Lin Wu Ji, Immortal Tertinggi yang tak terkalahkan, dihancurkan oleh pengkhianatan Gu Zhong, rekan terdekatnya. Jiwa Lin Wu Ji ini bereinkarnasi menjadi Lin Hao, anak fana lemah dari desa terpencil. Dengan sistem dewa yang tak tertandingi, Lin Hao memulai perjalanannya untuk membalas dendam dan mencapai puncak kekuasaan.
Update Setiap: Senin-Jumat
note: Cerita ini adalah karya original author bukan novel terjemahan!
Genre : Fantasi timur, Reincarnation, Balas Dendam, System, Xianxia, Xuanhuan, Adventure, Romansa Fantasi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zan Apexion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34: Kehancuran Sang Iblis
Masih di tempat yang sama, Lembah Petir Purba yang biasanya bergemuruh dengan suara petir, tiba-tiba suasananya jatuh ke dalam keheningan yang mencekam.
Asap udara yang tebal dan berbau logam panas menyelimuti tanah yang hangus, menciptakan kabut kelabu yang dibaliknya menyembunyikan sosok Lin Hao.
Namun, aura yang terpancar dari dalam kabut itu tidak bisa disembunyikan. Itu adalah tekanan spiritual yang berat, padat, dan mengandung otoritas yang seolah-olah berasal dari awal penciptaan dunia.
Zi Man, sang Tetua Iblis ranah Nascent Soul, kini berdiri mematung. Matanya yang berwarna ungu, berkilat dengan kombinasi antara rasa ketidakpercayaan dan kemarahan yang sedang meluap.
Di bahunya, Ular Tenglong: binatang kontrak yang biasanya haus darah, kini semakin meringkuk sekecil mungkin. Sisik transparannya bergetar hebat, dan makhluk itu mengeluarkan desisan pelan yang penuh ketakutan. Ia tidak berani menatap ke arah kabut.
"Dasar Binatang tidak berguna!" geram Zi Man, merasakan getaran ketakutan dari kontrak jiwanya. "Mengapa kau gemetar di hadapan semut ranah Core Formation ini?!"
Disisi lain, Terdengar Langkah kaki pelan, beradu dengan permukaan batu, Lin Hao muncul dari balik kabut.
Tubuhnya tidak lagi tampak rapuh; setiap serat ototnya kini tampak seperti pahatan marmer ilahi yang dialiri oleh cahaya perak redup.
Di matanya, terdapat pusaran warna abu-abu primordial yang seolah mampu menelan cahaya bintang dengan seketika.
"Kau menyebut ku semut, Zi Man?" Suara Lin Hao pecah di udara, rendah namun beresonansi dengan sisa-sisa petir di sekelilingnya.
"Bahkan di puncak kejayaan mu saat ini, kau hanyalah butiran debu di bawah kakiku. Hari ini, kau akan belajar bahwa ranah kultivasi hanyalah sebuah angka di hadapan esensi yang sesungguhnya."
"Lancang!" Zi Man meraung. Wajahnya yang keriput berubah menjadi sangat menyeramkan saat ia melepaskan seluruh tekanan ranah Nascent Soul-nya. "Aku telah membantai ribuan jenius sepertimu! Jangan pikir karena kau beruntung menembus ranah di tempat terkutuk ini, kau bisa menantang langit!"
Zi Man mengangkat tangan nya yang saat ini telah di kelilingi energi kabut ungu beracun. "Mati lah kau di tempat terkutuk ini!"
Clash of Essence: Chaos vs Corrupted Qi
Tanpa peringatan, Zi Man melesat maju. Gerakannya begitu cepat hingga menciptakan gelombang kejut yang meretakkan tanah. Ia menghantamkan telapak tangannya, menciptakan proyeksi tangan iblis raksasa berwarna ungu yang dipenuhi dengan duri-duri hukum corruption.
Serangan ini cukup mampu untuk meratakan sebuah gunung kecil dalam sekejap, Lin Hao merespon hal tersebut dengan tidak menghindar dan tidak bergerak satu inci pun.
Ketika tangan iblis itu tinggal beberapa sentimeter dari wajahnya, Lin Hao hanya mengangkat satu tangan nya saja, lalu Seberkas Qi berwarna abu-abu suram mengalir keluar dari telapak tangannya, membentuk perisai tipis yang tampak rapuh.
BOOOM!
Ledakan energi mengguncang seluruh lembah. Debu berterbangan, menutupi pandangan. Zi Man menyeringai kejam, yakin bahwa serangannya telah menghancurkan tulang-tulang Lin Hao.
Namun, seringai nya membeku ketika debu itu telah menyingkir, ternyata Lin Hao masih berdiri di tempat yang sama.
Perisai abu-abunya tidak hanya menahan serangan itu, tetapi mulai melahap energi Corruption.
Sementara itu, Cahaya ungu dari serangan Zi Man perlahan-lahan tersedot masuk ke dalam Qi abu-abu milik Lin Hao, terurai menjadi energi dasar, dan lenyap tanpa sisa.
"Apa?! Bagaimana mungkin Qi milik mu bisa menetralisir energi ku?!" teriak Zi Man histeris. Sebagai praktisi jalur iblis, dialah yang biasanya membusuk kan energi lawan, bukan sebaliknya.
"Ini bukan pembusukan, Zi Man. Ini adalah netralisir energi," ucap Lin Hao tenang.
"Segala sesuatu di alam semesta ini berasal dari Chaos, dan energi mu itu hanya kembali ke wujud asal nya yakni nertralisir oleh chaos itu sendiri, di tambah dengan fakta bahwa Energimu itu terlalu kotor untuk eksis di hadapan ku, jadi aku percepat saja netralisir nya," lanjut Lin Hao.
Intervensi Sistem: Misi Pembantaian
Di tengah konfrontasi tersebut, penglihatan Lin Hao tiba-tiba bergetar.
Terlihat Sebuah layar antarmuka berwarna emas menyala muncul, memberikan sensasi dingin yang menyegarkan di tengah panasnya pertempuran.
Ding!
[NOTIFIKASI SISTEM!]
[Misi Mendesak Telah Terdeteksi!]
[Penebusan Martabat Immortal Supreme]
[Tujuan: Kalahkan dan Hancurkan Fondasi Nascent Soul Zi Man dalam waktu kurang dari 60 menit!]
[Kondisi: Host tidak diperbolehkan menggunakan artefak tambahan, hanya murni menggunakan Chaos Core.]
[Hadiah Keberhasilan: 5.000 PS Point Sovereign & 1x Kit Fragmentasi Jiwa (Peringkat Divine).]
[Penalti Kegagalan: Penurunan Ranah secara permanen ke Foundation Establishment.]
**********************************************
Mata Lin Hao berkilat. Hadiah 5.000 PS (Point Sovereign) adalah jumlah yang sangat besar, cukup untuk memulihkan modal yang ia habiskan di bab sebelumnya, dan yang Lebih penting lagi, Hadiah Kit Fragmentasi Jiwa akan sangat membantu nya dalam mempercepat pemulihan memori dan kekuatan jiwa nya yang agung.
"Enam puluh menit? Terlalu lama. Aku akan menyelesaikannya dalam waktu Sepuluh menit," batin Lin Hao dingin.
Tarian Pedang Cahaya Petir Chaos
Lin Hao merentangkan tangannya ke samping, Seketika, petir-petir liar yang masih tersisa di langit Lembah Petir Purba seolah-olah ditarik oleh magnet raksasa.
Mereka berkumpul di telapak tangan Lin Hao, memadat, dan memanjang menjadi sebuah pedang cahaya yang tidak memiliki bentuk fisik tetap.
Pedang energi itu berdenyut dengan warna abu-abu dan kilatan ungu elektrik.
"Teknik Pedang Roh: Tebasan Primordial!"
Dalam sekejap Lin Hao menghilang, Zi Man yang melihat itu sedikit terkejut dan segera waspada dan mengaktifkan indra spiritualnya, namun ia mendapati bahwa ia tidak bisa melacak keberadaan Lin Hao.
Disisi lain, Ruang di sekeliling nya seolah-olah terdistorsi oleh keberadaan Lin Hao.
Sret!
Rasa sakit yang membakar tiba-tiba menyayat lengan kiri Zi Man, Darah hitam menyembur keluar, namun luka itu tidak mengeluarkan darah biasa.
Cahaya abu-abu mulai merambat dari luka tersebut, memakan daging dan energi kehidupan Zi Man secara aktif.
"AAAAAARGH!" Zi Man berteriak kesakitan. Ia mencoba memutus aliran energi itu dengan Qi Nascent Soul-nya, namun itu hanya lah hal sia-sia.
Setiap kali energinya menyentuh cahaya abu-abu itu, ia justru memperkuat proses pelahapan tersebut.
"Kau Pasti bukan manusia! Kau monster!", Zi Man meraung penuh ketakutan. Ia menyadari bahwa perbedaan ranah yang ia banggakan sama sekali tidak berguna.
Dia menyadari bahwa Lin Hao bukan hanya bertarung dengan kekuatan fisik, tetapi dengan Hukum Alam yang tingkatannya jauh di atas pemahamannya.
Dalam keputusasaan nya, Zi Man melakukan hal yang paling ekstrem. "Kau yang memaksa ku untuk melakukan ini!"
"Seni Iblis: Pengorbanan Esensi Darah!"
Tubuh Zi Man mulai membengkak, kulitnya pecah-pecah mengeluarkan darah yang sangat pekat dari semua lubang tubuhnya. Ia membakar ribuan tahun umur panjangnya untuk mendapatkan kekuatan sesaat.
Auranya kini meledak, menembus batas Nascent Soul tingkat menengah. Kali ini, Ia berniat melakukan serangan bunuh diri untuk membawa Lin Hao mati bersamanya ke neraka.
Titik Akhir: Dominasi Mutlak
Lin Hao menatap transformasi mengerikan Zi Man dengan pandangan yang datar. Baginya, perjuangan Zi Man hanyalah tarian serangga di ambang kematian.
"Membakar esensi darah hanya akan membuat kematian mu lebih menyakitkan," ujar Lin Hao.
Ia mengangkat pedang energi cahaya nya tinggi-tinggi. Langit di atas lembah seolah-olah terbelah, Awan hitam berputar membentuk pusaran raksasa, dan semua energi petir di seluruh Provinsi Yun seolah-olah dipanggil ke satu titik ini.
"Chaos Elemen: Teknik Pemusnah Bintang!"
Lin Hao mengayunkan pedangnya ke bawah. Bukan suara ledakan yang terdengar, melainkan suara dengung frekuensi rendah yang membuat telinga berdenging, Terlihat Sebuah garis cahaya abu-abu tipis terbentuk dan langsung melesat membelah udara.
Serangan itu melewati tubuh Zi Man begitu saja. Zi Man terdiam. Serangan darah terlarangnya yang baru saja akan dilepaskan tiba-tiba padam seperti api yang disiram air laut, Ia menatap dadanya, di mana sebuah garis vertikal bercahaya abu-abu tiba-tiba terbentuk dan tanpa sadar sudah membelah tubuhnya menjadi dua.
Bukan hanya tubuh fisiknya, tetapi Nascent Soul di dalam Dantian nya, core yang yang menjadi inti kekuatannya juga telah terbelah sempurna akibat dari tebasan tersebut.
"Bagaimana... mungkin... aku bagaikan... dewa di wilayah terpencil ini....mengapa?.... Tidak seharusnya aku kalah.... Ini....?" gumam Zi Man dengan suara yang hampir tak terdengar.
"Dewa?" Lin Hao berjalan mendekat, menatap sisa-sisa tubuh Zi Man yang mulai menguap menjadi debu. "Bahkan Dewa di Alam Atas pun harus berlutut saat aku lewat, Kau hanyalah serangga lemah dan noda di jalanku."
Seketika, tubuh Zi Man berserta jiwanya meledak menjadi partikel debu berwarna abu-abu. Ular Tenglong yang malang itu juga ikut musnah, jiwa nya hancur seketika saat kontrak nya terputus.
Kini Seluruh jejak keberadaan Zi Man di dunia ini telah dihapuskan secara permanen oleh Lin hao.
Hasil Pertempuran dan Batas Kekuatan
Seiring dengan musnahnya Zi Man, layar sistem kembali muncul dengan kembang api emas yang redup namun memuaskan.
Ding!
[Notifikasi Sistem]
[Selamat host anda telah Berhasil Menyelesaikan Misi!]
[Analisis: Target dihancurkan dalam waktu 8 menit 12 detik. Sungguh Prestasi yang Luar Biasa!]
[Hadiah Telah Dikirim: 5.000 SP & Kit Fragmentasi Jiwa telah masuk ke Inventaris.]
[Status Terkini: Host mengalami Kelelahan Spiritual Tingkat Menengah.]
Lin Hao berlutut, menumpu tubuh nya dengan pedang cahaya yang perlahan memudar,
Wajahnya kembali pucat, dan napas nya terasa panas.
Meskipun ia menang dengan dominasi mutlak, tubuh fana nya yang baru mencapai ranah Core Formation, dipaksa terlalu keras untuk menahan beban dari Chaos Qi yang masif, tentunya hal ini sangat lah membebani nya dan jika ada kesalahan sedikit saja maka akibatnya sangatlah berbahaya dan juga fatal.
"Uhuk!" Lin Hao memuntahkan sedikit darah merah pekat. "Tubuh ini... masih terlalu lemah untuk menopang teknik Pemusnah Bintang sepenuhnya, Aku butuh waktu untuk menstabilkan Chaos Core-ku."
Ia menatap ke arah utara, ke arah dimana ia menyuruh Master Luo pergi. Dengan Zi Man yang sudah tewas dan pelacak jiwa nya telah hancur, ia akhirnya memiliki waktu untuk bisa bernapas lega.
Namun, ia tahu bahwa kematian seorang Tetua Iblis ranah Nascent Soul akan menimbulkan gelombang besar di Provinsi Yun.
"Biarkan mereka datang," gumam Lin Hao sambil bangkit berdiri dengan sisa kekuatannya. "Masalah itu bisa dipikirkan nanti, dan juga siapa pun yang mencoba menghalangiku, akan berakhir menjadi debu di lembah ini."
Lin Hao mulai berjalan menjauh dari pusat lembah. Di belakangnya, Lembah Petir Purba kembali bergemuruh, seolah-olah sedang merayakan kemunculan sang penguasa baru yang akan mengubah tatanan dunia.
Bersambung....
**********************************************
Catatan Penulis:
Data Diri Lin Hao (Pasca Bab 34)
Nama: Lin Hao (Reinkarnasi Immortal Supreme Lin Wuji)
Ranah Kultivasi: Core Formation Tingkat 1 (Stabilisasi 85% - Pasca Pertempuran)
Akar Spiritual: Akar Spiritual Chaos-Elemen Sejati (Peringkat Divine)
Fisik: Fisik Roh Petir (Aktif - Tahap Penempaan Purba)
Status Jiwa: Jiwa Fragmentasi Immortal Supreme (Stabil - Terproteksi Pil Penstabil Jiwa)
Kondisi: Terluka Dalam (Trauma meridian akibat beban teknik Chaos tingkat tinggi)
Keberuntungan: Keberuntungan Biasa (0) (Karma Buruk Dinonaktifkan)
Sovereign Points (SP): 5.000 SP (Hadiah Misi Pembantaian Zi Man)
Batu Spiritual (BS): 2.500 BS (Tingkat Rendah), 5 BS Tingkat Menengah
Koin Fana (KF): 50.000 KF
Keahlian Alkemis: Alkemis Abadi Tingkat 9 (Tersembunyi)
Keahlian Formasi: Master Formasi Ilahi Tingkat 9 (Tersembunyi)
Item Penting Lin Hao (Hingga Bab 34)
Kit Fragmentasi Jiwa (New): Artefak jiwa tingkat tinggi untuk pemulihan memori/kekuatan jiwa (Siap digunakan).
Pedang Cahaya Petir Chaos: Manifestasi energi murni dari Chaos Core (Senjata Qi).
Cincin Penyimpanan: Artefak Spiritual berisi material ramuan, bijih, dan jubah hitam.
Artefak Transmisi Suara: Digunakan untuk menghubungi Master Luo.
Piring Giok Kilat: Artefak gerak cepat (Masih digunakan untuk mobilitas tinggi).
Cincin Bayangan: Artefak Spiritual Tingkat 2 (Efektivitas menurun drastis di ranah Core Formation).
Cakram Giok Formasi Kuno (Rusak): Untuk mengendalikan/mengacaukan formasi tingkat 6.
Gelang Penguat Vitalitas: Artefak Harta Karun kelas 3 (Telah berasimilasi dengan Fisik Roh Petir).
Belati Fana: Senjata fana buatan manusia.
Kantung Penyimpanan: Kelas Fana.
Bahan Mentah Lin Hao (Hingga Bab 34)
Pil Kemurnian 100%: 0 (Semua dibawa Master Luo).
Bunga Giok Tujuh Hati: 0
Akar Angin (Kelas Spiritual): Beberapa tangkai.
Herbal/Pil Pengumpul Qi Murni: 45 pil (Tersisa sedikit).
Herbal Spiritual Fana: Berbagai jenis untuk keperluan alkimia/penempaan mendadak.
Daftar Skill Lin Hao (Hingga Bab 34)
Chaos Elemen: Pemusnah Bintang (New): Teknik serangan penghancur berbasis Chaos (Beban tinggi pada tubuh).
Aura Penekan Chaos: Kemampuan pasif mengintimidasi lawan/binatang dengan ranah lebih rendah.
Langkah Harimau Bayangan & Langkah Roh Angin: Teknik pergerakan dasar.
Skill Pedang Roh (Spiritual Sword): Diperkuat elemen petir murni.
Teknik Pergerakan Bintang: Teknik gerak tingkat tinggi untuk menghindari pelacakan.
Pemisah Tiga Fase (Api): Teknik manipulasi api alkimia.
Konsep Alkimia Purba: Pengetahuan pembuatan pil tingkat tinggi.
Teknik Kultivasi Primordial (Kuno): Versi penyempurnaan untuk menopang Chaos Core.
Status Aliansi & Ancaman (Hingga Bab 34)
Master Luo: Menuju Pelabuhan Dagang Wilayah Utara (Identitas Samaran).
Tugas: Mengumpulkan ribuan Batu Spiritual Menengah dan info Batu Giok Immortal.
Ancaman Utama: Zi Man (Tewas).
Status: Ancaman langsung di Provinsi Yun mereda, namun kematian seorang Tetua Iblis ranah Nascent Soul berpotensi memancing kemarahan faksi besar di belakangnya.
Target Operasi: Meditasi pemulihan luka dalam dan penggunaan Kit Fragmentasi Jiwa untuk memperkuat status jiwa.
kedepannya klau bisa terus ada ya min untuk menambah minat pembaca.
saya pembaca setia menunggu selalu kelanjutan ceritanya 👍