Dimana hari kelulusan sekolah adalah hal yang nanti nantikan oleh semua siswa-siswi, tapi tidak dengan Aisyah. la malah mendapat kabar bahwa sang Ayah tercinta kecelakaan saat akan datang ke acara kelulusannya. Bagaimana kisahnya!! yuk ikuti jejak kisah Aisyah nur Khadijah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTAMA KALI MENJADI IMAM
Seperti biasa Alex akan mengganti bajunya jika sudah selesai melakukan misi. la menghela nafasnya dengan tenang karena istrinya masih tertidur lelap dan tadi waktu di perjalanan dirinya sudah harap-harap kalau istrinya bangun.
Dirinya segera mengganti bajunya dengan baju biasa agar istrinya kalau bangun tidak curiga.
Alex ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri dan memeluknya. Waktu sholat masih ada dua puluh menit lagi, dirinya masih bisa menatap wajah istrinya yang cantik kian di matanya.
Aisyah seketika terusik dengan tidurnya ia merasa ada tangan yang sudah mengelus-elus wajahnya.
"Pagi istri ku" ucap Alex dengan tersenyum lebar .
"Assalamualaikum Hubby"
"Waalaikum salam sayang"
Aisyah tersenyum mendapat jawaban salam dari suaminya.
"Gemas banget sih"
Cup...
Aisyah kaget dengan kecupan Alex yang tiba-tiba.
"Hubby" rengek Aisyah manja sekaligus merasa malu sekali.
Alex terkekeh betapa menggemaskan istrinya jika seperti ini.
"Nafas Aisyah bau, kan baru bangun tidur"
"Gak papa aku tetap cinta kok"ujar Alex.
"Hubby lepas dulu, aku mau ke kamar mandi" alih-alih melepaskan, Alex justru mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di leher sang istri.
"Ihhh.. hubby!"
"Hahahaha...iya sayang" Alex lalu melepaskan pelukannya melihat istrinya yang merengek kesal karena dirinya terus menjahili nya.
"Ayo mandi bersama" ajak Alex yang mana membuat Aisyah memicingkan matanya menatap Alex dengan tajam. Tapi, dimata Alex istri nya begitu sangat menggemaskan seperti kucing manis.
"Enggak sayang cuma mandi saja kok lagi pula waktu shubuh sebentar lagi kan. Aku berjanji"
Alex langsung menggendong Aisyah ke kamar mandi.
Bagaimana pun Aisyah masih merasa malu terhadap suaminya jika Alex melihat tubuh polosnya.
Sesuai janji Alex mereka hanya melakukan ritual mandi saja tidak lebih seperti yang di pikirkan oleh Aisyah. Mereka keluar dari kamar mandi sudah dengan keadaan yang segar yang tentunya di iringi keramas pagi.
Aisyah segera bersiap untuk sholat karena waktu shubuh sudah dapat dan Aisyah membentangkan sajadahnya tapi yang tidak ia sangka, tiba-tiba Alex juga membentangkan sebuah sajadah di depannya.
"Hubby!" seolah tidak percaya, Aisyah seketika terbengong melihat penampilan Alex yang memakai jubah berwarna putih dan di kepalanya terdapat Peci Putih yang begitu menawan, Alex begitu sangat tampan. Apakah Alex adalah seorang pangeran dari kerajaan? pikir Aisyah!
"Aku akan jadi imam shubuh ini" ucap Alex dengan tersenyum hangat menatap istrinya yang menatap dirinya tanpa berkedip.
Aisyah terharu ini lah impian nya selama ini yaitu mempunyai imam saat sholat dan ia menjadi makmum nya, apalagi selama ini Aisyah sudah mewanti-wanti agar Alex segera menjadi imamnya dan hari ini terjadi juga.
"Alllohhuakbar..."
Sepanjang sholat air mata Aisyah terus keluar walaupun bacaan ayat yang di bacakan oleh Alex belum pas tajwid nya tapi suara Alex sangat merdu ia senang dan sangat bersyukur berkali-kali lipat.
"Assalamualaikum warahmatulloh.."
"Assalamualaikum warahmatulloh.."
Alex langsung tak menghadap belakang tapi Alex langsung berdoa yang entah apa doanya hanya ia yang tahu dan tuhannya. Alex berdoa sangat khusuk bahkan dirinya menangis tersedu-sedu sampai-sampai Aisyah pun mendengar tangisan dari suaminya.
"Aamiinnn..."
Lalu Alex menghadap ke belakang dan melihat mata istrinya juga sembab sama seperti nya.
Aisyah mengambil tangan suaminya dan menciumnya dengan hikmat. Alex juga begitu, ia mencium kening istrinya.
"Sayang aku mencintaimu" ungkap Alex tiba-tiba.
"Jangan pernah pergi dari hidupku. Jika itu sampai terjadi, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepada diriku sendiri" Alex berucap dengan getir. Mengucapkan begini saja hatinya sudah merasa sakit apalagi itu sampai terjadi dunia nya pasti sudah hancur.
Aisyah adalah belahan jiwanya seluruh hidupnya, dari Aisyah ia belajar banyak hal apalagi tentang agama, cinta, perhatian. ltu semua ia dapatkan dari Aisyah. Sekarang ia tahu akan ke arah mana tujuan untuk hidupnya sekarang, kalau dulu mana tahu dia, yang dirinya tahu hanya dendam, membunuh dan meningkatkan hartanya.
Aisyah langsung memeluk suaminya dengan erat.
"Aisyah juga mencintai Hubby dan Aisyah gak akan pernah pergi dari hidup Hubby. Kita akan bersama sama terus sampai ke jannahnya Allah"
Alex begitu bahagia mendengar jawaban dari istrinya ia berkali kali mencium pucuk kepala istrinya Betapa ia sangat mencintai istri nya ini.