Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. menjenguk Benjamin
“Apa kau serius ??”
Setelah di perusahaan mendengarkan kebimbangan ayahnya, Arnold mengenai Arlo, kini Giovanni kembali mendapatkan sebuah berita dari Beverly mengenai keinginannya untuk menjenguk ayahnya, Benjamin yang berada di rumah sakit.
“A.. Aku tahu.. Kemarin malam dia menyerangmu dengan Dad Arnold.. Tapi.. Aku hanya ingin melihat kondisinya, apa boleh ?? Jika tidak boleh, tidak apa.” Ujar Beverly menundukkan kepalanya, dia takut jika Giovanni marah, tapi lelaki di depannya menghela nafasnya sejenak. Dia tidak mungkin bisa marah pada wanita di depannya.
Meskipun Giovanni merasa gemas karena kepolosan Beverly yang terus terlihat peduli pada Benjamin, setelah kegilaan pria tua itu. Tapi Giovanni sadar, Benjamin adalah satu-satunya orang tua yang dimiliki oleh Beverly. Jadilah, dia sedikit mengalah dan mendekati Beverly, duduk di sebelah wanita itu.
“Boleh saja.” Ujar Giovanni dengan lembut, Beverly mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Giovanni yang tersenyum kepadanya.
“Be... Benarkah ?? Kau tidak marah ??”
Giovanni memegang pipi Beverly dengan satu tangannya, “Sama sekali tidak sayang, hanya saja.. Biarkan aku ikut untuk menjagamu, dan sebaiknya dua bayimu disini saja, titipkan pada Gregor atau Mom.”
Beverly terdiam, “Apa aku merepotkan mereka ??”
“Tidak sama sekali, sayang. Lagipula kita hanya sebentar, ya..” Ujar Giovanni lagi, membuat Beverly akhirnya tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya.
“Terima kasih banyak.”
“Hmm~ Mandilah dan bersiaplah, lalu kita akan berangkat.” Ujar Giovanni membelai rambut Beverly dengan lembut.
“Terima kasih, Gio.” Ujar Beverly dengan senang, dia lalu memeluk lelaki di dekatnya, mencium pipi Giovanni sekilas, lalu berdiri dan berlari ke arah kamar mandi.
Giovanni tersenyum, sambil mengelus pipinya yang di cium oleh Beverly, “Dasar wanita nakal.”
...
“Kau tidak marah, kan ??”
Arnold terdiam, dia mendengarkan cerita dari Catalina, istrinya mengenai keinginan Beverly. Lelaki tua itu, tertegun. Kebimbangan yang dia alami, juga di rasakan oleh Beverly, calon menantunya.
Sama-sama kedatangan orang di masa lalu yang pernah menyakiti mereka, dan di paksa pada dua pilihan, yaitu membenci dan membalas dendam atau memilih memaafkan dan berdamai dengan orang-orang yang menyakiti mereka.
Dan Beverly memilih untuk mencoba berdamai, karena bagaimanapun Beverly hanya memiliki Benjamin sebagai orang tuanya, sebaliknya Arnold tidak membutuhkan Arlo sama sekali, tapi.. Apakah dia juga harus memaafkan Arlo dan menolongnya ??
“Tidak, aku tidak marah sama sekali. Itu wajar saja, Benjamin adalah satu-satunya orang yang dimiliki oleh Beverly, hanya saja.. Giovanni harus ikut datang menemaninya.” Ujar Arnold tersenyum kecil, Catalina senang, suaminya tidak terlalu keras pada Beverly.
“Terima kasih honey.” Ujar Catalina tersenyum senang, sementara Arnold mulai mengubah ekspresinya menjadi sedikit sendu.
“Aku juga ingin meminta pendapatmu. Aku sudah bertanya pada anak-anak, tapi.. Aku juga membutuhkan saran darimu.” Ujar Arnold dengan nada berbeda.
Ekspresi Catalina sedikit berubah, “Ada apa, honey ??”
Ya, salah satu hal yang membuat hubungan Arnold dan Catalina semakin romantis dan terus membaik adalah, Arnold selalu terbuka pada Catalina, meskipun itu masalah bisnis sekalipun. Arnold terkadang mencurahkan perasaan pada istrinya, dan Catalina sebagai istri yang baik, berusaha menenangkan atau setidaknya memberikan sedikit saran pada suaminya.
Terlebih Catalina adalah anak dari pengusaha, yang tentunya memiliki sedikit pengetahuan mengenai bisnis, jadilah wanita cantik itu membantu suaminya.
“Kau ingat Arlo ?? Arlo Barnabas..”
“Iya ??”
“Dia meminta bantuan, Perusahaan Evety hampir bangkrut.. Apakah menurutmu kita harus membantunya ??” Tanya Arnold dengan tatapan meminta pendapat, sementara Catalina membulatkan matanya, terkejut dengan informasi itu.
“Oh my- Honey.. Kau tidak perlu bertanya padaku, tentu saja kau harus membantunya !” Ujar Catalina dengan tegas.
“Kau tidak.. Masalah ??” Tanya Arnold dengan nada penasaran, tanpa berpikir panjang istrinya langsung berniat menolongnya.
Catalina bangkit dari sofa, dan mendekati suaminya, membukakan dasi di leher Arnold sambil berbicara dengan lembut.
“Jika Beverly bisa memaafkan ayahnya, kenapa kita tidak ?? Berikan Arlo kesempatan, Arnold. Bagaimana jika dia memang ingin berubah ?? Kita tidak sepantasnya menghakimi hanya karena kesalahan, Katty dan suaminya.” Ujar Catalina dengan lembut, membuat mata Arnold berkaca-kaca.
Dia tahu, betapa baik dan lembutnya istrinya, tapi Arnold tidak menyangka Catalina bisa sebaik dan selembut ini.
“Besok aku ikut denganmu, kita datang ke perusahaannya. Jangan sampai dia putus asa, akan lebih baik jika kita datang di saat yang tepat.” Ujar Catalina yang mulai membuka kancing kemeja suaminya, setelah berhasil melepaskan ikatan dasinya.
“Baiklah sayang.” Ujar Arnold mengecup kening istrinya dengan lembut.
...
“Beverly, kau datang kemari.. Putriku..”
Mata Giovanni memberikan tatapan sinis pada Benjamin, apakah ini hanyalah akal-akalannya saja, agar mendapat perhatian dari Beverly ?? Seingatnya, semalam setelah adegan menembak satu sama lain, Benjamin sempat pergi dari rumah dengan mulut yang masih menyumpahi Keluarga Abraham, dan berbicara dengan kasar.
Tapi kini, dia berbaring di atas tempat tidur dengan ekspresi sok lemah, membuat Giovanni jengah.
Beverly yang membawakan buah, lalu melangkah sedikit mendekati Benjamin ayahnya, yang berbaring di atas tempat tidur dengan tangan diinfus.
Pakai drama di infus segala !! Yang kena tembakan perut sama punggung, malah tangannya ikutan diinfus batin Giovanni dengan nada sinisnya, melirik ke arah tangan ayah mertuanya yang di pasang selang infus.
“Father.. What happened to you ??” Tanya Beverly dengan sedikit bergetar ngeri, saat melihat perut ayahnya itu di tutupi dengan perban putih.
Sebenarnya Beverly sudah tahu, hanya saja dia berdrama seakan tidak tahu apapun mengenai malam dimana ayahnya, calon ayah mertuanya dan calon suaminya saling bertarung menembak dengan peluru.
“Hanya masalah kecil, tidak perlu terlalu di pikirkan.” Ujar Benjamin tangannya terangkat hendak membelai rambut Beverly, tapi..
Giovanni langsung memeluk Beverly dari samping dan menarik wanita itu sedikit menjauh, “Ah, maafkan aku ayah mertua.. Aku orang yang sedikit cemburuan dan posesif.” Ujar Giovanni sambil tersenyum sok manis di sana.
Benjamin memberikan tatapan tajamnya, tapi bibirnya tersenyum kecil, “Kau cemburu ?? Aku ayah kandungnya.” Ujar Benjamin dengan nada ketusnya, membuat Beverly menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Ini tidak seperti yang dia pikirkan, kenapa dia terlihat seperti perempuan yang sedang di perebutkan dua lelaki, padahal yang ada di depannya adalah ayah kandungnya.
“Tolong, jangan bertengkar disini..” Ujar Beverly menengahi kedua lelaki yang memberikan tatapan seakan hendak membunuh satu sama lain, membuat Beverly merasa takut.
Kedua lelaki itu lalu memalingkan wajah mereka, Benjamin kemudian menatap Beverly sambil tersenyum.
“Beverly, buah apa yang kau bawakan, bisa kau bawa kemari ?? Aku ingin melihatnya.” Ujar Benjamin dengan lembut, membuat Beverly akhirnya berjalan mendekati ayah kandungnya, dan menyerahkan sebuah keranjang berisikan beberapa buah seperti apel, anggur dan buah berry.
“Sepertinya apelnya enak, bisa kau mengupaskannya untukku ??” Tanya Benjamin sambil menunjuk ke arah buah apel yang ada di dalam keranjang.
“Tentu saja, Father.. Tunggu sebentar.” Ujar Beverly tersenyum sambil meraih buah apel di dalamnya.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙
Semoga saja, Arlo bisa bertobat dan waras ya, kembali ke jalan yang benar.
Sehat-sehat Arlo, kalau Benjamin terserah aja, mau tobat atau enggak 😅😅 Tapi ya, semoga aja bisa bertobat, soalnya udah terlanjur parah untuk bapak Benjamin 🙏🙏
gio mirip ky mathias yg viral itu🤣🤣😄
gak sabar nunggu respon dad gio🤣