NovelToon NovelToon
BUNGKAM

BUNGKAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: nia ayu

jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.

Disaat jungkook memilih pria lain disaat itulah taehyung menyadari perasaannya tapi semuanya terlambat

hingga sebuah insiden mengharuskan mereka bersatu dalam sebuah pernikahan yang tidak terencana.

bagaimana kehidupan mereka selanjutnya? akankah taehyung akan tetap bungkam dengan perasaannya?

akankah cinta jungkook kembali tumbuh untuk taehyung? dan akankah mereka bisa mengungkapkan isi hatinya

dan bagaimana jadinya jika tiba-tiba ada wanita lain yang masuk dalam rumah tangga mereka?

bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Temani Aku

Suasana hening saat Jungkook dan Taehyung menikmati makan malam mereka hanya terdengar denting sendok dan garpu yang menyentuh piring keramik tersebut.

Taehyung mengamati Jungkook dengan ekor matanya dan dapat dirinya lihat Jungkook hanya mengaduk aduk makanan tersebut.

“Kamu tidak cocok dengan menunya kah?" Tanya Taehyung memecah keheningan di antara mereka.

“Hah kamu bilang apa?" Tanya balik Jungkook yang kebetulan sedang melamun.

“Kamu tidak cocok dengan menunya kah? Jika tidak cocok aku pesankan yang baru”, kata Taehyung lembut.

"Tidak usah, aku makan ini saja tae”, kata Jungkook pelan lalu mulai memasukkan makanan ke mulutnya.

Saat makanan itu hendak masuk ke mulutnya tiba-tiba rasa mual menyerang membuat gadis itu berlari ke toilet dan memuntahkan isi perutnya.

Taehyung mengikuti Jungkook ke toilet dan memijat tengkuk gadis itu pelan.

Setelah beberapa saat Jungkook berdiri.

"Kamu baik-baik saja?” Tanya Taehyung dan diangguki oleh Jungkook.

Perasaan gadis itu tidak tenang saat dirinya mencoba mengingat jika bulan ini dirinya belum datang bulan, seharusnya minggu kemarin.

Taehyung menangkap wajah gelisah dan ketakutan dari gadis di depannya saat ini.

"Kookie kamu kenapa?” Tanya Taehyung lagi.

"A-aku tidak apa-apa Tae", jawab Jungkook gugup.

“Kamu yakin?" Tanya Taehyung dan Jungkook pun mengangguk.

“Kamu pasti kecewa dengan sikap kurang ajarku tadi, maaf aku benar-benar menyesal Kookie", kata Taehyung.

Jungkook masih menunggu Taehyung mengatakan sesuatu.

“Maaf jika aku hampir memaksamu, entah kenapa aku bisa marah karena kamu bilang mencintai Jaehyun. Rasanya sungguh tidak terima mendengar dari mulutmu sendiri meski dia kekasihmu", jelas Taehyung sambil menundukkan wajahnya.

“Aku menghargai kejujuran dan keberanianmu dalam meminta maaf dan mengakui semuanya Taehyung, aku hanya berharap persahabatan kita tetap baik-baik saja”, kata Jungkook lirih.

Tak beberapa lama terdengar ponsel Jungkook berdering, gadis itu melihat siapa yang menghubunginya dan saat melihat layar sebuah senyuman pun terbit dari bibir mungilnya.

"Ya sayang”, sapa Jungkook begitu sambungan terhubung.

"Masih bersama Taehyung kah?”, tanya Jaehyun.

"Masih” kata Jungkook singkat sambil melirik Taehyung.

"Ada apa menghubungiku?” Tanya Jungkook.

"Aku jemput ya, aku kangen”, kata Jaehyun.

"Baiklah aku kirim alamatnya untukmu”, kata Jungkook lalu setelahnya menutup panggilan tersebut.

Jungkook mengetik sebuah pesan dan mengirimkannya kepada Jaehyun.

"Ada apa?” Tanya Taehyung penasaran.

"Tidak ada apa-apa, hanya Jaehyun ingin menjemputku sekarang”, kata Jungkook.

"Kookie” panggil Taehyung pelan dan Jungkook pun menoleh.

"Ya ada apa Tae?”, tanya Jungkook.

"Apakah kamu akan menceritakan kejadian tadi kepada Jaehyun?” Tanya Taehyung hati-hati.

Jungkook terdiam, dia juga tidak tahu akan cerita atau tidak kepada Jaehyun.

"Aku juga tidak tahu Tae”, kata Jungkook lirih sambil menundukkan kepalanya.

Taehyung menghampiri Jungkook dan mengangkat dagu gadis itu supaya menatap ke arahnya.

"Jika kamu ingin cerita ke Jaehyun kamu cerita saja, aku siap jika dia memukulku karena semua salahku”, kata Taehyung sambil menatap Jungkook.

"Tidak Tae, aku tidak akan mengatakan apapun pada Jaehyun karena aku tidak ingin anak kami kelak mempunyai daddy yang emosian dan suka memukul”, kata Jungkook lirih sambil memegang perut ratanya.

Deg.

Taehyung membulatkan matanya terkejut.

“Kookie jangan bilang kamu,..." Perkataan Taehyung terpotong.

“Sepertinya aku hamil Tae, meski aku kurang yakin tapi firasatku mengatakan jika sekarang aku hamil", kata Jungkook lirih.

Dunia Taehyung runtuh seketika saat mengetahui gadis yang dia cintai mengandung anak pria lain, tapi Taehyung mencoba tersenyum di depan Jungkook.

"Apakah Jaehyun sudah tahu hmm?” Tanya Taehyung pelan dengan suara yang bergetar.

"Belum, aku akan memberitahunya nanti”, kata Jungkook pelan.

"Selamat ya Kookie, mulai sekarang kamu harus bisa jaga diri karena ada nyawa lain dalam perutmu", pesan Taehyung dan Jungkook pun mengangguk.

Tak beberapa lama Jaehyun tiba dan setelahnya membawa Jungkook pergi dari sana.

Setelah kepergian Jaehyun dan Jungkook dari apartemen Taehyung segera menutup pintu dan menguncinya dari dalam

Tubuhnya merosot seketika di balik pintu dengan air mata yang mengalir deras.

Air mata yang Taehyung tahan sedari tadi akhirnya luruh juga, Taehyung menangis pilu menangisi cintanya yang tidak akan pernah di gapai karena kebodohannya sendiri.

Sementara itu di mobil.

“Aku tidak ingin pulang ke mansion sayang", kata Jungkook pelan.

Jaehyun melirik ke arah kekasihnya yang duduk disebelahnya.

“Lalu kamu ingin kemana sayang?" Tanya Jaehyun pelan.

“Apartemen, aku ingin tidur sana temani aku Jae", pinta Jungkook pelan.

“Baiklah kita ke apartemen", kata Jaehyun sambil tersenyum.

Setelah sampai di apartemen Jungkook langsung mengganti bajunya dan setelahnya dirinya menuju tempat tidur dimana Jaehyun sudah menunggunya.

“Kemarilah sayang", panggil Jaehyun sambil menepuk ruang kosong di sebelahnya.

Jungkook mendekat dan merebahkan diri di samping Jaehyun.

"Apakah ada sesuatu hmm?” Tanya Jaehyun lembut sambil memeluk Jungkook sayang, sedangkan gadis itu hanya menggelengkan kepalanya lalu membenamkan wajahnya ke dada bidang Jaehyun.

"Hanya ingin seperti ini, peluk aku sampai pagi Jae”, pinta Jungkook lirih dengan mata yang mulai memberat karena kantuk.

Sedangkan Jaehyun dengan setia mengelus punggung kekasihnya pelan hingga tak lama dirinya mendengar dengkuran halus dari bibir gadis itu.

Jaehyun mengambil ponselnya dan memfoto Jungkook dan diberikan kepada mama Jeon supaya sang mama tidak khawatir.

Setelah mengirim pesan Jaehyun ikut tidur dengan memeluk Jungkook hinggs pagi.

Sementara itu di lain tempat terlihat seorang pria yang terus menangis karena patah hati, Taehyung benar-benar tidak menyangka jika dirinya akan mencintai Jungkook sedalam ini.

Tapi cintanya harus kandas sebelum Jungkook membalas cintanya.

"Apakah ini yang kamu rasakan dulu Kookie”, monolog Taehyung sambil menatap langit malam.

"Ternyata aku tidak sekuat kamu untuk bisa berpura pura baik-baik saja disaat hati tidak baik-baik saja”, ucap Taehyung seorang diri.

Pagi hari sinar matahari menembus jendela dan melewati celah tirai menciptakan seberkas sinar yang menyilaukan mengusik tidur gadis cantik yang masih terlelap meski sekarang sudah pukul 8 pagi.

Hari ini hari sabtu dan sekolah libur jadi Jaehyun sengaja tidak membangunkan Jungkook pagi tadi dan memilih ke luar apartemen seorang diri untuk membeli sarapan untuk mereka berdua.

Jungkook terbangun karena sinar matahari menerpa wajah manisnya, perlahan dirinya membuka mata dan butuh konsentrasi sebentar untuk mengingat dimana dirinya sekarang berada.

Setelah kesadarannya pulih Jungkook beranjak bangun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Disaat Jungkook mandi Jaehyun juga baru tiba dari membeli sarapan, Jaehyun masuk ke kamar bermaksud mengajak kekasihnya untuk sarapan.

“Kookie kamu dimana?" Panggil Jaehyun tapi tak ada jawaban.

Disaat Jaehyun ingin keluar kamar tiba-tiba Jungkook keluar hanya dengan handuk menutupi dada hingga sebatas paha. Jungkook sedikit terkejut tentu saja apalagi dirinya malu hanya berbalut handuk yang menutupi tubuhnya.

"Eoh Jae, dari mana?” Tanya Jungkook gugup.

"Dari membeli sarapan, tapi sepertinya sekarang aku perlu sarapan yang lain", kata Jaehyun sambil berjalan mendekat sedangkan Jungkook langsung beringsut mundur.

“Mau ngapain kamu Jae?" Tanya Jungkook gugup.

Dengan sekali angkat Jaehyun menggendong Jungkook ke tempat tidur dan mengukungnya.

“Jae", panggil Jungkook lirih.

Jaehyun meletakkan telunjuknya di bibir Jungkook sambil berbisik.

"Nikmatilah sayang”, kata Jaehyun sambil menghisap leher jenjang Jungkook.

1
Nadia Apriyanti
kasain ama tae tpi lebih kasian kookie ..huuuhhhh jae kookie omg😍
Nadia Apriyanti
semoga tae nyesel se nyesel nyesel nya
Aisyah Nabila
keren
Nadia Apriyanti
semoga tidak ada badaiiiiiiii
Nadia Apriyanti
sakitin trus biar jk pergiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!