NovelToon NovelToon
Hati Untuk Gus Rayyan

Hati Untuk Gus Rayyan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nfzx25r

Charya , seorang gadis SMA yang sangat nakal , bahkan selalu membuat masalah di sekolahnya , hingga ayahnya sudah tidak kuat dengan sifatnya, dan terpaksa dia di masukkan ke dalam pesantren ya sangat dia benci.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nfzx25r, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Akhirnya Charya tertidur di sajadahnya dengan mata yang sembab, lelah karena khawatir dan berdoa sepanjang waktu. Tiba-tiba, seseorang menggoyangkan tubuhnya dengan pelan, membuatnya terbangun dari tidurnya yang nyenyak.

"Sayang, mas pulang," ucap Gus Rayyan dengan lembut, berbisik di telinga Charya dengan suara yang hangat dan penuh kasih sayang. Seketika, Charya membuka matanya dan langsung menatap asal suara itu dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.

"Mas, kamu pulang?" tanyanya dengan bahagia, sambil langsung memeluk Gus Rayyan dengan erat. Gus Rayyan membalas pelukannya dengan lembut, merasa bahagia bisa bersatu kembali dengan istrinya yang dicintainya.

"Iya sayang, mas pulang," kata Gus Rayyan dengan lembut, sambil mengusap punggung istinya dengan kasih sayang. Charya merasa sangat bahagia dan lega bisa bersatu kembali dengan suaminya, dan dia tahu bahwa semuanya akan baik-baik saja sekarang.

Charya terisak kecil kemudian melepaskan pelukannya, masih merasa sedikit emosional karena kelelahan dan kebahagiaan melihat suaminya pulang. "Kamu kenapa pulang cepat mas?" tanyanya penasaran, sambil menatap wajah suaminya dengan mata yang masih berkaca-kaca.

Gus Rayyan tersenyum dan mengelus kepala istrinya yang masih berbalut mukena itu dengan cinta yang mendalam. "Sudah ada pak Joko yang bantu perusahaan sayang," jawabnya dengan lembut.

Charya merasa lega dan bahagia mendengar jawaban suaminya. Dia segera memeluk suaminya kembali dengan begitu erat, merasa sangat bersyukur bisa bersatu kembali dengan orang yang dicintainya.

"Aku sangat merindukanmu," kata Charya dengan suara yang terguncang, sambil membenamkan wajahnya di dada suaminya. Gus Rayyan membalas pelukannya dengan erat, dia sangat bahagia bisa bersatu kembali dengan istrinya yang dicintainya. "Aku juga sayang, aku sangat merindukanmu," kata Gus Rayyan dengan lembut, mencoba menenangkan istrinya.

 "Sudah ya sayang, kamu lepasin dulu mukenanya, aku udah bawa makanan di dapur. Mama sama Alana udah makan disana, yuk sayang," ajaknya dengan lembut, sambil membantu istrinya berdiri dan melepaskan mukenanya dengan hati-hati.

Charya tersenyum dan membiarkan suaminya membantu dirinya, merasa sangat bahagia dan nyaman dengan perhatian suaminya. Gus Rayyan kemudian melipat mukena istrinya dengan pelan dan hati-hati, membuatnya terlihat rapi dan bersih.

"Terima kasih mas," kata Charya dengan lembut, sambil menatap suaminya dengan mata yang penuh kasih sayang. Gus Rayyan tersenyum dan membalas tatapan istrinya, merasa sangat bahagia bisa berbagi momen kecil seperti ini dengan orang yang dicintainya.

"Kamu lapar kan? Yuk, kita makan bersama," kata Gus Rayyan dengan lembut, sambil menawarkan tangan kepada istrinya untuk digandeng. Charya tersenyum dan menggandeng tangan suaminya, merasa sangat bahagia bisa berjalan bersama menuju dapur untuk makan malam bersama.

Perhatian yang sederhana tetapi keduanya merasa bahagia, bahkan rasa sedih yang Charya rasakan langsung menghilang begitu merasakan kehangatan suaminya kembali. Mereka duduk bersebelahan di meja makan, dengan Charya terus menempel pada suaminya, merasa sangat nyaman dan bahagia dengan kehadiran Gus Rayyan.

Mama yang melihat tingkah keduanya merasa senang, tidak bisa menyembunyikan senyum yang muncul di wajahnya. "Kalian ini selalu romantis dimana-mana ya," ucap ibunya dengan sedikit menggoda, sambil menatap mereka berdua dengan mata yang penuh kasih sayang.

Charya hanya tersenyum, merasa sedikit malu dengan komentar ibunya, tapi dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan yang dirasakannya. Dia memegangi tangan suaminya dengan erat, merasa sangat bahagia bisa berbagi momen kecil seperti ini dengan orang yang dicintainya.

Gus Rayyan membalas senyum istrinya, merasa sangat bahagia bisa berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang dicintainya. "Charya yang tidak bisa jauh,ma" kata Gus Rayyan dengan lembut, sambil membelai tangan Charya dengan kasih sayang. Mama tersenyum dan mengangguk, merasa sangat bahagia melihat kebahagiaan putri dan menantunya.

Di sisi lain, seseorang mengintai dari luar jendela, menatap kemesraan Charya dan Gus Rayyan dengan mata yang penuh kebencian dan iri. Wajahnya yang gelap diterangi hanya oleh cahaya bulan, membuatnya terlihat semakin menakutkan.

"Lihat saja kalian, sebentar lagi kalian tidak akan bersama lagi," bisiknya di tengah-tengah kegelapan, dengan suara yang rendah dan penuh ancaman. Kata-katanya yang menusuk membuat dirinya sendiri merasa puas, seolah-olah dia sudah menang dalam permainan yang belum dimulai.

Dengan senyum yang jahat, orang itu segera menghilang ke dalam kegelapan, meninggalkan Charya dan Gus Rayyan yang tidak menyadari adanya ancaman yang mengintai di luar sana. Mereka masih menikmati kebahagiaan dan kemesraan mereka, tidak tahu bahwa kebahagiaan mereka akan segera diuji.

"Mas, aku pengen di suapin kamu," manjanya dengan mata yang berkilauan, berharap suaminya akan memenuhi keinginannya. Gus Rayyan tertawa kecil dan segera mengambil makanan yang bergizi untuk istri dan calon bayinya itu. "Ayo sayang, mas suapin ya," katanya dengan lembut, sambil menyuapkan makanan ke mulut Charya dengan telaten.

Charya merasa sangat bahagia dan nyaman dengan perhatian suaminya, dia menikmati setiap suapan yang diberikan oleh Gus Rayyan. Alana menatap ayah dan ibu angkatnya itu dengan tatapan matanya yang besar, merasa ingin menjadi bagian dari momen spesial ini. "Papa, acu juga mau di cuap," ucapnya dengan lucu, sambil menatap Gus Rayyan dengan mata yang berkilauan.

Charya menatap Alana dengan tertawa kecil, merasa sangat lucu dengan permintaan Alana. "Sini sayang di pangkuan mama," ajaknya, tapi Alana segera turun dari pangkuan neneknya dan berlari ke pangkuan ibu angkatnya dengan girang. Charya segera mengangkatnya dan mendudukannya di pahanya dengan nyaman.

Tapi, Gus Rayyan segera mengambil Alana dan mendudukkannya di pangkuannya. "Biar aku aja yang urus Alana, kamu kan lagi hamil sayang," ucapnya dengan perhatian, sambil membelai perut Charya dengan kasih sayang. Charya menatap wajah tampan suaminya dan mengangguk dengan senang, merasa sangat bahagia dengan perhatian suaminya.

Gus Rayyan kemudian menyuapkan makanan ke mulut Alana, sambil bermain dengan anak itu dengan gembira. Charya menatap mereka berdua dengan mata yang berkilauan, merasa sangat bahagia dengan kebersamaan mereka.

Selesai dengan itu, Gus Rayyan segera membawa Alana ke kamar untuk mengajaknya bermain. Alana merasa bahagia mendapat begitu banyak kebahagiaan setelah di siksa sekian lama oleh ibu kandungnya sendiri. Meskipun dia masih kecil dan tidak mengerti apa yang terjadi, tapi perasaannya merasa jauh lebih bahagia dengan ayah dan ibu angkatnya yang sangat menyayanginya.

Alana tersenyum lebar ketika Gus Rayyan mengangkatnya tinggi-tinggi dan memutarnya di udara, membuatnya merasa seperti sedang terbang. "Wah, aku terbang, papa!" serunya dengan gembira, sambil tertawa kecil.

Gus Rayyan tersenyum dan membalas tawanya, merasa sangat bahagia bisa membuat Alana merasa gembira. "Ya, kamu sedang terbang, sayang," katanya dengan lembut, sambil membaringkan Alana di tempat tidur dan mulai bermain dengannya.

Alana merasa sangat bahagia dan nyaman dengan ayah angkatnya, dia tahu bahwa dia dicintai dan disayangi oleh Gus Rayyan dan Charya. Dan itu membuatnya merasa sangat aman dan bahagia. Gus Rayyan terus bermain dengan Alana, membuatnya merasa gembira dan bahagia.

Charya datang dengan membawa susu untuk Alana, berharap anak itu bisa cepat tertidur setelah seharian bermain dengan gembira. "Alana, ini minum dulu ya susunya," ucapnya dengan lembut, sambil memberikan sebotol susu kepada Alana.

Alana langsung mengambilnya dan membaringkan tubuhnya di paha Gus Rayyan, merasa sangat nyaman dan aman di dekat ayah angkatnya. Charya segera duduk di samping Gus Rayyan, menatap Alana yang menyusu dengan tenang, matanya yang besar perlahan-lahan mulai terpejam.

Gus Rayyan membelai rambut Alana dengan lembut, merasa sangat bahagia melihat anak itu tertidur dengan tenang di pangkuannya. Charya menatap mereka berdua dengan mata yang berkilauan, merasa sangat bahagia dan syukur bisa memiliki keluarga yang begitu harmonis dan penuh kasih sayang.

Setelah Alana selesai minum susu, Charya membantu Gus Rayyan membaringkan Alana di tempat tidur, membuatnya merasa nyaman dan aman. Gus Rayyan membelai wajah Alana dengan lembut, merasa sangat bahagia melihat anak itu tertidur dengan pulas. "Semoga Alana tumbuh menjadi anak yang baik dan bahagia," kata Charya dengan lembut, sambil menatap Alana dengan kasih sayang. Gus Rayyan mengangguk setuju, merasa sangat bahagia bisa berbagi momen kecil seperti ini dengan orang yang dicintainya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!