Sequel dari "Belenggu cinta pak Duda". Wajib baca season pertama dulu biar nyambung ya 🥰
🍁🍁🍁
Pernikahan bukanlah sebuah akhir dari kebahagiaan. Namun itu adalah sebuah awal dari perjuangan dalam mempertahankan sebuah hubungan.
Ketika hari pernikahan yang di impikan seorang gadis bernama Nasya Andira akhirnya terwujud.
Setelah lika liku kehidupan yang begitu pahit, kini mengantarkannya pada kebahagiaan yang tiada tara.
Mendapatkan cinta yang begitu besar dari sang suami serta kedua anak ssmbungnya. Membuat hidup Nasya benar-benar berubah 180°.
Namun, akankah kebahagiaan itu abadi?
Benarkah ini adalah titik puncak kebahagiaannya?
Yakinkah bahwa tidak akan ada yang merusak atau mengambil kebahagiaannya lagi?
Bagaimana bila dengan tiba-tiba masa lalu datang menghampiri?
Sanggupkah Nasya bertahan, atau harus pergi untuk mengalah?
Jangan lupa Follow IG author ya : @Mommy_Ar29
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya masa lalu
...~Happy Reading~...
Di dalam kamar, Nasya membantu Ryana untuk kembali istirahat. Setelah kejadian tadi, kini Nasya memutuskan tidak akan meninggalkan anak anak kembali. Ia tidak akan mempercayai siapapun, termasuk Riri yang meskipun notabene nya adalah ibu kandung Ryana.
“Mom ... “ panggil Ryana ketika hendak memejamkan matanya.
“Iya Sayang, Mommy disini,” ucap Nasya begitu lembut seraya mengusap kepala Ryana.
“Ryana gak mau punya adik bayi.” Lagi dan lagi, Nasya mendengar kata kata Ryana yang membuat hatinya begitu sesak.
“Kenapa?” tanya Nasya lembut dan berusaha menguatkan hatinya.
“Nanti mommy dan Daddy gak sayang lagi sama Ryana. Ryana gak mau sendirian, Ryana mau sama Mommy dan Daddy,” gumam gadis kecil itu dengan begitu lirih.
“Sayang, adik bayi itu anugrah. Dengan ada atau tidak nya adik bayi, Mommy dan Daddy akan selalu menyayangi Ryana, mencintai Ryana dan menjaga Ryana sampai besar. Sampai Ryana bahagia sama pasangan Ryana kelak, Mommy dan Dady akan selalu ada untuk Ryana,” jelas Nasya panjang lebar, membuat Ryana yang tadi hendak menutup mata kini terbuka lebar kembali.
“Bohong!” seru Ryana dengan tiba tiba dan ia segera beranjak bangun mengubah posisi menjadi duduk.
“Untuk apa Mommy bohong? Apakah selama ini, Mommy pernah bohong sama Ryana hem?” tanya Nasya begitu lembut.
Ia paham dan sangat hafal dengan sikap Ryana yang masih begitu plin-plan. Ryana sangat mudah di hasut leh siapapun, dan Ryana adalah tipe anak yang tidak bisa untuk di ajak bicara kasar atau dia akan semakin memberontak.
“Ryana sayang gak sama Mommy?” tanya Nasya lagi kini menggenggam tangan Ryana.
“Sayang, makanya Ryana gak mau punya adik bayi, biar sayang nya mommy buat Nasya aja,” jawab gadis itu cemberut kesal.
Di saat Nasya sedang membujuk Ryana, di lantai bawah ternyata Adnan sedang berbicara empat mata dengan Riri. Tadi, sebenarnya ia pulang bersama Nasya, hanya saja wanitanya itu meminta buah potong yang di beli di tukang rujak buah yang selalu mangkal di depan komplek. Jadilah Adnan langsung pergi lagi setelah menurunkan Nasya. Dan kini, ketika ia baru sampai rumah, ia mendapatkan laporan dari pembantu nya bahwa tadi Nasya mendapatkan tamparan istimewa dari mantan istrinya, Riri.
“Aku membiarkan mu tinggal disini hanya untuk menebus semua kesalahan kamu. Bukan untuk menyakiti istriku!” bentak Adnan berusaha meredam emosi nya.
“Aku hanya ingin melihat saja,” ungkap Riri datar namun matanya juga berkaca kaca.
“Ingin melihat? Katakan bila kamu ingin merasakan juga, dengan senang hati aku akan melakukan itu ke kamu!” ujar Adnan begitu dingin menatap tajam pada Riri.
“Hiks hiks hiks, kamu benar benar sudah berubah Nan. Bahkan kamu sudah bisa mengancam ku sekarang, mau menyakiti aku? Apa kamu sanggup, hem?” tanya Riri dengan suara parau menahan tangis dan menatap Adnan dengan intens.
‘Aku hanya ingin memastikan, apakah aku masih ada di sana?’ gumam Riri dalam hatinya sambil terus menatap ke arah Adnan.
“Kenapa tidak? Kamu hanya masa lalu, dan aku menampung mu disini, hanya untuk anak anak, tidak lebih dan jangan berharap lebih!” Ucap Adnan datar, “Ingatlah status mu, dan jangan mengira bahwa kamu masih ada disini, hatiku sudah mati sejak kabar kematian mu beredar!” imbuh Adnan lalu ia segera bergegas keluar dari ruang kerja nya, namun dengan cepat Riri langsung menahan tangan Adnan dan menatap wajah nya dengan air mata yang mengalir deras di pipi nya.
...~To be continue ......
biar tahu rasa si adnan 👊
komen,no
bingung mau komen apa🤧
jangan sampe ya mantan duda jadi duda lagi 👊👊
dari mereka kecil sampai sekarang dh nikah panggilan nya tetep begitu 😀
selamat Nasya & adnan