NovelToon NovelToon
Air Mata Mella

Air Mata Mella

Status: tamat
Genre:Cinta Beda Dunia / Chicklit / Tamat
Popularitas:116.3k
Nilai: 5
Nama Author: Qiana Lail

Mella adalah seorang yatim piatu, seluruh keluarganya meninggal karena keserakahan seseorang yang berpangkat.

Mella menjalani kehidupan ini seorang diri, dengan penuh hinaan dan cacian orang-orang yang mengenal keluarganya, yang hanya tau berita yang disiarkan di televisi tanpa tau kebenarannya.

Mampukah Mella menjalani kehidupan ini meskipun ia hanya seorang diri ? Dan mampukah ia membuktikan kebenaran tentang kematian keluarganya ?.

Yuk simak cerita lengkapnya dalam novel karya Qiana Lail, jangan lupa dukungannya serta tinggalkan jejak sebagai motivasi penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qiana Lail, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 35. Perintah Jendral Pranoto

Dengan santai Dul menikmati sebatang rokok itu hingga habis. Kemudian ia menghela nafasnya dan menghembusnya dengan kasar.

"Pak Harun, bukankah sudah kami ingatkan bahwa bapak jangan macam-macam. Tetapi bapak malah melaporkan kami ke kantor polisi."

"Untung saja teman kami yang menerima laporan bapak, jika bukan pasti bapak dalam masalah yang lebih berat lagi." ucap Dul.

Kemudian Dul menghela nafas lagi. Ia seolah sedang menata hatinya yang seakan sedang tidak baik-baik saja.

"Pak terimakasih telah menyelamatkan saudara saya. Oleh karena itu saya harap bapak jangan melakukan hal-hal yang bisa membahayakan nasib keluarga bapak." ucap Dul.

Tanpa menjelaskan semuanya Dul pergi meninggalkan rumah Pak Harun. Tanpa menoleh ke belakang Dul terus berlalu meninggalkan pak Harun dan istri yang masih bingung dengan ucapan Dul tadi.

Kemudian pak Harun duduk kembali bersama sang istri. Mencoba berbincang-bincang dan mencari solusi dari masalah yang mereka hadapi.

Tak lama ponsel pak Harun yang jadul itu berdering. Dan ada sebuah nomor asing yang menghubunginya.

"Sebentar lagi anak buahku akan menjemput mu." ucap Jendral Pranoto dari sebrang telepon.

"Maaf tuan bukankah belum ada dua hari ?." tanya pak Harun.

"Jangan banyak bicara, kau diam dirumah dan tunggu anak buahku menjemput mu." jawab Jendral Pranoto kemudian menutup panggilan itu dengan kasar.

Pak Harun hanya menggelengkan kepalanya. Lalu mengatakan semuanya kepada sang istri. Baru saja beliau bercerita datanglah sebuah mobil di depan rumahnya.

Muncul seorang polisi yang tadi sempat menerima laporannya. Tanpa basa-basi Polisi itu langsung membawa pak Harun untuk menemui Jendral Pranoto.

"Pak mengapa saya anda bawa apa salah saya pak ?." tanya pak Harun.

"Kau akan tau jawabannya nanti setelah bertemu dengan Jendral Pranoto." jawabnya singkat.

Kemudian mobil itu melaju, meninggalkan rumah pak Harun dengan sang istri yang masih setia didepan pintu. Melepaskan sang suami dengan iringan doa dan air mata.

Setelah sampai pak Harun kembali dibawa masuk ke gudang yang penuh barang haram waktu itu. Dan kembali untuk menemui Jendral Pranoto.

"Ternyata kau punya nyali juga." ucap Jendral Pranoto saat pak Harun tiba dihadapannya.

"Maafkan atas kesalahan saya." jawab pak Harun.

"Baiklah, dari tiga cara yang aku tawarkan apa yang telah kau pilih untuk membayar ganti rugi itu ?." tanya Jendral Pranoto.

Pak Harun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Beliau benar-benar tidak bisa melakukan apa yang diminta oleh Jendral Pranoto.

"Kalau begitu aku yang akan menentukan cara agar kau membayar ganti ruginya. Kau hanya perlu membunuh rivalku dengan cara melakukan bom bunuh diri." jelas sang Jendral.

"Bom bunuh diri ? apa maksudnya ?." tanya pak Harun.

Kemudian Polisi yang menjemput Pak Harun itu menjelaskan semuanya. Pak Harun harus melakukan bom bunuh diri di sebuah gereja dimana seseorang yang menjadi rival Jendral Pranoto akan berada di dalam gereja tersebut.

Dengan demikian semua yang telah dilakukan oleh pak Harun akan dianggap impas oleh Jendral Pranoto. Bahkan kehidupan keluarga pak Harun akan ditanggung oleh Jendral Pranoto.

"Tetapi bagaimana saya bisa melakukan hal itu ?." tanya pak Harun dengan bingung.

"Seperti yang sering ditayangkan di televisi bahwa seseorang melakukan bom bunuh diri demi jihad, maka kau akan melakukan hal yang sama." jelas Polisi itu.

"Tapi itu bukan jihad yang sebenarnya. Saya tidak mungkin membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Bukankah akan banyak korban jiwa dalam peristiwa bom bunuh diri itu ?." ucap pak Harun.

"Itu bukan urusan saya, tugas mu hanya melakukan apa yang sudah aku perintahkan tanpa perlu bertanya ataupun menolaknya dengan alasan apapun."

"Besok waktunya kau melakukan bom bunuh diri itu. Kau harus datang ke tempat ini, jika tidak maka kami akan menjemputmu dengan paksa di rumahmu." ucap Jendral Pranoto.

Kemudian beliau mengibaskan tangannya, menginstruksikan kepada anak buahnya agar mengantarkan pak Harun kembali kerumahnya.

Dengan cepat pak Harun ditarik oleh salah satu dari mereka dan segera di antar ke rumah kembali. Di tengah jalan beliau melihat Dul dengan seorang anak laki-laki yang masih kecil.

Pak Harun meminta agar diturunkan di tempat itu agar Dul yang akan mengantarkannya kembali ke rumah. Tentu saja hal itu disetujui oleh anak buah Jendral Pranoto karena Dul juga bagian dari mereka.

Tapi Dul tidak menyadari bahwa pak Harun turun dari mobil dan hendak menemuinya. Saat ia hendak melanjutkan perjalanannya pak Harun menghampirinya.

Dan anak buah Jendral Pranoto menyampaikan agar pak Harun segera diantar kembali ke rumahnya. Dul menyanggupinya dan segera mengantarkan pak Harun kembali ke rumahnya.

"Siapa anak kecil tadi apakah dia adalah putra mu ?." tanya pak Harun setelah mengusap lembut kepala bocah kecil yang bernama Gani itu.

"Dia adalah anak wanita yang kau tolong itu. Jika kau ingin keluargamu aman maka lakukan apa yang diperintahkan oleh Jendral Pranoto." ucap Dul lagi.

"Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu ?." tanya pak Harun.

Kemudian Dul menceritakan semuanya, semua kejadian yang menimpa keluarga saudaranya. Kematian anak gadis mereka yang sangat tragis dan juga nasib yang kini dialami oleh mereka.

Meskipun Dul adalah saudara dari wanita itu, ia tidak bisa menolongnya karena Dul tau bahwa kekuatan Jendral Pranoto telah menjalar ke segala penjuru.

Bahkan kantor polisi saja bisa ia kuasai, itu sebabnya bisnis haramnya seolah-olah tidak tercium oleh kepolisian.

Karena sebenarnya polisi juga bagian dari mereka. Lagi-lagi Dul mengingatkan pak Harun. Lebih baik menurut saja dari pada keluarganya menjadi korban.

Apalagi pak Harun mempunyai seorang anak gadis. Itu akan sangat berbahaya bagi anak gadisnya jika sampai Jendral Pranoto mengetahuinya.

Kemudian Pak Harun berpamitan agar ia bisa segera pulang tanpa perlu di antar oleh Dul.

"Nak semoga kau panjang umur dan sehat selalu." ucap Pak Harun sambil mengusap lembut kepala Gani.

Gani hanya tersenyum dan mengangguk, kemudian mengucapkan terimakasih kepada pak Harun. Setelah itu pak Harun berjalan melanjutkan langkahnya untuk kembali ke rumahnya.

Kemudian pak Harun menceritakan kepada sang si istri akan perintah Jendral Pranoto yang meminta beliau untuk melakukan bom bunuh diri.

Sang istri yang mendengar hanya bisa menangis, bagaimana beliau tidak sedih mendengar perintah yang diberikan oleh Jendral Pranoto.

"Ayah kami rela menjadi korbannya tapi ayah jangan pernah melakukan perbuatan itu. Bom bunuh diri yang akan ayah lakukan itu akan menelan korban jiwa yang tidak hanya satu."

"Kasihan nasib nyawa-nyawa yang tidak bersalah itu." ucap Hana sambil ikut duduk di samping sang ibu yang masih terisak-isak.

1
X'tine
kepsek nya gak bijaksana,, mudah di suap.. silai mata...
Muhammad Zaqian
meskipun tidak bersalah tetapi harus menerima nasib yang sungguh sangat tidak wajar
Muhammad Zaqian
Seperti kisah nyata dalam kehidupan
Muhammad Zaqian
Seru banget
Zaqian Laili
Tolong pertemuan Mella dengan Jun, aku mohon thor
Zaqian Laili
Terkadang memang ada yang seperti itu
Zaqian Laili
Kasihan Mella
Zaqian Laili
Terkadang manusia lebih mengerikan dari seekor binatang
Zaqian Laili
Seandainya semua sekolah seperti ini
Zaqian Laili
Lanjut Thor up yang banyak untuk mengisi waktu luang
Zaqian Laili
Hahaha ... gimana mau beraksi kalau senjatanya lemah begitu
Yiping
penasaran thorr reaksi nya orang yg menghakimi
Zaqian Laili
penyesalan selalu di belakang
Zaqian Laili
Lanjut dong Thor up yang banyak, aku penasaran dengan kelanjutan ceritanya
Zaqian Laili
Betul sekali
Zaqian Laili
Harusnya hukuman mati, ditembak atau jika perlu di hukum cambuk sampai mati
Zaqian Laili
Banyak pejabat yang melakukan hal ini, sumpah hanya karena persyaratan untuk naik jabatan dan untuk diunggah.
Zaqian Laili
Hatinya sudah hilang sejak naik jabatan
Zaqian Laili
Sungguh luar biasa keimanannya
Zaqian Laili
Lindungi Hana, Thor aku mohon lindungi Hana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!