Elfa adalah seorang gadis 17 tahun, dia siswi berprestasi di sekolah, Elfa sangat cantik, pintar dan polos. Hanya satu kekurangannya dia bukan anak orang kaya. Dia hidup bersama ibunya yang hanya seorang tukang cuci. Elfa masuk ke sekolah itu melalui jalur beasiswa.
Elfa bukan hanya pintar dan cantik tapi dia adalah kekasih seorang Aditya siswa paling tampan di sekolah dan idola semua siswi.
Elfa terlalu mencintai Aditya, ia akan melakukan apa saja untuk Aditya. Hingga satu malam dengan kata sebagai bukti cinta. Elfa menyerahkan kesuciannya kepada Aditya.
Dari kejadian satu malam itu , Elfa hamil anak Aditya. Ia mengatakan pada Aditya tentang kehamilannya tapi Aditya memaksa Elfa mengugurkan kandungannya.
"Gugurkan kandunganmu, jangan berharap aku akan bertanggung jawab. Kau sadar? Kita ibarat langit dan bumi. tidak akan mungkin bersatu" Ucap Aditya
Seluruh tubuh Elfa bergetar "aku bersumpah ....!!! kau tak akan pernah mendengar suara tangisan bayi dalam hidup mu "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
"Nak.. kamu siapa ?"
Gavin melihat wanita seusia neneknya dengan tampilan glamor, menatapnya tak berkedip.
"Aku Gavin, teman sekolah Tasya..." Jawab Gavin santai.
"Ka... wajah kamu, mirip sekali dengan anakku..."
"Oh ya... mungkin kebetulan saja, aku mirip anak ibu.."
"Gavin, dia nenek ku.." bisik Tasya.
"Oh maaf, maksudku, nenek.."
Wanita itu melihat kesana kemari mencari seseorang..
"Aditya.. Chelsea.. Sini nak. Coba lihat wajahnya, dia...se.. seperti Aditya. Mirip sekali."
Aditya membeku, tidak berani mendekat. Namun Chelsea yang penasaran segera mendekati ibu mertuanya.
"Chelsea, coba lihat wajahnya. Dia dan Aditya seperti pinang dibelah dua sama Aditya.."
Chelsea tersenyum memperhatikan Gavin. "Iya Bu.... wajah mereka mirip sekali, dia fotocopy wajah Aditya, Mereka seperti ayah dan anak..." Ucap Chelsea, Ucapan Chelsea semakin membuat detak jantung Aditya meningkat. Chelsea terus menatap Gavin. Dan Chelsea terpaku pada kedua bola mata Gavin. Dia seperti pernah melihat tatapan itu. Tatapan lembut.
Gavin hanya mengangguk tersenyum, sepintas dia melirik Aditya. Wajah pria itu terlihat sangat pucat.
Ardian berjalan mendekati Aditya." kamu harus jelaskan semuanya sama aku.. kamu dan ayah..." bisik Ardian.
Tasya, Ryan dan Fadel hanya penonton " Nenek.. Gavin memang memiliki wajah yang sama persis dengan paman, tapi bukan berarti Gavin ini anak paman..Mereka baru bertemu hari ini. Dan sekarang aku akan mengajak teman teman ku ke depan.." kata Tasya, Aditya diam.
"Oh baiklah sayang..."
"Ayo kita ke depan...".Ajak Tasya.
"Siapa nama ibumu ?" tiba tiba pertanyaan Chelsea menghentikan langkah Gavin, Tatapan yang tadi nya begitu lembut di mata Chelsea, sekarang sedang menatapnya tajam, Chelsea terkejut melihat tatapan mata Gavin.
"Apa itu harus ?" Jawab Gavin dengan suara tegas dan dingin. Aditya berdiri dengan jarak yang sangat dekat, ia bisa melihat dengan jelas tatapan mata Gavin. Chelsea terpaku, jawaban Gavin membuatnya terdiam.
"Kenapa tante menanyakan ibu Gavin...? Tante pasti mengenal nya.."
Chelsea melihat Tasya.."Oh..ya..?"
"Iya tante, dia adalah pemilik butik tempat tante membeli gaun itu di sana.." Tasya menunjuk gaun yang di pakai Chelsea.
"Gavela butik..?" Tanya Chelsea pelan, namun Aditya mendengar jelas Chelsea menyebut nama butik itu. Aditya tidak kuat lagi berpikir, tatapan Chelsea dan Ayahnya membuat Aditya seperti kehabisan nafas.
Chelsea menuntut penjelasan, Aditya bisa melihat itu dari raut wajah istrinya.
"Apakah ibu mu bernama...Elfa...?" Tanya Chelsea pelan namun jelas
Sudut bibir Gavin tertarik menampakkan sebuah seringai...
" Benar sekali....."
_____
Seminggu berlalu, Chelsea tidak bertanya apapun, Chelsea diam...dan situasi ini membuat Aditya seperti orang asing di rumahnya sendiri.
Sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah Chelsea, Aditya melihat seorang wanita turun dari mobil itu. Aditya tidak mengenal wanita itu, dan tak lama kemudian terdengar langkah kaki berlari dari arah tangga.
"Kita berangkat sekarang..."
Aditya berdiri mematung, Chelsea mengabaikannya. Pergi keluar tanpa mengatakan apapun.
Suara mobil semakin menjauh " Kenapa seperti ini ? Pengampunan yang aku cari justru menjauhkan aku dari Chelsea. Elfa sudah memaafkan aku, namun sumpah lain keluar dari mulut anak yang pernah ingin ku lenyapkan..". Aditya membatin.
Hingga lima menit berlalu, seorang pelayan datang memanggil Aditya "Tuan....ada tuan Ardian " Kata seorang pelayanan.
"Jadi, sekarang dia sudah sebesar itu... bayi yang ingin kamu lenyapkan dulu ? " Tanya Ardian, saat Aditya duduk di kursi.
Seminggu ini Ardian berada di luar kota bersama Ayahnya. Tak ada seorangpun yang membicarakan tentang Gavin.. Semua seolah-olah takut mencari tahu kebenaran itu.
"Dia anak ku dan Elfa... wanita yang ku buang bersama bayi dalam kandungannya " Jawab Aditya.
Ardian mengingat kembali saat Ayahnya menyuruh orang membayar sebuah nyawa dengan tumpukan uang dalam amplop besar.
"Sekarang apa yang akan kamu lakukan...?" Tanya Ardian
"Aku..ingin dia mengenal ku sebagai ayahnya, bagaimanapun dia anak ku kak. Satu satunya yang rindukan, memiliki seorang anak.."
"Semudah itu?" Ardian ragu
"Aku akan melakukan apa saja, Tes DNA untuk membuktikan bahwa dia anakku.."
"Membuktikan kepada siapa ? Kamu bisa melihat tatapan nya saat itu, dia tidak takut sama sekali Aditya. Dia justru menantang kamu..."
Aditya dia dengan tatapan kosong..
" Hendra sudah menceritakan semuanya, aku bertemu dengannya di bandara. Aku yang bertanya.."
Aditya menunduk, pikirannya kalut, sekarang bukan lagi tentang permintaan maaf yang membuat Aditya seperti ini, tapi Aditya tidak menemukan jalan keluar untuk bisa mendekati Gavin. Dia masih mengingat bagaimana Gavin menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.
"Apa yang harus aku lakukan kak...?" Aditya merasakan pipinya basah.
"A..aku tidak tahu Aditya, aku tidak tahu..."
"Aku hanya mencari pengampunan pada Elfa,Kak... sumpah Elfa yang mengakar adalah awal dari aku kehilangan bayi kami. Ta..tapi saat aku menemukan Elfa, aku justru mendapatkan bayi yang ingin ku lenyapkan sekarang sudah menjadi remaja tiga belas tahun kak..."
Ardian, Aditya sama sama diam....
Sementara di dalam mobil hitam Chelsea dan temannya sedang menuju butik.
"Kamu serius di butik itu gaunnya bagus bagus Chel...?".
"Ya... ibuku adalah langganannya.."
"Lima tahun aku tinggalkan kota ini, banyak sekali perubahannya "
"Ya... Tapi aku harus kamu lebih pantas tinggal di luar negeri bersama suami mu.."
"Sekarang mantan suami...."
"Ah..ya..."
Chelsea mengajak temannya membeli gaun di bukit Gavela Desain.
Mobil berhenti di depan butik, Chelsea melihat beberapa tamu sedang melihat lihat dan membeli gaun, sekarang pukul empat sore, butik ini masih ramai dengan pengunjung, Chelsea melirik ke arah meja kasir, wajah yang ia cari tidak nampak sama sekali.
"Mbak Lis... kiriman nya udah ada ya ?" beberapa saat setelah, Elfa berjalan menuju meja kasir.
Chelsea sontak berbalik arah, ia melihat wajah itu. Wajah yang sama di lembar kertas yang sudah menguning. Wanita itu di sini, Chelsea mematung.
"Chelsea..kamu kok bengong...", Teman Chelsea mengikuti arah pandangan Chelsea. " Kamu kenal?"
"Tidak, aku hanya seperti pernah melihatnya.."
Chelsea berjalan perlahan, sedikit demi sedikit mendekati Elfa dan dengan senyum yang ramah Elfa menyapa Chelsea " Ada yang bisa kami bantu, Bu"
"Aku ingin mencari dress yang mewah dan elegan, untuk pesta.."
Elfa berjalan menuju etalase " kami punya satu koleksi dress pesta yang mewah dan elegan... silahkan di lihat Bu.."
Chelsea mengalihkan pandangannya dari Elfa ke gaun yang di tunjuk Elfa.
"Aku ingin membeli ini dan beberapa gaun lainnya.."
Elfa mengangguk " mbak Lis, tolong ya..."
"Hei sayang..." Steven tiba-tiba masuk dan mengecup kening istrinya.
"Kok udah di jemput Stev...?"
"Jagoan mu lagi ngambek.. Dia ingin makan bakso di warung mas Sugeng..aku heran sayang, dia kok tak ada bosan bosannya sama bakso.."
"Hahaha.. Dia pecinta pentolan sayang.."
"Padahal kamu tidak begitu suka dengan bakso.."
"Mungkin itu seleranya sendiri..."
"Atau aku ajak saja mas Sugeng pindah jualan di rumah kita, Sayang.."
Elfa membola mendengar usulan suaminya." Aku tidak suka dengan aroma bawang dan aroma bakso sayang, apa kamu mau aku mual seharian..."
"Memang seperti itu bawaan hamil pak Stev.. Ada yang tidak suka aroma Bawang, mie,nasi..." Sambung salah satu karyawan Elfa.
"Ah seandainya aku bisa menggantikan kamu mual mual..aku pasti mau sayang..."
"Hahaha.. ini bukan kehamilanku yang pertama Stev, hal ini tidak di alami semua wanita, jadi aku ingin menikmati proses kehamilan ini. Seperti saat aku mengandung Gavin.. Dan itu akan jadi cerita untuk mereka.."
" Baiklah sayang, kamu memang terbaik.. Sebaiknya kita pulang saja, aku khawatir seseorang akan mogok bicara lagi dengan mu "
Elfa tertawa keras.." Dia cemburu dengan kehamilan ini,. Stev... katanya dia merasa di abaikan"
"Idiihhh.. Apa belum cukup selama tiga belas tahun dia mendapatkan perhatian kita..?"
"Coba kamu ngomong seperti itu di depannya .." Kata Elfa
" Ohh no......Aku masih ingin melihat wajah manisnya di pagi hari sayang..."
"Hahaha..kita pulang sekarang, mbak Lis...aku duluan ya..." Elfa keluar meninggalkan butik, tanpa Elfa sadari, sejak tadi Chelsea terus menatap Elfa.
"Dia hamil..? Secepat itu ? "Chelsea merasakan tangannya bergetar hebat.."Kenapa semudah itu kebahagiaan itu datang padanya..?" Batin Elfa.
"Dia bahagia, sementara aku... Terpaku pada dengan kehilangan. Aku sampai mengejarnya tanpa berani bertanya "
"Chel.. kamu kenapa ? Kamu kok keringatan kayak gini...?" Tanya Teman Chelsea.
"Bawa aku pulang, tolong..." ucap nya lirih
"Chelsea... Chelsea...apa yang terjadi... mbak, to.. tolong.... tolong....a..aku..."
Chelsea kehilangan kesadarannya, dia merasakan seluruh tubuhnya tak memiliki tenaga sama sekali.
"Tolong.. tolong.. Kembalikan anak anakku..aku mohon.."
"Hei.. sayang, sayang....sadar lah..." Aditya memeluk tubuh istrinya yang terbaring di atas tempat tidur, " Dia pasti bermimpi...." Batin Aditya, ia mencium kening Chelsea l.
"Bagaimana keadaan istri ku, dok...?
"Ibu Chelsea baik baik saja, dia hanya kelelahan, seperti nya ibu Chelsea kurang tidur. Jadi biarkan dia beristirahat.."
Aditya menatap lekat wajah istrinya, dia tidak bisa diam seperti ini, Cepat atau lambat Chelsea akan tahu tentang masalalu nya.." Maaf kan aku, sayang...aku akan mengatakan semuanya padamu, cepat lah sadar..."
.
.
.
Next......
Chelsea kl km ingin anak cerai lah ma Aditya 🤣😁. tp km kn bucin pingin anak biar jd pewaris semua harta.
tp kn orang kaya hrse bisa dong cerai dng Aditya 🤣🤭.