NovelToon NovelToon
Alexandria

Alexandria

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Berondong / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ayyona

Alexandria adalah seorang gadis berumur 30 tahun yang memiliki luka masa lalu. Rencana pesta pernikahannya gagal di hari H saat seorang wanita berbadan dua hasil perbuatan calon suaminya Mahesa datang.

Lima tahun berlalu sejak saat itu Alexa berusaha mengubur lukanya dengan menjadi pribadi yang dingin terhadap orang yang belum dekat terutama lawan jenis. Seorang workaholic dan mengisi hidup untuk mewujudkan isi bucket listnya.

Kehidupan baru Alexa terusik ketika dia harus menjadi mentor Devon putra bungsu pemilik Brahmana Corporation tempat dia dan Theo suami Arika sahabatnya bekerja. Devon pemuda berusia 22 tahun terkenal karena susah diatur, suka berfoya-foya dan tidak serius menyelesaikan kuliahnya.

Selain itu satu per satu masa lalu mulai menghampiri gadis itu kembali.

Apakah Alexa akan berjodoh dengan masa lalunya?

Ataukah dia menemukan kebahagian lain?

Apakah waktu bisa menyembuhkan luka hatinya?

Berisi lagu-lagu romantis yang sesuai dengan tema chapter.

IG:ayyona_18

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayyona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35 - Menahan Hasrat

Hari minggu pagi – pagi sekali Alexa terlihat telah rapi dan bersiap untuk bertemu dengan Anthony sebelum adiknya itu meninggalkan Singapura kembali ke Jepang. Lama Alexa memegang handle pintu kamarnya, keraguan menyelimuti hati gadis itu. Dia masih bimbang apakah nanti dia bisa bersikap biasa di hadapan Devon. Kejadian tadi malam masih seperti iklan yang tiba-tiba muncul di pertengahan acara TV di kepalanya.

Ayolah Alexa, jangan kampungan seperti ini. Kamu pasti bukan gadis pertama yang telah dicium Devon. Pasti dia akan melupakan kejadian semalam. Lagian itu kan terpaksa ga niat kali dia, suara hati Alexa mecoba menenangkannya.

Yang benar aja Alexa, anak sultan itu pasti sudah banyak merasakan bibir perempuan, pasti dia ga akan mengingat lagi kejadian itu.

Memikirkan itu, Alexa memukul kepalanya sendiri kemudian menghela napas dalam dan meneruskan niatnya keluar dari kamarnya.

Mata Alexa langsung menangkap sosok laki-laki yang menghantui pikirannya semalaman itu sedang duduk di meja menikmati kopi hitamnya. Melihat Alexa telah rapi, Devon pun menawarkan teh hangat pada gadis itu yang kemudian mengambil posisi duduk di depannya namun tidak dalam garis lurus yang sama. Alexa sudah mampu

menguasai dirinya yang mulai terlihat biasa tidak kikuk seperti tadi malam.

Dia perlahan menghirup aroma wangi dari seduhan teh hangat itu kemudian perlahan menyeruput cairan coklat keemasan dari bibir cangkir porselen putih. Lidahnya menjilat bibirnya untuk membersihkan sisa cairan yang tersisa di sana. Gerakan itu dilakukannya berulang kali karena memang teh itu masih sedikit panas di bibirnya. Tak dia sadari Devon mencuri pandang ke arahnya.

Entah kenapa bibir Alexa terasa magnet yang menarik bola mata Devon untuk selalu mengarah ke kedua benda kenyal yang berwarna merah muda itu. Cepat-cepat Devon menghapus pikiran liar bad boynya sebelum tertangkap basah oleh Alexa.

Oh gosh! Kenapa sekarang malah kebalikannya? Justru aku yang tidak bisa bersikap biasa pada gadis itu, gumam Devon.

“Anthony berangkat jam berapa, Lexa? ” tanya Devon berusaha mengalihkan pikirannya.

“Hmm 15 menit lagi, ini kita mau ketemuan di lobby," jawab Alexa yang masih memegang cangkir tehnya sambil meniup dan mengecap bibirnya sendiri.

“Kita ke lobby aja yuk, sumpek juga di sini terus," ajak Devon yang merasakan udara sesak di sekitarnya akibat otaknya yang mulai terganggu oleh gambaran gadis di depannya.

Alexa pun menyetujui dengan cepat dia menghabiskan sisa tehnya dan kemudian mengajak Devon meninggalkan kamar.

Tak lama setelah mereka duduk menunggu di sofa yang berada di lobby hotel, Anthony datang menghampiri. Alexa dan Devon pun berdiri dari posisi duduk mendekat ke pemuda yang terlihat menyandang ransel laptopnya. Alexa terlebih dahulu mengembangkan kedua tangannya untuk meraih tubuh tegap laki-laki itu ke dalam pelukannya.

Cukup lama Alexa menikmati momen yang langka itu, lalu perlahan dia melonggarkan pelukannya dan menengadah ke wajah adiknya yang memang jauh lebih tinggi darinya.

“Take care ya di sana. Ga usah khawatiran Mbak. Mbak bakal baik-baik aja," ujar Alexa sambil menepuk pundak adik semata wayangnya itu.

“Iya, Mbak jangan lupa jaga kesehatan. Stok jahe jangan sampai habis. Yang penting jaga diri baik-baik jangan kayak semalam," pesan Anthony yang dijawab anggukan oleh Alexa.

Kemudian Alexa memberikan waktu pada Anthony untuk bicara dengan Devon.

“Thanks ya Mas Devon sudah ngajak Mbak Alexa ke sini jadi kami bisa ketemuan," ucap Anthony dengan tulus.

“Ga perlu berterima kasih Anth, memang kebetulan ada jadwal ke sini kok," balas Devon. “Oh ya, kita keep contact ya”.

“Tentu Mas, nanti aku info temen-temen yang di Jogja tentang rencana kita kemaren. Dan aku titip Mbak Alexa ya, kabarin kalo dia macem-macem," ujar Anthony yang tentu saja membuat mata Alexa membulat.

Gadis itu langsung memukul perut Anthony. Laki-laki itu pun meringis menerima pukulan kakaknya yang sebetulnya tidak terlalu keras. Devon hanya menganggukan kepala sambil tersenyum hangat.

Devon kemudian menyambut tangan Anthony dengan kedua tangannya ketika pemuda itu berpamitan setelah melihat rombongannya sudah mulai menaiki bus yang akan membawa mereka ke bandara Changi. Anthony tak sengaja melihat tali merah yang menyembul di bawah jam tangan Devon.

Rasanya aku juga melihat tali dengan bahan yang sama di kaki Alexa, pikir Anthony dalam hati mencoba mengingat.

Kemudian pemuda itu pun pura-pura melihat ke bawah dan ternyata benar. Walau pun tali merah di pergelangan tangan Devon tidak terlihat semuanya tapi dia bisa memastikan jika itu adalah gelang yang sama dengan yang terikat di kaki kakaknya.

Setelah selesai berpamitan, Anthony meminta bantuan bellboy yang berdiri di dekat area lobby untuk mengambil foto dengan kakaknya kemudian dilanjutkan dengan poto mereka bertiga. Alexa dan Devon pun mengantarkan Anthony sampai di drop off area. Mereka menunggu sampai bus yang ditumpangi rombongan itu melaju meninggalkan hotel.

Alexa dan Devon kemudian memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum kembali ke kamar untuk membereskan koper dan barang bawaan lainnya karena mereka juga harus bersiap untuk kembali ke Jakarta dan mampir ke kediaman Natasya terlebih dahulu.

1
jawir
Rasanya pingin loncat2 aja bacany langsung ke part di mn devon udh jd suami alexa ,,hmmm tp penasaran y weslah pelan2 aj bcny 🤭😅
jawir
Makmur makmur amat ya manusia2 di dunua pernovelan ,aaah andai saja .......
jawir
Telat membaca sepertinya ,baiklah mari membaca marathon !!! semoga ceritanya ta membosankan heeee
💐Nie Surtian💐
Baru mulai baca... Menarik... bikin penasaran...
Etik Widarwati Dtt Wtda
kerennnnnnn ..semoga bisa menulis dengan cerita yg kerennnn semangat ..../Good//Good//Good//Good/
Etik Widarwati Dtt Wtda
buket lust sudah dilengkapi
Etik Widarwati Dtt Wtda
waktu terus berlalu umur semakin bertambah anak2 sudah beranjak remaja ...pa lagi selain menikmati dan bersyukur ..badai yg takhenti2 sudah dilalui
Etik Widarwati Dtt Wtda
50 th ...42
Etik Widarwati Dtt Wtda
momo dokter mujarab
Etik Widarwati Dtt Wtda
jgn devon ....
Etik Widarwati Dtt Wtda
raymundo itu lexa
Etik Widarwati Dtt Wtda
nobita sudah dewasa
Etik Widarwati Dtt Wtda
wah jadian athony jasmine
Etik Widarwati Dtt Wtda
udah jadian saja
Etik Widarwati Dtt Wtda
perasaan alexa kan kuat dan g gampang menyerah
Etik Widarwati Dtt Wtda
kasian adrian kena batu sendiri
Etik Widarwati Dtt Wtda
sedihhhhjj bahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
kena batu nya ..adik2nya g tau diri
Etik Widarwati Dtt Wtda
haduuhh sembrono ah alexa
Etik Widarwati Dtt Wtda
jgn2 adtian yg masuk rs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!