Belasan tahun terpisahkan dari sang ayah biologis, kini Kagami Rui telah kembali dan menemukan keluarganya kembali.
Saatnya memimpin Doragonshadou, sebuah yakuza legendaris yang selama ini dipimpin oleh sang ayah!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Misterius
Lay Zhang? Apa yang sedang dia lakukan disini? Apakah dia sebenarnya adalah salah satu bagian dari Death Eyes? Tidak mungkin!! Itu tidak mungkin kan? Tidak mungkin Lay Zhang adalah seorang pengkhianat bukan? Aku bahkan tak pernah mengetahuinya disaat aku masih berpihak pada Death Eyes ...
Batin Rui tak mengerti, namun Rui mulai menurunkan topi hitamnya dan sedikit menundukkan kepalanya, agar Lay Zhang tak mengenali sosok Rui.
Namun, belum sempat terjadi duel diantara mereka berdua, tiba-tiba saja seorang pria terdengar mulai memanggil nama Lay Zhang dan juga mulai menaiki tangga untuk menyusul Lay Zhang yang sedang berada di lantai 2.
"Lay Zhang?! Kau dimana?" suara seorang pria yang sangat dikenali oleh Rui mulai terdengar memanggil-manggil nama Lay Zhang. Dan suara itu adalah suara Roy.
Senior Roy juga sedang berada di tempat ini? Ini berarti Lay Zhang bukanlah seorang pengkhianant. Namun itu artinya, tim senior Ryuga dari Doragonshadou sedang beroprasi di markas ini untuk meringkus para Death Eyes! Aku harus segera pergi meninggalkan tempat ini sebelum mereka semua mengetahui keberadaanku! Karena saat ini masih ada satu markas lagi yang harus aku datangi. Sebuah gudang tua bekas sebuah pabrik di dekat Tokyo Tower. Aku harus bisa membersihkannya sebelum fajar!!
Batin Rui mulai mundur beberapa langkah lalu berbalik dan berlari.
"Hei!! Jangan pergi dan melarikan diri!!" terdengar teriakan dari Lay Zhang, namun Rui tak menghiraukannya dan terus berlari dan berusaha untuk segera meninggalkan tempat ini.
BRUGHH ...
Saat berlari disebuah tikungan rupanya Rui malah menabrak tubuh seorang pria dengan cukup keras dan membuatnya terjatuh terduduk. Rui mulai mengamati kaki pria itu dan sedikit mendongak untuk memastikan siapa pria itu. Namun situasi saat ini sungguh sangat remang, dan tak bisa membuatnya melihat wajah pria itu dengan jelas.
"Mau lari kemana kamu?!! Death Eyes sudah berakhir!! Kau tak akan bisa lari kemanapun lagi!!" ucap pemuda itu yang membuat sepasang mata Rui semakin membelalak, karena pemilik dari suara itu adalah Cloud, adiknya!!
Disaat Cloud sedikit menunduk dan berusaha untuk melepaskan topi hitam Rui, Rui segera melakukan split untuk menjegal kaki Cloud. Seketika Cloud terjatuh, dan disaat itulah Rui segera bangkit kembali lalu berusaha untuk melarikan diri dari mereka semua.
Kini di seberang, terlihat seorang pria mulai berpegangan pada pegangan sebuah tangga lalu menggunakan sebagai tumpuan, lalu dengan cepat pemuda itu menghempaskan tubuhnya ke samping untuk melewati sebuah pembatas tangga dan mendarat dengan sempurna di hadapan Rui.
Rui mulai menghentikan langkah kakinya dan mundur 2 langkah. Kali ini rupanya Ryuga sudah menghadangnya di depan.
Ugh ... seperti dugaanku. Mereka sudah menemukan persembunyian para sisa Death Eyes! Setidaknya tak ada satupun dari mereka yang berkhianat. Huft ...
Batin Rui merasa sedikit lega.
Ryuga menatap tajam sosok gadis bertopi yang selalu menunduk itu. Perlahan Ryuga mulai melenggang mendekati gadis bertopi itu.
"Serahkan dirimu atau aku tak bisa menjamin nyawamu bisa selamat malam ini!" tandas Ryuga dengan nada bicara pelan namun penuh dengan penekanan.
Rui terdiam dan tak menjawab ucapan dari Ryuga, namun Rui masih berusaha untuk melangkah mundur dengan pelan berusaha untuk melarikan diri dari Ryuga. Namun ternyata dari arah belakang Rui, sudah ada Cloud yang rupanya juga mengejarnya. Hingga membuat Rui kini terkepung oleh kedua pemuda itu.
Aku harus bisa lolos dari mereka dan segera meninggalkan tempat ini, sebelum sisa dari Death Eyes yang berada di sebuah gudang tua bekas sebuah pabrik di dekat Tokyo Tower melarikan diri lagi! Jika sampai mereka berhasil melarikan diri, maka usahaku selama ini akan menjadi sia-sia saja! Benar!! Lakukan dengan benar dan cepat, Rui!
Di saat seperti ini, akhirnya Rui lebih memilih untuk beralih ke arah balkon di ruangan sebelahnya. Rui berlari dengan mengerahkan seluruh kekuatan dan kecepatannya lalu mulai nekat dengan menabrakkan dirinya pada kaca bening pembatas yang menghubungkan ke balkon itu.
PRANG ...
Cloud dan Ryuga masih berusaha untuk mengejarnya dan berniat untuk menangkapnya, karena tentu saja kedua pemuda ini mengira jika gadis bertopi itu adalah salah satu komplotan dari Death Eyes yang sedang berusaha untuk melarikan diri.
Kini di hadapan Rui hanya ada sebuah balkon di lantai 3. Dan kali ini Rui memengang pagar pembatas balkon yang memiliki tinggi hanya sebatas dadanya saja. Kedua tangannya mulai berpegangan pada pagar pembatas itu untuk tumpuan, dan Rui berniat untuk melompati pagar pembatas itu dan terjun ke bawah.
"Hiatthh ..." tubuh Rui mulai dihempaskannya melewati pagar pembatas balkon itu.
TAR ...
Namun disaat itulah Ryuga meluncurkan amunisi panasnya ke udara dan mengenai punggung kiri atas Rui. Tubuh Rui yang terkena oleh amunisi panas itu reflek sedikit bergetar karena terkejut, namun Rui tetap melanjutkan aksinya.
Gadis cantik nan pemberani itu mulai terjun tanpa menggunakan pengaman apapun, hingga akhirnya tubuhnya terjatuh di atas sebuah mobil kontainer raksasa dan berguling beberapa kali hingga terjatuh di jalanan aspal.
BRUGGHH ...
Rui segera berusaha untuk bangkit kembali dan segera bergegas untuk meninggalkan tempat itu, hingga menghilang ditengah gelapnya malam. Sementara Ryuga dan Cloud hanya bisa menatap saja dari balkon lantai 3 itu.
"Sial!! Dia melarikan diri ya?!!" Lay Zhang yang sudah menyusul Ryuga dan Cloud terlihat cukup kesal menatap ke bawah.
Mengapa gadis itu terlihat seperti kak Rui? Postur tubuhnya, kelincahannya ... andai saja kak Rui masih ada ... akhh ... aku rindu sekali dengan kak Rui.
Batin Cloud mulai teringat dengan sosok kakak kesayangnnya yang sudah tak ada.
Siapa gadis itu? Rupanya Death Eyes masih memiliki orang yang cukup terampil. Huft ... tapi dia berhasi melarikan diri! Huft ... aku dikalahkan oleh seorang wanita?
Batin Ryuga malah mulai menyalahkan dirinya sendiri.
"Tangkap dan bawa mereka semua ke kantor kepolisian terdekat!!" ucap Ryuga mulai memberikan titah untuk teman satu timnya.
"Mereka semua sudah tidak bernyawa, Senior Ryuga. Seseorang sudah meracuni mereka dan membunuhnya." kini Aya sudah datang dan melaporkan kepada Ryuga.
"Mereka sudah diracuni dan dilenyapkan oleh seseorang? Tapi siapa?" gumam Ryuga dengan kening berkerut dan terlihat sedang berpikir keras.
"Atau mungkinkah ... sebenarnya gadis itu bukaah bagian dari Death Eyes? Atau jangan-jangan gadia itu adalah pelaku yang akhir-akhir melenyaokan sisa-sisa dari Death Eyes secara misterius dan tidak meninggalkan jejak sama sekali?" Roy yang baru saja menyusul mereka kini mulai berpikir ke arah sana.
"Benarkah seperti itu? Jika memang seperti itu ... lalu siapa sebenarnya dia?" gumam Ryuga masih berusaha untuk berpikir keras dan menatap ke bawah, tempat terakhir gadis itu terjatuh.
...🍁🍁🍁...
Bonus visual Rui saat melakukan penyamaran sebagai wanita paggilan.