Menceritakan tentang kisah cinta Radit dan Dera yang diwarnai dengan berbagai ujian.. Dari perpisahan hingga mereka bisa bersatu kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Dimana
Dera POV
Dera yang masih saja menangis mengingat kepergian Adit, dia merasa bahwa dia bersalah, dia yang telah melukai hati Adit.
"Mas Adit kenapa kamu pergi ninggalin aku dan Qila? maafin aku Mas jika aku masih saja mencintaimu aku tak sanggup membohongi diriku sendiri, kembali Mas kamu dimana". Isak tangis Dera kian pecah takkala melihat Qila, buah cintanya dengan Adit.
Maafin Mama ya Qila karena Mama kamu harus jauh dari Papa kamu. Dera masih saja sedih dengan kepergian Adit.
Adit POV
Setelah Adit membersihkan kontakannya Adit keluar untuk mencari makan karena Adit belum terbiasa memasak sendiri. Adit menelusuri jalan di gang kecil tempatnya tinggal, hingga dia menemukan sebuah warung makan yang lumayan ramai..
"Bu pesan nasi dibungkus ya satu" ucap Adit dengan sangat ramah.
"Mau pake lauk apa de" si penjual warung menawarkan..
"Ayam sama sayur saja pak",ucap Adit sambil menunjuk ayam yang ada di depannya..
"Ini mas" ucap penjualnya.
"Berapa Pak semua? tanya Adit..
"15 ribu nak, ucap penjualnya..
"Terima kasih pak..
Setelah selesai membeli makanan Adit kembali ke kontrakan dan mulai menikmati makanan yang baru dia beli.
"Ma, lihat sekarang Adit makan makanan warung" ucap Adit sambil tersenyum sendiri..
Setelah selesai makan Aditpun mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur yang cukup kecil untuk ukuran tubuhnya..
Bisa dibayangkan untuk seorang Raditia Putra yang dulunya tajir melintir sekarang harus mengalami yang namanya fase mandiri tahab bawah..
Tapi itulah pilihan Adit.
Adit bangun pagi pagi sekali, karena semalaman dia gak bisa tidur karena gak nyaman, Adit pun mengambil uang di Atm untuk kebutuhan hidupnya.. Adit menggunakan atm pribadi yang orng tuanya tidak tahu, uangnya gak terlalu banyak tapi cukup untuk bertahan hidup.
Celvin POV
Celvin dan mamanya sedang bersantai diruang tamu,dia membicakan tentang rencana mereka untuk kembali melamar Dera..
"Ma, besok malam saja kita datang kembali kerumah Bapak Aryo" ucap Celvin membuka pembicaraa.
"Kamu atur aja sayang" ucap Mama Irene sambil membolak balikan majalah yang sedang dia baca..
"Ok deh Ma," ucap Celvin sembari memeluk Irene Mamanya.
Makasih ya Ma, Mama tahu enggak aku bahagia banget ka bisa menikahi Dera wanita yang teramat Celvin sayangi..
"Iya sayang Mama tahu" ucap Irene sambil melepaskan pelukan putra kesayangannya.
Kalau kamu peluk Mama ya jangan kencang kencang, Mama gak bisa nafas. Omel Irene Mamanya.
"Maaf Ma, habis Celvin senang si" ucapnya sembari senyum senyum tebar pesona.
"Kamu ini Vin, gak usah cengar cengir gitu Mama risi melihatnya.. celetuk Irene Mamanya yang membuat Celvin manyun.
Sama anak sendiri aja ngomongnya gitu, apa lagi nanti sam menantu mama, "guman Celvin dengan suara pelan".
"Beda dong sayang" ucap mamanya sembari tersenyum manis, iya deh sayang Mama minta maaf ya..
"jangan gitu lagi loh" ucap Celvin datar..
Tiba tiba di sebuah Rumah Sakit tempat Dera dan Celvin bekerja mendapatkan pasien gawat darurat yang harus segera mereka tangani.
"Santi cepat tolong telfon Dokter Celvin sekarang.. "ucap suster Eni kepada suster Santi.
"Baiklah Sus tunggu sebentar" ucap santi lalu pergi untuk menelfon dokter Celvin.
Telfon sudah tersambung kata seseorang di ujung sana.
"Hallo asaalamualaikum ini siapa ya" ucap Celvin dengan sangat lembut.
"Waalaikum salam dokter ini santi," ucap santi bisakah dokter ke rumah sakit sekarang, ada pasien yang harus segera di tangani dok.
"Baiklah setengah jam lagi saya sampai, tolong lihat dulu kondisi pasien dan kontrol terus detak jantungnya.
"Baiklah dokter terima kasih," ucap Santi.
Ma Celvin berangkat dulu ya ada pasien Ugd yang harus di tangani..
"baiklah sayang kamu hati hati ya" ucap Mama dengan sangat lembut.
Next...