NovelToon NovelToon
Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Time Travel / Romansa Fantasi
Popularitas:208.3k
Nilai: 5
Nama Author: Widisiera

Hua Chunran hidup sebatang kara dan setiap hari harus bekerja keras untuk membayar hutang ayahnya kepada rentenir.

Namun meskipun dia telah bekerja keras untuk melunasi hutang ayahnya, tapi dia tetap tidak bisa membayar lunas hutang ayahnya. Sehingga dia harus merelakan satu ginjalnya di ambil paksa oleh rentenir.

Karena kondisi tubuhnya yang kurang sehat dan kurang gizi , dia harus kehilangan nyawa di meja operasi saat ginjalnya di ambil paksa.
Hua Chunran mengira dia sudah meninggal, tapi ketika dia membuka matanya dia menemukan dirinya terlempar ke masa ribuan tahun lalu.

Ternyata semua penderitaannya selama ini akibat karma dari kehidupannya yang lalu. Dia hanya punya waktu Lima bulan untuk memperbaiki kesalahannya dan merubah takdirnya .

Mampukah dia mengubah takdirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widisiera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Akhirnya rombongan Hua Chunran sampai di desa suku Nu setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan.

Dari kejauhan terlihat desa itu dikelilingi tembok yang tingginya sekitar lima puluh meter. Desa Nu terlihat begitu megah tak kalah dengan ibukota. Berdiri di depan tembok yang mengelilingi desa , seolah-olah menghalangi langit .

Tembok desa berwarna keabu-abuan memancarkan aura kuno dan misterius. Diatas tembok desa digambar pola seperti mantra, memancarkan aura dan kekuatan misterius.

Semua orang tercengang melihat kemegahan tembok desa itu. Perhatian mereka juga tertumpu pada pola rumit di atas tembok desa . Mereka samar-samar merasa bahwa pola ini memiliki arti. Hanya saja mereka tidak dapat memahaminya.

"Apakah ini desa suku Nu? , kenapa terasa sedikit menyeramkan ya? " Hua Chunran meraba tengkuknya yang terasa dingin.

Dan Yin mengangguk setuju dia juga merasa bulu kuduknya berdiri dan dia juga merasa sedikit takut " benar nona desa ini dari luar saja terasa sangat menyeramkan."

Zhao Xifeng dan penjaga lainnya menatap ke arah gerbang desa suku Nu dengan pandangan rumit . Mereka diam-diam menghela nafas berat. Meski ada keraguan dihati mereka, tapi demi kesembuhan nona yang mereka hormati dan lindungi mereka harus memasuki desa ini.

"Ayo masuk." Zhao Xifeng akhirnya mengambil keputusan. Yang lain mengangguk.

" Penjaga Zhao apakah kamu yakin kita harus masuk?" Hua Chunran bertanya dengan cemas.

Zhao Xifeng mengangguk ".Semua orang berhati-hatilah ,kita harus melindungi nona."

" Baik." jawab yang lain serempak.

Rombongan mereka perlahan memasuki desa, anehnya dipintu gerbang yang megah ini tidak ada penjaga sama sekali.Meski hari masih siang menjelang sore tapi suasana desa sangat sepi dan suram. Tak ada satupun penduduk desa yang terlihat. Jalanan tanah dan berdebu ditiup angin membuat kesan seolah desa dipenuhi kabut .

Rumah-rumah penduduk juga jarang terlihat , sejak mereka memasuki desa melalui pintu gerbang , hanya terlihat tiga rumah yang letaknya berjauhan . Entah masih ada penghuninya atau tidak.

Mereka terus membawa kereta kuda masuk lebih dalam ke desa suku Nu . Selama satu jam perjalanan mereka tak menemui satupun penduduk . Desa ini seperti desa tak berpenghuni.

" Penjaga Zhao apakah kamu yakin ini benar-benar desa suku Nu?" tanya Hua Chunran sambil menyibak tirai kereta kuda disampingnya untuk melihat Zhao Xifeng.

"Seharusnya tidak salah ,ini adalah desa suku Nu." jawab Zhao Xifeng dengan yakin. Sebelumnya penjaga bayangannya juga telah mencari sedikit informasi tentang desa suku Nu, dan kondisi desa sama dengan yang dilaporkan penjaga bayangannya.

Saat mereka semua sedang ragu apakah mereka benar berada di desa suku Nu, dari kejauhan sebuah kereta kuda datang ke arah mereka.

Perlahan akhirnya kereta kuda mereka bertemu. Kereta kuda itu dikendarai oleh seorang kusir dan beberapa saat kemudian tirai kereta kuda itu tersibak memperlihatkan seorang lelaki tambun tapi terlihat berkharisma . Kereta kuda itu berhenti dihadapan mereka.

" Kalian hendak kemana? " tanya lelaki tambun itu dengan tatapan menyelidik.

" Maafkan kami tuan, bolehkah kami bertanya apakah benar ini desa suku Nu?" tanya Jiang Zhen mewakili .

" Benar, pusat desa masih perlu perjalanan sekitar setengah jam lagi." sahut pria tambun itu.

Mereka semua menghela nafas lega, ternyata mereka tidak salah memasuki desa.

" Untuk apa kalian ke desa kami? Sepertinya kalian bukan orang desa kami?" tanya pria itu lagi.

" Kami datang hendak mencari tabib Wang , bisakah tuan menunjukkan dimana tempat tinggalnya? " Jiang Zhen segera memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan informasi.

"Kalian sebaiknya melaporkan dahulu kedatangan kalian ke rumah kepala desa, nanti kepala desa akan menunjukkan kediaman tabib Wang kepada kalian." pria tambun itu berbaik hati memberikan petunjuk pada mereka.

" Terima kasih atas petunjukmu tuan, kami akan melanjutkan perjalanan." Jiang Zhen langsung berpamitan setelah mendapatkan cukup informasi.

" Baiklah, berhati-hatilah dan jangan terlalu berharap banyak karena tabib Wang tidak selalu mau menerima pasien." pesan pria tambun itu.

" Terima kasih tuan atas pengingatnya." Jiang Zhen dan yang lain berterima kasih dengan senang hati.

Rombongan Hua Chunran kembali melanjutkan perjalanan. Benar saja tak lama kemudian mereka menemukan banyak rumah penduduk dan juga beberapa orang yang terlihat beraktivitas di luar rumah . Beberapa anak kecil terlihat berlarian dan bermain. Suasana sedikit lebih seperti desa biasa bukan lagi desa yang menyeramkan seperti tadi.

Setelah bertanya pada salah seorang penduduk , mereka akhirnya menuju ke rumah kepala desa.

Dari kejauhan rumah kepala desa terlihat mencolok dan lebih mewah daripada rumah disekitarnya. Rumah kepala desa terlihat luas dan besar. Ada beberapa penjaga di pintu gerbangnya. Penjaga itu menghentikan mereka saat sampai digerbang.

" Kami datang dari luar desa, ingin melaporkan kedatangan kami pada kepala desa." Ujar Zhao Xifeng pada penjaga itu .

" Tunggu disini, aku akan memberi tahu kepala desa." Salah seorang penjaga berbalik dan berjalan ke dalam.

Tak lama kemudian penjaga itu datang kembali dan mempersilahkan mereka masuk.

" Tinggalkan kereta kuda kalian diluar , masuklah ."

Hua Chunran dan Dan Yin kemudian turun dari kereta kuda dan ikut berjalan memasuki kediaman kepala desa.

Di aula tamu terlihat pria separuh baya dan agak gemuk menyambut mereka dengan senyum ramah.

" Salam kepala desa." Hua Chunran menyapa terlebih dahulu diikuti para pengikutnya.

" Selamat datang ke desa kami nona, silahkan duduk. " kepala desa mempersilahkan dengan tetap menampilkan senyum ramahnya.

Hua Chunran terkesan atas sikap kepala desa yang cukup ramah. Mereka segera duduk di kursi yang disediakan oleh kepala desa.

" Terima kasih tuan kepala desa, kami datang dari Tiansheng untuk mencari tabib Wang. Bisakah tuan memberi tahu kami dimana tempat tinggal tabib Wang?" Zhao Xifeng langsung bertanya tanpa basa-basi lagi.

Kepala desa sepertinya sudah menebak maksud kedatangan mereka. Dia tidak terlihat merasa terkejut dan aneh.

" Jadi kedatangan kalian untuk mencari tabib Wang? . Banyak orang dari kota dan desa lain datang mencari tabib Wang, sayangnya tabib Wang hanya menerima beberapa pasien dalam sebulan. Pasien yang akan diobati akan dipilih sendiri oleh tabib Wang. Jika dia menolak kita tidak bisa memaksanya." Kepala desa berbaik hati menjelaskan tentang tabib Wang.

Zhao Xifeng dan yang lainnya memandang Hua Chunran dengan cemas . Mereka khawatir tabib Wang akan menolak kedatangan mereka. Ditatap penuh kekhawatiran Hua Chunran merasa sedikit canggung.

" Saya mengerti, kami hanya bisa berusaha menemui tabib Wang. Jika nanti tabib Wang menolak mengobati saya, saya tidak akan memaksanya." ujar Hua Chunran dengan penuh keyakinan. Tentu saja karena dia sebenarnya tidak punya penyakit apa-apa. Semuanya hanya sandiwara untuk menghindari pernikahan dengan Wen Cheng Si.

Kepala desa mengangguk dan tersenyum puas dengan jawaban Hua Chunran.

" Aku akan segera menyuruh orang mengantarkan kalian ke kediaman tabib Wang. "

Tak lama kemudian seorang bawahan kepala desa datang dan membawa mereka pergi menuju kediaman tabib Wang.

Tanpa disadari oleh mereka , Xie Wan Qing keluar dari balik tirai memandang kepergian mereka dengan tatapan ganas.

" Ayah wanita itu adalah orang yang menghalangi keinginanku dan penjaga disampingnya yang membunuh pelayanku." ujar Xie Wan Qing dengan menahan amarah.

" Jangan khawatir, mereka semua tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari desa ini. " sahut ayah Xie Wan Qing sang kepala desa .Senyum ramah yang dia tunjukkan tadi sudah menghilang dari wajahnya berganti tatapan bengis.

1
Putri K
thor ini ngga ada kelanjutannya?
justFlio
autor novel ini gk dilanjut yaa..sambil nunggu lin xeyue ak mo baca ini..tp ak liat kok update terakhirr jauhh amattt 2025
Vivo Abang
kok aku kesel sama MC ceweknya,ga bisa apa",lemah.
Nana Nana
MC gak dikaseh ruang ajaib😏
Herna Yulita
gk dunia modern gk didunia kuno ko cunran tetap bodoh,kenapa gk bilang saja btlin pertunangan dan pembrontak,ini mah ribet bget bkin emosi
Aprillia Syafitri Delhis
up dong thor
Aprillia Syafitri Delhis
GK up thor
Riska Mustikasari
akhirnya up.. semangat ya kak💪
UChi3
up lg kak😍
Lina Hibanika
laki2 mah gitu,, dikejar bilangnya mengganggu,, giliran dicuekin dipikirin
Lina Hibanika
mulai tumbuh rasa kagum di hati masing2,, lama lama benih lope muncul deh 🤭
Lina Hibanika
harus seperti itu cara hukumnya kalo cuman ditampar mah ga kan ngaruh
Arix Zhufa
tak sabar menunggu Yue Qui sekeluarga dimusnahkan
Arix Zhufa
sang primadona jadi rebutan para pangeran
kasih visual ulang mereka ber 3 thor
Arix Zhufa
semoga kehidupan ke 2 ini Hua chunran bahagia
Arix Zhufa
ini Helian yg cemburu, sekali waktu gantian bikin putra mahkota cemburu thor
Widisiera: siap kak,.makasih masukannya 🙏😍😍
total 1 replies
UChi3
jalan cerita nya sangat bagus...😍😍👍👍
Widisiera: mohon terus dukungannya ya kak 🙏😍😍
total 1 replies
Arix Zhufa
setiap intrik mempunyai daya tarik sendiri...keren
Arix Zhufa
yue Qi....tunggulah hbis ini kamu bakal lebih malu
Arix Zhufa
Calon permasuri dari masa depan kok dilawan. .siapa pun yg menjadi suami nya kelak pasti berjaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!