~Saat berusia 9 tahun Faisal di tinggal oleh sang ayah untuk selama-lamanya. Dan beberapa bulan kemudian, sang ibu pun meninggalkan dia untuk menikah lagi dan memilih hidup bersama keluarga baru nya. Dan karna itu pula, kini Faisal tumbuh menjadi sosok yang pendiam dan juga dingin~
~Yessi adalah seorang gadis polos dan ceria, yang baru bekerja beberapa hari di sebuah restoran, Namun karna sebuah kesalahpahaman ia di paksa menikah dengan teman yang juga bekerja di restoran tersebut~
Gimana kisah mereka selanjutnya? Yuk baca👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adira amna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23. Kembali hangat
Faisal masuk dengan cuek tanpa menyapa sang istri yang sedang duduk di sofa disudut kamar. Dan Yessi yang dicuekin pun, hanya diam sambil memainkan ponsel.
Faisal merebahkan tubuh nya membelakangi sang istri, lalu memejamkan mata. Hari ini ia merasa sangat lelah, karna hari pertama masuk kerja dan harus kembali beradaptasi.
Namun saat tengah malem Faisal kembali terbangun, sebab tak mendapatkan sang istri di sebelah nya. Dan saat melihat ke arah sofa, ternyata istri nya itu tengah tertidur disana dengan posisi duduk.
"Astaghfirullah..." Faisal mengusap wajah nya kasar, lalu bergegas bangkit untuk memindahkan sang istri ke atas kasur.
Yessi yang merasa ada sentuhan di tubuh nya pun seketika langsung terbangun, wanita itu langsung membuang muka saat bertatapan mata dengan sang suami.
"Ayo pindah ke kasur tidur nya," ujar Faisal dengan pelan. Yessi hanya melirik Faisal sekilas, lalu kembali mencari posisi nyaman untuk melanjutkan tidur nya.
Faisal menghela napas berat saat mendapati sang istri yang berbalik marah pada nya. "Dek, dengar Abang kan?" sambung nya dengan nada lembut namun tegas.
"Aku mau pulang kerumah ibu..." kata Yessi dengan isakan lirih dan tetap membelakangi Faisal.
"Ayo Abang bantu pindah ke kasur biar lebih nyaman tidur nya," Faisal sengaja mengalihkan ucapan sang istri.
Karna melihat sang istri yang masih diam di tempat, akhirnya Faisal pun langsung menggendong wanita itu dengan sedikit memaksa.
"Aku mau pulang ke rumah ibu..." Faisal hanya diam saat Yessi memukuli dada nya, dan lelaki itu pun tak ada niat sedikit pun untuk menghindari pukulan sang istri. Ia membiarkan wanita itu melampiaskan kekesalan pada nya.
Dan saat Yessi sudah sedikit lebih tenang, Faisal pun langsung meraih tubuh wanita itu untuk ia peluk.
"Maafin Abang," ucap Faisal seraya mengusap pinggang Yessi dengan lembut.
"Adek udah minta maaf daritadi, tapi Abang tetep marah" ujar Yessi dengan Isakan pelan.
"Iya, Abang minta maaf" ucap Faisal lagi.
"Adek gak bermaksud nyinggung perasaan Abang, maaf..." ucap Yessi lirih.
Faisal sedikit memberi jarak, lalu tangan nya beralih mengusap air mata sang istri. Lalu lelaki itu, mengecup kedua mata sang istri yang masih tampak berkaca-kaca.
Mereka saling menatap dalam, kemudian Faisal mencium bibir sang istri dengan sedikit melumat nya. Yessi memejamkan mata, menikmati sentuhan sang suami yang terasa sangat lembut.
*****
Keesokan pagi nya Faisal bangun lebih dulu, ia menatap sang istri yang masih memejamkan mata di samping nya. Walau tanpa makeup wanita itu tetap terlihat sangat cantik, bahkan saat bangun tidur sekalipun.
"Maafin Abang ya sayang...!!" ucap nya lirih, seraya menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik sang istri.
Yessi menggeliat, saat merasakan usapan lembut di pipi nya. "Abang... Sekarang jam berapa?" tanya nya.
"Masih jam 4 sayang, Abang siapin air hangat dulu ya abis itu kita mandi bareng." ujar Faisal seraya tersenyum lembut.
Mereka keluar dari kamar mandi, bertepatan dengan adzan subuh yang berkumandang dari masjid. Setelah berganti pakaian, Faisal langsung menyiapkan alat sholat untuk ia dan sang istri.
Selesai sholat Yessi menyenderkan tubuh nya di dada bidang sang suami, sambil mendengarkan lelaki itu membaca Al-Qur'an. Rasa nya sangat nyaman, saat tangan kiri sang suami mengusap lembut perut nya yang sudah terlihat membuncit.
"Abang," panggil Yessi dengan sedikit mendongak untuk melihat wajah sang suami.
Faisal berdehem, seraya menaikan kedua alisnya. "Kenapa dek?" tanya Faisal lembut.
"Pengen sarapan nasi uduk" ucap Yessi dengan berpura-pura cemberut.
"Mau beli sekarang? Hmm." tanya Faisal dengan mencubit gemas pipi sang istri.
"Mau... Tapi Abang aja yang beli adek gak ikut." ucap nya dengan menyengir lebar.
"Yaudah, adek tunggu di rumah Abang berangkat sekarang cari nasi uduk nya biar gak kehabisan." ujar Faisal seraya bangkit dari duduk nya, lalu lelaki itu melepas sarung yang ia kenakan dan mengganti dengan celana pendek selutut berwarna krem dan juga kaos putih.
Sambil menunggu sang suami, Yessi pun berinisiatif untuk membuat teh manis hangat. Dan tak lama, suara motor sang suami pun kembali terdengar dan berhenti di halaman rumah mereka.
"Assalamualaikum," ucap Faisal seraya melangkah kan kaki nya menuju meja makan.
"Waalaikumsalam..." jawab Yessi sambil tersenyum hangat.
Wanita itu langsung membuka bungkusan nasi uduk dan menaruh nya di atas piring. Yessi benar-benar menikmati nasi uduk tersebut, karna memang sudah menginginkan nya dari semalem.
"Enak dek?" tanya Faisal yang melihat sang istri maka dengan sangat lahap.
Yessi mengangguk antusias, dengan mulut yang masih penuh. Faisal tertawa dan mengusap pelan kepala Yessi karna wajah wanita itu terlihat sangat lucu.
*****
Yessi mengantar Faisal sampe depan pintu, saat lelaki itu hendak berangkat kerja.
"Abang berangkat ya, kalo ada apa-apa kabarin Abang jangan sampe engga kaya kemarin." ucap nya dengan sedikit tegas, lalu lelaki itu mencium pelipis sang istri dengan singkat.
"Iya Abang..." Yessi sedikit menekan kalimat nya dengan wajah cemberut.
"Yaudah Abang berangkat, assalamualaikum." pamit Faisal sekali lagi.
"Waalaikumsalam," Yessi melambaikan tangan saat motor Faisal melaju dengan pelan.
Pada siang hari, saat Yessi tengah bersantai di ruang tv. Terdengar seruan salam di depan pintu rumah nya, Yessi pun langsung mengambil kerudung instan nya dan bergegas untuk membuka pintu.
"Waalaikumsalam, oh pak RT silakan masuk pak." ternyata yang datang adalah pak Anto, ketua RT sekitar.
"Makasih mbak Yessi, saya datang cuma ingin memberi undangan saja." ucap pak anto dengan ramah.
"Ohh gitu ya pak, makasih banyak ya pak." sahut Yessi tersenyum lembut seraya menerima undangan dari tangan pak Anto.
Dan tak lama, pak Anto pun kembali pamit. Kata nya masih banyak undangan yang harus ia sebar ke warga lain nya.
Yessi membuka undangan tersebut, untuk melihat siapa yang mengundang nya. Dan ternyata itu undangan dari Bu Tini dan pak Agus yang akan menikah kan anak mereka. Yessi kenal dengan wanita bernama Bu Tini itu, dia adalah wanita paruh baya yang sangat baik dan juga ramah, Yessi sering bertemu saat sedang berbelanja sayur di warung Bu Mirna.
Yessi menaruh undangan itu di dalam laci lemari tv, untuk ia beritahu pada suami nya nanti saat pulang kerja.
Dan Yessi pun kembali melanjutkan acara bermalas-malasan nya sambil memakan buah melon dan juga semangka. Hingga ia merasakan mata nya mengantuk, jadi ia memutuskan untuk tidur siang di kamar.
*****
Faisal melepas jaket yang ia kenakan, setelah memarkirkan motor nya di halaman rumah. Namun saat ia membuka pintu, sang istri tak menyambut nya seperti biasa.
"Sayang," Faisal membuka pintu kamar dan ternyata sang istri juga tak ada disana, namun ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Dan benar saja, tak lama sang istri keluar dari sana dengan berpakaian lengkap dan handuk yang membungkus rambut nya.
"Loh, Abang udah pulang?" tanya Yessi dengan sedikit terkejut, karna ia tak mendengar suara sang suami sama sekali.
"Baru nyampe," jawab Faisal, lalu ia meraih pinggang Yessi dan mengecup pelipis wanita itu. "Tumben baru mandi?" sambung nya.
"Tadi tidur trus kebablasan, baru bangun pas denger adzan ashar." jelas Yessi sambil menunjukan deretan gigi nya.
Faisal hanya menggeleng sambil tersenyum, kemudian lelaki itu pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
.
.
.
.
.
Happy Reading 💜 Jangan lupa like, komen dan vote ya guys 🥰