NovelToon NovelToon
BOUND BY BLOOD, LOCKED BY LOVE

BOUND BY BLOOD, LOCKED BY LOVE

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:941
Nilai: 5
Nama Author: indri novianti

Siap, ini deskripsi singkat yang diambil dari naskah yang kamu kirim (lebih sesuai dengan konflik, karakter, dan tensinya):

Dalam sebuah perjanjian yang tak bisa dihindari, Talia harus menerima takdirnya untuk menikah dengan Etnan—pria dingin, penuh kuasa, dan menyimpan banyak sisi yang tak terduga.

Di balik hubungan yang terlihat formal, terselip ketegangan, kecemburuan, dan rahasia yang perlahan terungkap. Kehadiran Sophia yang obsesif, serta perasaan tersembunyi dari orang-orang di sekitar mereka, membuat hubungan itu semakin rumit.

Namun di antara sindiran, sentuhan yang tak diinginkan, dan emosi yang saling ditahan—perlahan tumbuh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kewajiban.

Cinta yang seharusnya tidak ada… justru mulai mengikat mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 : ALUNAN SANDIWARA

Ketegangan di meja utama belum sepenuhnya mereda ketika sebuah pergerakan di dekat pintu masuk ballroom menarik perhatian beberapa tamu. Tiga sosok pemuda berpostur tegap dengan pakaian formal melangkah memasuki ruangan dengan aura yang tidak kalah mengintimidasi dari keluarga Taylor.

Itu adalah Reymond Smith, Alex Barack Johnson, dan Elex Barack Johnson.

Sebagai pemegang tongkat estafet keluarga Smith dan Johnson, kehadiran mereka di jamuan keluarga Taylor sebenarnya adalah hal yang tidak biasa. Namun, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjanjian damai para buyut, mereka mendapatkan undangan resmi sebagai perwakilan dari pihak sekutu.

Reymond melangkah di barisan depan dengan rahang yang mengeras. Sepasang matanya yang tajam menyapu seluruh ruangan hingga akhirnya berhenti tepat pada posisi Ethan yang masih memeluk pinggang adiknya. Di sampingnya, si kembar Alex dan Elex menyilangkan tangan di dada, memancarkan aura protektif yang sangat pekat.

"Lihat itu, tiga pengawal pribadimu sudah datang," bisik Ethan di dekat pelipis Talia, nadanya terdengar sedikit menyindir namun tersirat rasa tidak suka melihat perhatian Talia yang langsung teralih ke arah pintu masuk.

Talia mengabaikan bisikan Ethan. Senyuman palsu di wajahnya seketika berganti dengan senyuman yang benar-benar tulus dan hangat saat melihat kakak kandungnya. "Kak Rey," panggilnya lirih.

Reymond dan si kembar melangkah mendekati meja utama, memberikan penghormatan formal kepada Noah dan Isabella Taylor yang menyambut mereka dengan anggun.

"Terima kasih atas undangannya, Tuan dan Nyonya Taylor," ujar Reymond, suaranya berat dan penuh wibawa. Ia lalu beralih menatap adiknya, mengabaikan keberadaan Ethan untuk sesaat. "Tata, kau tampak sangat cantik malam ini."

"Terima kasih, Kak Rey," jawab Talia, matanya berbinar hangat.

Alex Barack Johnson maju satu langkah, menatap Ethan dengan pandangan menyelidik. "Kami harap Taylor Group memperlakukan permata keluarga kami dengan semestinya selama dua bulan ini, Ethan."

"Keluarga Taylor selalu menjaga apa yang sudah menjadi milik sah kami, Alex," sahut Ethan dingin, matanya menatap tajam ke arah si kembar Johnson. Genggaman tangannya di pinggang Talia justru kian mengerat, sebuah gestur demonstratif di depan publik bahwa ia tidak akan membiarkan siapa pun—termasuk keluarga Smith—mengintervensi hak kepemilikannya atas Talia malam ini.

Elex Barack Johnson mendengus pelan, merasakan ketegangan yang kian membara di antara para pria di meja tersebut. Atmosfer di sekitar meja utama mendadak berubah menjadi medan perang dingin yang siap meledak kapan saja di balik balutan kemewahan jamuan malam.

"Acara berikutnya adalah dansa pembuka dari pasangan pengantin baru kita, Ethan Noah Taylor dan Natalia Oliver Smith!" seruan dari pembawa acara memecah ketegangan di antara dua kubu pria tersebut.

Lampu di dalam ballroom mendadak meredup, menyisakan satu sorot lampu putih (spotlight) yang mengarah tepat ke tengah lantai dansa yang melingkar. Musik waltz yang lambat dan romantis mulai mengalun dari instrumen dawai kelompok orkestra.

Ethan menatap Talia, lalu dengan gerakan membungkuk formal yang sangat aristokrat, ia mengulurkan tangan kanannya. "Bisa saya mendapatkan dansa ini, Nona Smith?" tanyanya, sengaja menggunakan nama gadis Talia untuk memancing reaksi istrinya.

Talia meletakkan telapak tangan lentiknya di atas tangan kekar Ethan. "Dengan senang hati, Tuan Taylor."

Ethan menuntun Talia ke tengah lantai dansa di bawah tepuk tangan riuh dari ratusan tamu. Begitu mereka berdiri di tengah pendar lampu, Ethan menarik tubuh Talia merapat. Tangan kirinya mencengkeram pas pinggang Talia, sementara tangan kanannya menggenggam erat jemari Talia, mengangkatnya sebatas bahu. Tangan kiri Talia bertumpu anggun di atas bahu kokoh Ethan.

Mereka mulai bergerak mengikuti irama musik, berputar dengan langkah-langkah yang harmonis dan terlatih. Dari kejauhan, mereka tampak seperti visualisasi dari dongeng romantis yang sempurna. Namun, di jarak yang sedekat ini, pertempuran emosi yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Mata kelam Ethan mengunci pandangan Talia yang menatapnya menantang. Di bawah pendar lampu yang remang, wajah polos Talia yang berjarak sangat dekat benar-benar menguji sisa-sisa pertahanan batin Ethan. Wangi vanila dari tubuh istrinya dan sentuhan kulit halus Talia di bahunya memicu kembali memori tentang mimpi malam pertamanya dua bulan lalu—mimpi yang kini terasa kian nyata dan menuntut untuk diwujudkan.

"Kau berdansa dengan sangat baik, Natalia," bisik Ethan, suaranya terdengar lebih serak dari biasanya, jakunnya naik-turun menahan gejolak yang kian liar.

"Tentu saja. Ayahku memastikan aku mendapatkan pendidikan terbaik untuk mendampingi pria mana pun... termasuk pria dingin sepertimu," jawab Talia, suaranya tetap tenang meski ia bisa merasakan dada bidang Ethan yang berdegup kencang membentur dadanya.

"Pria mana pun?" alis Ethan terangkat, kilat posesif dan cemburu yang samar mendadak melintas di matanya mendengarkan kalimat istrinya. "Ingat posisimu, Talia. Tidak ada pria lain. Sumpah buyut kita sudah mengunci namamu di samping namaku selamanya."

Talia terkekeh sangat tipis, sebuah tawa yang menyembunyikan rasa sesak yang kian menghimpit hatinya selama dua bulan ini. "Kau selalu membawa nama buyut kita saat membicarakan pernikahan ini, Ethan. Katakan padaku... apakah ciuman panasmu di anak tangga dua bulan lalu itu juga bagian dari perintah para leluhur?"

...----------------...

1
Amila FM,IG:amilaeditslife
seruuu, recommended kalau yang suka cerita pasangan powerful
Amila FM,IG:amilaeditslife
tolong itu si Ethan jgn plin plan, nggak usah kebanyakan ngeles dan sandiwara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!