NovelToon NovelToon
Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Keluarga / Karir / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:936
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Rina

Rina memang akan pergi dari kampung ini tapi dia tidak akan mem biarkan seluruh harta yang dia miliki akan beralih pada orang lain.

"Tidak bisa, kau harus pergi hari ini juga". Hardik Ini Dona.

Dia juga adalah salah satu korban, karena Rina mengambil suaminya sehingga dia bercerai dengan suaminya karena tidak mau diselingkuhi.

"Kau pikir barang-barang yang ada di rumah ku tidak perlu dibereskan, lagian aku harus menjual rumahku karena aku juga butuh uang pindah". Rina melotot memandang Dona dengan sangat kesal.

"Baiklah, itu adalah kesempatan terakhir, jika kau tidak keluar dari rumah itu besok pagi, kami akan membakar rumah itu". Ucap pak dusun memandang tajam kearah Rina.

Pak dusun ini adalah ayah dari Dona yang sangat membenci Perbuatan Rina dan mantan menantunya itu, tidak hanya mengotori kampung mereka dengan perbuatan asusila tapi mereka dengan tega merampas hak orang lain. Dan menghancurkan rumah tangga sang anak.

Dia memang sudah di diberitahu oleh kepala desa untuk mengurus permasalahan tanah milik warga yang diambil oleh Rina dengan menipu. Itulah sebabnya dia bekerjasama untuk mem uat petisi agar Rina bisa diusir dari desa ini.

"Kenapa ayah memberikannya kesempatan nanti dia malah kabur". Kesal Dona kepada sang ayah.

"Ayah hanya mengingat kebaikan mendiang ibu dan ayah Kayla, biar bagaimanapun jasa mereka untuk desa kita banyak nak, kamu tidak lupa kan, karena kerja kerasnya, dia berhasil membuat bendungan air untuk aliran sawah semua orang, itu adalah penghormatan terakhir kita padanya". Ucap Pak Dusun menatap semua warga meminta pengertian.

"Baiklah Pak, bapak benar, kami sangat mengingat jasa beliau, itu sebabnya kami selalu menolong nak Kayla dan adik-adik nya karena kebaikan ayah dan ibunya, tapi jika perempuan ini tidak pergi besok pagi maka kita bakar rumahnya sesuai kesepakatan".

"Terima kasih pengertiannya semuanya". Ucap Pak Desa dengan senyum tulus

Sedangkan Dona berenggut kan wajahnya dengan sangat kesal, dia sebenarnya ingin langsung mendepak Rina dari kampung ini tapi dia lupa jika kakak dan kakak ipar Rina adalah orang yang berjasa bagi desa mereka.

"Baiklah, saya minta tolong kalian mengawasi rumah Rina selama dia mengurus barang-barang nya, saya tidak mau terjadi masalah lagi". Pak desa memandang mereka untuk meminta pendapat.

"Iya pak kami setuju, wanita ini harus diawasi sebelum dia benar-benar pergi, kami yakin dia akan melakukan tindakan aneh-aneh sebelum dirinya pergi dari sini". Dona menunjuk Rina dengan muka sombong

"Benar bu, dia perempuan tidak bisa dipercaya". Ucap salah satu ibu lagi.

"Lihat saja, aku pasti balas kalian sebelum aku pergi dari sini". Ucap Rina dalam hati menatap benci pada mereka semua.

Dia memang sengaja mengulur waktu sampai besok pagi, dia akan membuat perhitungan pada warga yang memperlakukan dirinya seperti ini terutama pak dusun dan kepala desa, mereka harus mendapatkan balasannya.

Dia akan membakar rumah mereka setelah dia pergi dari sini, dia akan menyuruh orang itu melakukannya, jadi saat dia pergi semuanya aman.

"Baiklah, sekarang kita tanda tangani petisi ini dan buat dia pergi dari sini besok". Ucap Pak dusun

Langkah yang sama dilakukan oleh beberapa dusun lainnya agar Rina tidak kembali ke kampung mereka apapun yang terjadi, selain melindungi mereka, ini juga bisa melindungi Kayla dan saudaranya dan bisa mendapatkan haknya kembali terutama tanah ya g dirampas oleh Rina.

Setelah semuanya selesai mereka meninggalkan kantor desa dengan melempari Rina dengan telur busuk dan minuman soda atau apapun itu.

"Sialan, apa yang kalian lakukan". teriak Rina tidka terima perlakuan yang dia terima.

"Terima saja jalang, bukankah kau suka yang bekas-bekas dari orang sampai beberapa suami kami juga kau embat, dasar manusia hina". Hina mereka dengan tatapan jijik kepada Rina.

"Aku akan membalas kalian, liat saja, kalian akan menerima balasannya, aku pastikan itu". Teriaknya dengan penuh amarah.

Plak..

Tamparan keras mengenai Rahang Rina menyebabkannya tersungkur ke lantai.

Dia menyibakkan rambutnya dan menatap nya langsung apda Dona yang menamparnya sampai terjatuh.

"Itu pantas untuk jalang seperti mu". Hina Dona mendekati Rina dengan penuh emosi.

"Sudahlah nak, biarkan saja dia, dia akan menerima apa yang akan dia tanam selama ini, Tuhan itu tidak tidur, dia akan melihat segalanya dan membalas segalanya". Pak Dusun menarik tangan sang anak untuk pergi dari sana.

Dia sangat muak melihat wajah orang sombong yang menghancurkan rumah tangga anaknya dan membuat cucunya menderita karena ayah dan ibu mereka berpisah.

"Kalian akan menerima akibatnya setelah ini, akan pastikan itu". Sinisnya memandang kepergian keduanya dengan penuh amarah.

Setelah semuanya selesai Rina segera memberikan barang-barang nya, dia memliki rumah lain di desa lain, itu sebabnya dia hanya akan membereskan barang-barang nya karena rumah itu baru jadi dan sudah bisa ditempati. Dia juga sudah mendapatkan pembeli rumahnya dan beberapa tanah itu tapi untuk tanah milik almarhum kakak dan iparnya belum laku sama sekali, entah bagaimana orang tak tertarik pada tanah itu padahal tanahnya sangat subur dan luas

"Apa ayah yakin dia tidak akan membuat masalah saat dia pergi?? Tanya Dona dengan khawatir.

Dia mengenal betul watak teman sekolahnya dulu, mereka berasal dari kampus yang sama menambah ilmu, dan dia tahu bagaimana Rina selama ini.

"Kami akan mengawasinya nak, kamu tenang saja, kami tidak akan membiarkan dia bertindak seenak jidatnya di kampung ini".

" Aku sangat mengenal wataknya ayah, dia tidak pernah menerima kekalahan begitu saja, dia akan membalas dengan sangat kejam jika dia Diperlakuan seperti ini".

"Kamu benar nak, tapi kami harus menjaga dia, tapi dari jauh, kami akan mengintai kegiatannya".

"Terima kasih ayah, aku bersyukur wanita jalang itu pergi dari kampung kita".

"Iya nak".

Sedangkan Rina kini menelpon orang suruhannya dan melaksanakan semuanya nanti malam, dia harus bergegas membereskan barangnya, dia bahkan menyuruh orang langsung mengantarnya ke rumahnya yang baru.

"Kalian siap malam ini bukan?? tanyanya kepada beberapa orang lelaki dihadapan nya ini.

"Tentu, asal bayaran kami jangan lupa".

"Tentu, aku sudah mentransfer sebagian, biasa sisinya akan lunas jika pekerjaan kalian beres".

"Tentu, kita akan tahu segalanya nanti, biarkan mereka merasakannya sampai tak berdaya".

"Tentu, kami akan berusaha dengan sebaik mungkin".

"Baiklah jika seperti itu, aku tutup". Rina mematikan teleponnya secara sepihak.

Bibirnya kini menunjukkan sikap sinis dan penuh dendam, dia tidak bisa tinggal diam setelah ini,

"Aku akan membalas kalian, kalian akan tanggung akibatnya setelah ini, bersiap saja

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!