NovelToon NovelToon
Kita Yang Berbeda

Kita Yang Berbeda

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Terlarang / Konflik etika / Romantis / Tamat
Popularitas:597.4k
Nilai: 5
Nama Author: winda siregar

"Om tidak melarang kalian menikah. Kalian boleh tetap pada keyakinan masing - masing. Tapi Om tanya pada kamu, kalau kalian punya anak. Anak kamu akan membawa nama keluarga siapa?" Tanya Abraham Papanya Malik.

Aluna hanya diam menunduk.

"Tentu membawa nama besar keluarga Abraham. Apa kamu setuju dengan permintaan Om? Pikirkan baik - baik Aluna" Pinta Pak Abraham.

*****
"Aku tidak bisa ikut kamu Aluna. Aku satu - satunya anak laki - laki orang tuaku. Aku dan keturunanku kelak yang akan membawa nama keluarga. Tidak mungkin aku ikut keyakinan kamu" Ujar Malik

"Tapi aku juga tidak akan mungkin Malik. Aku anak sulung, Papaku sudah meninggal sedangkan Mamaku sakit - sakitan. Kalau aku ikut keyakinan kamu Mamaku pasti akan mati" Sahut Aluna.

"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Malik

Akankah cinta mereka bersatu dengan pertentangan dua keluarga? Apakah jodoh akan berpihak pada mereka?

Selamat membaca...

catatan : Novel ini saya ambil dari pengalaman pribadi beber

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali

Setengah tahun kemudian.

"Aluna kamu dipanggil ke ruangan si Bos" ucap teman kantor Aluna.

"Baik, aku akan ke sana" sambut Aluna.

Aluna berjalan menuju ruangan Kepala Cabang barunya, pengganti Bian yang sudah bekerja di Kota ini selama enam bulan.

Tok.. Tok..

Aluna mengetuk pintu ruangan atasannya.

"Masuk" perintah dari dalam.

Aluna membuka pintu lalu masuk ke dalam.

"Silahkan duduk Aluna" ucap atasan Aluna.

Aluna langsung duduk di depan meja pimpinan. Pria yang ada di hadapan Aluna bukan pria yang usianya sama dengan Bian. Pria ini jauh lebih tua dari usia Bian dan Aluna.

Pria tersebut membuka sebuah amplop berwarna coklat dan mengeluarkan isinya. Lalu pria itu menyerahkan selembar kertas yang dia ambil dari dalam amplop tadi.

"Aluna ini ada surat dari kantor pusat, silahkan kamu baca dulu" ucap atasan Aluna.

Aluna meraih kertas yang diberikan pimpinannya lalu membacanya. Alangkah terkejutnya Aluna ketika membaca isinya.

"Kantor pusat membutuhkan kamu lagi dan lusa kamu harus sudah bekerja di sana" ucap pimpinan Aluna.

"Se.. secepat itu Pak?" tanya Aluna tak percaya.

"Ya, kamu keberatan?" tanya pimpinan baru Aluna.

"Tidak Pak, saya hanya terkejut menerima surat pindah tugas saya" jawab Aluna.

Pulang dari kantor Aluna langsung ke rumahnya untuk mulai menyiapkan semuanya. Saat makan malam Aluna menyampaikan berita kepindahannya dengan keluarganya.

"Lusa aku mulai bekerja di kantor pusat Ma" ucap Aluna.

Sontak semua mata menatap Aluna.

"Kamu kembali ke Ibukota?" tanya Mama Aluna terkejut.

"Iya Ma, aku dapat surat pindah tadi siang dikantor. Lusa aku harus sudah bekerja kembali di kantor pusat" jawab Aluna.

"Baru satu tahun Kakak di sini" potong Said.

"Yah mau gimana lagi, surat pindah sudah turun Kakak tidak bisa menolaknya" sambut Aluna.

Tampak Mama Aluna menatap Aluna dengan tatapan khawatir.

"Disana nanti kamu akan kembali bertemu dengan Ma.. Malik" ucap Mama Aluna.

"Ma.. aku sayang Mama dan adik - adik semua. Aku tidak akan meninggalkan kalian demi Malik" sambut Aluna meyakinkan Mamanya.

Sebenarnya dia juga bingung memikirkan masa depan dia dan Malik. Kalau dia kembali ke Ibukota itu artinya mereka akan kembali sering bertemu. Bagaimana dengan perpisahan yang sudah satu tahun Aluna persiapkan?

"Ma, Kak Aluna kan sudah dewasa. Dia pasti tau mana yang baik dan buruk" potong Said.

Mama Aluna menarik nafas panjang.

"Baiklah, Mama melepas kamu pergi Nak" ucap Mama Aluna.

Aluna menggenggam tangan Mamanya dengan lembut.

"Aku janji tidak akan meninggalkan Mama" janji Aluna di depan keluarganya.

Setelah selesai mengungkapkan kepindahannya bekerja kembali ke Ibukota. Aluna kembali mempersiapkan barang - barangnya untuk kembali pindah ke Ibukota.

Keesokan harinya setelah perpisahan dengan teman - temannya Aluna diantar Mama dan adik - adiknya di depan rumahnya.

Aluna kembali ke Ibukota naik travel. Mobil travel langsung menjemput Aluna di depan rumahnya. Setelahnya berpamit dengan seluruh keluarganya Aluna berangkat menuju Ibukota.

Sesampainya di rumah Tante Aluna.

"Om.. Tante.. aku izin untuk tinggal dirumah ini lagi. Mulai besok aku kembali bekerja di sini" ucap Aluna kepada Om dan Tantenya.

"Dengan senang hati kami menyambut kedatangan kamu kembali Aluna" jawab Om Aluna.

Tidak ada yang menyinggung tentang Malik. Om dan Tante Aluna berpikir kalau Aluna sudah lama berpisah dari Malik.

"Ya sudah Aluna kamu bawa aja barang - barang kamu ke kamar kamu dulu dan istirahat. Besok kamu sudah mulai kerja kan?" tanya Tante Aluna.

"Iya Tante, aku langsung ke kamar ya Om, Tante" jawab Aluna.

Aluna kembali ke kamarnya dulu saat dia tinggal di rumah ini. Ponsel Aluna bergetar tanda pesan masuk. Aluna membuka dan membaca pesan tersebut. Ternyata dari Malik.

Malik

Al, kamu lagi ngapain?

Aluna terdiam sesaat, bingung mau jawab apa. Kalau dia tidak kasih tau Malik bahwa sekarang dia sudah di Ibukota Aluna takut Malik marah.

Akhirnya Aluna membalas pesan Malik dan berkata jujur. Aluna langsung mengetik pesan balasan.

Aluna

Aku baru sampai Ibukota Lik. Mulai besok aku kembali bertugas di sini. Ini aku baru aja nyampai rumah Tante dan sedang berbenah.

Tak lama kemudian ponsel Aluna berdering. Dan siapa peneleponnya sudah bisa dipastikan. Aluna langsung mengangkat telepon dari Malik.

"Halo" ucap Aluna memulai pembicaraan.

"Halo Al, kamu kok baru kabari aku sih? Kamu naik apa datang ke sini? Aku kan bisa jemput kamu?" tanya Malik langsung.

"Barang - barang aku banyak Lik, mana bisa kamu jemput naik motor. Aku naik travel dari kampung langsung diantar ke rumah Tante" jawab Aluna.

"Besok aku jemput ya" ujar Malik.

"Jangan Lik, Tante dan Om mengira kita sudah putus" cegah Aluna.

"Eh iya aku lupa. Kalau begitu kamu jalan dikit sampai Gang B nanti aku tunggu di situ" sambut Malik.

"Mmm.. ya sudah kalau begitu" balas Aluna.

"Kamu pasti capek, sekarang istirahat dan tidur. Sampai ketemu besok sayang" ucap Malik senang.

"Ya sudah ya aku tutup teleponnya. Daaah" balas Aluna.

Aluna sudah berniat untuk segera membicarakan kembali hubungan mereka secepatnya. Aluna tidak mau kembali membohongi keluarganya.

Aluna menyusun kembali pakaiannya dan barang - barangnya ke dalam lemari persis seperti dulu dia tinggal di sini. Setelah itu Aluna bersih - bersih dan berganti pakaian.

Kemudian Aluna naik ke atas tempat tidur dan berbaring. Aluna harus istirahat karena besok hari pertamanya kembali bekerja di kantor pusat.

Esok harinya sesuai dengan janji mereka tadi malam. Aluna berjalan dari rumah Tantenya ke depan Gang B. Disana Malik sudah menunggu.

Malik tersenyum menyambut kedatangan Aluna. Dia memberikan helm Aluna dulu untuk dipakai Aluna kembali.

Aluna naik ke atas motor Malik dan mereka pergi bareng ke kantor Aluna.

"Aku tidak bawa bekal untuk kamu" ucap Aluna.

"Tidak apa, kamu kan masih capek dari kampung kemarin" sambut Malik.

"Tapi mulai hari ini aku gak buatin bekal kamu lagi ya" pinta Aluna.

"Iyaaa gak apa, aku sudah terbiasa sarapan pagi di dekat kantor" jawab Malik.

Syukurlah, mudah - mudahan sebentar lagi kamu juga akan terbiasa dengan hubungan kita yang tak bisa diperpanjang lagi. Batin Aluna.

Akhirnya mereka sampai di kantor pusat tempat Aluna bekerja.

"Nanti sore aku jemput ya" ucap Malik.

"Iya, sekalian kita ngobrol, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu" balas Aluna.

"Aku juga mau bicara sama kamu, pas banget kan?" sambut Malik sambil tersenyum.

Aluna hanya diam.

"Iya. Udah ya Lik aku masuk, mau menghadap bagian HRD" pamit Aluna.

"Oke, selamat bekerja kembali Aluna" ucap Malik.

Aluna melambaikan tangannya sambil berjalan meninggalkan Malik. Dia segera masuk ke dalam kantornya. Ini adalah hari pertamanya kembali ke kantor ini. Semoga menjadi awal langkah yang baru untuk masa depannya kelak.

.

.

BERSAMBUNG

1
Nur Arfian Auliya
makasih kak., novelnya seru dan menghibur sekali🥰
Dewa Nara
ringgy?
Dewa Nara
apa maksudnya Thor, aluna ke kampus utk menyiapkan makan malam?
Dewa Nara
dari kampung Thor
Dewa Nara
gerbang kampus Thor, masak pintu kampus
Dewa Nara
mahasiswa baru Thor, bukan murid baru. murid itu istilah utk anak SD
Johan Rika Suzanti
Luar biasa
Ratnasihite
seperti yg dlu aq rasakan mesti berpisah😭😭
Diah Ratna
dr awal waktu dijodohin m Kamal dah mulai curiga kl Kamal bukan laki2 baik.
Diah Ratna
putus karena perbedaan agama.
menerima lamaran orang lain karena ga enak m ortu, mengesampingkan perasaan sendiri hanya untuk berbakti PD ortu.
ortu tau anknya blm saling mencintai berharap bisa saling mencintai.
apalah daya sebagai anak menurut kemauan ortu,tapi ternyata pilihan ortunya tidak baik, diperlakukan buruk oleh suami sendiri.
mau ngadu sama siapa???
Ratnasihite
sm seperti aq dlu pacaran beda iman jd hrs putus waktu 6thn terbuang dgn cuma2😥
Ratnasihite
sm seperti aq dlu pacaran beda iman jd hrs putus waktu 6thn terbuang dgn cuma2😥
Niaq HabibieShop
luar biasa bagus bangetttttttttt
Diah Ratna
Tuhan kita satu,kita yg berbeda.
ini penggambaran novelnya.
Hafiza Asri
Luar biasa
bunda DF 💞
ceritanya bagus bgt walaupun alurnya lambat yaa,, tp ttp bikin penasaran sih
bunda DF 💞
sediiiih,,, tp emang klo pacaran beda agama itu seperti patah hati yg direncana kan ga siih,, karna susaaah bwt bersatunyaa
Anis Mawati
aluna masih perawan
Anis Mawati
mama aluna kok gitu sih
Anis Mawati
baguslah aluna hubungan u dan kamal spt ini, siapatau endingnya nanti kesucian u hanya untuk malik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!