Aku bisa menghalau semua rintangan dan menebas semua rumput liar yang akan merusak tamanku.
Aku juga sanggup untuk menunggumu kembali.
Namun, apakah akan ada jaminan untukku jika aku memutuskan untuk menunggumu di sisa umurku
Dapatkah engkau memastikan penantianku tidak akan sia-sia?
Aku menunggumu di Festival Bunga Cherry di Jinhae.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Normalitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jakarta
Jakarta, 05 April 2020 pukul 07:00 WIB
Surya tidak bisa langsung terbang ke Surabaya. Karena situasi sedang lockdown.
Ia menjalani masa karantinanya selama 15 hari.
Secara resmi melalui virtual, manajemen menyambut kedatangan Surya.
Suasananya begitu mengharukan.
Semua orang manajemen memberikannya ucapan selamat.
Zoom meeting tersebut disiarkan langsung di setiap sudut maupun line, dimana terdapat layar datar. Semua orang dapat menyaksikannya.
"Surya! Masya Allah.. Alhamdulillah," Robin mengucap syukur begitu juga dengan yang lainnya.
"Mengapa pihak perusahaan menutupinya?" kata Nila.
"Mereka tidak ingin membuat pernyataan apapun agar tidak membuat kekhawatiran untuk keluarga Surya. Tim manajemen telah membuat keputusan dengan tepat," sahut Robin.
"Mirna? Me-me-mereka sama-sama di Korea Selatan?" ucap Nila penuh tanda tanya.
Robin mengangguk.
"Beruntung sekali ya mereka bisa ke Korea Selatan," ucap Robin.
"Kita juga bisa.." sahut Brilla.
"Eheee..," Robin menyeringai
*
Jember, 05 April 2020 pukul 18:30 WIB.
Ibu Surya masuk ke ruangan putranya. Tidak ada yang diubah dari ruangan tersebut.
Setiap sudut masih sama.
Rak buku semasa Surya kuliah.
"Bu! Bu! Pak!" teriak Surya kala itu mengiang di kepala ibunya.
"Apa to le bengak-bengok?! (Kenapa sih nak teriak-teriak?)" kata Bapaknya menyahut.
"Aku ketrima di perusahaan yang ada di Jakarta. Alhamdulillah tadi interview user di kampus," jawab Surya memberi tahu.
"Alhamdulillah," jawab kedua orang tuanya.
"Yayyyy!! traktir mie ayam mas!" sahut Laras.
"Beres...!" jawab Surya.
"Ketrima di bagian apa le?" tanya bapaknya kala itu.
"Engineer, Pak. Alhamdulillah!" jawab Surya.
"Anak bapak dadi wong kantoran saiki. Alhamdulilah duh Gusti!" Pak Amin bersyukur sekali begitu anaknya lulus langsung ada perusahaan yang menerimanya untuk bekerja.
"Bu..." Laras memanggil ibunya.
"Bu..."panggilnya untuk yang kedua kali.
"Eh, nduk.. menapa to nduk?" sahut ibunya.
"Ibu pasti ngelamun lagi. Hmmmm," sahut Laras.
Bu Rosi hanya tersenyum memperhatikan anaknya yang mau berangkat shift di RS.
"Pamit dulu, bu.." kata Laras.
"Hati-hati nduk, jangan ngebut." kata Bu Rosi mengingatkan.
Tiba-tiba ponsel Laras bergetar. Ada panggilan masuk dari nomor tak dikenal.
Kemudian diangkatnya.
"Wa'alaikumussalam wr.wb.." jawabnya.
"Iya, benar.. ya... yak! Apa? Serius? Alhamdulillah...." Laras menyenderkan badannya di tembok. Air matanya tumpah.
"Ada apa nduk?" tanya Ibunya yang khawatir melihat Laras tiba-tiba lemas dan menangis.
"Mas Surya masih hidup ,Buk!" kata Laras tak kuasa menahan tangis bahagia.
Begitu juga dengan ibunya.
"Duh, Gusti.. matursuwun!" ucap ibunya terduduk di lantai.
"Ada apa to kok heboh banget?" pak Amin keheranan melihat anak dan istrinya menangis.
"Surya pak! Surya masih hidup!" kata Bu Rosidah.
"Yang bener toh?" Pak Amin kaget seolah tak percaya.
"Bener pak!" sahut Laras.
Kemudian uni mengganti panggilannya menjadi video call.
"Dek, VC dulu sama mereka," ucap uni dan Surya yang masih di caffe dekat kosan Surya yang baru.
"Assalamu'alaikum, Pak, Buk, Laras..?" ucap Surya kemudian tak kuasa melihat ekspresi keluarganya.
"Alhamdulillah ya Allah. Anakku masih hidup!" teriak pak Amin histeris campur bahagia. Semua menangis saling merindukan.
Haru, bahagia, dan campur aduk tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Surya mengatakan bahwa ia belum bisa pulang ke Surabaya sampai dengan waktu yang tak ditentukan, karena masih menunggu situasi pandemi menjadi kondusif dulu.
Keluarganya memaklumi hal tersebut.
Rasa syukur menyelimuti keluarga kecil pak Amin malam itu.
Lalu kabar tersebut menyebar ke keluarga besar.
Pakdhe dan budhe menangis terharu kala Pak Amin datang menyampaikan kabar bahagianya.
Dulu Surya sering main di rumah Pakdhe dan budhenya. Dari kecil Surya bermain dengan anak-anaknya sampai seangkatan dengan Rakhmat yang sekarang jadi dosen di Surabaya.
"Uni masih ada satu hape kalau Surya mau pakai?" kata Uni.
"Makasih , Un.. Saya sudah pesen online. Kebetulan saya kenal penjualnya," jawab Surya menolak dengan halus.
"Okay, baiklah. Kalau begitu, uni pulang dulu ya," Uni langsung pamit..
"Oke, siap! Hati-hati ,Un. Makasih banyak Uni Nindya dan manajemen sudah menyelamatkan saya," ucap Surya.
"Sama-sama," jawab Uni tersenyum.
Surya memperhatikan mobil uni yang semakin menjauh dan tak terlihat lagi.
"Alhamdulillah, Ya Allah..!" Surya menengadahkan tangannya ke atas lalu mengusapkan kedua tangan ke mukanya.
"Aamiin.. serius sekali Mas berdoanya," sela seorang waitress.
"Iya mas. Lagi seneng," ucapnya.
"Masya Allah," sahut waitress tersebut.
*
Sampai di rumah ia berbaring di sofa.
"Paket!!!" teriak seorang kurir.
Kurir tersebut mengantarkan orderan hapenya.
Malam itu Surya VC lagi sama bapak dan ibu. Ternyata hape Surya yang lama masih bisa dipakai. Pas kecelakaan sempat mati, akan tetapi dalamnya tidak basah karena tas Surya terbuat dari lapisan yang tahan air.
"Apa nanti perlu ibu paketkan ke Jakarta le?" tanya ibunya.
"Boleh bu, sekalian sama tas Surya yang ada dompetnya ya?!" kata Surya.
"Iya, le!" jawab Ibu.
Surya meminta nomor Robin kepada uni.
"Assalamu'alaikum.. Rob?!" kata Surya.
"Wa'alaikumussalam.. Surya!!! Bro! Alhamdulillah gue seneng banget elu masih hidup ya Allah..." Robin mulai heboh.
Kemudian mereka bertukar cerita.
Mereka juga membahas rekan-rekan engineer dan beberapa orang manajemen yang juga kehilangan nyawanya.
Surya menangis ketika mengenang Rifat dan Pak Barata.
Dan begitulah kedua sahabat tersebut saling berkomunikasi melalui jarak jauh karena Surya masih harus nenjalani masa karantina.
Begitu juga dengan Pak Tanoto dan uni Nindya.
Badai telah berlalu. Namun takkan pernah memberi jaminan bahwa badai tidak akan datang kembali.
Begitulah kehidupan. Ada kalanya seseorang dalam kesedihan, kesulitan, dan kesendirian.
Tetapi percayalah, bahwa semua itu pasti akan berlalu. Dimana kebahagiaan akan hadir dalam kehidupan manusia setelah mereka melewati hari-hari yang sangat berat.
Al Qur'an Surat Al-Insyirah Ayat 5-6 :
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."
Milyaran manusia telah mengalami fase ini dan berhasil keluar dari fase tersebut dengan kebahagiaan. Buah dari kesabarannya meniti berbagai macam kesulitan yang melelahkan.
Banyak yang memilih menyerah dan mengutuki setiap musibah.
Banyak yang tabah dan menjadi manusia yang bijaksana dan lebih dinamis setelah melewati berbagai musibah.
Karena ada hikmah di balik setiap musibah.
Percayakah kalian?
Jika kita adalah orang yang beriman. Tentu kita dapat memaknai suatu musibah bagaikan pijakan dan media belajar.
So, jangan pernah putus asa terhadap musibah yang terus datang bertubi-tubi.
Jangan pernah menganggap sial terhadap kesulitan yang Allah berikan.
Banyak orang beriman Allah angkat derajatnya melalui musibah, kesulitan, dan dari kehinaan yang orang lain berikan.
Semakin banyak Allah menguji, itu artinya Allah semakin sayang kepada hamba-hambanya.
Allah hanya rindu kita merengek, merintih, dan menangis menyebut nama-Nya di dalam doa-doa kita.
Akhir yang bahagia buat semua nya😊😊😊
Sukses untuj karya selanjutnya ya thor dan tetap semangat 🥰🥰🥰
Dari awal kurang tegas soalnya, klo emang ga serius sama Mirna lepasin aja.
Karena Mirna orang nya tulus dan baik dan banyak yang suka sama Mirna.
Semoga Mirna bahagia ya thor....
Semangat ya thor 😊😊😊😊
Akhirnya semuanya aman 😊😊
Semangat ya thor 🥰🥰🥰
Semakin dewasa Mirna tapi masih berharap dengan Surya.
Dan semoga Hyeo Ri mendapatkan pasangan yang baik 😍
Semangat ya thor dan lanjutkan ceritanya 😘😘😘
Semakin seru kisah Mirna, Hyeo Ri dan Ruumi....
Semangat ya thor, sehat selalu agar bisa up terussss 😍😍😍😍
Semangat ya thor....
5 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
10 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
Belum bisa wujudin apa harapan ibu nya, semoga jodoh Mirna yg baik n tegas n sayang ya thor....
Ditunggu crazy up nya thor hehehehe
Semangat ya 😍😍😍