NovelToon NovelToon
MENCINTAI ANAK MAJIKAN IBU KU

MENCINTAI ANAK MAJIKAN IBU KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Terlarang
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lembayung Senjaku

Intan adalah gadis yang lugu dan baik hati, dia selalu membantu ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah mewah. Intan bersama ibunya hanya orang biasa yang tidak memiliki keluarga dan beruntung mereka bertemu dengan bu Ratna yang membawa mereka kerumah nya dan bekerja di sana.

Ratna yang berusia 18 tahun itu nampak cekatan membantu ibunya. Sikap sopan dan paruhnya membantu Ratna dan suami Agung begitu menyukai Intan, 5 tahun sudah berlalu kini intan sudah beranjak menjadi gadis dewasa.
Di mana kisah yang tidak pernah dia bayangkan akan terjadi, kisah pencinta dan tanpa restu akan terlibat dalam kehidupan nya.

Saat pertemuan nya dengan anak tunggal keluarga Wicana yang sudah menampung nya dan ibunya selamat bertahun-tahun lama nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lembayung Senjaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Pergi

Mahendra hanya diam memperhatikan Lilly yang sibuk dengan koper koper besarnya tanpa sepatah kata pun.

" Sayang... " Gumam Mahendra lirih membuat Lilly menghentikan kegiatan nya dan menghela nafas pelan berbalik menatap pria yang dia cintai itu.

" Sebaiknya kita urus hidup kira sendiri dulu Mahen, aku dengan karir aku dan kamu dengan kehidupan kamu. Untuk sementara ini aja, anggap kita tidak pernah kenal dan tidak pernah memiliki hubungan. " Gumam Lilly pelan mendekati Mahendra yang diam menunduk.

" Aku sayang sama kamu aku cinta banget sama kamu, tapi aku sendiri bingung harus di bawa kemana hubungan kita ini yang hanya akan banyak menyakiti hati orang orang. " Lilly dengan lembut mengangkat wajah Mahendra untuk menatapnya.

Wajah itu nampak murung mata nya memerah menahan tangis. Sungguh dia sendiri tidak tega tapi perkataan orang tua Mahendra benar-benar melukai nya dia bingung harus melanjutkan hubungan itu atau tidak setelah sejauh ini hubungan mereka.

Cup

Lilly mengecup bibir Mahendra membuat air mata pria itu menetes begitu saja.

" Jaga diri mu baik baik Mahen, aku harus pergi sekarang. Terima kasih untuk semua nya yang kamu kasih ke aku Terima kasih banyak sudah berjuang selama ini sama aku, aku gak akan terlihat seperti ini jika bukan karena kamu. " Gumam Lilly membawa kepala Mahendra kedalam pelukan nya.

" Jaga diri sebaik mungkin. " Lilly melepaskan cincin yang di buat khsusus untuk nya itu mengembalikan nya lagi kepada Mahendra.

" Aku mencintaimu Mahendra.. " Kata kata terkahir yang akan selalu di ingat dan berputar putar dalam kepalanya.

Lilly pergi meninggalkan Mahendra sendiri di apartemen nya. Naik taksi yang sudah dia pesan menuju bandara untuk pergi ke luar negeri, dengan air mata yang mengalir deras gadis itu menatap untuk terkahir kalinya jendela beras Apartemen itu yang tertutup rapat.

" Selamat tinggal Mahendra, jika nanti kita berjodoh Tuhan pasti dengan suka cita mempertemukan kita lagi. "

****

Gadis itu sedang bermain bersama dengan anak laki-laki bertubuh gempal dengan saling melempar air.

" Udah tante cantik, Azzam menyerah.. " Pekik nya saat pakaian nya sudah basah kuyup.

" Kamu kalah.. " Gumam Intan mencubit gemas pipi gembul Azzam.

Pagi pagi sekali Azzam sudah berada di rumah Intan meminta gadis itu untuk menemani nya bermain di anak sungai yang tak jauh dari rumah nya, Intan dengan suka rela menemani Azzam sekalian dia juga suntuk berada di rumah sendiri.

Sungai itu benar-benar jerni dengan bebatuan yang besar menghiasi nya. Di tambah pemandangan banyaknya sawah hijau di sana menambah kesan estetik di pandang mata.

" Azzam udah belum mainya, air nya dingin loh nanti Azzam masuk angin. " Pekik Intan melihat Azzam yang sibuk mencari keong kecil di dekat bebatuan.

Air sungai itu mengalir pelan tidak deras jadi saat aman saat anak anak bermain di sana.

" Sebentar tante cantik, keong nya bayak Azzam suka.. " Serunya bersemangat sembari menujukan keong di plastik nya.

" Tante tunggu disini yah, jangan terlalu jauh dan hati hati. "

Sekhu yang baru saja sampai di sungai itu terdiam menatap Intan.

" Selalu sederhana tapi sangat menarik. " Gumam Sekhu.

Pria itu berjalan mendekati Intan yang tidak sadar jika ada orang lain selain mereka.

" Hei.. " Sapa Sekhu duduk di samping Intan yang terkejut.

" Astaga, ngagetin aja loh. " Seru Intan memegang dadanya yang berdebar.

Sekhu terkekeh melihat tingkah Intan.

" Maaf, maaf aku gak bermaksud begitu. Tadi aku di suruh Melati baut jembut Azzam soalnya ayahnya pulang dan mereka berencana mau ke Jakarta. "

" Oalah, maaf yah tadi Azzam minta aku temenin kesini udah aku ajak pulang tapi kayaknya dia masih asik dengan dunia nya sendiri. " Ucap Intan sembari menatap Azzam yang begitu ceria.

" Azzam itu nyaman sama kamu makanya dia betah dan seceria itu. " Intan menatap Sekhu yang diam memperhatikan keponakannya.

" Masa sih?. Kayaknya Azzam anak yang ceria dan punya hidup yang banyak warna kok. " Sekhu tersenyum singkat.

" Azzam itu umur dan wajahnya saja yang kecil dan terlihat ceria di depan banyak orang, tapi pikiran nya sangat lah dewasa dan dia banyak menyembunyikan luka nya lewat senyuman dan celotehan nya itu. " Ucapan Sekhu membuat Intan semakin tak mengerti dan bingung.

" Maksudnya?. "

" Om Ikuuuuuuu aku dah dapet banyak... " Azzam dengan ceria berlari kecil membawa plastik yang sudah penuh dengan keong itu dan menunjukkan nya pada oom nya.

" Wah Azzam pinter nangkap nya, ayo kita pulang ada ayah di rumah dan bunda mau ajak Azzam jalan jalan ke kota. " Nampak wajah Azzam berubah datar saat mengetahui ayahnya sudah kembali dan akan mengajaknya pergi.

Intan memperhatikan wajah Azzam yang langsung berubah dan membuat nya bertanya-tanya ada apa sebenarnya dengan anak kecil di depan itu.

" Azzam pulang yah mandi ganti baju, nanti Azzam sakit. " Seru Intan lembut membuat Azzam kembali tersenyum menatap Intan.

" Azzam pulang dulu yah tante cantik, jangan sedih nanti Azzam akan segera pulang dan main lagi ke rumah tante cantik biar tante gak kesepian. " Celotehan dengan cepat.

" Iya Iya, besok kita main kesini lagi yah berdua sambil mencari keong keong lagi. " Intan melambaikan tangan nya menatap kepergian Azzam dan Sekhu menaiki motor dan meninggalkan nya sendiri di anak sungai itu.

" Kenapa aku merasa ada sesuatu yang Sekhu sembunyikan, ah mungkin perasaan ku saja lagian itu bukan urusan ku dan aku gak mungkin masuk terlalu dalam ke kehidupan orang lain. " Gumam Intan pelan mengambil ponselnya dan beranak pergi .

" Om Sekhu, Azzam pergi nanti dan Azzam gak tau kapan pulang nya. Om Sekhu kerumah tante cantik yah temenin dia kasihan tante cantik gak punya temen di rumah. " Gumam Azzam pelan sembari tangannya memeluk erat pinggang oom nya itu.

Sekhu merasa aneh tidak seperti biasa Azzam menangis nya dengan nama nya, biasanya Azzam akan memanggilnya dengan om Ikhu tapi hari ini anak laki-laki itu memanggilnya dengan benar. Hati nampak sedikit gelisah mengenggam tangan mungil Azzam yang masih memegang keong nya dengan erat itu.

" Pokoknya besok pagi Azzam harus pulang, kan tadi udah janjian sama tante cantik mau ke sungai cari keong lagi masa mau ingkar janji kan itu gak baik Azzam. " Ucap Sekhu pelan.

" Iya iya Azzam besok pulang kok, tapi kan gak tau apa enggak ke sungai nya. Nah tugas om Sekhu temenin tante cantik ke sungai cari keong sambil nunggu aku pulang lah.. "

" Hemzzz kamu ini, yang suka keong kan kamu kenapa oom sama tante cantik yang harus sibuk nyariin buat kamu. " Ucap Sekhu pura pura tidak mau.

" Gak boleh seperti itu, belum tentu besok Azzam nyuruh oom lagi buat nyariin keong huuuu.. " Guman Azzam kembali membuat perasaan Sekhu tidak enak seperti ada sesuatu yang mengajal di hati dan perasaan nya saat ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!