NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Terabaikan

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Terabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / CEO / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: eka zeya257

Emma tak pernah menyangka akan mengalami transmigrasi dan terjebak dalam tubuh istri yang tak diinginkan. Pernikahannya dengan Sergey hanya berlandaskan bisnis, hubungan mereka terasa dingin dan hampa.

Tak ingin terus terpuruk, Emma memutuskan untuk menjalani hidupnya sendiri tanpa berharap pada suaminya. Namun, saat ia mulai bersinar dan menarik perhatian banyak orang, Sergey justru mulai terusik.

Apakah Emma akan memilih bertahan atau melangkah pergi dari pernikahan tanpa cinta ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Sergey menatap Eleanor dengan marah, tetapi entah kenapa, ia menuruti perintah itu. Ia duduk kembali, meski tubuhnya masih menegang penuh amarah.

Eleanor kembali duduk dengan tenang, menatap Nikolai yang kini menundukkan kepalanya.

"Lalu, kenapa kamu datang sekarang?" tanyanya, nadanya tetap dingin.

Nikolai mengangkat kepalanya perlahan. "Karena aku menyesal, Kak Eleanor. Aku sudah kehilangan segalanya… dan aku sadar aku salah. Aku hanya ingin meminta maaf pada Kak Sergey."

Eleanor tidak langsung merespons. Ia melirik Sergey, yang masih berusaha mengontrol emosinya, lalu kembali menatap Nikolai.

"Permintaan maaf itu tak ada artinya kalau kamu hanya datang dengan kata-kata," katanya akhirnya. "Apa yang sebenarnya kamu inginkan?"

Nikolai menggigit bibirnya. "Kesempatan kedua. Aku ingin Kak Sergey tahu kalau aku bukan orang yang sama seperti dulu."

Sergey tertawa pendek, penuh ejekan. "Dan kamu pikir aku akan percaya?"

Eleanor menghela napas pelan. "Kepercayaan tidak bisa diminta, Nikolai. Itu harus dibangun. Kalau kamu benar-benar ingin menebus kesalahanmu, kamu harus membuktikannya."

Ruangan kembali sunyi. Nikolai menatap Eleanor seolah melihat secercah harapan, sementara Sergey masih tampak gelisah, seakan berjuang antara amarah dan kebencian.

"Bagaimana caranya, Kak? sedangkan Kak Sergey tidak mau memberiku kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan itu," jawab Nikolai sendu.

Eleanor menyandarkan tubuhnya ke kursi, menatap Nikolai dengan ekspresi tak terbaca. "Kepercayaan Sergey bukan sesuatu yang bisa kamu paksa. Tapi kalau kamu benar-benar ingin menebus kesalahanmu, buktikan dengan tindakan, bukan dengan kata-kata."

Sergey mendengus, lalu bersandar ke belakang dengan lengan terlipat di dada. "Jangan harap aku akan mempermudahnya."

Nikolai menatap kakaknya dengan penuh harap. "Aku tidak meminta kemudahan, Kak. Aku hanya ingin kesempatan."

Eleanor mengamati keduanya, merasakan ketegangan di antara mereka. "Nikolai, jika kamu benar-benar ingin memperbaiki segalanya, kamu harus siap untuk menerima kenyataan bahwa Sergey mungkin tidak akan pernah memaafkanmu sepenuhnya."

Nikolai mengangguk, meskipun ada kesedihan di matanya. "Aku mengerti. Tapi aku akan tetap mencoba."

Sergey mengembuskan napas tajam dan bangkit dari kursinya. "Lakukan sesukamu. Tapi jangan harap aku akan langsung percaya."

Dengan itu, ia berjalan menuju tangga dan menaikinya ke arah kamar, meninggalkan Nikolai dan Eleanor dalam keheningan.

Eleanor menatap adik iparnya dengan tatapan rumit. "Kalau kamu serius, jangan hanya bicara. Buktikan dengan tindakan. Sergey mungkin keras kepala, tapi dia bukan orang yang tidak tahu menghargai usaha."

Nikolai mengepalkan tangannya. "Aku akan melakukannya, Kak. Aku akan membuktikan bahwa aku bukan lagi orang yang dulu."

Eleanor mengangguk kecil. "Baik. Kita lihat apakah kamu benar-benar bisa melakukannya."

Senyum di wajah Nikolai muncul, pria itu menatap Eleanor dengan binar kelegaan. "Aku tidak menyangka jika Kakak akan menerimaku seperti ini."

"Aku hanya berusaha berperan sebagai penengah di antara kamu dan Sergey," jawab Eleanor santai.

Nikolai mengangguk pelan. "Tetap saja, aku berterima kasih, Kak. Setidaknya, aku tahu masih ada seseorang yang mau mendengarkanku."

Eleanor tidak segera menjawab. Ia hanya mengamati ekspresi adiknya, mencari tanda-tanda kepalsuan atau manipulasi yang mungkin masih tersisa dalam dirinya. Tapi yang ia lihat hanyalah kelelahan dan penyesalan.

"Aku tidak bisa menjanjikan apa pun, Nikolai," katanya akhirnya. "Sergey sudah terlalu banyak terluka oleh perbuatanmu. Aku hanya memberimu ruang untuk membuktikan bahwa kamu benar-benar berubah."

Nikolai menarik napas dalam-dalam, lalu mengangguk. "Aku akan melakukan apa pun yang diperlukan."

Eleanor menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Kalau begitu, mulailah dari hal yang kecil. Jangan terburu-buru ingin diterima. Sergey butuh waktu."

Nikolai tersenyum kecil, meski matanya masih menyiratkan kesedihan. "Aku mengerti."

Sebelum Eleanor sempat berkata lagi, pintu ruangan terbuka. Sergey berdiri di ambang pintu, ekspresinya tetap dingin.

"Apa kalian sudah selesai?" tanyanya datar.

Nikolai menatap Sergey sejenak, lalu berdiri. "Aku akan pergi sekarang. Terima kasih, Kak Eleanor."

Eleanor mengangguk. Nikolai melangkah pergi, melewati Sergey tanpa berkata apa-apa. Sergey hanya menatapnya sekilas sebelum berbalik menuju Eleanor.

"Kau benar-benar percaya dia?" tanya Sergey, suaranya sarat dengan keraguan.

Eleanor menghela napas. "Aku tidak tahu. Tapi setidaknya, aku ingin melihat apakah dia benar-benar berubah."

Sergey mendengus, lalu duduk kembali. "Jangan terlalu berharap. Luka lama tidak mudah sembuh."

Eleanor menatap kakaknya dan tersenyum tipis. "Aku tahu, Sergey. Tapi terkadang, orang butuh kesempatan kedua, bukan?"

Sergey tidak menjawab, hanya menatap kosong ke arah meja. Ruangan kembali sunyi, menyisakan ketegangan yang menggantung di udara.

***

Aria duduk di seberang Marcus, matanya terpaku pada layar tablet yang baru saja diberikan manajernya. Di sana tertera nama yang semakin menarik perhatiannya akhir-akhir ini, Eleanor Rosenthal.

"Aku tidak mengerti," gumam Aria, alisnya berkerut saat ia menggulirkan layar. "Di sini hanya tertulis dia adalah pewaris keluarga Rosenthal. Tidak ada informasi lain, Marcus. Tidak ada tanggal lahir, riwayat pendidikan, atau bahkan catatan bisnis. Seolah dia hanya ada dalam nama."

Marcus menyandarkan punggungnya, menyilangkan tangan di dada. "Aku juga merasa ini aneh. Biasanya, seseorang dengan status sepertinya pasti memiliki rekam jejak yang lebih jelas. Tapi Eleanor… dia seperti bayangan."

Aria menggigit bibirnya. Firasatnya mengatakan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan. "Jadi, siapa sebenarnya Eleanor Rosenthal?"

Marcus menatapnya tajam, sebelum akhirnya menghela napas pelan. "Itulah yang harus kita cari tahu."

Hening sejenak, mereka berdua sama-sama sibuk dengan pikiran masing-masing, hingga seorang pelayan muncul dengan membawa surat di tangannya.

"Nona, ada surat untuk Anda." Ujar pelayan itu.

Aria menerima surat tersebut dan menyuruh pelayan itu segera pergi, setelahnya Aria menatap nama yang tertera di kertas surat tersebut.

"Hotel Amethyst?" gumam Aria heran.

"Dari siapa?" tanya Marcus penasaran.

Aria mendongak menatap Marcus, "Dari Hotel Amethyst, aneh sekali. Bukannya kita tidak pernah ke sana sebelumnya? tidak mungkin ada tagihan datang, kan?"

Marcus mengernyit, tangannya terulur mengambil surat itu, tetapi Aria dengan sigap menariknya kembali.

"Biar aku saja yang membukanya," katanya cepat.

Marcus menatapnya sejenak sebelum akhirnya mengangkat bahu. "Baiklah. Tapi kalau ada yang aneh, beritahu aku."

Aria mengangguk, lalu dengan hati-hati membuka amplopnya. Di dalamnya hanya ada selembar kertas dengan tulisan tangan rapi dan halus.

Kami mengundang Anda untuk bertemu dengan pemilik Hotel Amethyst besok siang di tempat kami. Kami harap Anda bisa hadir.

Aria mengerutkan kening. Tidak ada tanda tangan, hanya logo kecil Hotel Amethyst di bagian bawah surat.

Marcus yang melihat ekspresi bingung Aria segera bertanya, "Apa isinya?"

Aria menimbang sejenak sebelum menyerahkan surat itu kepadanya. Mata Marcus menyipit saat membaca tulisan itu.

"Kenapa pemilik hotel ingin bertemu denganmu?" tanyanya curiga.

Aria menggeleng. "Aku tidak tahu. Aku bahkan belum pernah ke sana sebelumnya."

Marcus mendengus. "Ini mencurigakan. Kamu yakin ingin pergi?"

Aria menatap surat itu lagi, perasaan penasaran mulai muncul di benaknya. "Aku harus tahu apa yang mereka inginkan."

Marcus menghela napas panjang. "Baiklah, kalau kamu tetap bersikeras pergi, aku ikut denganmu."

Aria ragu sejenak, tapi kemudian mengangguk. "Oke, tapi kita harus berhati-hati."

Dengan keputusan itu, mereka bersiap menuju Hotel Amethyst besok siang, tanpa tahu apa yang sedang menanti mereka di sana.

1
Murni Dewita
next
Kim nara
Lea selalu Keren y thor
Zee✨: Hooh, harus dong hehe
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
Zee✨: Bsk yak kalo senggang hehe
total 1 replies
Murni Dewita
💪💪💪💪lea
Murni Dewita
👣
Dsy_Sagitariuzz
mantap lea👍🤣
🍏A↪(Jabar)📍
next
🍏A↪(Jabar)📍
dilepaskan dengan cara di DORR
Zee✨: biar nggak jadi beban mulu kak🤣
total 1 replies
Kim nara
Sargey tuh sebenar nya cinta ga sih thor sama lea ak tak paham sama si sargey
Zee✨: oke, nanti yak aku bikin dulu 😉
Kim nara: Iya Pov sargey thor sebenar nya dia cinta apa ga ama si lea
total 3 replies
rachma yunita
emang ada apa antara Sergey dan Nikolay?
Zee✨: ada masalah hoho
total 1 replies
🍏A↪(Jabar)📍
next
Wahyuningsih
Menyeblkn sekli aria, thor buat buat aria menderta biar nyakho dia n buat noah jga sma2 mendrita d t nggu upnya kmbli thor yg buanyk n hrs tiap hri sellu jga keshtn seeeeeeemaaaangaaaaaaaaaaat
thor 😄😄😄😄😄😄
Dsy_Sagitariuzz
naoaaaaaah kau dlm bhy 😎
Dsy_Sagitariuzz
suruhan siapa tuch🤔
Zee✨: siapa ya??? masih misteri wkwk
total 1 replies
Kim nara
Keren Lea keren
ika yanti naibaho
Luar biasa
Cahaya yani
hadur othor mmbawa kopi utkmu,.
Zee✨: selamat datang kakak🥰🥰
total 1 replies
Aretha Shanum
ko lama bngt kpn pisahnya, jadi bosen alurnya
Kim nara
Lea kamu keren love u lea😘😘😘
Dsy_Sagitariuzz
ajak cerai aja lea 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!