NovelToon NovelToon
Hanya Istri Figuran

Hanya Istri Figuran

Status: tamat
Genre:Romansa / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Mulyani Syahfitri

Zea Rahayu, hidupnya hanya dipenuhi oleh awan mendung yang tidak pernah bersinar. Sejak kecil selalu dianggap pembawa sial oleh ayah dan kakak nya, karena kelahiran Zea yang merenggut nyawa ibu nya.

Hingga saat dewasa, Zea harus menjadi alat penebus hutang ayahnya yang tidak sedikit. Dia dipaksa menikah dengan seorang presdir yang terkenal kejam dan bengis, Albizar Malik Dewantara.

Pria berwatak dingin yang baru saja dikhianati oleh sang kekasih, dan berniat menjadikan Zea sebagai bahan pelampiasan untuk membalas rasa sakit terhadap mantan kekasihnya.

Kehidupan yang tidak mudah, kembali harus dilalui Zea..
Akankah dia bisa bertahan ketika hanya dijadikan sebagai istri figuran??? Ditambah dengan perlakuan ibu dan adik Malik yang begitu tidak menyukai nya karena ingin Zea pergi meninggalkan Malik.

Konflik prahara rumah tangga dan masalah dalam kehidupan Malik, membuat Zea semakin merasa sulit.

note : untuk visual ada di Ig ygy @mulyani syahfitri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mulyani Syahfitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apartemen Gabriel

Zea membuka matanya yang terasa begitu berat. Kepala nya pusing dan tubuhnya terasa sakit semua. Pandangan mata Zea mulai mengedar mengamati ruangan dimana dia berbaring. Sebuah kamar yang cukup mewah.

Zea terkesiap, bahkan dia langsung bangun dari tidur nya, tapi kepala nya yang pusing membuat Zea meringis dan memijat nya perlahan.

Ada dimana dia?

Ini bukan kamar Malik, dan aroma nya juga bukan aroma mansion Malik yang segar. Aroma ini terlihat lebih menggigit dan pekat, namun begitu membuai.

"Kau sudah bangun adik kecil" suara seseorang yang baru masuk kedalam kamar itu membuat Zea terksiap kaget.

"Tuan Gabriel" gumam Zea dengan wajah yang begitu terperangah.

Kenapa ada Gabriel disini?

Apa itu berarti, Gabriel lah yang dia lihat semalam. Bukan Malik???

Gabriel hanya tersenyum memandang wajah pucat Zea yang begitu terkejut. Dia berjalan mendekat kearah Zea yang kini nampak ketakutan dan menarik selimut yang dia pakai dengan erat.

"Kau harus makan, tubuh mu perlu asupan" ujar Gabriel seraya meletakkan nampan yang dia bawa ke atas meja disamping tempat tidur Zea.

"Kenapa tuan bisa ada disini?" tanya Zea. Suara nya bahkan sedikit bergetar. Karena dia benar benar takut sekarang. Malik dan Gabriel tidak ada beda nya, mereka sama sama menakutkan. Meski wajah Gabriel lebih tenang sedikit dari pada wajah dingin Malik.

Gabriel tersenyum sinis dan duduk disisi ranjang, tepat disamping Zea, hingga membuat Zea kembali memundurkan tubuhnya dan lebih memepet kesandaran tempat tidur besar itu.

"Kenapa kau begitu takut padaku he, apa kau kira aku akan memakan mu?" tanya Gabriel dengan tawa kecil nya.

"Tuan, saya ingin pulang" pinta Zea dengan mata yang mulai berair.

"Kau mau pulang kemana?" tanya Gabriel seraya meraih mangkuk yang berisikan bubur yang dibawa nya tadi.

Zea terdiam dan tertegun mendengar pertanyaan itu.

Dia mau pulang kemana???

Gabriel kembali tertawa kecil seraya mengaduk bubur ditangan nya.

"Kau bahkan bingung untuk menjawab nya kan" ucap Gabriel.

Zea hanya diam dan tertunduk dengan sedih, dia memang tidak tahu harus pulang kemana. Pulang kemansion Malik bahkan dia suah tidak diperbolehkan masuk karena Malik tidak ada disana. Dan jika dia pulang kerumah ayahnya, dia pasti akan diusir juga.

Menyedihkan sekali hidup Zea. Dia sudah tidak punya tempat untuk kembali.

"Sudah lah, makan dulu. Jangan sampai kau mati kelaparan nanti. Sia sia aku membawamu kemari" ujar Gabriel seraya menyerahkan mangkuk bubur itu pada Zea.

Zea terdiam dan hanya memandang nanar mangkuk bubur itu.

"Ayo makan, atau kau mau aku suapi" tawar Gabriel dengan senyum sinis nya.

Zea menggeleng pelan, namun dia masih ragu untuk memakan itu. Padahal perut nya juga sudah sangat perih sekarang.

"Tenang lah, aku tidak sekejam itu untuk meracuni mu. Lebih baik aku meracuni Malik saja karena sudah berani meninggalkan istrinya sendirian dikandang macan seperti itu" ungkap Gabriel, dan entah kenapa dia terdengar kesal.

Zea memandang mangkuk bubur yang ada ditangan nya dan bergantian dengan memandang wajah datar Gabriel.

"Sepertinya kau memang mau aku suapi ya. Ck, manja sekali" gumam Gabriel seraya kembali mengaduk buburnya dan ingin menyendokkan nya pada Zea. Namun Zea dengan cepat menggeleng dan meraih mangkuk bubur itu dari tangan Gabriel.

"Saya bisa sendiri tuan" ucap Zea yang langsung mulai melahap buburnya.

Gabriel tersenyum dan mengendikkan bahunya sekilas. Dia menghela nafas sejenak seraya memandang kearah jam dinding yang ada dikamar itu. Membiarkan Zea makan dengan lahap. Ya, Zea sudah sangat kelaparan, Gabriel hanya menyuntikkan vitamin saja tadi ketubuhnya, sehingga Zea bisa bertenaga lagi. Jika tidak, dia pasti belum sadar sekarang.

"Tuan...." panggil Zea pada Gabriel.

Gabriel langsung menoleh pada Zea

"Kenapa tuan bisa tahu saya ada dikandang itu?" tanya Zea, yang sejak tadi sudah penasaran dengan ini.

Gabriel mendengus saat melihat ternyata Zea sudah menghabiskan buburnya. Dia menyerahkan segelas susu pada Zea. Dan dengan cepat pula Zea meraihnya seraya menukar gelas itu dengan mangkuk buburnya yang telah kosong

"Kau benar benar kelaparan ya" ucap Gabriel

Zea hanya diam dan menghabiskan susunya, rasanya dia sudah seperti gembel yang begitu kelaparan. Menyedihkan sekali memang.

"Tuan tidak menjawab pertanyaan saya" ucap Zea seraya mengusap mulutnya.

"Aku hanya lewat" jawab Gabriel yang mengambil gelas kosong dari tangan Zea.

Zea mengernyit, memandang Gabriel dengan penuh curiga.

"Tuan berbohong" tuding Zea.

Gabirel tertawa kecil dan menggeleng.

"Aku memang hanya lewat, Michella sepupu ku, jadi sudah sewajarnya aku bermain ke mansion Malik. Dan aku hanya berjalan jalan dikandang kuda, dan tidak sengaja malah menjumpai kuda betina yang sedang terkurung disana" ungkap Gabriel.

Dan kali ini Zea yang mendengus kesal. Enak sekali dia disamakan dengan kuda betina.

"Sudahlah, apa kau sudah memikirkan perkataan ku yang kemarin?" tanya Gabriel dengan senyum penuh arti nya.

Wajah kesal Zea kini berubah menjadi wajah marah, karena dia masih ingat dengan permintaan gila Gabriel waktu itu.

"Tuan, anda memang gila" sergah Zea dengan berani.

Gabriel mendengus senyum mendengar itu.

"Kau yang gila adik kecil. Aku menawarkan kehidupan yang baik untuk mu agar kau tidak lagi tersiksa seperti ini. Tapi kau malah menolak. Dan lihat, bahkan jika aku tidak membawa mu kemari, aku pastikan kau akan mati dan membusuk tanpa ada yang tahu" ungkap Gabriel.

"Lebih baik saya mati dan membusuk disana dari pada menikah dengan anda. Apa anda tidak puas juga sudah merebut kekasih tuan Malik, dan sekarang anda malah ingin meminta saya menjadi istri anda. Padahal sudah jelas anda tahu jika saya adalah istri sah nya" sahut Zea begitu kesal.

Gabriel tersenyum dan memalingkan wajahnya menghadap kearah jam dinding besar itu lagi.

"Sampai kapan kau akan bertahan?" tanya Gabriel. Bahkan sama sekali dia tidak mengindahkan kemarahan Zea.

"Sampai tuan Malik sendiri yang meminta saya pergi" jawab Zea.

"Apa kau takut jika kau pergi maka ayah dan kakak mu yang terkena imbasnya?" tanya Gabriel

Zea terdiam

"Benarkan? Padahal aku juga bisa menjamin mereka aman jika kau pergi bersamaku" kata Gabriel lagi

Zea menggeleng pelan mendengar perkataan Gabriel.

"Saya memang takut kamarahan tuan Malik akan berimbas pada ayah dan kakak saya. Tapi bukan hanya itu saja tuan," ucapan Zea terhenti, dan itu membuat Gabriel langsung menoleh kearah nya.

"Tapi saya juga tidak bisa meninggalkan dia yang sudah jelas adalah suami saya. Hubungan kami sudah terikat dengan kuat" jawab Zea

"Walau pun kau hanya di anggap sebagai istri figuran oleh dia?" tanya Gabriel

"Ya" jawab Zea tanpa ragu

Gabriel tersenyum dan mengangguk pelan.

"Apa kau sudah mencintai tuan kejam itu adik kecil?"

Dan pertanyaan Gabriel kali ini membuat Zea terdiam dengan wajah tertegun nya

"Saya tidak tahu apa arti cinta itu tuan" jawab Zea, terdengar begitu lirih.

"Sejak kecil saya tidak pernah di perkenalkan dengan cinta dan kasih sayang. Yang saya tahu, jika tuan Malik adalah suami saya, bagaimana pun dia, dia adalah tempat saya kembali" kata Zea lagi.

Dan bisa Gabriel lihat jika mata Zea kembali berair saat mengungkapkan kata kata itu. Seperti ada luka yang begitu besar dihatinya saat ini.

Dan memang begitu kenyataan nya. Malik sudah menjadi suami nya, Zea tidak mungkin pergi dan memulai kehidupan yang baru lagi bersama orang baru. Semua tidak menjamin jika dia tidak akan tersiksa, atau mungkin lebih parah rasa sakit yang dia dapat. Biarlah Zea bertahan bersama Malik, meski Malik kasar, tapi semakin lama, Malik pasti bisa semakin lembut memperlakukan nya. Bahkan Malik mau memberikan nya makanan yang enak dan segala kemewahan yang tidak pernah Zea dapatkan dirumah ayah nya dulu.

Itu sudah cukup untuk Zea bertahan dan tidak pergi bersama Gabriel. Dia tidak ingin menjadi penjahat hanya karena iming iming kebahagiaan yang semu.

Zea terkesiap, saat melihat Gabriel yang beranjak dari duduk nya. Lelaki itu memperhatikan Zea dengan lekat.

"Istirahat lah dulu, satu jam lagi aku akan mengantarmu kembali" kata Gabriel yang langsung pergi meninggalkan Zea.

Zea memandang bingung kepergian Gabriel.

Ada apa dengan Gabriel,

sebenarnya apa yang diinginkan oleh lelaki ini.

Sedetik tadi dia meminta Zea pergi, dan sekarang dia sudah berniat mengantar Zea kembali.

Sungguh aneh!

Zea menghela nafasnya dan kembali bersandar disandaran tempat tidur. Seraya matanya yang mengedar memandang ruangan kamar itu. Apa ini rumah Gabriel, atau apartemen, atau hotel???

Entah lah, tapi Zea bisa melihat jika ada balkon diluar sana, sepertinya ini memang apartemen.

Zea melirik kesegala arah memandangi kamar itu yang memang sangat mewah dan sesuai dengan karakter Gabriel, yang tenang namun elegan.Dan ruangan ini juga begitu, didesain unik khas eropa modern. Ada beberapa pajangan didalam sini, seperti barang barang unik dan juga ..... foto.

Foto???

Mata Zea mengernyit saat melihat sebuah foto yang terletak diatas meja tepat disudut dinding. Dan entah kenapa dia begitu penasaran hingga kaki nya mulai beranjak turun.

Lantai yang dingin membuat Zea sedikit meringis, namun kaki telanjang nya terus berjalan mendekat kearah foto itu terletak.

Tangan Zea langsung meraih foto itu dan memandang nya dengan lekat.

Foto tiga orang remaja tanggung.

Mata Zea mengernyit, saat dia sepertinya mengenali siapa yang ada difoto ini. Wajah mereka tidak banyak berubah.

"Bukan kah ini Tuan Malik, tuan Zayn dan tuan Gabriel" gumam Zea seraya terus memandangi foto itu. Foto dimana mereka terlihat begitu akrab dengan senyum yang begitu lepas. Hanya wajah Malik yang tidak tersenyum, dia di apit oleh Gabriel dan Zayn yang merangkul nya.

Mereka terlihat begitu dekat difoto ini.

Tapi kenapa sekarang seperti musuh begini??????

1
ADW&RAW
🙏
Deswita
😀🤣
Deswita
💪💪💪
Deswita
😂
Deswita
🙏
Deswita
💪
Deswita
💪💪💪💪
Deswita
💪🤰🥰
Deswita
💪💪
Deswita
💪
Deswita
🤨
Deswita
🤔
Deswita
🙏🥺
Deswita
🙏
Deswita
💪
Deswita
🙏🙏
Deswita
😀🤔
Deswita
💪💪
Deswita
🙏👍
Deswita
😀👍🤰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!