Diana Aginanda yang kehilangan ingatan saat usia 4 tahun dan diasuh di tengah kemiskinan oleh orang yang telah menculiknya.
Di saat usianya akan menginjak 17 tahun, Diana mengalami banyak permasalahan yang menimpa hidupnya sampai dia bertemu dengan kakak, sahabat, dan cinta sejatinya.
Hari-hari biasa di tengah kemiskinan yang dilalui diana akan berubah saat dia telah menemukan kembali ingatannya yang hilang menjadi hari hari penuh tantangan dan mengancam nyawanya, namun Diana tidak sendiri.
Diana akan mengungkap dalang di balik semua permasalahan dan percobaan pembunuhan yang menimpanya dan seorang teman pertamanya selama ini, namun siapa sangka bahwa tersangka itu adalah orang terdekatnya!?
Cover by : Pinterest.
Note: semoga cerita ini menghibur walau banyak ngasalnya, semoga mata kalian tetap sehat melihat tebaran typo yang amazing, dan semoga kalian tetap bertahan dengan segala ketidakberdayaan author menampung keluhan dan emosi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Kp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekasih yang kembali
Ketegangan malam itu tak henti dan terus berlanjut menyelesaikan setiap kebingungan dan misteri yang masih dipertanyakan
"jadi?"tanya diana memecahkan suasana itu
"gak ada"jawab Yulia singkat
Nadia yang masih tak percaya dengan jawaban yulia memastikannya berkali kali dan menanyai keuntungan yang didapat yulia dan andil group dalam memecah masalah itu namun yulia terus menggeleng tidak ada,faktanya memang tidak ada keuntungan yang didapat diana dan andil group karna dulunya direktur andil adalah sahabat baik papa kandung diana dan dia hanya ingin membantu masalah anak sahabatnya itu,nadia dan yang lainnya tidak tau akan hal itu dan berpasrah menjadikan peran serta andil group hanya sebuah misteri dalam benak mereka
***
Pagi yang cerah disambut dengan mentari yang menghangatkan menghantarkan diana dkk kembali menjalani hari hari dengan tenang setelah melewati libur akhir sekolah yang panjang demi menyesaikan ancaman hidupnya dan saat ini serta kedepannya telah benar benar tenang dengan sedikit perubahan kepala keluarga Qoura sekarang adalah mama fairel dan karna tertipu papa fairel hanya dikenai hukuman pidana penjara selama 1 tahun saja karna percobaan pembunuhan yang dipimpinya walau faktanya ia tertipu oleh istirnya itu sedangkan selvy dan rem dikenai denda dan pidana penjara selama 20 tahun akibat kasus pembunuhan,penguburan ditempat umum, pembantaian,dan penipuan.
Pagi hari ini diawal tahun ajaran baru dan status mereka sebagai anak kelas 3 telah dimulai
"hy"sapa fairel pada diana
Diana membalas sapa fairel dengan senyuman karna melihat wajah fairel yang sekarang benar benar fress setelah kejadian yang menimpa keluarganya kemaren
Nadia dan Alisya mempercepat langkah mereka kekelas untuk memberi kesempatan pada kedua pasang kekasih itu memadu asmaranya
Sedangkan Aurel hari ini tidak masuk kesekolah demi menunggu kedatangan orang tercintanya yang telah balik turnamen dari Taiwan
Aurel hanya menunggu kedatangan orang yang dicintai itu di pelatihan judonya karna bagas mengatakan untuk tidak usah menjemput nya dibandara karna pihak turnamen akan menyediakan langsung sopir pengantar setelah turun dari bandara sebab bagas pemenang final turnamen bela diri itu
tit...tit.....
bunyi klason mobil itu membuat aurel langsung bergegas dari ruang pelatihannya secara spontan,dia melihat sosok pria yang dicintainya dengan wajah puas dan bugar walau telah melewati perjalanan panjang tanpa sadar aurel langsung berlari kearah bagas tapi untungnya 2 langkah bagas berjalan langsung dikerumuni oleh anak anak yang latihan untuk menyalami memberi ucapan selamat pada bagas,aurel bersyukur aksinya itu tidak kesampean dan tidak diketahui oleh yang lainnya,melihat bagas senang mendapat ucapan selamat dari orang orang aurel memutuskan untuk pergi dulu memberi bagas waktu dan akan menemuinya kembali nanti untuk mengungkapkan rasa cintanya pada bagas walaupun nantinya tidak diterima tapi aurel tetap akan bersyukur karna telah mengungkapkan perasaannya,bagas melirik ke arah aurel yang tidak jadi menghampirinya dan meninggalkan barang barang yang dibawanya serta melewati orang orang yang sedari tadi menyalaminya demi mengejar aurel dan menggenggam tangan nya,aurel kaget tiba tiba bagas sudah berada dihadapannya sambil menggengam tangannya,bagas menekukkan lututnya dan mengeluarkan sebuah medali dari sakunya sambil berkata"maukah kamu jadi kekasihku?"
Aurel yang tidak percaya akan apa yang didengarnya meminta bagas untuk mengulangi pertanyaannya tadi
"maukah kamu jadi kekasihku?"pinta bagas
Wajah aurel memerah diiringi oleh tepuk tangan dan cie...cie an dari anak anak pelatihan
"jika kamu mau tolong raih medali ini,namun jika tidak tolong buang saja"ujar bagas
Aurel meraih medali ditangan bagas kemudian memasangkan medali itu pada bagas dan berkata"medali ini sangat berharga dan terlihat cocok dan pantas untuk dipakai kakak,jadi jangan buang bukan kah itu sayang jika dibuang?dan aku akan mengatakan iya dengan pertanyaan kakak"jawab aurel
Bagas terkejut bahagia mendengar jawaban aurel lalu mencium tangan aurel yang sedari tadi digenggamnya erat, membuat cie... cie an dari anak anak pelatihan makin menjadi jadi namun pudar setelah kedatangan diso pemilik judo ketua sekaligus papa aurel yang membuat semua murid kembali refleks ke tempat latihannya
"kenapa berisik diluar tadi?"tanya diso
Bagas dan aurel saling melirik kemudian tertawa membuat diso kebingunan
"jadi apa yang kamu dapat?"tanya diso pada bagas
"aku mendapat semuanya"jawab bagas
"yakin?"tanya diso
Bagas mengangguk kencang dan yakin
"apakah kamu telah mendapatkan hati anak saya?"tanya diso
Bagas mengangguk membuat diso tidak percaya bahwa anaknya yang tomboy dan tidak mengenal cowok itu akan menerima lamaran dari murid kesayangannya, Diso menatap aurel tajam melihat wajah aurel yang memerah karna malu, Diso tersentak tidak percaya melihat wajah putri kesayangannya itu bisa memerah karna laki laki.
***
"aurel mana?"tanya nadia pada kinda yang duduk dihadapannya
"nunggu kekasih hayati nya pulang"jawab kinda sambil membalik halaman buku yang dibacanya
"serius?!"tanya nadia kaget
Azila yang baru mendengar kabar itu segera berlari kekursi kinda diikuti oleh diana yang kepo
"kenapa?"tanya kinda pada azila dan diana
Mereka menatap kinda lama dengan tatapan berharap membuat kinda mengelakan nafasnya
"jadi gini kemaren dikamarnya aurel bilang ke gue kalo besok kak bagas udah balik dari taiwan dan memutuskan untuk menembak kak bagas setelah pulang"jelas kinda
"seriously??!!!!"kaget mereka membuat semua anak anak kelas melirik kearah mereka dan membuat fairel yang sedari tadi acuh ikut bergabung mendengar gosipan emak emak itu
"iya,gue udah tanya dia serius apa enggak,namun setelah melihat tekadnya yang besar dan berapi api itu gue gak mau menyudutkan niatnya"
"trus?"tanya azila
"ya gue gak tau sekarang gimana,kayaknya kak bagas udah pulang"ujar kinda
"bukan itu maksud gue"ujar azila
"iya terus???"tanya kinda penasaran
"ngapain kita masih duduk disini?!"ujar azila mengingat kan membuat semuanya kaget dan tersenyum lebar melirik bersama ke arah fairel
"eh ada apa?"tanya fairel cemas
Mereka masih tersenyum lembut ke arah fairel
"iya iya nanti gue bilangan kalian ada urusan mendadak dan penting banget jadi izin dulu"jawab fairel sambil menghembuskan nafas lelahnya
Mereka segera bergegas pergi membawa tas masing masing sebelum bel masuk berbunyi dan saat itu mereka bertemu dengan alisya yang sedang balik dari uks meminta obat sakit perut pada guru karna menstruasi
"kalian cabut?"tanya alisya pada mereka
"sttt"bisik azila
"ada apa?"tanya alisya bingung
"kami mau nonton drama langsung dan nyata yang romantis,mau ikut gak?"ajak kinda
mendengar hal itu Alisya tertawa dan mengelengkan kepalanya untuk tidak ikut karna dia sedang sakit perut kemudian mereka berpamitan dan meninggalkan alisya yang kembali berjalan kekelasnya dan agar tidak ketahuan guru serta satpam mereka melewati gedung belakang sekolah menuju asrama kinda untuk mengganti pakaian setelah itu bergegas ke parkiran untuk mengambil mobil nadia mereka tidak diikat oleh satpam karna sedang memakai baju bebas dan satpam juga membiarkan mereka karna dimobil ada azila anak dari wakil kepalas sekolah
Selama diperjalan mereka saling beradu argumen tentang kemungkinan cara aurel untuk menembak bagas dan saling tertawa bersama karna argumen masing masing
Setelah sampai di Judo mereka masuk secara diam diam dan terkejut melihat bagas berpelukan dengan perempuan lain yang bukan aurel.
Hehehehe