NovelToon NovelToon
Kalau Memang Serius Lamar Aku Pada Ayahku.

Kalau Memang Serius Lamar Aku Pada Ayahku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:145
Nilai: 5
Nama Author: DP aja

perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab22

Sedangkan di kampung asri,pagi pagi seperti biasa asri membantu ibunya memasak,sedangkan dani di ruang tengah membuka leptopnya memeriksa laporan dari perusahaannya,sedangkan rizal dan pak arjo berada di teras sebelum ke sawah.

Lalu asri memanggil rizal dan pak arjo untuk sarapan.

"Yah sarapan dulu,zal sarapan dulu." perintah asri ke ayah dan adiknya.

"Yaudah yuk zal kita sarapan dulu" ajak pak Arjo kepada anaknya.

"Iya yah ayok." lalu mereka berdiri dan masuk ke ruang makan.

"Dan kita sarapan dulu." ajak pak Arjo kepada menantunya yang masih sibuk dengan leptopnya.

Dani yang di ajak sarapan oleh mertuanya hanya tersenyum dan meminta mereka duluan

"Iya yah dulu aja." jawab dani sambil tersenyum.

Asri yang mendengar ayahnya mengajak suaminya sarapan lalu memberi tahu ayahnya.

"Yah mas dani lagi puasa sunah,jadi ndak usah nunggu mas dani." kata asri

pak Arjo, dan juga Rizal tampak terkejut, dan kagum kepada Dani

"Oh yaudah maaf nak dani,ayah sarapan dulu." dan mereka semua sarapan setelahnya pak arjo berangkat ke sawah sedangkan rizal selama ini kerja part time ikut mobil angkut barang,juga berangkat.

Pada siang hari pak darmo ketemu pak lurah di jalan dan di berhentikan sama pak lurah.

"Siang pak lurah,siang siang mau pulang?" Sapa ramah pak darmo.

pak lurah yang merasa di sapa oleh warganya tampak berhenti dan menyapa pak Darmo dengan ramah.

"Pagi pak darmo,ini mau ke rumah pak arjo,mau ketemu nak dani,rencana kelurahan mau mengadakan pengajian mau ngundang nak dani,pak darmo kemarin ngasih berapa ya?" tanya pak lurah kepada pak Darmo.

pak Darmo tampak menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Wah kemarin saya kasih amplop tidak di terima dan di kembalikan lagi,jadi ndak di kasih amplop.tapi biasanya sih segitu seiklasnya."jawab pak darmo.

pak lurah tampak menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan pak Darmo.

"Oh gitu ya,yaudah kalau gitu saya tak kerumah pak arjo dulu," pamit pak lurah

"Oiya silahkan,nah itu pak arjo lagi jalan ke sini." ucap pak Darmo ketika melihat pak Arjo sedang berjalan.

"Siang pak lurah,mas darmo,wah siang siang ngobrol di jalan,mari singgah ke rumah,"sapa pak arjo.

"Iya ini pak arjo,saya juga mau ke rumah pak arjo ada perlu mari sekalian aja." dan mereka pun berangkat ke rumah pak arjo.

Sesampai di rumah berbarengan dani berada di teras di temani asri sedang mengobrol berdua.

"Assalamualaikum," salam pak lurah dan pak arjo sembari masuk

"Waalaikum salam." jawab dani dan asri bersama lalu menyalami pak arjo dan pak lurah.

"Mari masuk pak lurah." asri dan dani mempersilahkan masuk.

akhirnya mereka semua masuk, dan saat ini mereka sedang duduk di ruang tamu.

"Ada apa pak lurah kok kerumah,"tanya pak Arjo bertanya kepada pak Lurah.

"Gini pak nak dani saya ke sini ada perlu sama nak dani,gini rencananya kelurahan akan mengadakan pengajian dan rencananya meminta nak dani untuk mengisi pengajiannya,soalnya kemarin warga banyak yang suka." jelas pak lurah,dan ketika dani mau menjawab asri keluar membawa minuman dan cemilan

"Silahkan pak lurah seadanya."

"Lo kok nak dani tidak minum,cuma saya dan pak arjo?"bingung pak lurah yang melihat Asri hanya memberikan minum hanya untuk dirinya dan juga pak Arjo.

"Maaf pak lurah,saya lagi libur."

"Oh puasa?maaf nak dani,gimana tawaran saya untuk minggu depan," bisa ndak ya?

"Maaf pak lurah,saya belum bisa mengetahui,soalnya saya belum ke kantor jadi belum tahu jadwal saya,sebentar saya tanya asisten saya dulu." dan akhirnya dani menghubungi giyo.

"Assalamualaikum,ada apa bos?ni lagi di kantor,gimana vidionya dah di lihat belum?"

       "Waalaikumsalam,belum,yo tolong lihat jadwal gue hari senin depan?kalau ndak ada kosongkan jadwalnya." perintah Dani kepada asistennya.

"Senin pagi adanya lo meeting dengan pt citra mandiri di hotel xxx.setelah itu lo free."

        "Oke tengs,nanti gue tonton,dan berkasnya udah gue periksa dan gue kirim ke email lo.yaudah assalamualaikum." lalu dani memutus telfon.

"Gini pak lurah,saya bisanya sore sampai malam,soalnya senin pagi saya ada meeting,saya sudah memajukan jadwalnya,selesainya paling ndak dzuhur,nah saya bisa paling ndak ashar ke atas gimana?"

"Oh,gitu ya,yaudah ndak papa acaranya saya ganti sore aja nak dani,jadi bisa ya?trus kira kira berapa ya? Biar nanti di anggarkan sekalian.oiya nak dani apa nak dani ini kerja juga ya?" tanya pak lurah yang sedikit heran.

"Bisa pak,ndak usah pak,yang penting nanti belajar bersama aja,jadi santai aja pak,alhamdulillah saya juga kerja pak,kalau tidak saya ndak berani nikahin asri pak,"kekeh dani.

"Wah,jadi ndak enak ini,nak dani kerja dimana?"

"Saya ada usaha kecil kecilan pak lurah."

Dan akhirnya mereka ngobrol sampai ashar lalu pak lurah pulang.

******

"Yah dani pulangnya kapan ya?" tanya bu fatimah ke pak pradipta.

"Ndak tau ayah,biar dulu lah buk,biar dia istirahat dulu aja,biar ndak ngurusi kerjaan aja,oiya rencananya resepsinya setelah lebaran aja,kemarin ayah berunding dengan dani soalnya kan dua minggu lagi kan puasa."

"Wah iya,berati puasa ada teman nyiapin sahur nanti,jadi ndak sepi lagi,yah asri itu anaknya nyenengin kalau di ajak ngobrol,dia jujur dan lugu,anaknya ndak terlalu jaim,jadi ibu suka."

"Iya yang lagi seneng punya mantu perempuan."

Siang itu pak pradipta dan bu fatimah ngobrol berdua di halaman belakang sembari minum teh dan cemilan.

*****

Kembali ke desa asri,seperti biasa keluarga asri kumpul dan ngobrol di ruang tengah,sebab rencananya besuk pagi asri sudah akan berangkat ke kota,jadi mereka bercerita kesana kemari.

"Sri besuk kalau berangkat jangan lupa ini oleh oleh untuk ibuk." perintah bu sumi yang sudah menyiapkan oleh oleh sedari siang.

"Siap buk." jawab asri.

"Ndak usah repot repot buk,ini malah segala bawain oleh oleh, oiya sayang besuk kamu mau langsung ke apartemen apa rumah ibuk?" tanya dani.

:Aku ikut mas saja,tapi kalau boleh milih aku pilih rumah ibuk,dari pada apartemen mas. Soalnya enak kalau ada temannya, kalau di apartemen nanti sendirian."

"Yaudah besuk kita langsung ke rumah ibuk,sambil nunggu rumah kita jadi."

"Emang mas mau bikin rumah lagi?kan ada apartemen mas,sayang uangnya."

"Iya dong kalau kita tinggal di apartemen ndak mungkin sayang,apa lagi nanti kalau kita sudah punya anak,kasihan mereka tidak bisa bebas main di luar." jelas dani,dan semua mendengarkan bahkan rizal berfikir sekaya apa kakak iparnya,yang segampang itu mengeluarkan uang.

"Oiya zal kamu masuk kuliah kapan?" pertanyaan pak Arjo kepada rizal.

"Senin depan pak,tapi kamis paling aku udah berangkat,soalnya mau ceri kos dulu,trus mau cari motor sekalian yang seken,itu biar di rumah,lagian itukan motor mbak asri,"jawab rizal.dan pak arjo dan bu sumi manggut manggut.

"Zal kenapa musti kos?tinggal aja di apartemennya mbakmu,kan lebih dekat ke kampus.lagian kalau beli motor seken kan ngak tau pemiliknya dulu ngerawatnya gimana?beli baru aja." interupsi dani

"Sudah pesen mas tinggal kirim,cuman kata dilernya nunggu aku membayar." celetuk rizal sambil nyengir.

"Wo semprul kamu,kirain beneran." sahut asri kesal dan lainnya cuma tertawa.

"Ha.ha.ha.lagian mbak uang tabunganku sudah tak buat bayar bea masuk tinggal 12jt aja,itu masih buat kos sama keperluan lain,jadi bujetku tinggal 7jtan,nah cari seken yang penting bisa buat ke kampus dan kerja kalau sudah dapat,kuliahku kan sore."

"Kenapa ndak fokus kuliah aja zal,kan masih ada mbakmu dan mas,kamu belajar aja."

"Ndak mas,mbak sudah cukup berkorban untukku,dari uang sampai pendidikan,mbak asri sudah bantu biaya sekolahku mas,sekarang saatnya mbak mengejar kebahagiannya,aku yakin mas bisa biayain aku kuliah,tapi bukan itu mas,aku ini laki laki jadi aku harus belajar tanggung jawab,aku tu terinspirasi sama mas dani,bisa sukses dengan hasil keringat sendiri ya meski aku tahu belum tentu bisa seperti mas dani." jawab rizal membuat semua terharu.

"Yaudah zal mana duitmu nanti tak tambahi biar dapat baru,mumpung mbak punya duit 1M yang ngasih mas dani kemarin,nanti kamu nyicil sama mbak,kalau kamu ndak enak sama mas dani.dan kamu ndak usah kos aja kamu tinggal di apartemen,itu sudah punya mbak,lagian mbak males tinggal di apartemen tinggi banget,enak sama ibuk aja nanti ada yang ngajarin masak," jawab asri lanjutnya.

"Nah gitu juga bagus zal,kalau kerja kamu bisa bantu mbak asri di bengkel kan bisa di bagian belanja,nah kalau mau bikin bisnis sendiri nanti kalau sudah yakin mau usaha apa baru buka sendiri,nanti mas bantuin tapi tetap hitungan bisnis too bisnis,gimana?"

"Wah kalau gitu aku cuma ngucapin makasih mas,mbak nggak nyangka aku."

"Tunggu dulu zal,itu nggak gratis,kamu harus bantuin mbak asri belajar nyetir mobil.kamu kan udah bisa nyetir."

"Siap mas,"jawab rizal mantap.

"Harus ya mas?aku belajar nyetir?tapi mobil mas bagus bagus semua aku takut lecet."

"Ya besuk tak beliin mobil yang metik sayang,"jawab dani

"Mas nggak usah beli beli lagi,sayang tu duit,belum ngerawat,pajak,sayang kan.seperti itu apartemen mas yang katanya sedari beli cuman di tempati beberapa kali,dengan alasan ndak betah,nah kalau ndak betah ngapain di beli,buang buang duit aja.nasehat asri yang memang dari kaum mendang mending.

"Lah kenapa mas yang di marai? Itu apartemen yang bangun dan mengelola salah satu perusahaan punya mas,jadi dengan kata lain apartemen itu punya mas." jawab dani dan sontak membuat semua heran.

"Mas kamu itu membuat jiwa kemiskinanku meronta ronta,tau ndak,ingat zakatnya lo!trus tiap tahun mas bayar zakatnya kan?"

mendengar itu membuat Dani tersenyum,dia bersyukur karena istrinya langsung mengingatkan zakatnya

"Tenang senua udah ada tim yang menghendel,oiya yah tolong minta daftar anak yatim,orang miskin janda tua,dan penerima zakat,nanti sebagian saya zakat langsung ke sini aja." jawab dani yang di angguki mertuanya.

"Emang berapa sih mas zakatnya,"tanya asri penasaran,dan asri menutup mulutnya melihat hp dani yang menunjukkan nominal yang fantastis berapa zakat yang harus di keluarkan dani tiap tahunnya.sedang pak arjo dan bu sumi sangat bersyukur kehidupan anaknya bisa berubah,mendapatkan suami yang tulus mencintainya dan menerima kekurangannya dan keluarganya.

1
Merpati Putih
jangan pernah memandang sesuatu dari luarnya,pasti tertipu
Merpati Putih
menerima kekurangan masing masing
Merpati Putih
lanjut tor
Merpati Putih
contoh cowok jentle,langsung datangi orang tuanya ,dan minta secara baik baik
Merpati Putih
👍
Merpati Putih
menginspirssi,kehidupan nyata
Merpati Putih
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!