Mencintai setulus hati serta menyokong dana untuk seluruh keluarga sang suami. Siapa sangka hal itu tak bisa membuat Zeline mendapatkan balasan kebaikan. Wanita itu justru harus menerima kenyataan pahit bahwa Delon suaminya diam-diam berselingkuh. Dan parahnya lagi,mertua serta ipar-iparnya yang selama ini hidup bergantung dengannya bersekongkol untuk menutupi perselingkuhan sang suami.
Penasaran dengan isi ceritanya? yuk silahkan disimak kelanjutannya ...... happy reading 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinly Secret, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
"Jangan bercanda Zel,mana mungkin kamu memiliki bukti perselingkuhan suami ku." Lindri terkekeh lucu dengan perkataan yang diucapkan oleh Zeline. Wanita itu tak percaya karena sangat tahu bahwa Zeline sangat jarang bertemu dengan suaminya itu. Sehingga ada keraguan dalam hati Lindri jika Zeline tak mungkin sampai mendapatkan bukti.
"Baiklah,jika tak percaya,coba lihat ini." Zeline segera menyodorkan handphonenya pada Lindri memperlihat video yang telah diputar.
"Perhatikan baik-baik plat nomor mobilnya. Apakah itu benar mobil suamimu ?" jari telunjuk Zeline bergerak menunjuk ke arah video yang memperlihatkan dua orang saling berpegangan tangan dengan mesra menuju sebuah kendaraan.
Seketika dada Lindri terasa bergemuruh dan detak jantungnya bekerja lebih cepat dari biasanya. Tangannya mengepal erat ketika menyaksikan bagaimana mesranya sang suami memperlakukan wanita di dekatnya tersebut.
"Tidak mungkin.....bisa-bisanya anak wanita cerewet itu yang merusak rumah tangga ku ? Ini adik ipar mu kan ? Kalau tidak salah .... Namanya Ranti."Lindri yang memang sempat beberapa kali bertandang ke rumah Berti langsung menatap wajah Zeline saat itu. Tangannya dengan lincah langsung memperbesar foto yang berada di handpone Zeline.
"Ya,kamu benar. Namanya Ranti." ucap Zeline membenarkan.
"Kurang ajar. Aku harus membuat perhitungan dengan keluarga mertuamu itu Zel. Benar-benar keluarga mengerikan.Tapi ...bagaimana kamu bisa mendapatkan video ini Zel ?" Tanya Lindri dengan penuh emosi.
"Kemarin aku ke rumah mertua ku itu karena ingin mengambil alih rumah yang mereka tempati sekarang."
"Jadi rumah itu punya mu ?"
Zeline menganggukkan kepala mengiyakan pertanyaan Lindri.
"Bagus! Segera ambil rumah mu itu Zel! Biarkan mereka semua tinggal di jalanan. Berikan mereka pelajaran yang setimpal. Ingat,kita punya musuh yang sama. Jadi kita harus bekerjasama."
"Tentu saja." Balas Zeline saat melihat temannya itu begitu penuh semangat,seketika dirinya merasa bahwa ia tak lagi sendiri saat ini.
"Besok aku akan ke rumah mertua ku. Apa kamu mau ikut ?"
"Tentu saja. Dan,untuk apa kamu ke sana Zel ?" Meskipun sangat berapi-api Lindri ingin tahu apa tujuan Zeline pergi ke sana sehingga ia bisa mempersiapkan diri.
"Mau memastikan bahwa rumah itu sudah dikosongkan atau belum. Karena aku memberi mereka waktu dua hari saja untuk mengemasi barang-barang."
"Wow,pertunjukan yang keren bila kita menyaksikan perpindahan mereka. Aku akan ikut Zel. Sekalian aku ingin melihat bagaimana wajah pelakor itu setelah berhasil merusak rumah tangga ku."
"Tapi aku takut jika kamu berbuat nekat di sana Lin." Tampaknya Zeline takut jika nanti Lindri membuat keonaran.
"Jangan meragukan aku Zel. Aku janji tak akan berbuat macam-macam. Aku tahu caranya untuk menjaga martabat ku sebagai istri sah yang berkelas." Ungkap Lindri penuh keyakinan.
"Baiklah,besok aku akan mengajak mu ke sana. Dan bagaiman kabar suami mu ? Apakah ia sudah bisa dihubungi ?"
"Nomornya masih tak aktif hingga sekarang. Aku sudah tak perduli lagi Zel. Biarkan saja dulu dia bersenang-senang,sampai nanti diam-diam aku menggugat cerai dirinya setelah sudah siap.
"Kamu keren!" Ucap Zeline mengacungkan jempol. Dan sekarang ayok tidur. Besok jadwal kita sangat padat. Kita butuh energi yang banyak."
"Betul. Ayok kita tidur. Aku sudah tak sabar menunggu esok hari." Ucap lindri dan akhirnya berbaring di samping Zeline. Kedua wanita itupun berusaha tertidur dan berharap keesokan harinya bisa mereka lewati dengan penuh kebahagiaan.