PERHATIAN!!! 19++
DEWASA
FANFICTION
MADAHINA (Madara & Hinata)
Menceritakan seorang pria bernama Madara Uchiha yang memiliki dendam pada mantan kekasihnya bernama Hikari Hyuuga yang sudah menghianati cintanya demi Hiashi Hyuuga. Dendam itu makin menjadi setelah Hikari memiliki putri yang bernama Hinata.
Dendam Madara tertuju pada Hinata, dia ingin menunjukkan bahwa dia juga bisa melawan Hiashi. apakah Hinata akan mendapatkan kebahagiaan atau penderitaan? Ataukah Madara malah mencintai Hinata dengan seoring berjalannya waktu?
By
Ucu Irna Marhamah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKHIRNYA [TAMAT]
Tiba-tiba, sebuah tangan membelai lembut kepalanya. Hinata mendongkak. Mata onyx itu sepenuhnya terbuka dan kini tengah menatapnya.
"Hi.. Hinata, kau melakukan apa yang pernah aku lakukan " kata Madara.
Hinata terlihat bahagia, dia refleks mencium bibir Madara. Madara terkesiap. Pipi mereka merona. Madara bisa merasakan kerinduan Hinata yang tersalurkan lewat bibirnya.
Madara melepaskan ciuman Hinata dengan penuh hasrat. Namun Hinata melepaskan ciumannya dia terlihat gugup dan memainkan kedua jari telunjuknya didepan dada.
"Ma.. Maaf" kata Hinata pura-pura hilaf dengan pipi yang menyerupai kepiting rebus. Tapi Madara malah tersenyum geli kemudian mencium bibir Hinata lagi dengan lebih ganas.
Hinata kelabakan dan menahan dada Madara. "Hentikan Madara -kun" gerutu Hinata. "Ada apa denganmu? " gumam Madara. Dia membaringkan badannya ke ranjang.
Saat menoleh ke sampingnya, dia terkejut melihat si pirang yang sweet drop berbaring di ranjang sebelah ranjang yang ditempati Madara. Selang kecil terhubung antara mereka berdua.
"Ah? Sejak kapan kau disitu? Dan.. " kata-kata Madara tidak diteruskan. Dia menatap Hinata yang pipinya semakin memerah.
"Di.. Dia melihat kita" bisik Madara pada Hinata. Hinata mengalihkan pandangannya karena dia benar-benar malu. Si pirang merubah ekspresi sweet drop nya seolah tidak terjadi apa-apa.
♡♥♡♥♡♥♡
Ternyata si pirang yang mendonorkan darahnya pada Madara sudah 2x. Madara menghampiri si pirang. "Bos, maaf kan aku, sebenarnya aku yang memberitahu Ny. Hinata tentang itu " kata si pirang.
Madara menghela napas panjang. "Tidak apa-apa, sekarang aku sudah mendapatkan kebahagiaanku kembali. Aku juga baru ingat kalau kau teman masa JHS ku dulu, jadi wajar kalau kau tahu tentang aku, Hikari dan Hiashi" kata Madara.
"Iya" kata si pirang. "Terimakasih ya, kau sudah menjadi orang kepercayaanku dan kau juga mendonorkan darahmu untukku" kata Madara.
"Sama-sama bos"
Tiba-tiba, Obito memasuki ruangan dimana Madara dan si piranh berada. "Gawat Madara, Hinata tidak ada di manapun" kata Obito.
"Apa! Lalu dimana dia? " tanya Madara. "Ini surat yang ku temukan di ruang tunggu" kata Obito sambil memberikan Madara secarik kertas.
Madara -kun, maaf aku tidak memberitahu mu sebelumnya, tapi aku benar-benar tidak ada waktu lagi, aku sudah menemukan siapa yang sudah mengirim pembunuh bayaran dan dia mengancam ku, katanya jika aku tidak memberikan uang 100 juta dolar, maka dia akan membunuhmu, jadi aku pergi untuk memberinya apa yang dia mau. Jika aku tidak kembali, jaga Miura.. I love you so much..
Your Heart
Uchiha Hinata
Madara meremas kertas itu hingga tidak berbentuk lagi. "Ini tipuan! Seseorang sedang mengincarku dan Hinata phionnya. Obito! Ayo kita ke markasnya! " kata Madara.
"Markas siapa? " tanya Obito.
"Si tua bangka itu! "
♡♥♡♥♡♥♡
Hinata menyusuri lorong bangunan yang sudah tak terpakai itu. Dia membawa koper berwarna coklat tua. Hinata menatap kesekeliling. Suasananya gelap apalagi hari sudah menjelang malam.
"Kau sudah datang rupanya" suara berat itu menghentikan langkah Hinata. Hinata membalikkan badannya. Terlihat seorang pria yang usianya sekitar 60 tahunan namun terlihat masih sehat.
"Si.. Siapa anda? " tanya Hinata. "Aku mafia yang mengirim pembunuh bayaran itu " jawab pria tua itu. Hinata mengerutkan dahinya. "Tapi yang menemuiku di TK itu bukan anda" kata Hinata.
"Itu orangku" jawab pria tua itu. "I..ini uangnya, jangan ganggu lagi keluarga kami " kata Hinata sambil memberikan koper coklat tua itu pada pria itu.
"Hmm, wanita yang baik" kata pria itu kemudian membuka koper tersebut dan benar isinya uang. "Sebenarnya aku tidak terlalu membutuhkan uang ini, uangku sulit di habiskan dan ya.. Ini ambil kembali saja.. Aku ingin Madara "
"Anda inkar janji, sebenarnya.. A.. Anda siapa? " tanya Hinata memberanikan diri.
"Aku.. Uchiha Tajima" jawab pria tua itu. "U.. Uchiha? " tanya Hinata.
"Iya, aku ayahnya Uchiha Madara, tentu dia tidak akan memberitahu mu karena aku ini mafia" kata Tajima.
Hinata masih terlihat shock. "Ta.. Tapi kenapa anda melakukan ini? Dia anak anda.. Ke.. Kenapa anda mengirim pembunuh bayaran? " tanya Hinata.
"Aku hanya menggertaknya agar dia mau menjadi mafia lagi seperti ku, tapi karena dia sudah menikah dan memiliki anak, dia tidak mau terlibat lagi " kata Tajima menjawab pertanyaan Hinata.
"Menggertaknya saja? Anda memutuskan urat nadinya Tn. Uchiha " kata Hinata.
"Tapi dia masih hidupkan? " sanggah Tajima. "Ta.. Tapi dia anak anda kan? " Hinata tidak mau kalah walau sebenarnya hatinya takut.
"Aku tahu dia tidak akan mati semudah itu " kata Tajima. Tiba-tiba terdengar suara tembakan. Hinata terperanjat dan menoleh ternyata Madara dan Obito serta orang -orang nya.
"Ma.. Madara -kun" Hinata berlari kearah Madara. Madara memeluknya. "Kenapa Madara -kun kemari? Madara -kun belum sembuh" kata Hinata.
"Biarlah, aku mau menuntaskan tua bangka itu " kata Madara sambil mengarahkan pandangannya pada Tajima dan menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.
"Berani sekali kau mengusik keluarga ku" kata Madara. Hinata terkejut dengan sikap Madara yang tidak sopan pada ayahnya.
"Ma.. Madara kun, dia ayahmu" kata Hinata pelan. "Dia memang ayahku, ayah yang tidak di inginkan" jawab Madara sarkas.
Terjadi perkelahian antara orang -orang Madara dengan orang -orang Tajima. Uang di dalam koper pun berhamburan.
Madara melawan Tajima, ayahnya sendiri. Hinata berlindung di belakang Obito. "Obito -kun , tolong Madara kun " ringis Hinata.
"Aku tidak akan membiarkanmu celaka, selain itu, Madara yang menyuruhku menjagamu" jawab Obito.
Tajima merobek perban yang membungkus luka sayat di tangan kiri Madara. Madara berteriak kesakitan dan darahnya kembali mengalir keluar.
"Madara -kun!! " Hinata menubruk Obito kemudian berlari memeluk Madara. "Jangan! Hentikan!! " tangis Hinata.
Tajima menautkan alisnya. "Minggir!! " bentak Tajima. "Ja..jagan lukai Madara kun!! Se..sebenarnya apa yang kau inginkan!! " teriak Hinata.
"Aku ingin Madara mati" kata Tajima. "Di.. Dia anakmu" kata Hinata pelan.
Tiba-tiba terdengar suara sirine polisi. Tajima terkejut. "Semua orang didalam angkat tangan dan diam di tempat!! " beberapa polisi memasuki gedung.
Tajima membidik kepalanya sendiri. "Aku tidak akan mati sia-sia, aku mafia sejati.. Tak kan membusuk di penjara! " kata Tajima.
Dor!!
Disertai suara tembakan yang memekakkan telinga, tubuh tua itu tersungkur tumbang di hadapan semua orang.
Hinata menutup matanya lantara takut melihat darah muncrat dari luka tembakan itu. Madara memeluk Hinata mengalihkan rasa takutnya.
"Tidak apa-apa"
"Tapi tanganmu Madara -kun"
♡♥♡♥♡♥♡
TAMAT
By
Ucu Irna Marhamah
Sukses iya untuk karyanya.
Jangan lupa mampir di karya pertamaku, yang menceritakan seorang cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏
tapi nama tokohnya itu lo
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
ijin promo ya kakak
mampir di novel ku
"AKU WANITA KUAT"
naksir ibunya kok malah jdi mantu😥
ika widya