NovelToon NovelToon
Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romantis / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sucii Amidasari

.
Sekuel Novel, Sikembar Sang penguasa 2, Bukan Gadis biasa yang juga terkait dengan Novel Cinta Pertamaku seorang Bos Mafia.
.

.
seorang Pria tampan larut dalam dendam hingga membuatnya menjadi sosok Pria terkejam membunuh tanpa ampun namun kekejamannya akan hilang jika bertemu Raya? apakah yang terjadi? siapa Raya bagi pria itu? apa yang membuat Pria itu begitu mengagumi gadis datar nan dingin itu?
.
.
Raya putri sulung Dylan dan Shindy, sifatnya yang dingin dan acuh menurun dari ayahnya berbanding terbalik dengan saudara kembarnya Satria.
.
.
.
silahkan dibaca! jika tidak suka pergi dan tidak usah tinggalkan jejak...
terimakasih.. Karya ini hanya ada di Noveltoon... jangan lupa baca Karya Nae yang lain ya..??
Like
Koment
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

masuk mansion

.

.

"kau mau pulang? ". tanya Raya tak heran lagi Raka yang minta pulang cepat

"aku sudah berusaha menguatkan diri dari tadi, tapi bau rumah sakit memang tidak cocok untukku. kepalaku makin pusing sekarang". Elas Raka

Raya memutar bola matanya saja, "bagaimana dengan Jon? dia belum sadar".

"biar saya yang jaga nona". tiba-tiba Boy bersuara

"siapa dia? sepertinya aku belum melihatnya". tanya Raya ke Raka

"oh.. dia memang sering di kapal, wajar kau tidak pernah melihatnya, dia bawahan setia Jon. aku jamin dia bisa dipercaya". jelas Raka

"oh.. siapa namamu? ". tanya Raya

"Boy nona.. ! terimakasih atas pertolongan anda, untuk kedepannya saya akan balas dengan nyawa saya nona". kata Boy dengan serius.

Raya melihat ke arah Raka yang tampak tersenyum tipis, Jekky yang tersenyum tulus, Rio pun mengangguk mengerti kata-kata Boy.

"kenapa mudah sekali bagi kalian balas budi dengan nyawa? aku hanya menolong sedikit, bahkan aku tidak berkelahi". jelas Raya

"anda melibatkan diri itu sudah luar biasa nona.. ". balas Boy.

"sudah..! aku boleh ke rumahmu? ". tanya Raya mendekat ke Raka dengan raut wajah serius.

Raka terkejut mendengarnya, "kau tidak tidur di mansionku kan? ".

sementara yang lainnya terbatuk-batuk seketika, mereka tidak menyangka Raya akan menginjakkan kembali kakinya ke mansion Raka bahkan belum cukup lama dari hari sebelumnya.

"ckk..! tidak..! hanya numpang ngemil". jawab Raya

"numpang ngemil? " beo mereka semua serentak dengan raut wajah tak mengerti.

"ayo dita..! ". ajak Raya

Dita menunduk sopan pada Raka lalu mengejar Raya.

"tuan? ". Rio

"hmm..! jangan biarkan dia masuk kamarku, dia bisa melarikan diri dariku jika tau isi kamarku lukisannya semua". kata Raka berjalan cepat mengejar Raya.

Rio pamit pada Jekky dan Boy.

.

.

di dalam mansion Raka.

Raka menjatuhkan rahangnya melihat Raya malah berlari kecil ke bi Asih,

"bi... aku mau dessert yang semalam itu". Raya memegang tangan bi Asih dengan mata berkedip 2 kali.

Bi Asih terkejut lalu saling pandang dengan para Koki,

"kenapa bi? bibi yang salah telah menawarkannya padaku..! bibi tidak keberatan aku akan datang kesini hanya untuk minta dessert nya kan? cepat bi..! mana cemilannya? ada rasa lain? ". tanya Raya

Rio tertawa lepas seketika padahal Jon masih belum sadar tapi Rio malah tertawa disini karna baru pertama kali melihat sisi imut Raya.

Raka dan Raya beralih ke Rio dan menghunusnya dengan tatapan tajam membunuh ke Rio.

"oouupss...! sorry". cengir Rio segera melarikan diri dari sana.

"cepat bi..! Raka tidak akan keberatan, aku udah bilang sama dia tadi". jelas Raya menarik lengan Bi Asih entah kemana.

"Nona bawa saya kemana? ". tanya Bi Asih kebingungan.

"ke dapur". jawab Raya malah sok tau.

"Raya..! disana kamar pria kamu mau masuk ke sana". kata Raka

Raya terdiam ditempat,

"benar bi? ". tanya Raya ke bi Asih.

Bi Asih mengangguk sopan, Raya mengedarkan pandangannya.

"kenapa mansion ini terlalu banyak ruangan? tentu saja aku kesasar". Raya melihat arah lain karna malu tapi masih bisa di tutupi dengan wajah datarnya.

Raka mengulum senyumnya, rasanya seperti mimpi melihat Raya berada di atap yang sama dengannya.

.

.

Raka selesai membersihkan diri, ia keluar kamarnya dan pergi ke dapur.

Raka mengintip secara perlahan, matanya melebar melihat Raya tengah makan kue begitu lahap dengan sendok, sementara hanya ada bi Asih disana, pelayan yang lainnya diusir oleh Raya yang tidak suka di kelilingi.

"apa nona mau saya buatkan lagi? ". tanya bi Asih begitu senang Raya makan begitu lahap di depannya.

jika perempuan lain pasti memikirkan berat badan tapi Raya malah tidak.

"boleh bi..! hhmm.. Kacang bagaimana? ". tanya Raya mata berbinar.

"nona mau makan kacang?". tanya Bi Asih

"kenapa emangnya dengan kacang bi? bibi kira saya alergi kacang? ". tanya Raya balik.

"bukan nona..! kata para pelayan disini kacang bisa menyebabkan jerawat jadi jarang membuat Dessert menu kacang". jelas bi Asih.

Raya tertawa, hal itu benar-benar menawan hingga bi Asih menebarkan senyum bahagianya melihat Raya yang seperti itu.

"tidak bi..! buatkan aku ya? itu pun kalau bibi tidak keberatan". Raya

Dita makan di sebrang Raya tanpa berbicara sambil mengunyah kue kering yang rasanya juga luar biasa, para koki di mansion Raka benar-benar hebat membuat cemilan.

Raya di telfon oleh Dylan yang memberi tau Dylan tidak kembali malam ini, keluarga Raya pergi ke vila tempat Pasha dan istrinya tinggal. mereka ingin menikmati suasana tepi pantai.

"kenapa tidak ajak Raya? ". tanya Raya

"maaf sayang...! tadi mami mau ngajak kamu tapi kata Arya dan Randi kamu lagi menemani temanmu yang lagi di rumah sakit, kami sudah menunggu lama tapi kamu belum kembali sayang". Shindy menyahut.

Raya pun mengerti jadinya, lalu Dylan meminta Raya untuk memberikan ponselnya ke Dita.

.

"apa kata papi? ". tanya Raya

"nona tidak usah kembali ke mansion, katanya menginap saja di rumah teman dan saya diminta untuk menjaga anda dengan baik". jawab Dita.

"disini?". tanya Raya

"apa perlu kita ke hotel...!". usul Dita

"tidak usah.." Raka menjawab tiba-tiba hingga Raya, Dita dan Bi Asih beralih ke Raka.

Bi Asih dengan cepat memberi jalan untuk Raka.

"katanya tangguh tapi makan belepotan". ejek Raka sedikit membungkuk menatap Raya dengan jarak 5 CM.

Raya mengabaikan saja godaan Raka, "kalau begitu ada kamar disini? ".

bi Asih pergi karna ia langsung membuat Dessert kemauan Raya,

"banyak..! tapi tidak boleh masuk ke kamarku". jawab Raka

"haisssh... ! siapa juga yang mau nginap di kamarmu?". Raya

"apa kau tidak takut gemuk? ". ejek Raka melihat perut Raya.

Raya menonyor kening Raka, "aku tidak gemuk! kalaupun gemuk aku bisa olahraga".

"lihatlah..! pipimu sudah makin tembem". Raka tanpa ragu mencubit pipi Raya.

Raya menatap datar pria yang asik mengejeknya itu, "kau mau mati ditanganku? ".

"oh ya? bagaimana?". Raka malah menantang.

Raya berdiri di tempat hendak menarik baju Raka tapi siempunya sudah lari, Raya mengejar Raka karna marah Raya merasa dirinya di remehkan oleh Raka.

"sini kau...! mafia tulen...! siniii". geram Raya

"mafia bodoh..! kemari kau". teriak Raya dengan kesal melempar dessert di tangannya ke tubuh Raka tapi meleset.

"berani sekali dia meremehkanku". dumel Raya dengan kesal.

Raya berlari ke arah Raka tanpa peduli para pelayan dan penjaga mansion tengah mengintip satu sama lain untuk melihat tuan mereka yang terlihat berbeda.

"aaakh...! ". Raya terpeleset saat kakinya menginjak dessert yang ia lempar tadi.

Raka berbalik dengan cepat menarik tangan Raya, karna terlalu kuat menarik Raya jadi menimpa tubuh Raka, Raka berusaha menahan keseimbangan tubuhnya tapi kue yang Raya lempar tadi benar-benar licin.

brukkh..!

Raya menimpa tubuh Raka yang terjatuh ke lantai

"kau..? ". Raya hendak mencekik Raka tapi ia teringat sesuatu.

"kepalamu belum sembuh kan? ". Raya menarik tengkuk Raka dan melihat kebelakang Raka tapi tubuhnya merapat dengan Raka.

deg...!

"aku bisa mati begini". batin Raka menjerit.

para pelayan dan penjaga mansion yang berjaga malah syok namun terhanyut juga dengan suasana manis itu, menurut mereka tapi tidak bagi Raya.

.

.

.

1
🧟‍♂️🧟‍♂️
bila perlu mati aja yeri
🧟‍♂️🧟‍♂️
terlalu berdrama murahan sekali sihh🙄🙄🙄katanya gadis polos ini lah itulah gk sesuai menjijikkan
🧟‍♂️🧟‍♂️
mampuss aja kau rayaa sok soan muak banget
🧟‍♂️🧟‍♂️
aneh udah bersuami kok semaunya sendiri si raya babi ini, mentang2 di bgtu di cintai sama raka, penulis nya sih yang bodoh bukan cerita nya sebenarnya,, penulis nya terlalu alay
🧟‍♂️🧟‍♂️
katanya kejam ini lah itulah, sampai dsni gue baru paham, emang sengaja di bkin menye2 biar bab nya banyak, jadi skip sampai di bab ini, cerita nya sdah mulai buruk dan bertele-tele
Yatun sri
keren lanjut ka
Intania Naj_Va
Luar biasa
Bocilzuka
Luar biasa
Nur Ramadani
Buruk
Nur Ramadani
Luar biasa 😶
Tiara Aza
robby tokoh baru ya thor , kan yg memperubutkan Yuri itu Robert
wine wins
pngn tau kabar morret
wine wins
banyak cerita nia sm arya ...
di banding al sm alya
Tatiw
si raya agak laen gaes psikopet di bilang imut ckcckckck
E.S
2 laki? Wkwk mamam lu raka
E.S
🤣🤣
Shinta Andayani
Luar biasa
Izza Kadir
cntik btol
dede mbo
ya peran nia nya bukan polos lagi , jatuh nya goblok
Alifatun Anikmah
9
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!