Ani Atmodjo (57th) adalah konglomerat terkemuka pemilik Permata Group. Memberikan tugas khusus untuk Nayla Wibowo (21th) mahasiswi yang terpaksa cuti kuliah karena ingin membantu ibunya terlepas dari lilitan hutang.
Tugas khusus Nayla adalah menjadi pelakor di pernikahan Zayyan Atmodjo (33th) dan isterinya Tamara (32th). Zayyan adalah putera tunggal Ani Atmodjo.
Dan Nayla juga harus menjauh dari Yoga Atmodjo (33th) saudara sepupu Zayyan.
Tamara tidak tinggal diam ketika mengetahui ada pelakor yang di tugaskan mertuanya untuk menghancurkan pernikahannya dengan Zayyan. Berbagai cara di gunakan untuk menjauhkan Zayyan dari Nayla.
Sebenarnya Zayyan sudah mengetahui dari awal tujuan kehadiran Nayla menjadi salah satu sekretaris nya. Awalnya dia sangat murka namun berubah menjadi suka.
Kehadiran Nayla membuat Zayyan kembali mengingat bayangan-bayangan masa lalu yang terlupakan olehnya, hingga akhirnya dia jadi sangat membenci Tamara dan mencari cinta sejati yang sesungguhnya.
Namun ketika Zayyan menemukan cinta sejatinya, dia harus merelakannya kembali pergi.
Dan terpaksa jatuh cinta lagi...
Follow IG : ar_kayna
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkayna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tragedi Pohon Mangga
“ Naynay...!!!! Nayyyyyy!!!!” Teriak Carla memaksaku terbangun dari tidur nyenyakku seketika.
“ Carla...bisa gak sih gak teriak-teriak kaya gitu.” Gerutu ku kesal sambil menguap dan mengucek kedua mataku. Mahluk aneh itu, walaupun sudah dandan se menor mungkin tetap saja terlihat aneh menurutku.
“ Astaga...astaga...” Ucap Carla lagi sambil beberapa kali mengangkat selimutku, kemudian mengecek bajuku, celana tidurku, kemudian lari ke leher ku dan hampir membuka baju tidurku.
“ Ih lo sudah gila juga yaaa, ada apa sih?!” Tanyaku kesal sambil menepuk tangan Carla.
“ Lo sudah tidur sama siapa semalam?.” Tanya Carla mengejutkanku.
“ Tidur sama siapa?, ya tidur sendiri lah kaya biasanya.”
“ Lalu ini...” Carla menunjuk gaun merah yang semalam di berikan Yoga.
“ Dan ini...astaga NayNay...ini tuh harum maskulin yang paling hot gitu kan, pasti punya cowok cucok tampan berkelas...hayyo, tidak mungkin Zayyan. Karna eike tahu semalaman pria malang itu pasti lagi di kekepin sama si tamtamcat.” Carla menunjukan hoodie milik Yoga yang tertinggal di atas kursi make up ku.
Semalam saat Yoga memberikan gaun itu kepadaku, dia memang sempat membuka hoodie nya. Dan mengambil goodie bag yang di taro nya di dalam kaos nya lagi. Mungkin supaya dia bisa dengan mudah naik pohon, pantas saja saat dia memelukku kaya ada yang mengganjal di bagian perut nya. Haha pikiran sudah melayang kemana-mana.
“ Naynay...coba jelaskan ini semua!!!” Teriak Carla lagi-lagi memekik terdengar seperti kaleng pecah di telingaku.
“ Sst jangan berisik, nanti ibu dengar rame ah. Itu hoodie gue kok, dan gaun itu baru aja gue beli di handi butik kemarin.” Jawabku mencoba menenangkan pecahan kaleng rengginang itu.
“ Are you sure?, eike bisa aja loh langsung telpon ke mas handita buat nanya2. Benar gak you beli gaun indang kemarin.” Beritahu Carla lagi membuatku bingung harus menjelaskan apa lagi. Jika aku jelaskan itu semua milik Yoga dia pasti melaporkan ke tante Ani.
“ Sudah ah, gue mau mandi dulu. Lagian pagi banget sih lo dateng.” Ucapku berlalu sambil berjalan menuju kamar mandi.
“ Ye... kamyuu yang ke siangan naynay cuantikkk, bukan eike yg datang kepagian. Gimandose.”
Aku langsung menutup rapat-rapat pintu kamar mandi ku. Astaga mahluk aneh itu, aku hampir saja melupakannya. Dia adalah salah satu orang kepercayaan tante Ani yang bisa berbahaya ketika aku salah mengambil sikap. Bagaimana pun keberadaan Yoga semalam di kamarku adalah sebuah kesalahan besar yang sangat di benci tante Ani.
Aku mengambil pasta gigi dan juga sikat nya. Namun tiba-tiba saja ketika Yoga mencium bibirku semalam kembali terbayang lagi lalu berganti dengan bayangan Zayyan.
Jika saja aku adalah sekretaris normal yang memang murni bekerja di Permata Group bukan karena untuk merebut Zayyan dari Tamara, mungkin aku akan lebih memilih Yoga di banding Zayyan. Karena bagaimana pun, Zayyan adalah seorang pria yang sudah memiliki isteri. Se nakal apapun Yoga, dia masih jauh lebih layak aku dekati di banding Zayyan. Walaupun nantinya aku hanya di jadikan salah satu koleksi mainannya Yoga saja.
Tok...tok...tok...
Pintu kamar mandi ku di ketuk dengan kerasnya oleh Carla. Mahluk aneh itu mau apa lagi sih.
“ Naynay cepet...ibu you lagi marah-marah tuh.” Teriak Carla mengejutkan ku lagi.
Ibu marah-marah karena apa?.
Aku langsung mempercepat mandi ku, mengeringkan dengan handuk dan memakai handuk piyama untuk segera keluar melihat apa yang membuat ibuku marah.
“ Ada apa lagi sih?.” Tanyaku bingung melihat Carla dan ibuku yang ternyata sedang duduk tegak di atas kasur ku. Tatapan mata mereka seperti busur panah yang siap-siap menusuk jantungku sewaktu-waktu.
“ Kamu tahu, kenapa pohon mangga yang ada di samping kamarmu itu menghilang?.” Tanya ibuku.
“ Apa, menghilang...kok bisa?.” Aku langsung berlari keluar jendela dan melihat pohon itu benar-benar sudah tidak ada di tempatnya. Hanya ada sisa-sisa tanah yang porak poranda seperti habis di cabut dengan paksa.
“ Bagaimana bisa?.” Tanyaku lagi bingung.
“ Pelaku nya pasti pemilik hoodie itu.” Beritahu ibuku seketika membuat jantungku kembali berdendang dengan rasa yang sangat tidak nyaman.
Ibu pasti mengenali hoodie milik Yoga tersebut. Karena sesuai informasi dari Yoga semalam ketika dia datang ke rumah ibu sempat menyambutnya dengan hangat. Saat itu ibu pasti sempat memperhatikan Yoga dengan seksama.
“ Itu semua bisa aku jelaskan bu, semalam itu sebenarnya aku dan Yoga tidak melakukan apapun di kamar ini. Aku berani sumpah, mau di tes keperawanan aku pun berani bu. Yoga hanya memberikanku gaun ini. Karena ketika datang ibu malah mengusirnya, jadi dia nekad naik pohon mangga untuk bisa menemuiku.” Beritahu ku mencoba menjelaskan.
“ Dengan cara konyol dan aneh seperti itu?. Apalagi sampai menghilangkan pohon mangga punya bu Malik. Kita harus menjelaskan apa ke bu Malik nanti?.” Tanya ibuku kesal.
Yoga memang aneh, ke gila-an nya bukan hanya nekad memanjat pohon mangga itu dan masuk ke kamarku diam-diam. Tapi juga mencabut paksa pohon tersebut. Aku pikir dia hanya bercanda menghilangkan pohon tersebut.
“ Duh Naynay. Kali ini eike bisa bantu keep dari bu Ani. Gak bakal eike sebarkan aib ini ke beliau. Karena kalau sampai beliau tahu habislah kita semua... tapi help Nay. Cukup jalankan tugas you dengan baik menyingkirkan tamtamcat itu dari kehidupuan tuan Zayyan. Jangan bermain api lagi dengan tuan Yoga. Mereka itu walaupun tampan cucok tidak ketolongan, tapi mereka adalah orang-orang penting utama Permata Group Nay. Jangan pernah bermain api dengan mereka” Ucap Carla membuatku tambah gelisah.
“ Gue tidak pernah mau bermain api sama mereka. Tapi mereka nya yang sudah memaksa gue masuk kedalam permainannya. Gue harus bagaimana lagi Carla?...bu, aku harus bagaimana?. Apa ada cara lain agar hutang-hutang ibu tersebut lunas tanpas harus berhubungan dengan keluarga Atmodjo tersebut. Aku juga sudah sangat terkekan bu sebenarnya...huhuhu.”
Ibuku langsung memelukku dengan erat.
“ Maafkan ibu nak, sudah membuatmu seperti ini. Karena kesalahan ibu kamu harus menanggung semuanya. Maaf kan ibu.” Ucap ibuku dengan isakan tangisan yang sangat tidak ingin aku dengar.
Aku paling tidak kuat jika harus melihat apa lagi membuat ibuku menangis. Dia adalah milikku satu-satu nya. Orang tuaku satu-satu nya, tidak ada keluarga lain selain ibuku yang aku miliki di dunia ini.
“ Bu...jangan menangis lagi, aku akan berusaha sebaik mungkin. Aku yakin semua hutang-hutang kita akan segera lunas. Maafkan aku bu.”
penuh teka-teki
luar biasa author ini... gua suka gaya elooh
ini kisah tentang pelakor, padahal biasanya kan reader request.. jangan ada pelakor diantara kita ya thor
😉