NovelToon NovelToon
10th Anniversary

10th Anniversary

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...

Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.

Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.

Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniv 35. Menghabiskan Waktu

Ganis menatap lekat map hitam yang ada di tangan. Sebuah map yang berisikan surat-surat berharga yang menjadi bukti bahwa saat ini ia adalah pemilik sah dari tanah tiga hektare yang tersebar di tiga desa juga rumah yang saat ini ia tinggali. Meski egonya merasa puas, namun entah mengapa hatinya tidak merasakan kelegaan. Ia merasa ini semua ia lakukan hanya untuk memuaskan egonya semata.

Nis, dalam perkara ini bukan nurani yang harus kamu kedepankan melainkan ego. Karena madumu juga menggunakan egonya untuk menyerangmu. Ego dilawan dengan ego, memang sudah sepadan.

Logika Ganis bekerja sepenuhnya. Dalam perkara ini tidak mungkin ia gunakan hati nuraninya untuk melawan keegoisan sang madu. Jika sampai hal itu yang ia lakukan, maka harga dirinya hanya akan terus diinjak-injak. Ganis membuang napas sedikit kasar masih dengan lekat menatap map hitam di tangannya.

"Hahh... Entah apa yang akan aku lakukan dengan harta sebanyak ini. Namun setidaknya aku bisa mengamankan ini semua dari ular-ular betina itu terlebih dahulu."

"Nis, toko milikmu ini sedang libur?" tanya Krisna selepas keluar dari toilet untuk menuntaskan hajatnya. Pria itu kembali duduk di kursi yang tersedia.

"Iya Mas, hari ini memang aku liburkan."

"Tapi kenapa masih ada karyawan yang ada di dapur produksi? Nampaknya mereka sibuk sekali," tanyanya penasaran.

"Iya Mas, hari ini mereka tetap masuk karena mengerjakan untuk acara pengajian akbar di masjid depan nanti malam."

"Oh masjid depan pesan di toko kuemu?"

Ganis menggelengkan kepala. "Tidak Mas. Aku yang sengaja menyumbang untuk acara nanti malam dengan menyediakan konsumsinya."

"Hah, pengajian akbar kan acara besar, Nis. Memang kamu tidak takut merugi jika menyumbang konsumsi sebanyak itu?" ucap Krisna dengan terkejut.

Ganis terkekeh pelan. "Apa yang aku sumbangkan untuk acara nanti malam tidak ada apa-apanya dengan semua rezeki yang sudah Allah titipkan kepadaku, Mas. Apa yang sudah Allah titipkan jauh lebih banyak."

"Tapi bukankah akan membuat toko kuemu merugi?"

"Merugi? Aku rasa malah akan banyak keuntungan yang aku dapatkan Mas."

"Kok bisa?"

"Dengan konsumsi yang tersebar untuk semua jamaah, bukankah itu jadi semacam trik marketing? Toko kueku mendapatkan jangkauan yang lebih luas. Siapa tahu ada satu dua orang atau lebih yang tertarik memasan di toko kueku setelah mereka mencicipi menunya."

"Hmmmmm... Apa hanya itu saja keuntungannya?"

"Tentu tidak Mas. Dengan niat ikhlas lillahi ta'alla semoga yang aku lakukan ini bisa menjadi tabungan pahala yang pastinya akan menjadi penolongku di kehidupan yang abadi nanti."

Krisna semakin terkesima dengan sifat yang dimiliki oleh Ganis. Sejak pertama ia mengenal, sifat Ganis yang suka memberi ini sama sekali tidak berubah. Krisna yakin jika yang dimiliki oleh istrinya ini bukan lagi sifat tetapi sudah karakter.

Berbanding terbalik dengan Dinda. Jangankan uang berjuta-juta, uang sepuluh ribu yang akan diberikan ke pengamen saja tidak ia izinkan untuk aku keluarkan. Ya Allah, selama ini apa yang aku lihat dari Dinda? Hingga aku bisa menikahinya?

"Mas, kenapa melamun?" tanya Ganis saat melihat sang suami yang hanya terdiam, terpaku dan membeku.

"Eh, tidak apa-apa Nis."

"Kamu tidak balik ke kantor Mas?"

"Memang kenapa Nis? Kamu keberatan jika aku berlama-lama di sini?" tanya balik Krisna dengan segala pikiran buruknya.

Ganis tergelak pelan melihat sang suami yang sedikit sensitif seperti ini. "Bukan begitu Mas. Jika kamu masih lama di sini biar aku pesankan makanan via gopud. Aku lapar sekali."

"Hmmmm.. Boleh juga Nis. Kebetulan aku juga lapar. Mau makan apa kamu?"

Ganis membuka aplikasi gopud yang ada di dalam ponsel. Ia scroll beberapa resto yang ada di beranda.

"Soto sulung saja bagaimana Mas? Sepertinya enak dinikmati di siang hari seperti ini," tanya Ganis meminta pendapat.

"Hmmmm boleh Nis, apa yang kamu mau aku ngikut saja."

"Eh tapi sepertinya lebih enak mie ayam atau bakso deh. Bagaimana kalau itu Mas?" timpal Ganis pula berubah pikiran.

Krisna terkekeh geli melihat istrinya yang plin-plan ini. "Iya Sayang, aku manut."

"Eh tapi, sepertinya Ramen jauh lebih enak deh Mas. Kita ganti remen saja ya?"

Krisna hanya menampakkan ekspresi gemas. Ia rebut ponsel milik sang istri. Ia cubit pelan pipi istrinya ini. "Sudah, sudah, tidak perlu pesan gopud, biar aku yang masak untuk makan siang kita."

"Hah, serius? Mau masak apa Mas?"

"Lihat saja nanti."

***

Dinda dan Rika duduk di beranda sembari menikmati udara siang yang terasa terik ini. Tak lupa, hidangan bakso yang ia beli dari penjual keliling yang lewat di depan rumah menjadi teman dari keduanya yang tengah bercengkerama itu.

"Din, rumah yang ada di Magelang kan sudah pasti akan menjadi milikmu. Boleh tidak kalau mulai sekarang rumah itu Mama yang nempatin? Sayang sekali kalau dibiarkan kosong. Takutnya nanti malah rusak."

Dinda menganggukkan kepala tanpa berpikir terlebih dahulu. "Tempati saja Ma. Lagipula aku akan menetap di sini dan mas Krisna pasti juga akan jarang ke Magelang karena kantor yang ada di sana sudah ia percayakan kepada Arya."

Wajah Rika nampak berbinar terang. Wanita itu seakan sudah tidak sabar untuk segera menempati rumah itu dan memamerkan semua yang ia miliki kepada para tetangga.

"Baik kalau begitu Din. Mama izin mulai besok Mama tempati rumah itu. Mama mau berkemas-kemas terlebih dahulu di kampung, setelah itu woro-woro ke tetangga dan mengajak mereka untuk melihat rumah kita."

"Silakan Ma."

"Din, kalau boleh Mama kasih saran, mulai sekarang kamu harus belajar untuk mengolah emosimu."

"Ckkkckkk... Mama ini sama saja dengan Mas Krisna. Menyuruhku untuk mengelola emosi. Memang kenapa sih Ma."

"Ini semua demi kebaikanmu Din."

"Kebaikan? Kebaikan apa maksud Mama?"

Rika menghela napas panjang untuk kemudian ia hembuskan kasar. Untuk menghadapi keras kepalanya sang anak, benar-benar membutuhkan kesana yang ekstra.

"Kalau kamu tidak bisa merubah sifatmu itu bisa-bisa Krisna semakin jengah kepadamu, Din. Jika sudah jengah, ia pasti akan lebih sering mengabaikanmu dan kembali mesra dengan Ganis."

"Tapi apa kehamilan ku ini tidak cukup untuk membuat Mas Krisna terus memperhatikanku Ma?"

"Tentu saja tidak cukup, karena Krisna juga butuh merasakan ketentraman. Jika kamu terus menerus emosi seperti itu bisa dipastikan akan membuat Krisna tidak betah dan akhirnya dia akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama Ganis."

"Lalu aku harus bagaimana Ma?"

"Rubah sifatmu dan mulai sekarang kamu bersikap yang baik kepada Krisna. Besok pagi mulailah dengan menyiapkan kopi dan memasak untuk Krisna."

Dinda terdiam mencerna setiap kata yang diucapkan oleh sang Mama. Tidak bisa ia pungkiri jika ucapan mamanya ini benar semua.

"Baik Ma. Akan aku ikuti semua masukan dari Mama."

***

"Tara!!! Masakannya sudah matang!!"

Senyum lebar terbit di bibir Krisna kala proyek di dapur yang baru saja ia kerjakan telah usai. Hasilnya sungguh memuaskan, aneka lauk persis di warung penyetan berhasil ia eksekusi dengan sempurna. Ada lele, ada ayam, tahu, tempe dan juga terong. Tak lupa sambal tomat dan lalapan yang menggoda juga tersaji di sana.

"Mas, ini serius kamu yang masak?" tanya Ganis dengan pertanyaan yang sungguh tidak masuk di akal.

Netra wanita itu berbinar terang karena selama sepuluh tahun ia menjadi istri Krisna, baru kali ini ia melihat Krisna memasak dalam porsi yang cukup banyak seperti ini.

"Masih kamu pertanyakan Sayang?" tanya Krisna keheranan. "Lantas, menurutmu dari tadi aku ada di dapur itu ngapain? Nonton bola?"

Ganis tergelak. Bisa-bisanya ia menanyakan sesuatu yang tidak masuk akal seperti itu.

"Ternyata kamu pandai masak juga ya Mas. Sepertinya sambal tomat buatanmu ini enak."

"Hmmmm... Jangan salah Sayang. Dulu sewaktu KKN, aku sering masak untuk kelompokku. Dan mereka semua puas dengan hasil masakanku."

"Gitu ya? Tapi sejak kamu menikah, kenapa jarang sekali masak untuk aku Mas?"

"Ini, sekarang aku sudah masak untukmu Sayang. Hahahaha!" ujar Krisna dengan gelak tawa yang membahana. "Sudah, sudah, ayo ajak semua karyawanmu makan Sayang. Ini banyak sekali loh."

Ganis menganggukkan kepala. Kebetulan sekali semua yang bekerja hari ini belum makan. Kedatangan Krisna sepertinya menjadi penolong di kala lapar.

"Ran!" panggil Ganis.

"Ya Bu?"

"Istirahat dulu yuk. Kita makan dulu."

"Sekarang Bu?"

"Besok Ran," canda Ganis. "Sekarang Ran. Tinggal packing kan?"

"Iya Bu." Rani melongok ke arah Krisna yang berada di depan. "Bu Ganis tidak marah dan kecewa sama pak Krisna setelah pak Krisna berpoligami?"

Ganis menghela napas dalam untuk kemudian ia hembuskan perlahan. "Kecewa pasti ada Ran, tapi bagaimana lagi jika ini sudah takdir yang harus aku jalani? Namun dari apa yang terjadi padaku, aku bisa mengambil satu pelajaran hidup."

"Apa itu Bu?"

"Di dunia ini sejatinya tidak ada yang benar-benar aku miliki. Bahkan nyawa yang bersemayam dalam raga pun hanya titipan dari Allah yang suatu saat bisa diambil oleh pemiliknya. Begitu pula dengan pasangan kita. Jika tidak di ambil oleh Allah dengan kematian ya pasti diambil oleh wanita lain. Hahaha."

Rani yang melihat Ganis tertawa terbahak justru membuat hatinya teriris perih. Ia paham jika ada sebuah luka yang berusaha ditutupi dan disembuhkan sendiri oleh pemilik toko kue tempatnya bekerja ini. Dia memilih untuk diam tidak berkoar-koar. Memilih untuk menelan sendiri luka batinnya.

Ya Allah, Bu Ganis orang baik. Semoga Engkau senantiasa memberikan kebahagiaan untuknya.

.

.

.

1
Ma Em
Bukan baru sadar Krisna emang kamu bodoh milih selingkuhan kok tdk lbh baik dan lbh cantik dari Ganis istri pertamamu Krisna , benar kata Bu Maryati sdh tdk cantik hrs nya cantik hatinya ini tdk sdh tdk cantik busuk pula hatinya dasar Krisna bodoh .
Astuti Puspitasari
Tapi anehnya ko ada ya yang suka sama Dinda..itu loh yang kenalan di Bali, emang se cantik apa sih Dinda? Apakah dia mau menipu dinda atau beneran suka sih?
Laviolla: Dinda memang cantik kok kak.. tuh nyatanya Krisna juga sampai punya anak sama dia🤣🤣.. kak, follback akunku ini ya.. biar bisa japri
total 1 replies
Masha 235
baru nyadar skrng,,,,kmaren2 ngpain aj ..
Laviolla: kemarin masih belum sadar kak..😂
total 1 replies
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
sunaryati jarum
Pastinya itu bukan anak Krisna,tapi anak kekasihnya .Krisna saja yang bodoh,nanti baru menyesal telah terbongkar,dan Ganis minta cerai
Anonim
Kebanyakan mikir anda Kris.. sudah lepaskan habis gampang.. konoyaro bakayaro aho
Laviolla: wkkwkkk paket lengkap🤣
total 3 replies
cinta semu
resiko di madu nis...moga aja ..ada bahagia untuk u ... meskipun tdk bersama Krisna ....
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like komen, share, subscribe, follow ya Makasih
Adel Lia
double up Thor makin seru ceritanya
Laviolla: asiiaaaapppp... wkkkwkk
total 3 replies
linda
salutt sama bu mar..bener2 pelindung untuk ganis
linda
wkkwkkkk.. ngadu ke mertua,, cemen banget sih kamuu din
linda
uluuhhh.. kagak tau malu ya Dinda
linda
istri udah spek bidadari malah di poligami.. bakal nyesel lu kris
linda
ya terserah mereka dong din, masa kamu yg ngatur boleh bermesraan ato enngak
linda
bulan madu dalam rangka anniv ke 10 tp rasanya seperti pengantin baru ya,,,
linda
jempol sepuluh untuk bu marrrr.. kamu keren bu.. bisa gerak cepat untuk melindungi ganis
linda
heleehhh.. baru ajja liat ganis dideketin cowok kamu lgsg cemburu Kris, lalu gimana ganis yg ngeliatmu nikah lagi
linda
cetassss,, aku suka gayamu Nis
linda
wuiihh bu puspa mulutnya tajem bangettt... kayak setajam silet🤣
Ma Em
Semoga janin yg ada dikandungan Ganis selamat , dan berbalik pada Dinda yg akan keguguran karena Dinda terlalu senang Ganis celaka sehingga Dinda lupa dikamar mandi Dinda dan Rika sdh si tumpahin minyak .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!