Kaniya, seorang wanita muda yang berani, menolak perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia kabur dari rumah dan mencari perlindungan di perusahaan tempatnya bekerja. Di sana, dia bertemu dengan atasannya, Agashtya, yang juga kabur dari perjodohan orang tua. Mereka berdua bekerjasama untuk menjaga rahasia masing-masing, tapi suatu malam, mereka tak sengaja tidur bersama.
Beberapa bulan kemudian, mereka berdua terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka tak lain adalah mereka sendiri. Kaniya dan Agashtya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah jatuh cinta, tapi adakah kesempatan bagi mereka untuk bersama? Dan apa yang terjadi ketika adik mereka, Bintang dan Shanaya, juga saling jatuh cinta satu sama lain?
Kaniya dan Agashtya duduk di ruang kantor, mencoba memahami situasi mereka.
"Apa bapak percaya ini?" tanya Kaniya, suaranya hampir tidak terdengar
Agashtya menggelakkan kepalanya. "Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Aku tidak pernah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pertunangan
Usai menghabiskan semua makanannya, Kaniya pun diberi vitamin dan anti mual oleh Bintang. Setelah itu, mereka pun keluar dari kamar Kaniya. Tinggallah Kaniya dengan Shanaya yang berada di kamar itu.
Saat mereka turun, semua tamu dan kerabat lainnya pun menampilkan ekspresi penuh tanda tanya, namun mereka semua bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bahkan Dadi Maa yang baru belajar bahasa Indonesia yang masih terbilang berantakan itu pun bertanya pada Bintang mengenai apa yang terjadi.
"Kya hua beta? Apa cucu menantuku baik-baik saja?" tanyanya sedikit cemas
"Haan, Dadi Maa, Kaniya baik-baik saja. Dia cuma kelelahan aja..." jawab Bintang lembut
"Oh...aca theek hai beta..." jawab Dadi Maa sembari menggelengkan kepalanya ala orang India
Sementara itu, bu Arunika pun bertanya pada bu Anindika mengenai Kaniya, "Apa yang terjadi jeng?" tanyanya setengah berbisik
Bu Anindika pun melerai calon besannya itu agar menjauh dari kerumunan, dia menggandeng tangan bu Arunika menuju dapur. Disaat di dapur tidak ada satu pun orang, barulah dia berbisik pada bu Arunika.
"Ada apa jeng?" tanya bu Arunika lagi dengan ekspresi penuh tanda tanya
"Kita akan segera jadi besan jeng dan ada bonusnya, kita bakal punya cucu sebentar lagi..." ucap bu Anindika setengah berbisik
"Apa? Cu?" ucapannya di potong oleh bu Anindika
"Ya, jangan keras-keras, nanti ada yang dengar..." Ucap bu Anindika yang tangannya membungkam bibir bu Arunika
"Tapi bagaimana bisa? Bukannya Agashtya dan Kaniya belum pernah bertemu satu sama lain?" tanya bu Arunika ragu jika itu adalah benih milik putranya
"Ceritanya panjang dan Agashtya sudah mengakuinya sendiri, ternyata selama ini mereka tak lain adalah atasan dan sekretaris dikantor Agashtya. Gitu, pake acara kabur-kaburan setiap kali dijodohin, eh...malah sekarang takdir yang menyatukan mereka..." ujar bu Anindika tertawa geli
"Apa? Jadi sekretaris yang sering diantar pulang setiap malam sampai makan malam bareng itu ternyata Kaniya? Tahu gitu Agashtya gak saya omelin kalau tahu dari awal..." ujar bu Arunika menimpali ucapan bu Anindika
Sementara itu, Shanaya dan MUA yang disewa oleh keluarga Prasetya pun kembali merias ulang Kaniya dengan lebih cantik daripada sebelumnya. Setelah semuanya selesai, Shanaya pun menggandeng Kaniya turun ke ruang tamu. Keduanya tersenyum bahagia di hadapan semua yang hadir.
Dadi Maa yang melihat aura kecantikan calon cucu menantunya pun segera mendekatinya dan memberinya berkat agar dijauhkan dari pandangan mata jahat.
"Agashtya...yeh ladki bahut kitni sundar hai, mujhe aap language Indonesian beta?" ucap Dadi Maa dengan bahasa Hindi
"Sundar aur khoobsurat itu dalam bahasa Indonesianya cantik, Dadi Maa..." jawab Agashtya
"Haan...ok, ok...challo...Agashtya, bantu Dadi Maa bicara dengannya..." ajak Dadi Maa tak sabar lagi
"Theek hai, Dadi Maa..." jawab Agashtya patuh dan berjalan berdampingan dengan Dadi Maa menuju Kaniya
"Hai...sayang...Dadi Maa ah...maksudku nenek dari ayahku ingin memberimu restu sebelum acara dimulai..." ucap Agashtya lembut
"Oh...ok...halo, Dadi Maa..." ucap Kaniya santun
"Ha...halo..." sahut Dadi Maa ragu-ragu untuk berbicara, sehingga dia pun menyikut perut Agashtya
"Oh...iya, Dadi Maa belum fasih berbicara bahasa Indonesia, jadi aku akan jadi penerjemah interaksi kalian berdua. Ok, Dadi Maa, mulai..." ucap Agashtya menjelaskan pada Kaniya
"Mera pyaari poti bahu, Ishwar tumhein sada aashirwad de aur buri nazar se bachaye..." ucap Dadi Maa yang membuat Kaniya dan Shanaya terbengong mendengarnya
"Hah?" gumam Shanaya
"Hush..." senggol Kaniya dengan lengannya
"Ok, Kaniya, jadi Dadi Maa bilang ke kamu, cucu menantuku sayang, semoga Tuhan selalu memberkatimu dan menjauhkanmu dari pandangan mata jahat..." ucap Agashtya bijak
"Oh...ok...thank you, Dadi Maa...I hope Dadi Maa is always in God's protection and always healthy..." jawab Kaniya dalam bahasa Inggris
Dadi Maa yang memahaminya pun menjawab dalam bahasa Inggris juga, "Yes, amen, may we all be protected by God and kept away from the evil eye. Please accept my blessing, may you be happy in tying your sacred vows..." Jawab Dadi Maa yang kemudian di peluk oleh Kaniya dengan hangat
Sementara Shanaya dan Agashtya pun hanya bisa tersenyum melihat interaksi keduanya
"Oh yeah...what is your name, beti?" tanya Dadi Maa
"Kaniya Ayu Dewi Prasetya, Dadi Maa..." jawab Kaniya santun
"Oh, Kaniya, ok...In Indian, your name will be changed if you marry Agashtya, but it all depends on whether you want to live in Indonesia or in Agra, if you live in Agra, your name will be Kanya Ayu Devi Vijaya..." ujar Dadi Maa menjelaskan
"Ok, Dadi Maa, I'm up to you, wherever, as long as you are always with Sir Agashtya..." jawab Kaniya bijak
"What? Sir?" tanya Dadi Maa terkejut
"Ups...sorry, Dadi Maa, I'm sorry and I mean sorry, Mas Agastya..." ujar Kaniya membenarkan
"Mas? let alone that?" tanya Dadi Maa semakin bingung
"Aah...pati ji, Dadi Maa..." ujar Agashtya menjelaskan pada Dadi Maa
"Oh...pati ji, ok, ok...ya...ya...ya..." ujar Dadi Maa sembari menggelengkan kepalanya pelan
Obrolan mereka pun akhirnya diakhiri, mereka berjalan bersama menuju ruang tamu untuk melakukan acara sakral, yaitu malam pertunangan. Semua orang tampak berbahagia menyaksikan duo sejoli yang tampak serasi sekali malam ini. Bahkan Bu Siti pun turut berbahagia melihat Kaniya dan Agashtya akhirnya bisa bersatu dalam ikatan pertunangan.
Agashtya dengan penuh perasaan menyematkan cincin pengikat hubungannya dengan Kaniya, dan berikutnya Kaniya yang di perintahkan untuk menyematkan cincin pada jari manis Agashtya. Acara sakral pertunangan mereka pun berakhir bahagia sesuai dengan harapan semua orang.
Bintang pun tersenyum menyaksikan acara sakral penyematan cincin pada jari manis sepasang kekasih yang romantis itu.
Shanaya berbisik padanya, "Mera pati ji...kita kapan nih..."
Bintang pun menahan tawa mendengar ucapan Shanaya, "Ihhh...malah ketawa..."
Gerutu Shanaya, "Iyalah aku ketawa soalnya pati ji itu ungkapan panggilan untuk mas suami, hahaha...Shan Shan, kamu ada-ada aja, nemu kata-kata dari mana coba?"Ujar Bintang tersenyum geli
"Tadi denger obrolan Dadi Maa sama kak Niya, gitu, giliran kak Niya bilang mas Agashtya, eh...Dadi Maa gak tahu apa itu mas, akhirnya kak Agashtya bilang deh pati ji...jadi aku kirain deh emang mas..."Jawab Shanaya jujur apa adanya
"Enggak sayang, pati ji itu buat yang sudah menikah, kalo belum nikah ya panggil aja bhai atau bhaiya, yang artinya kakak atau mas, ok...mere sweety..." Ujar Bintang sembari menyematkan rambut kecil Shanaya ke belakang telinganya
Sementara itu, di sisi lain, Kaniya dan Agashtya juga tengah berbisik-bisik manja di vendor engagement, sembari melihat semua tamu yang hadir.
"Gak nyangka ya, dunia ini serasa sempit banget, kita yang selalu kabur-kaburan dari perjodohan, eh...gak tahunya ternyata itu kamu, mas..." ucap Kaniya tanpa ragu lagi menyebut Agashtya mas
"Ya sayang, aku juga gak habis pikir. Tadinya aku kira gadis dari keluarga Prasetya itu jelek, gendut, dan judes kayak yang di dracin itu, hahaha...gak tahunya secantik bidadari yang berhasil mendobrak pintu hatiku..."Jawab Agashtya sok puitis
"Alah...alah...gombal kamu, mas...biasanya juga Kaniya tolong antar dokumen ke ruangan saya, ya, segera, Kaniya tolong buatkan proposal untuk meeting dengan klien nanti, ya, Kaniya tolong buatin skrip baru film kita, ya, dan ini itu..." Cicit Kaniya tak mau kalah
"Ya kan sekarang beda sayang, tapi sejak kita sama-sama kabur dari perjodohan itu aku udah ada rasa ke kamu, cuma aku takut buat ungkapinnya, hahaha..." Jawab Agashtya jujur adanya.
Keduanya pun tertawa bersama duduk di kursi vendor engagement
Di sisi lain, Alex yang seorang jomblo hanya duduk seorang diri di meja tamu yang disediakan. Dia hanya berdiam diri menscroll ponselnya dan mengaduk minumannya dengan sedotan. Tiba-tiba saja seorang gadis cantik dengan gaun saree khas India berwarna biru mendekatinya dan meminta izin untuk duduk di sampingnya.
"Excuse me, can I sit here? Because the other tables were full, so I was confused about where to sit..."
Fokus netra Alex pun beralih pada sumber suara, pandangannya menatap gadis itu dari atas sampai bawah, seolah tengah memandang seorang bidadari yang jatuh dari pesawat India 🤭.
Gadis itu pun menjentikkan jarinya dan berkata lagi, "Hello sir, may I sit here?" ulangnya, sehingga membuat lamunan Alex terbuyarkan
"Oh...Yes, keep one's seat..." jawab Alex ramah
Gadis itu pun tersenyum pada Alex dan menaruh piring berisi makanan yang diambil dan juga segelas wine.
"Oh yes, let me introduce myself, my name is Ruhi Ananya Sri Vijaya, what is your name, sir..." ucap Ruhi ramah sembari mengulurkan tangannya
"Oh yeah, Alex. Alexius Danandre Permana..." sahut Alex membalas jabatan tangan Ruhi
"Are you single, sir? I'm afraid that if I sit here, your lover will be angry with me..." ucap Ruhi yang merasa was-was jika ada wanita yang tiba-tiba datang lalu menjambaknya
"Yes, I'm single, don't worry, no one will come and slap you because I'm free. Even monkeys won't be interested in me..." jawab Alex dengan gaya tengilnya
"Hah? What? You're so funny, sir. Where would a monkey have a crush on someone as handsome as you?" jawab Ruhi tertawa kecil
"Hahaha...who knew there might be monkeys desperate to mate and chase-chase me..." jawab Alex tertawa
"Ok, ok, ok, serious mode, You are very funny, Mr. Alex..." jawab Ruhi ikut tertawa
Obrolan mereka pun menjadi sangat hidup, bahkan Alex baru pertama kalinya merasakan getaran-getaran dalam hatinya melihat seorang gadis yang tertawa dan berbicara dengan suara serak-serak basah khas suara wanita India yang kini dihadapannya.
Bersambooo dulu... 🤭🌷🌹
Nah...guys...mana nih yang ngefans sama babang Alex yang super kocak itu? Kali ini babang Alex ketemu calon pawangnya deh ya kayaknya eh...maksudnya bidadari jatuh dari langit India... 🤭
Visual Spesial Engangement Agashtya ❤ Kaniya...
Visual Agashtya dan Bintang.... 🌟
Visualnya Shanaya dan Kaniya... 🌹
Visualnya Kaniya ❤ Agashtya...
Visualnya Shanaya ❤ Bintang...
Visualnya Yang Lagi Kramasan Eh...Kasmaran Sama Bidadari Dari India... 🤭 (Alex ❤ Ruhi)
Visualnya Kaniya Ayu Dewi Prasetya... 🌹
Visualnya Sanchiwali... 🌹
btw thor belum mau tamat kan yh? kok kyk bau2 mau ending gituh?