Tidak kenal, tiba-tiba melamar?
Begitulah yang dilakukan oleh seorang Sagara Ibrahim terhadap Florensia Agata, gadis yang ditemuinya ditaman komplek rumah kakaknya. Pria jomblo yang belum menemukan tambatan hati itu tiba-tiba saja melamar seorang gadis yang ditolak orang tua kekasihnya. Entah apa yang pria itu pikirkan.
Akankah lamaran Saga diterima? Lalu, jika mereka menikah, bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Banyak yang bilang, cinta bisa datang seiring berjalannya waktu. Apakah itu juga berlaku bagi keduanya, disaat kekasih Floren masih gencar mendapatkan hati istri Saga kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
Flo berjalan dengan langkah gontai. Tidak hanya fisiknya yang lelah, bathinnya juga lelah. Setelah perseteruan kecilnya dengan Milen. Tak lama kemudian Saga pergi bersama wanita itu. Mereka bahkan terlihat mesra. Milen bahkan bergelayut manja di lengan mantan suaminya. Jelas saja, calon pengantin pasti terlihat romantis bukan? Walau tidak terlalu menyukai Milen, nyatanya wanita itu adalah pengganti dirinya. Keluarga Saga juga sudah mengatakan bahwa Milen memang calon menantu di Keluarga Ibrahim. Terbersit sedikit kecewa karena pada akhirnya Saga akan memulai hidup baru dengan wanita lain. Tapi dengan segera Flo mengenyahkan semua pikiran jeleknya itu.
Apa yang kamu harapkan Flo? Kembali pada Saga? Pria itu akan menikah. Bukankah semua ini adalah keinginanmu? berhenti merasa tersakiti dan jangan menyesali apapun.
"Bunda..."
Rega menyambut kedatangan Bundanya lalu menghambur ke pelukan wanita itu.
"Bunda capek ya?"
Flo tersenyum, "Rega tidak nakal kan?" Pria kecil itu mengangguk pasti.
"Terima kasih sudah menjaga Rega Mbak. Sekarang Mbak boleh istirahat"
"Baik Non"
Flo menuntun Rega menuju kamar mereka. Setelah meletakkan tas dan blazernya diatas meja, ia bergegas membersihkan diri. Sehabis mandi, Flo menyusul Rega yang sudah lebih dulu rebahan diatas ranjang.
"Rega nggak buat Mbak repot kan hari ini?"
"Ndak Bunda. Tapi Lega bocen disini terus." bocah menggemaskan itu mulai berceloteh dan mengadukan kebosanannya yang hanya berada dirumah. Rega juga mulai protes karena Flo selalu berangkat pagi dan pulang petang. Flo tak henti memberi putranya pengertian kenapa dia harus bekerja. Setelah mood Rega kembali baik, mereka mulai berbagi cerita banyak hal. Mendengar tawa dan keceriaan sang anak membuat rasa lelah Flo hilang seketika.
"Rega mau jalan - jalan?"
"Mau banget"
"Besok kita jalan - jalan ya. Tapi Rega harus janji nggak boleh jauh - jauh dari Bunda. Dan Rega harus nurut sama apa yang Bunda katakan"
"Oce Bunda"
"Pintarnya anak Bunda. Sekarang Rega bobok ya biar besok nggak capek"
Tangan mungil itu melingkar di perut Flo. Ada rasa sedih karena seharusnya anak seusia Rega mendapatkan kasih sayang lengkap dari kedua orang tuanya. Tapi apa? Karena keegoisannya, Rega yang menjadi korban. Flo bahwa sadar betul jika Rega selalu ingin tahu siapa ayahnya. Namun saat jawaban itu tidak keluar dari mulutnya, Rega memilih untuk tidak lagi membahas hal itu. Semua ini salahnya, dialah yang menyebabkan Rega tidak mendapat kaaih sayang dari seorang ayah. Haruskah Flo memberitahukan keberadaan Rega pada Saga. Apalagi sekarang mantan suaminya itu akan menikah. Melihat sikap Milen tadi, jelas wanita itu tidak akan menerima keberadaan Rega. Dan Flo sudah membulatkan tekad untuk tidak memberitahukan soal Rega pada mantan suaminya.
🌻🌻🌻
Hari libur adalah hari yang paling dinanti oleh sebagian orang. Dihari inilah mereka bisa menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta. Begitupun dengan Flo, sesuai janjinya, hari ini dia akan mengajak Rega pergi jalan - jalan. Bukan ke Mall atau pantai, Flo akan membawa Rega ke sebuah wahana bermain. Bagi sebagian orang, ini hal yang sederhana. Tapi bagi Flo, ini adalah momen penting karena dia akan bersenang - senang dengan permata hatinya.
"Sudah siap?"
"Sudah. Let's go Bunda!!"
Mereka berdua bergandengan tangan keluar. Rega memakai celana panjang dikombinasikan dengan baju lengan pendek lengkap dengan jaket juga masker bergambar doraemon. Begitupun dengan Flo yang memakai celana kulot dengan blous sederhana yang tampak nyaman dikenakan. Mereka mungkin akan sedikit berpanas - panasan dan bersiap untuk bersenang - senang.
"Sesuai aplikasi ya Mbak" Flo mengangguk saat driver ojol mulai menyalakan mobil yang mereka tumpangi. Rega tampak begitu ceria. Senyum tak henti menghiasi wajah menggemaskannya.
Setelah menempuh perjalan hampir satu jam, mereka tiba di wahana bermain. Sembari menggandeng putranya, Flo langsung menuju tempat pembelian tiket masuk.
"Wah... Tempatnya bagus, Bunda"
"Rega suka?"
"Suka... Suka... Suka!"
"Baiklah, pangeran. Sekarang permainan apa yang ingin anda naiki. Hamba siap menemani"
"Hahaha, jadi sekarang Bunda menjadi pengawalku"
"Benar sekali. Mari, hamba siap mengantar pangeran kemanapun".
"Kalau begitu, aku mau naik kuda seperti pangeran sesungguhnya"
"Ok... Kita let's go!"
Tawa tak henti menghiasi wajah keduanya. Rega tampak senang, sesekali ia berteriak kala wahana yang mereka naiki mulai berjalan. Menghabiskan waktu hampir dua jam, Flo mengajak putranya makan siang.
"Rega mau makan apa?"
"Bunda punya uang banyak, tidak?"
Pertanyaan lucu Rega membuat Flo terkekeh, "Memangnya Rega mau makan apa sampai bertanya uang Bunda banyak atau tidak, hmm?"
Rega tampak berfikir dan ekspresi itu persis sekali dengan Saga.
Bahkan apapun yang kamu lakukan persis sekali dengan Ayahmu, Nak. Maafkan Bunda yang sudah memisahkan kalian. Tapi percayalah, ini yang terbaik untuk kita semua.
"Bunda!!"
"Ya... Kenapa sayang"
Pria kecil itu bersedekap dada dan lihatlah, itu terlihat seperti Saga sekali.
"Bunda ini malah bengong. Lega dalitadi ngomong sama Bunda"
"Ihh... maaf sayang" Flo mencubit pipi gembul anaknya. "Maaf tadi Bunda keinget kerjaan. Jadi... Sudah tahu mau makan apa?"
"Kalau cama Lega, Bunda jangan mikil kerjaan"
"Oke deh"
"Kalena Lega malah. Lega mau makan es klim, cokyat, ayam krispi, pemen dan gula-gula"
"Wah - wah... Rega mau membuat Bunda bangkrut?"
Seketika ekapresi Rega terlihat sedih, dan Flo semakin gemas dibuatnya.
"Hei... Bunda bercanda. Bunda punya banyak uang untuk membeli semua makanan yang Rega minta. Jangan sedih gitu dong. Senyumnya mana?"
Rega menyengir, "Bunda benelan?"
"Tentu dong sayang. Tapi hanya ayam krispi dan eskrim. Untuk coklat, permen dan gula - gula tidak Bunda izinkan"
"Yah... Bunda" ucapnya kecewa
"Rega mau giginya ompong?"
"Hih..." lihatlah wajahnya yang tampak jijik itu, sungguh menggemaskan sekali.
"Sudah. Sekarang ayo kita makan"
"Ayo Bunda!!"
Flo membawa Rega keluar dari wahana bermain. Mereka berjalan kaki sebentar lalu menuju rumah makan yang tak jauh dari sana lalu mecari tempat duduk yang dekat dengan kolam ikan.
"Bunda, mau jus jeluk boleh?"
Flo tersenyum, "Boleh dong"
"Silahkan mau pesan apa Kak?" tanya pelayan yang baru tiba menghampiri mereka.
"Ayam krispi dua, ek krim vanila satu dan jus jeruk dua ya mbak"
"Baik, ditunggu sebentar"
Flo membuka ponselnya, menatap beberapa foto Rega yang ia ambil di wahana bermain tadi.
"Lihat deh, Rega lucu ya?"
"Iya. Lega ganteng kan? Pasti sama seperti A--"
"Silahkan pesanannya"
Pelayan menyajikan pesanan mereka diatas meja. Wajah Rega kembali berbinar melihat makanan kesukaannya datang dan sejenak Flo bisa bernafa lega karena mungkin Rega lupa dengan ucapannya tadi.
Setelah berdoa dan cuci tangan, mereka mulai memakan makanannya. Rega tampak begitu lahap, di usianya yang belum genap lima tahun, bocah itu sudah begitu mandiri.
"Enak?"
Jempol dua ia acungkan diselingi senyum yang lucu dan menggemaskan. Keduanya tampak asyik tanpa memperhatikan sekitar bahkan keduanya tidak sadar jika sejak tadi ada seseorang yang memperhatikan mereka. Wanita itu berjalan pelan lalu duduk di hadapan Flo dan Rega.
"F-flo... D-dia mirip sekali dengan Saga. Apa dia cucuku?"
"B-bunda"
keknya kamu lebih hyper saga
saga lebih dewasa dan tidak oon dari pada azka sang kakak.
*pemeran utama wanita apapun kesalahanya, melukai hati suami, merendahkan harga diri suami, pergi tinggal suami, pisah anak dan ayah, terang2 mencintai pria lain, ucapanya selalu melukai perasaan suami tapi apa yang terjadi semudah itu dimaafkan dan malah dibalik suami yang dibuat berjuang dan mengemis cinta
*pebinor apapun kesalahanya, merusak rumah tangga orang, melukai perasaan istrinya, merendahkan harga diri istrinya tapi apa semudah itu dimaafkan, malah saking spesialnya pebinor, istri dibuat jadi wanita bodoh dan mengemis cinta pada yang selalu mencintainya dan rela diperlakukan seperti apapun
coba banding (dinovel mu saja lah) jika
*pemeran utama pria yang membuat kesalahan pasti dibuat menyesal, menderita, dapat karma, mengemis maaf, dan berjuang mati2an untuk dapat kesempatan, dan posisi bisa tergantikan pria lain
*pelakor sudah pasti dilaknat, diperlakukan kasar dan hina, dan akhirnya dibinasakan
dengan pemikiran yang tidak adil dan egois kayak gini kalian membuat novel dan kalian bangga
mungkin novel kalian bagus dari segi karya seni tapi dari sisi moral dan keadilan novel kalian sangat miris sekali
runyam kan?
semangat kaka🥰🥰🥰