NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Dewi Ular

Jerat Cinta Dewi Ular

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Romansa Fantasi / Mata Batin / Kutukan / Cinta Beda Dunia / Tamat
Popularitas:344.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Siti H

Seorang pria yang terdampar ditengah hutan dan mengalami luka parah akibat mobilnya masuk ke dalam jurang.

Saat ia tersadar, ia sudah berada didalam sebuah bilik yang ditemani oleh wanita cantik.

Siapakah Wanita itu? dan apakah ia akan selamat, serta dapat kembali ke rumahnya dan mengungkap siapa yang telah membuatnya berada didalam jurang?

Dan apakah sang pemuda juga dapat mengungkap siapa gadis misterius tersebut?

Ikuti kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Lima

Endah Yulia terlihat sudah membaik. Ia akan pulang hari ini sebab tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Akan tetapi, ia masih terus saja mengingat peristiwa itu dengan jelas bagaimana sang penjambret melukai Adhisti dengan sebilah pisau yang menancap dipunggung sang gadis. Tetapi mengapa bisa ia tidak terluka sama sekali?

Ada berbagai pertanyaan yang mengganjal dihatinya, dan ia sangat penasaran untuk hal ini.

Wanita paruh baya dengan kecantikan yang masih melekat diwajahnya itu dibawa kembali pulang. "Ayo, Ma. Kita beritirahat dirumah." Kenzo mengamit pergelangan tangan mamanya, lalu menuntunnya ke dalam mobil.

Saat ia memasuki mobil, terlihat Adhisti yang sudah terlebih dahulu duduk disisi kanannya.

Jantung Endah Yulia berdetak lebih kencang, dan terdengar gemuruh didadanya yang begitu memburu.

Adhisti mengulas senyum yang terlihat begitu manis, dan menambah kecantikannya.

Dengan gugup Endah Yulia membalas senyuman sang calon menantu, karena bagaimanapun, setidakanya gadis itu sudah menyelematkannya dari pria jambret tersebut, jika tidak ia dipastikan sudah pindah alam saat itu juga. Sebab bisa saja kemungkinan ia yang akan dilukai.

Sesampainya dirumah, Endah Yulia bergegas masuk ke dalam kamar dan Jhonatan mengikutinya. "Ada apa, Sayang? Kamu masih lelah, ya?" Sapa pria paruh baya itu dengan sangat lembut. Ia masih terlihat tampan, meski garis kerutan sudah terlihat.

"Aku masih merasa bingung, bagaimana Adhisti masih tetap tampak sehat dan santai seperti itu, meskipun ia sudah jelas terluka parah, ini sangat aneh sekali, Mas" Endah Yulia meyakini apa yang dilihatnya siang tadi bukanlah sebuah khayalan belaka.

Jhonatan menghela nafas beratnya. "Nanti kita cari kebenarannya, ya," ucap sang suami, berusaha membuat tenang sang istri.

Endah Yulia menuju ranjang dan duduk ditepiannya. Ia seperti merasakan getaran dihatinya begitu merasuk kalbu. Entah mengapa ia tiba-tiba saja menyukai gadis itu.

"Telponkan hotel yang akan mempersiapkan pernikahan Kenzo," titah Endah Yulia kepada sang istri.

"Baiklah, Ratuku, semua perkataanmu adalah perintah untukku," sahut Jhonatan dengan gaya yang sengaja dibuat bak seorang bawahan terhadap sang ratu. Hal ini membuat Endah Yulia semakin gemas melihat suaminya.

Lalu pria itu menghubungi pihak hotel yang telah bekerjasama dengan mereka dan mengkonfirmasi untuk menetapkan tanggal pernikahan yang mana akan diselenggarakan dua minggu lagi.

Sementara itu, Kenzo menghampiri Adhisti didalam kamar. Namun ia tak menemukan gadis disana.

"Kemana dia? Tadi aku melihatnya masuk ke dalam kamar," gumannya lirih. Lalu ia mencoba memeriksa kamar mandi. Meskipun ia tahu itu tak sopan, karena mereka belum menikah, tetapi ia sangat penasaran, sebab tadi melihat jelas gadis itu masuk kamar setelah pulang dari rumah sakit.

Kreeeeekkk...

Pintu kamar mandi dibuka, tetapi tak ada sesiapapun disana. Lalu kembali menutupnya.

"Mengapa tidak ada? Aku jelas melihatnya," gumam pria itu, lalu beranjak pergi dan ingin segera keluar dari kamar.

Saat bersamaan, sesosok ular berwarna hitam sedang berdiri tegak menatapnya.

Pemuda itu tersentak kaget hingga melompat mundur lima langkah dengan raut wajah bingung dan juga takut. Bagaimana mungkin ada ular sebesar paha orang dewasa dengan sisik yang berkilauan dan kini sedang menatapnya penuh amarah.

Ular itu mendesis dan bergerak maju untuk bersiap mematuknya. "Sialan! Bukankah kau yang ada dihutan larangan waktu itu?" guman Kenzo dengan kesal.

"Kau masih mengingatnya. Ku akui kau orang yang cerdas. Sudah ku katakan, jangan pernah mendekati gadis itu. Dia milikku, jika kau bersikeras, maka aku akan menghabisimu," ucapnya dengan nada ancaman.

"Siapa Kau sebenarnya? Mengapa Kau dapat berbicara?" tanya Kenzo dengan suara bergetar. Jujur saja ia merasa takut menghadapi Siluman Ular tersebut.

"Aku Umbra, aku ditakdirkan untuk menjadi pendamping Adhisti dan akan menguasai kegelapan! Maka takdir yang tertulis untukku jangan pernah kau mengusiknya!" sosok itu merayap menghampiri sang pemuda yang saat ini keringat dingin.

"Aku akan menghapus takdirmu, karena ia hanya akan menikah denganku. Maka kau tak akan pernah mendapatkannya," Kenzo mencoba menantang makhluk mengerikan itu, meskipun keberaniannya hanya tersisa seujung kuku.

Sosok ular berwarna hitam itu tersenyum menyeringai. Ia merayap dilantai dan saat ini berada tepat dihadapan sang pemuda. "Kau terlalu banyak mulut." Sosok itu memperlihatkan tarinya dan menggerakkan kepalanya, dan bersiap mematuk.

Wuuuusssh...,

Sebuah kilatan cahaya keemasan yang menyilaukan mata dan membuat Kenzo harus menyilangkan lengannya untuk melindungi matanya yang silau.

Satu tangkapan cepat berasal dari tangan ramping seorang gadis yang mencengkram ular tersebut dengan sangat tepat dan tatapan tajam tanpa belas kasih.

Wuuuuuusssh

Keduanya melesat menembus dinding hingga tiba disebuah tempat yang jauh didalam hutan.

Ssssshhhhhsssst..

Sebuah desisan keluar dari mulut ular tersebut dan tubuhnya menggelin-jang tak beraturan untuk melepaskan diri.

Sebuah tombak yang sangat runcing keluar dari pinggang sang gadis, lalu ia tancapkan pada ular tersebut.

"Aaaaarrrgh...," Siluman Ular itu terpekik menahan sakit. Lalu Adhisti mencabutnya. "Sudah ku katakan, jangan mencampuri urusanku," ucapnya dengan penuh amarah.

Tiba-tiba saja, sesuatu melesat menendang Adhisti dan membuat gadis itu terpental dengan tombaknya yang terlepas dari genggamannya.

Buuuugh

Ia mendarat diatas tanah dengan luka goresan dibagian lengannya.

Ia melihat satu sosok ular berwana hitam legam dengan sorot mata berwarna merah menatapnya dengan seringai taring yang mencuat.

"Ayah," panggil Umbra saat melihat sosok yang menolongnya.

"Kau tidak dapat dibiarkan lepas. Pernikahanmu dengan pemuda itu adalah bencana bagi kami, dan aku sudah sangat lama menunggu hari itu, namun kau datang menghancurkannya!" ucap sosok itu yang tak lain adalah Ares.

Adhisti bergegas bangkit dan memungut tombaknya. "Kalaian taunya main keroyokan," cibir sang gadis. "Kematian kedua orangtuaku akan ku balaskan, dan waktunya semakin dekat, maka bersiaplah untuk menuju neraka!" gadis itu memutar tombaknya, lalu menghunuskan kedepan.

Sosok Ares merubah wujudnya menjadi pria dengan rambut yang dipenuhi ular-ular kecil berwana hitam dengan kepalanya yang bergerak-gerak.

Ssssssttts

Ares menjulurkan lidahnya yang sangat panjang dan hampir menyentuh Adhisti. Gadis itu menghujamkan tombaknya untuk melukai lidah Ares yang bercabang.

Namun sosok itu secepat kilat menariknya kembali, dan ia berputar lalu merubah wujud menjadi sosok ular dan melibaskan ujung ekornya.

Wuuuuus

Buuuuugh

lengan hingga punggung Adhisti terluka sabetan ekor Ares. Terlihat cairan pekat berbau amis merembes dari tubuhnya.

Sedangkan Umbra terlihat bersiap untuk menyerang sang gadis. Ia berharap dapat menangkap Adhisti dan menikahinya paksa.

Tubuh gadis itu sudah terluka, pasti akan mudah menangkapnya, itu yang ada dibenaknya.

Adhisti tersenyum sinis. Ia melihat kedua ular itu menyerangnya bersamaan, dan ia merapalkan sebuah mantra, lalu melesat menyerang keduanya meski ia terluka.

Umbra menggunakan tombak dwi sulanya untuk melukai Adhisti.

Craaas

Kali ini ujung tombak milik Umbra mengenai perut sang gadis dan ia meringis kesakitan. Luka itu cukup dalam dan Adhisti berusaha untuk menahannya.

Ia kembali menyerang dan ujung tombaknya berhasil tertancap didada Umbra.

Craaas

"Aaaargh," pekik ular itu kesakitan saat Adhisti mencabut tombaknya.

Adhisti yang melihat Ares melayangkan ekor beracunnya, bergegas menghilang dengan menebarkan kilauan cahaya keemasan yang membuat kedua musuhnya merasakan sakit pada indera penglihatannya, dan hal ini memberi kesempatan padanya untuk menyelamatkan diri dan memilih untuk pergi, sebab ia sudah terluka parah dan tidak mungkin meneruskan pertempuran tersebut.

1
Himura Henshin
lumayan bagus
Himura Henshin
sejak dahulu bgtu lah cinta derita'a tiada akhir
Himura Henshin
oh kk kandung toh
al thania
medusa versi cowok
Himura Henshin
kocak
😃😃
Himura Henshin
😂😂😂
Himura Henshin
mamah endah kk dewi asri y thor?
Himura Henshin
nah ini baru bikin ngakak thor/Facepalm/
Himura Henshin
klo ares bgni mah trlihat gagah mski jahat tpi klo ares alias ki sobo kan cm menang ggh di perkutut doang kata mayang /Grin//Grin/
Himura Henshin
naga mski tak punya bisa tpi dlm mitologi mereka kasta tertinggi di dunia perularan thor paling kuat jg
Himura Henshin
lbh lengkap thor bkn cobra tpi king kobra yg mkn sesama ular dari yg non bisa smp yg berbisa tinggi semua disikat
Himura Henshin
ihh jdi jablay siluman ular jgnkan kenzo sy pun ogah di bagi mayang/Silent/
Himura Henshin
bukankah wktu itu di tusuk bagian perut thor?
Himura Henshin
sang suami thor/Joyful/
Himura Henshin
/Grin/
Himura Henshin
ngaceng dy/Grin//Grin/
Himura Henshin
bisa nyetir jg trnyta siluman ular/Facepalm/
Himura Henshin
ninja kah?
Himura Henshin
btw gmana cara kenzo bikin api?
Siti H: digosok2 pakai ranting kayu
total 1 replies
Himura Henshin
pt angin ribut mah punya babeh benyamin sueb/Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!