “Mereka benar-benar seperti anak-anak…”

Beberapa saat kemudian Fanfan akhirnya mulai menjelaskan semuanya. “Perkenalkan, namaku Fanfan.”

“Dan ini Finfin.”

Finfin hanya mendecih kecil sambil melipat tangan. “Kami adalah penjaga Ruang Dimensi Surgawi.”

Reina langsung menatap sekeliling sekali lagi. “Jadi… semua ini ada di dalam liontin?”

Fanfan mengangguk semangat. “Benar! Pemilik sebelumnya sudah lama mati, jadi kami tertidur hampir seribu tahun. Karena Tuan berhasil memasuki tempat ini…Tuan sekarang adalah pemilik baru kami!”

“Kami bukan budakmu!” teriak Finfin kesal.

Fanfan hanya tertawa canggung. “Maafkan Finfin, Tuan. Sifatnya memang seperti itu.”

Reina mengangguk pelan. Namun beberapa detik kemudian wajahnya berubah panik. “Eh?! Liontinku mana?!”

Tangannya sibuk mencari kalung merah itu. Fanfan buru-buru menjelaskan. “Tenang saja, Tuan. Liontin Merah Surgawi tidak hilang. Liontin itu sudah mengakui Anda sebagai pemiliknya dan menyatu dengan tubuh Anda.”

Finfin langsung tertawa terbahak-bahak.

“Hahaha! Hal seperti itu saja tidak tahu, tapi mau jadi tuan kami?”

“Dasar bodoh.”

Urat di dahi Reina langsung muncul. “Anak ini… Kalau aku sudah kuat nanti, akan kuhajar dia…” batin Reina kesal.

Namun sebelum mereka kembali berdebat langkah Reina tiba-tiba terhenti. Tatapannya tertuju pada sebuah bangunan kecil di tengah taman. Bangunan itu bahkan lebih mirip gubuk reyot dibanding rumah.

Atapnya hampir roboh. Dindingnya retak di sana-sini. “…Kenapa ada gubuk jelek di tengah tempat sebagus ini?”

Finfin langsung menjawab tanpa ragu. “Itu melambangkan dirimu.”

Reina membeku. “Eh?”

Fanfan buru-buru menjelaskan. “Tenang saja, Tuan! Bangunan itu akan berkembang seiring kekuatan dan pengetahuan Anda meningkat!”

Finfin tertawa kecil. “Sekarang saja masih seperti sampah.”

Reina langsung menoleh tajam. Namun beberapa detik kemudian ia malah tersenyum lebar dan langsung memeluk Fanfan dan Finfin sekaligus. “Tenang saja anak-anak! Aku akan membuat gubuk ini berubah menjadi istana terbesar!”

Fanfan dan Finfin langsung membeku.

“…Anak-anak?” ucap mereka bersamaan.

Beberapa saat kemudian Reina mulai berkultivasi di bawah pohon besar yang dipenuhi energi spiritual. Udara di tempat itu terasa sangat nyaman. Energi hangat perlahan mengalir ke seluruh tubuhnya.

Waktu terus berlalu. Dan setelah hampir satu minggu bersemedi Reina akhirnya membuka matanya perlahan.

“Hai, Tuan! Apakah berhasil?” tanya Fanfan yang tiba-tiba muncul tepat di depan wajahnya.

Sedangkan Finfin duduk santai di atas pohon sambil memakan buah energi spiritual.

Reina perlahan mengepalkan tangannya. Ia merasa seluruh tubuhnya dipenuhi energi. Sensasinya seperti dialiri petir hangat yang terus bergerak di dalam tubuh. “Sangat aneh… Tapi tubuhku terasa jauh lebih ringan.”

Fanfan langsung terlihat kagum. “Wah, Tuan berhasil! Tapi ada yang membuatku bingung…”

Finfin ikut melompat turun dari pohon. “Kami juga merasa ada yang aneh.” Fanfan memutari tubuh Reina sambil berpikir keras.

“Tuan bilang dunia fana belum memiliki energi spiritual. Lalu bagaimana Tuan bisa masuk ke Ruang Dimensi Surgawi? Karena syarat memasuki tempat ini adalah memiliki energi spiritual.”

Reina sedikit terdiam. Ingatan kehidupan sebelumnya langsung muncul di kepalanya. Jadi ini alasannya… Dulu Sarah baru bisa menggunakan liontin ini setelah menyerap energi spiritual…”

Tatapan Reina perlahan berubah dingin.

“Berarti sejak awal dia memang mengetahui rahasia liontin ini.”

Tiba-tiba mata Reina langsung membesar.

“Ahhh! Tidak!”

“Aku terlambat!”

Reina langsung berdiri panik. Fanfan dan Finfin saling menatap bingung. “Ada apa, Tuan?”

“Letusan energi spiritual pertama! Aku harus pergi ke Pulau Lotte!”

Namun bukannya panik Fanfan dan Finfin malah tertawa bersamaan.

Reina langsung kesal. “Kenapa kalian malah tertawa?!”

Fanfan buru-buru menjelaskan. “Tuan tenang saja. Waktu di Ruang Dimensi berbeda dengan dunia luar. Tujuh hari di sini hanya sekitar tujuh jam di dunia fana.”

Reina langsung membeku. “…Hah?”

Finfin mendecih kecil. “Dasar bodoh.”

Namun kali ini Reina tidak peduli diejek. Karena matanya justru berbinar senang.

“Kalau begitu aku masih sempat!”

Reina langsung bersiap pergi. Namun sebelum itu ia kembali menatap Fanfan dan Finfin. “Kalian bisa keluar dari sini?”

Fanfan mengangguk bangga. “Tentu saja! Aku adalah Dewa Naga. Dan Finfin adalah Dewi Phoenix.”

“Semakin kuat Tuan, maka kami juga akan semakin kuat. Karena kami adalah cerminan kekuatan pemilik Ruang Dimensi.”

Mata Reina langsung berbinar.

“Kalau begitu bukankah aku akan sangat hebat nanti?”

Finfin langsung menyeringai kecil. “Itu kalau kau tidak mati dulu.”

“Hah?!”

Fanfan langsung tertawa gugup. “Tuan jangan dengarkan dia… Walaupun sebenarnya Finfin pasti akan menangis kalau Tuan mati.”

“APA?!” Wajah Finfin langsung memerah.

Sedangkan Reina hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah mereka. “Baiklah. Sekarang bagaimana cara keluar dari sini?”

Fanfan segera menjelaskan dengan telaten.

Fokuskan energi spiritual ke pikiran Anda. Kemudian bayangkan dunia luar.”

Reina mengangguk pelan. Dan beberapa detik kemudian tubuhnya perlahan menghilang dari Ruang Dimensi Surgawi.

1
Ririn Nuriyanti
lemahnya reina ini
Ibu Rasyidd: kemampuannya naik secara pelan kak, kalau langsung tinggi kaya ga nyambung
total 1 replies
EN (Hater No1 Maple)
Semangat ibukk!
EN (Hater No1 Maple)
NOOOO 4 TAHUN LAGI/Scare/
Ibu Rasyidd
Keren loh, wajib dibaca..
Ellasama
cari referensi Thor supaya tau dan bisa bikin novel yang bagus apalagi reader gak suka type karakter yang lemah apalagi untuk si fl
Ibu Rasyidd: tentu kak, terimakasih
total 1 replies
Ellasama
gak heran makin dikit yg kasih like
Ellasama
alah ternyata type fl menyek-menye please paling gak suka kalau karakter ny gitu, katanya terlahir kembali dan sudah pernah ngalamin gitu aja gak bisa ngatasin
Ibu Rasyidd: halo kak, maaf kalau tidak sesuai dengan pemikiran kakak ya.. karena murni hasil dari imajinasi 🙏🙏
total 1 replies
Ellasama
kukira ada zombie ny ternyata dewa-dewi alurnya,,,, agak aneh tp suka kalau ada space entah seterusnya kek mana/NosePick/
Ellasama
Dewi Sinta? film India kah,,,, ada ada aja ni author. pasti ni ada benang merahnya ni🤭
Anime aikō-kā
.
ᵏᵘᶜᶦⁿᵍ 𝓈𝒶𝓂𝑔𝑒
semngat💪
Ibu Rasyidd: terimakasih suportnya kak😍💪🙏
total 1 replies
ᵏᵘᶜᶦⁿᵍ 𝓈𝒶𝓂𝑔𝑒
hus sana pergi
ᵏᵘᶜᶦⁿᵍ 𝓈𝒶𝓂𝑔𝑒
hmm
Ibu Rasyidd: halo kak, terimakasih sudah suport😍🙏
total 1 replies
Andira Rahmawati
lanjuttt trusss semangat💪💪💪
Ibu Rasyidd: terimakasih sudah support kak🙏😍
total 1 replies
Andira Rahmawati
hadir thorrr
Ibu Rasyidd: Terimakasih kak 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!