Qiarra dan Queen Gallagher adalah kembar identik yang sangat dekat satu sama lain. Hingga mereka berusia 25 tahun, dan sudah menjadi dokter, salah satu rekan bisnis opanya ingin menjodohkan cucunya dengan salah satu dari si kembar. Sang cucu bernama Jupiter Samudra Prawira jatuh cinta dengan Qiarra tapi Queen lah yang jatuh cinta pada Samudra. Saat menikah, Queen menggantikan Qiarra yg tidak mencintai Samudra. Usai pernikahan, Qiarra terbang ke Hokkaido dan menjadi dokter di desa nelayan disana. Qiarra tidak mau Samudra mencarinya dan memakai nama depannya, Nabila. Di desa itu Qiarra bertemu dengan nelayan bernama Kaito Yamada yang tidak suka melihat gadis bule tapi jago bahasa Jepang itu menjadi dokter disana. Dua orang keras kepala itu akhirnya jatuh cinta.
Sementara Samudra merasa dibohongi karena bukan Qiarra yang menikah dengannya, marah besar. Samudra hendak menceraikan Queen tapi gadis itu meminta agar mereka menikah selama enam bulan dulu.
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Masuk Ke Kamarku?
Glasgow University Hospital Skotlandia
Queen duduk di lantai depan ruang operasi. Dirinya memang bukan dokter bedah seperti Qiarra tapi dia sudah banyak mengikuti banyak proses operasi kanker baik bersama Qiarra maupun ayahnya.
Tapi kasus yang ini benar-benar membuatnya down. Bagaimana anak berusia lima belas tahun memiliki kanker di indung telurnya. Dan itu sangat agresif hingga mau tidak mau harus diambil.
"Ya Allah ... bagaimana nasibnya ke depannya?" gumam Queen sambil menutup wajahnya.
"Kamu baik-baik saja?"
Queen mendongak dan melihat Ron Walcott berdiri di depannya sambil membawa dua gelas kopi. Pria itu tersenyum lalu memberikan satu gelas kopi itu ke Queen.
"Aku tahu kamu menghadapi operasi yang brutal jadi ... segelas kafein pasti enak di hati," senyum Ron.
Queen menerima gelas kopi itu. "Terima kasih."
Ron mengulurkan tangannya untuk membantu Queen berdiri dan wanita itu tersenyum menyambutnya. Dia pun berdiri dan Ron melepaskan tangannya saat Queen sudah berdiri.
"Apakah ini Americano?" tanya Queen ke Ron sambil menunjuk gelas kopinya.
"Yup. No sugar. Murni kopi hitam dan air," jawab Ron.
Queen pun minum kopinya dan wajahnya tampak aneh. "Kopi apa ini?"
"Kopi rumah sakit. Kenapa? Enak?" cengir Ron.
"Tidak enak sama sekali!" Queen tampak menjulurkan lidahnya karena tidak enak.
Ron tertawa. "Memang kapan sih kopi rumah sakit enak?"
"Kopi di rumah sakit aku dulu enak! Karena memang kami penggemar kopi jadi ya harus sedap!" balas Queen sambil meminum kopinya.
"Bukannya tidak enak?" tanya Ron.
"Aku hanya menghargai pemberian orang," jawab Queen.
Mereka pun tiba di ruang ganti dan berpisah ke bagian masing-masing. Ron mengatakan pada Queen bahwa dia akan mengantarkan pulang karena sudah jam pulangnya juga.
***
Apartemen Samudra
Samudra menunggu kedatangan Queen dengan perasan gelisah. Dia tahu pasti ada yang tidak beres dengan semua jurnal kedokteran yang ada di meja belajarnya. Entah mengapa, perasaannya semua jurnal tentang kanker payudara itu berhubungan dengan Queen.
Suara pintu terbuka terdengar, membuat Samudra menoleh. Tampak Queen tertawa ke arah Ron yang berjalan menuju unit apartemennya.
"Bye Jupiter. Istrimu tadi mendampingi operasi rumit," ucap Ron sambil melambaikan tangannya ke Samudra.
"Begitu ya," jawab Samudra tanpa ekspresi.
Queen tertawa kecil. "Thanks Ron!" ucapnya dengan riang.
Samudra melihat perubahan wajah Queen dari riang menjadi serius saat masuk ke dalam rumah. Wanita itu tampak tersenyum tipis.
"Halo Mas. Maafkan tadi aku mengikuti proses operasi yang delicate bersama dokter Gregg," ucap Queen. "Aku sudah mengirimkan pesan padamu juga kan?"
"Hhmmm," jawab Samudra sambil mengangguk.
"Mas sudah makan? Ada makanan di kulkas, tinggal dipanaskan," ucap Queen lagi. "Aku ke kamar dulu. Mau mandi."
"Queen ... Kenapa ada banyak jurnal tentang kanker payudara di meja kerja kamu?" tanya Samudra.
Queen membeku. Wanita itu berbalik dan menatap tajam Samudra.
"Kamu ke kamar aku?" tuduh Queen.
"Aku mencari kamu tadi dan terpaksa membuka kamarmu," jawab Samudra dengan wajah polos.
"Apa kamu tidak membaca pesanku?" tanya Queen dengan wajah tidak suka. "Apakah kamu tahu soal privacy?"
"Seperti yang aku bilang tadi. Aku mencarimu!" ulang Samudra.
"Jangan pernah masuk ke dalam kamar aku tanpa seizin aku! Aku saja tidak pernah berani masuk ke dalam kamar kamu!" hardik Queen marah.
"Queen ... Apakah kamu sakit?" tanya Samudra membuat Queen terdiam.
Wanita itu hanya berdiri dengan gaya kaku. "Tidak. Kalaupun aku sakit, apa pedulimu bukan? Toh, kamu membenci aku karena bukan Qiarra yang di sini."
"Queen, aku hanya bertanya tapi kenapa kamu jadi kemana-mana? Sebenarnya apa yang terjadi, Queen?" tanya Samudra dengan nada terkendali.
Queen menghela napas panjang. "Aku capek! Aku mau mandi dan tidur. Selamat malam!" Dia pun berbalik menuju kamar tidurnya.
Samudra hanya menatap punggung istrinya.
"Aku yakin ada yang disembunyikan Queen! Aku harus cari tahu ke dokter Gregg!" batin Samudra. Dia ingin tahu, kenapa Queen sampai sedemikan effortnya mempelajari tentang kanker payudara.
"Besok aku akan ajak dokter Gregg makan siang!" tekad Samudra. Dia yakin ada yang disembunyikan oleh Queen. Dan dia harus tahu soal apa itu!
***
Yuhuuu up malam yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kamu pasti akan sangat menyesal Sam
Alhamdulillah semua keluarga mendukungmu queen
cepat sembuh ya queen, gapai bahagiamu lagi dengan laki-laki yang tulus menyayangimu
dukungan keluarga ke Queen smg bs menjadi penyemangat utk sembuh dan ingat hati yg gembira adalah obat
dan akhirnya keluarga pun tau Qia ada di furubira yg amaze nya mlh pada gatau itu ada di mana, sama nek aku 🤭 soale kalo di Osaka ntar gampang cepet ketahuannya 😆😆
untung aku bacanya pagi habis sarapan
coba kalo belum, bisa nggak jadi sarapan aku😭😭😭😭
kamu kuat queeny😓😓
kira kira Jodoh Queen ada yang baru atau masih Samudera yang pikirannya cupet , Mbak Hana ?