Meizura terpaksa memenuhi permintaan ayahnya untuk menjadi gadis penebus hutang. Awalnya dia berpikir akan dijadikan wanita simpanan oleh Armano Davies. Akan tetapi siapa sangka, dirinya justru dinikahkan dengan putranya yakni William Davies, pria yang dikabarkan meninggal beberapa bulan lalu.
"K_kau masih hidup?" tanya Maizura tak percaya. Dia mengerjap beberapa kali untuk menyakinkan penglihatannya.
William Davies menatap Meizura tajam. Dia tak suka wanita yang cerewet. "Diam! Jangan banyak bertanya. Kau hanya gadis penebus hutang," kata William penuh penekanan.
Setelah menikah dengan William, hidup Meizura mulai berubah. Banyak hal yang terjadi hingga suatu saat Meizura mengetahui fakta lain yang di sembunyikan oleh suaminya. Bagaimana kelanjutannya? Simak kisah mereka di sini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir Marcus dan Felix
Marcus yang sedang marah karena merasa dicurangi langsung menuju perusahaan milik putranya. Dia akan mengadukan pada Felix mengenai apa yang dia alami hari ini. Dia yakin Felix pasti mau membantunya membalaskan dendam pada keluarga Davies.
Setibanya di perusahaan Felix. Marcus langsung naik ke ruangan Felix. Dia tidak tahu, ada kejutan di dalam ruang kerja putranya.
Saat Marcus membuka pintu ruangan Felix. Dia tertegun sesaat. Di sana ada beberapa polisi yang sedang meringkuk putranya. Karena cemas, Marcus masuk dan mencoba menghalangi para polisi itu.
"Apa yang terjadi? Kenapa kalian menangkap putraku? Lepaskan dia!" seru Marcus panik. Bukannya melepas Felix, salah satu polisi juga langsung meringkus Marcus.
"Apa-apaan kalian, Jangan sembarangan kalian!"
"Kami mendapatkan surat perintah penangkapan saudara Felix Romsey dan juga Marcus Romsey, kalian dilaporkan atas dugaan pembunuhan berencana pada William Davies."
Marcus terus meronta, sedangkan Felix sejak tadi terus diam. Dia tidak berkutik karena polisi telah mengantongi bukti yang memberatkan dirinya.
Felix tidak menyangka akan datangnya hari ini. Padahal dia sudah menyingkirkan Vallen. Satu-satunya saksi kunci dalam kasus ini. Jadi sebenarnya siapa yang melaporkan dirinya? Hanya itu yang ada di pikiran Felix saat ini.
Saat Marcus dan Felix di gelandang polisi. Mereka berdua langsung menjadi tontonan para karyawan Felix. Gosip pun langsung menyebar dengan cepat.
Elliot juga sudah menyiapkan beberapa wartawan penyiaran untuk menyebar berita ini. Bagaimana pun dia ingin Felix dan Marcus benar-benar hancur hingga ke dasar jurang.
Sementara itu, William baru saja sampai di rumah sakit. Dia menunggu dengan cemas di luar ruang gawat darurat. Dokter yang dulu menangani Meizura pasca kecelakaan juga ikut mengambil peran.
Tak lama kemudian dokter itu keluar. Wajahnya terlihat tenang sehingga membuat William merasa tidak ada yang serius dengan Meizura.
"Bagaimana, Dokter? Apa yang terjadi pada istriku?"
"Kondisi nyonya Meizura sejauh ini sudah membaik, dia bahkan sudah sadar dari pingsannya. Hanya saja, sepertinya memang untuk sementara ini jangan sampai terlalu stres dengan beban pikiran, karena gegar otak yang waktu lalu dialaminya cukup berat."
"Aku mengerti, Dokter."
"Nyonya Meizura tidak perlu rawat inap. Setelah mengurus administrasi kalian bisa segera pulang. Tebus juga obat yang sudah saya resepkan."
"Baiklah, terima kasih."
William langsung memasuki ruangan di mana Meizura berada. Dia langsung duduk di samping ranjang istrinya dan mengusap lembut wajah Meizura.
Meizura membuka mata dan tersenyum tipis. Bibirnya yang semula pucat sudah mulai terlihat lebih berwarna.
"Maaf aku merepotkanmu, Liam." Meizura berujar sembari menatap William penuh dengan rasa bersalah. Dia sampai tidak memperhatikan bahwa William tidak lagi memakai kursi rodanya.
"Tidak apa-apa. Ini salahku, seharusnya aku memberitahumu tentang tuan Romsey padamu."
"Sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa tanda tanganku dan dia bisa ada di sana. Aku merasa tidak menandatangani berkas itu."
Itu berkas yang sengaja aku sisipkan saat kau menandatangi beberapa berkas lain. Mungkin kau terlalu terburu-buru hingga tidak membacanya dengan jelas."
Meizura tidak habis pikir. Kenapa dia begitu ceroboh dengan hal ini. Saat Meizura berpikir, dia menatap ke arah William. Matanya mengerjab dengan cepat. Dia baru mulai menyadari ada hal yang aneh dengan suaminya.
"Li_liam, tadi kau kesini bersama siapa?"
"Aku sendiri yang membawamu ke sini. Ada apa?" William melipat bibirnya ke dalam agar tidak tertawa melihat wajah kebingungan Meizura."
"Ka_u bisa berjalan?"
...****************...
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘