NovelToon NovelToon
Khairunnisa Anak Indigo

Khairunnisa Anak Indigo

Status: tamat
Genre:Spiritual / Indigo / Horor / Tamat
Popularitas:388.4k
Nilai: 4.5
Nama Author: Iin Suryani iin

kisah ini di angkat dari kehidupan nyata yang begitu menarik hingga Ter inspirasi untuk di jadikan sebuah novel, cerita nya sedikit ditambah dan di kemas agar lebih menarik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Suryani iin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 35

Tidak terasa tujuh hari sudah kepergian Ahmad, dan masih menyisakan kesedihan yang mendalam di hati mereka semua.

" ka melati mulai dari ka Ahmad meninggal hingga sekarang, aku belum bertemu dengan kiai Soleh, dan beliau juga tidak pernah hadir sampai sekarang, kemana ya kira - kira beliau " kata Agus yang memberanikan diri bertanya pada melati

" iya bukan kah almarhum ka Ahmad sangat menghormati beliau, kenapa beliau tidak datang " kata Wati juga yang baru menyadarinya.

" iya ada apa dengan beliau " tanya Nissa

" aku juga tidak tahu, sehari sebelum ka Ahmad meninggal, pak Kiai sudah mulai sakit - sakittan, dan ketika aku bertanya pada beliau, beliau bilang kalau bukan hanya satu orang pintar yang menyerang ka Ahmad, tapi ada sembilan orang pintar yang di minta orang yang sangat iri dengki terhadap keluarga kita itu terutama ka Ahmad, dan itulah yang membuat beliau kewalahan untuk menjaga ka Ahmad. dan sebelum ka Ahmad meninggal ia sempat ketakutan, ka Ahmad bilang kalau ada orang berjubah hitam yang sangat besar yang akan membawanya pergi. ka Ahmad terus menjerit dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya hiks hiks hiks... dan sampai sekarang aku tidak tahu lagi kabar pak kyai " kata melati yang baru sekarang bisa menceritakan semuanya

" astaghfirullah siapa yang sudah tega melakukan semua ini ka hiks hiks hiks.." tanya Wati sambil n

menangis juga

" pantas saja kepergian paman sangat mendadak, ternyata memang ada sesuatu " kata Nissa dan hati

" kalau begitu aku akan ketempat pak Kiai untuk menengok beliau " kata Agus

" Nissa ikut boleh pak, Nissa juga ingin bertemu beliau " kata Nissa

" iya boleh nak, ayo kita pergi sekarang, mumpung masih pagi, jadi bisa agak lama an di sana " kata Agus

" iya pak ayo " kata Nissa

" ibu, ka melati kalau begitu kami pergi dulu ya mau menengok pak kyai " pamit Agus.

" iya pak jangan sampai malam ya pulang nya " kata Wati yang juga di anggukan oleh melati

" iya kami tidak lama di sana, ya sudah kami langsung berangkat assalamualaikum " pamit Agus

" Nissa berangkat dulu Bu, bi. assalamualaikum " pamit Nissa juga

" walaikum salam " jawab Wati dan melati bersamaan

Agus dan Nissa pun pergi menuju ke rumah kiai Ahmad berjalan kaki, karena rumah pak Kiai tidak terlalu jauh dari rumah Ahmad.

setelah sampai Agus langsung mengetuk pintu

tok tok tok

" assalamualaikum pak kiyai " panggil Agus sambil mengetuk pintu

cekklek..

" walaikum salam " jawab seorang pemuda yang baru membukakan pintu

" pak kiyai nya ada nak " tanya Agus

" oh ayah ada di dalam pak, maaf kondisi beliau sekarang kurang sehat, bapak ingin bertemu " tanya pemuda itu

" iya boleh kami menjenguknya, oh ya anak ini siapa nya pak kiyai ya " tanya Agus yang baru pertama kali melihatnya

" oh silahkan pak, kenalkan nama saya Aditiya anak beliau satu - satunya dan baru pulang dari pesantren setelah mendengar ayah sakit " kata Adit

" oh anak pak Kiai, kenalkan saya Agus adik ipar almarhum Ahmad dan ini anak saya khairunnissa putri saya " kata Agus yang juga memperkenalkan Nissa yang ada di sebelahnya.

" oh sodara almarhum pak Ahmad yang dari desa itu ya, saya sempat mendengar saat ayah dan pak Ahmad membicarakannya " kata Adit

" iya boleh kami melihat ayah mu nak, dimana beliau sekarang " kata Agus

" oh boleh pak, beliau berada di kamar sekarang sedang di temani sama bunda, ayo langsung ke kamar saja " kata Adit

" iya " kata Agus.

mereka pun langsung menuju ke kamar pak kiyai Soleh mengikuti Aditya di belakang.

tok tok tok

" bunda " panggil Adit

cekklek

" iya nak, eh ada tamu " kata bunda Yanti

" iya bunda, mereka keluarga almarhum pak Ahmad, dan ingin bertemu ayah " kata Adit yang langsung di anggukan oleh Agus dan Nissa

" oh iya silahkan pak, maaf kondisi beliau kurang sehat sekarang, sehingga tidak dapat hadir di acara pemakaman dan tahlilan almarhum Ahmad " kata Yanti

" iya tidak apa-apa Bu, dan kami datang ke sini ingin menjenguk beliau " kata Agus

" oh iya silahkan masuk " kata Yanti dan yang langsung di anggukan oleh mereka.

mereka pun langsung masuk ke dalam kamar kiai Soleh.

" astaghfirullah " kata Nissa yang sangat terkejut saat ikut masuk ke dalam.

1
Nur Gsjskdjdhdj
biasanya ni ye kalo ada jejak komentar minta lanjutin ceritanya nih ceritanya pasti bagus 😍 aku mau coba mampir ya Thor .... kalo yang ini gak bosenin pasti semuanya aku baca karyamu Thor 🙏🙏🙏🙏
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
yani nys nys
njut thoooorrr...💪💪
Rani Slensky
cerita yang baguss
Wahyuni
bagus
Wahyuni
bu nur atau bu ros sih sebenarnya
Wahyuni
penulis kayanya tdk paham apa itu indigo
Veren Wowor
ceritanya jangan di samain dengan sinetron indosiar Min,
dikit makan, Tidur ,makan lagi, 🤦‍♀️ Ceritanya kayak ngulang2 itu2 aja
Veren Wowor
makhluk itu lebih kuat dari ustad??? kok gitu sih
Dede Ratnasari
🤦
Dede Ratnasari
biasanya orang indigo itu pintar bahkan KLO pun ada yg mau guna" tau
Sulfia Nuriawati
Luar biasa
Kristiana
bagus alury,xu dah BCA berulang in TDK membosankan 💪💪💪⭐⭐⭐⭐😎😎😎😎
Kristiana
alury terlalu terburu-buru,bagus⭐⭐⭐
Kristiana
Buruk
Aisyah Putri Angel
lanjut Thor
Emma
Luar biasa
Kardi Kardi
good job😇yeyyy. never give uppp💞
Fauziah Nurhasanatun
Kecewa
Fauziah Nurhasanatun
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!