NovelToon NovelToon
Rasa Diujung Senja

Rasa Diujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Playboy / Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Romansa
Popularitas:25k
Nilai: 5
Nama Author: Septica

Cerita yang mengisahkan tentang dua orang yang awalnya cuma kenal secara basa-basi karena si cewek adalah pacar dari sahabat si cowok, namun siapa sangka jika keduanya adalah jodoh yang sudah tertulis ditakdir Tuhan, bagaimana awal mula mereka menyadarinya, cerita selengkapnya akan tersaji dalam bab demi bab didalamnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bermalam di Butik

Daripada aku terus menerka-nerka, lebih baik aku tidur sebentar sebelum sampai ke butik. Barangkali mobil yang sedari tadi mengikuti ku itu milik dari salah satu orang yang kebetulan memang searah denganku.

Jalanan ini kan juga bukan jalanan milik perorangan, jadi sudah seharusnya semua masyarakat bisa melintas bebas kapanpun mereka perlukan.

Ku selipkan headset di kedua kupingku dan menggerutu.

"Ahhh... Celo gila, mending aku tidur sambil dengerin musik daripada ikutan gila, tetapi aku juga ingin semua ngerti jika hubungan ini gak sehat lagi."

Gerutuan ku perlahan hilang setelah mataku benar-benar terpejam, rasa lelah, ngantuk dan stress bercampur jadi satu seakan berdemo di depanku jika satu-satunya cara untuk menurutinya adalah tidur siang.

Segera ku cari posisi terbaik dengan merebahkan tubuhku memenuhi seluruh kursi penumpang belakang.

Tak disangka dan tak ku duga, di mimpi pun bayangan Celo yang semakin hari semakin aneh justru lebih jelas terlihat. Aku melihatnya sedang jalan bareng dengan seorang wanita dan juga anak kecil.

"Brengsek kamu!! Beraninya mempermainkan aku!!! Kamu sudah punya keluarga, tetapi bisa-bisanya ngaku single di depanku!!!"

Umpatan demi umpatan terus keluar dari mulutku, hingga rupanya membuat supir taksi menghentikan mobilnya di bahu jalan. Beliau turun dan membangunkan ku.

"Mba bangun mba." Kata beliau yang memberanikan diri memegang bajuku.

Samar ku dengar suara panggilan itu, perlahan mataku terbuka. Panik, hal pertama yang ku tunjukkan ketika mendapati pria seusia Ayahku sedang mendekatkan wajahnya dengan wajahku.

"Bapak ngapain disini? Kenapa juga mobilnya berhenti?" Aku beranjak dari posisi awalku.

"Ma- Maaf mba, saya dengar mba teriak-teriak. Saya sudah coba panggil dan gak ada respon, jadi saya putuskan untuk membangunkan mba langsung saja." Jawabnya dengan nada gugup.

"Astaga... Maaf ya pak saya sudah hampir salah paham, terimakasih karena telah membangunkan saya." Jawabku diiringi senyum.

''Iya mba, kalau begitu lebih baik kita lanjutkan perjalanannya." Pak supir kembali masuk ke kursi pengemudi.

Anggukan dariku bertanda setuju dengan beliau, perjalanan ke butik dilanjutkan.

Saat aku sedang merapikan kembali penampilanku yang acak-acakan karena posisi tidurku tadi, aku teringat dengan mobil yang semula mengikuti dari belakang.

Aku menoleh ke belakang dan rupanya mobil itu sudah tidak ada di belakangku lagi.

"Hmmm... Hanya mobil lewat ternyata, tetapi syukur deh." Nafasku terdengar sangat lega setelah mengetahuinya.

"Bukan mobil lewat, dia memang sengaja mengikuti kita. Lihatlah posisinya sekarang ada di depan kita, tadi saya sempat melihatnya sekilas dia menyalip kita pas saya membangunkan sampean." Tunjuk pak supir ke arah depan.

"Apa? Ya Allah pak, tetapi bapak gak diapa-apain kan? Atau mungkin dia ngancem bapak? Atau lebih baik kita lapor pol..." Aku ingin meneruskan ucapanku namun langsung di potong oleh jawaban pak supir.

"Alhamdulillah gak mba, lagipula menurut saya itu bukan orang jahat, soalnya tadi juga saya lihat dia sempat pintu depan terbuka sebelum ditutup lagi, saya rasa justru pemilik mobil itu lebih peduli dengan keselamatan mba dan saya yakin pasti pacar mba."

"Apalagi setelah mendengar mba mengigau saya mikirnya kalian sedang berantem ya." Pak supir tersenyum terlihat dari kaca depan pengemudi.

Aku terdiam sebentar. "Ish si bapak... Mimpi dan mengigau itu kan bagian dari bunga tidur." Sesaat aku mengalihkan.

Aku memang sedang berantem dengan Celo, tetapi itu bukan sikap seorang Celo.

Kalaupun dia khawatir denganku cara dia biasanya langsung memastikannya dan mungkin bisa terjadi salah paham dengan supir taksi karena sudah berani menyentuhku, tetapi ini lebih ke arah ragu.

"Siapapun kamu jika niatmu baik terimakasih, tetapi jika niatmu buruk aku mohon segera menjauh karena aku sudah tak punya tenaga lagi untuk menanggapi hal-hal yang gak penting." Pikiranku kemana-mana.

Lokasi yang aku tuju tepat di depanku, aku turun dari taksi dengan berjalan anggun masuk ke butik. Semua karyawan bagian depan kompak memperhatikanku.

"Selamat siang menjelang sore semuanya." Aku menjabat tangan mereka satu per satu tanpa terkecuali.

"Si- Siang bu." Mereka kompak menjawab begitu juga dengan kegugupannya.

"Ih kompak banget deh, gak gugup gitu dong. Kita harus kerja dengan semangat dan gembira." Kecentilan mulai aku perlihatkan depan mereka.

"Maaf bu, kami cuma kaget kenapa ibu ke butik hari ini? Katanya ada mau jemput pak Celo di ban..." Ucap salah satu karyawan.

"Eitss... Bukankah hidup itu harus seimbang, urusan Celo sudah selesai artinya saya juga harus kembali fokus ke masa depan butik dan juga kalian.

Lagian kenapa sih emangnya? Gak suka kalian saya ke butik?" Aku memotong dan mengalihkan topik obrolan dengan beberapa pertanyaan agar mereka tidak bertanya berkepanjangan tentang Celo.

Mereka pun kompak menggeleng.

Melihat ekspresi wajah para karyawanku cukup membuatku terhibur, aku terkekeh tanpa beban. "Yaudah mari kembali bekerja. Apa kalian sudah makan siang? Jika belum kalian pesan apapun nanti saya yang bayar."

"Asik.... Punya owner macam bu Katty sungguh membuat kami sejahtera." Celoteh salah satu kasir.

"Hahahaha... Bisa saja kalian ini, saya hanya menjalankan amanah dari Allah sebagai perantara rezeki kalian semua." Jawabku sesaat sebelum masuk ke ruangan kerjaku.

Di dalam ruangan kerja, ku hidupkan AC dengan suhu 16° Celcius. Suhu yang cukup dingin bagi sebagian orang, namun buatku ini relatif sedang untuk pengganti bathtub.

Jika di rumah aku sudah langsung lari ke kamar mandi untuk menghanyutkan diri di bathtub.

Kamar mandi butik tidak ada bathtub, jadi mau tidak mau suhu AC yang harus aku atur paling dingin.

Masalah selalu saja bisa menguasai suhu tubuhku yang rasanya mendadak panas dalam padahal mah jika di pegang juga normal.

"Aku bisa saja pulang ke rumah, tetapi pasti sudah di dudukan sama kedua orang tuaku." Aku menjatuhkan tubuhku di sofa yang ada di dalam ruangan kerjaku dengan kasar.

Sejujurnya aku jika ada masalah seperti ini konsentrasi pikiranku juga otomatis terganggu, rasanya juga tidak akan optimal jika aku paksakan bekerja.

Bagaimanapun aku tidak punya pilihan lain memilih tempat yang aman untuk menghindari interaksi sementara dengan Ayah dan Bunda selain bermalam di sini.

Ku keluarkan semua barang-barang yang ada di dalam tasku, isinya sudah pasti make up.

Tidak ada barang lain karena kan niat awalku hanya menjemput Celo dan tidak ada sedikitpun terlintas di benakku untuk ke butik meskipun hanya mampir.

Kakiku beralih ke kamar mandi yang ada di ruangan kerjaku untuk melihat apakah keperluan mandi seperti sikat gigi, sabun dan lainnnya sudah habis.

Jika ada yang habis aku bisa langsung meminta tolong ke office boy untuk membelikannya dan ternyata masih cukup aman hanya untuk aku mandi malam ini hingga besok pagi.

1
Nadin Alina
visualnya keren bangettt 😂
Mila Julia
rafka se tulus itu sama katty😭😭😭udah kett pilih rafka aja
Nadin Alina
Pacar Celo perhatian dan peka banget ya, soft spoken lagi 🤭
Mila Julia
ngk perlu kasih bibtang kalau oerlu katt😭🤣
Mila Julia
aku kadang juga gini merasa paling susah padahal banyk org yg lebih susah tapi keluhannya ngk sebanyak aku yang penderitaannya ngk adaa apa2 di bandingkn mereka
Mila Julia
marahin aja katt
Mila Julia
wkwkwk bujang lapuk nggk tuhh🤣🤣
Mila Julia
akupun juga mikir gituu🙏
Mila Julia
akupun juga mikirnya gitu🙏
Saila Alka
jangan jadi orang ketiga lah, please.....
Saila Alka
nah.... bener itu
Goresan_Pena421
jangan yang mahal Katt sayang uang kamu apa lagi yang di beliin Celo
sjulerjn29
kamu selalu effort ke dia tapi dianya sering sekali bohong sama kamu katty, kenapa gak ubah kebiasaan mu itu biar celo menyesal
..
Xlyzy
duduk di teras terus di temani teh atau kopi di sertai cemilan beh enak banget rasa nya
@dadan_kusuma89
Jangan ditunda-tunda lagi, Kat! Segera batalkan rencana pernikahanmu dengan Celo.
@dadan_kusuma89
Dangdutan dalam perutmu itu, Penontonnya pasti ribut ya, Nis?😁
✯͢Ceyra␈⋆Heelshire͠࿐
bener, seumur hidup itu lama, mending pikir lg saja kalau sama Celo
CumaHalu
semoga bisa sembuh ya Gania, biar dia bisa cerita ada apa dengan celo sebenarnya 😁
Mila Julia
wkwkwk ketus amat raf gegara ngk di tanyaain katty yaa🤣
Goresan_Pena421
🙂 Celo buka mata mu nak dan liat t Katty. 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!