NovelToon NovelToon
My Chosen Wife

My Chosen Wife

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:11.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Putritritrii

Lanjutan Dari Novel Terpaksa Menikah. Sebelum membaca kisah dari Anak - Anak Raka dan Eva beserta sahabatnya. Mohon di baca untuk Season pertamanya.


Sebelum ke sini tolong baca dulu Terpaksa Menikah.

Memilih pasangan yang pas, seperti sang mama adalah keinginginan Rava Atmadja. Banyak keinginan yang ia dasari dari kisah cinta papa dan mamanya, yang bersatu karena sebuah kesalahan. Kesalahan yang menurut sang papa dan juga mamanya, adalah berkat dan kebahagiaan dengan hadirnya, Rava di kehidupan mereka.

.
Karena di Jodohkan oleh sang mama dengan anak sahabatnya, Rava mencoba untuk lari dari kenyataan. Dan berusaha untuk memilih yang terbaik antara pilihan sang mama dan juga pilihannya sendiri. Mari baca dan berikan dukungan kalian. Terima Kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KECEWA

You took my heart away

when my whole world was gray

You gave me everything

and a little bit more

And when it’s cold at night

and you sleep by my side

you become the meaning of my life

(coba di dengar ya, biar ikut galau dengan Rava)

 

 

Lirik lagu dari Michael Learns To Rock yang berjudul You Took My Heart Away, terdengar di dalam ruangan mobil Rava, dari audio mobilnya. Menemani perjalanannya pulang ke rumahnya. Rasa-rasanya untuk pertama kalinya Rava merasa hancur, dalam kehidupannya.

 

 

Masalah apa yang biasanya tidak bisa dia pecahkan, untuk masalah Renatalah yang mampu membuatnya terpuruk dalam ketakutan. Untuk melewati waktu saja teramat sangat sulit apalagi menjalani hidup dengan keadaan yang sangat tidak ia terima.

 

 

Tiba di kediamannya, dengan lunglai dan tidak bersemangat dia berjalan masuk ke dalam rumahnya. Tampak sangat sepi, seperti hatinya yang merindukan suara Renata yang berisik.

 

 

"Selamat datang, Tuan Muda." sapa Bi Tarni.

"Hallo Bi, saya langsung ke kamar saja." ucap Rava dengan senyuman yang ia paksakan.

"Baik Tuan Muda."

Saat ia berjalan ke atas tampak Anna yang sedang turun dari atas menghampiri Rava sejenak.

"Rava." panggil Anna.

"Hallo Tante Anna, maaf sebelumnya saya tidak sempat menyapa."

"Tidak masalah Rava, kamu istirahatlah. Biar saat Renata tersadar, kita semua dalam keadaan sehat." ucap Anna dengan menyentuh pundak Rava.

"Terima kasih, Tante. Maaf... Rava enggak bisa menjamu kalian dengan baik. Anggap saja , di rumah sendiri ya, Tan." Rava mencoba menutupi wajah nya yang sedih.

"Iya... Tidak masalah. Nanti malam, kita mau ke Rumah Sakit,"

"Bisakah bersama Rava , Tan?" Rava seketika itu juga bersemangat.

"Tidak usah, lebih baik kamu beristirahat dulu. Wajahmu tampak sangat suram, Nak. Ayolah... Istirahat dulu."

"Tapi Tan, izinkan Rava mengantarkan kalian. Dan Rava juga ingin melihat Renata, sebentar."

Anna tersenyum dan menarik napasnya, "Baiklah... tergantung kamu ya, Nak. Kalau Rava masih tertidur, Tante dan yang lainnya biar di antar oleh Harsen saja." ucap Anna.

"Baiklah Tante, kalau begitu Rava naik ke atas."

"Iy sayang," balas Anna.

 

 

Keduanya pun kembali pada tujuan masing-masing. Sebelum Rava masuk ke kamarnya, ia memilih masuk ke kamar Vara terlebih dahulu. Dan melihat sang Adik yang sedang duduk termenung di balkon kamarnya, dengan wajah menengadah ke atas. Tanpa tahu, sang kakak sudah berjalan masuk ke kamarnya dan mendekatinya.

 

 

"Vara." panggil Rava pelan.

Gerakan cepat mengubah pandangannya ke Rava, Vara berdiri dan mendekati sang kakak, serta memeluk Rava dengan erat. Rava tersenyum kecil dan membalas pelukan adiknya dengan sangat erat dan mencium puncak kepalanya.

"Kakak... Maafin Vara," ucap Vara lirih.

 

"Sudah.... Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Kau sudah makan?" tanya Rava melonggarkan pelukannya dan menatap pada Vara.

 

"Sudah Kak, bagaimana dengan kakak?"

 

"Nanti saja... Terus kenapa di luar?"

 

"Vara enggak bisa, tertidur kak. Karena semua kesalahan Vara membuat semuanya dalam masalah." ucap Vara dengan lirih.

 

"Sudahlah... Sini kakak temani. Kamu tidurlah dulu. Kakak enggak mau kalau kamu juga ikut sakit." bujuk Rava.

 

Dengan lembut, Rava menarik tangan Vara dan menuju ranjangnya. Lalu Rava memilih untuk duduk di pinggir ranjangnya, meminta Vara untuk rebahan. Segerah Vara mengikuti perintah sang kakak, ia pun melangkah dan naik keatas ranjangnya.

 

"Tidurlah... Kakak di sini, menemani kamu." Raka membelai lembut rambut sang Adik.

 

 

Beberapa menit kemudian, Vara tertidur. Rava memang bisa , membuat Vara tertidur dengan nyenyak. Karena Vara jika sedang galau atau pun sedih, dia hanya bisa terbuka dengan kakaknya.

 

Di rasa Rava, sang Adik sudah bisa di tinggal. Dia pun beranjak dengan pelan untuk keluar dari kamar Vara. Saat barusan keluar kamar, tampak Jimmy yang barusan tiba di ujung tangga atas.

 

"Rava." ucap Jimmy kaget.

 

"Paman, Jimmy." balas Rava dengan mendekati Jimmy dan merangkul pundak Jimmy.

 

"Bagaimana Rava, apa sangat lelah?" tanya Jimmy dengan menatap wajah berat Rava.

 

"Sangat paman, aku kalah dari paman, Jimmy."

 

"Kalah bagaimana? Kau saja yang tidak pekah dengan perasaanmu. Kau itu tidak bisa membedakan mana cinta seorang adik dan mana cinta dari seorang kekasih. Kau itu masih labil soal hati Rava, paman yakin, dengan kejadian ini kau baru sadarkan? ketakutan di tinggal sama orang yang merecokin dirmu?"

 

Rava tertawa kecil, "Iya paman, aku sangat terlambat menyadarinya."

 

"Tidak ada kata terlambat, jika Renata sadar , kaulah yang harus mengejar cintanya. Karena paman yakin, Renata tidak akan lagi memaksamu untuk mencintainya seperti selama ini yang dia lakukan terhadap dirimu. Jadi... Cobalah kau buktikan seberapa pentingnya Renata bagimu. Soal Casandra dan Varel, kau tidak usah takut. Paman akan membantumu." ujar Jimmy serius.

 

"Terima kasih, Paman." balas Rava dengan memeluk erat tubuh Jimmy.

 

"Ekkkk.. Kau mau membunuhku?" tanya Jimmy merasa tercekik.

"Egh... Maaf Paman Jimmy, aku sangat bahagia mendengar paman dan Tante Anna. Membuat hatiku sedikit tenang."

 

 

"Baguslah... Kalau begitu sekarang kau bersih-bersih. Kau sudah sangat bau Rava, tampangmu saja sudah seperti orang tua, masih tampanan paman malahan. Sudah sana, kau istirahatlah dulu, agar kau tenang. Sama-sama kita berdoa buat Renata agar dia cepat terbangu.. Apa kau mengerti?"

 

 

 

"Siappp paman" jawabnya dengan tegas.

 

 

Keduanya sangat akrab, saat Rava membantu Raka di perusahaannya. Sampai Raka sempat protes, kalau Rava dekat-dekat dengan Jimmy, karena papanya sangat takut, dengan Jimmy yang ada rada gilanya. Berbedah dengan Rava, ia entah kenapa suka melihat kegilaan Jimmy. Buat ramai suasana di kantor selama Rava membantu sang papa.

 

 

****

Malam itu, dengan memohon Rava meminta Jimmy dan Anna yang sempat menolaknya untuk mengantarkan mereka ke Rumah Sakit. Karena Rava memaksa dan akhirnya mereka memberikan izin kepada Rava. Dengan wajah yang mencoba untuk semangat, Rava tiba di Rumah sakit.

 

 

Setibanya di Rumah sakit tepatnya di lorong , depan kamar Renata. Rava menyapa sang mama dan juga papanya. Karena Anna dan Jimmy ingin menjenguk Renata, alhasil Rava menanti di luar untuk bergantian. Setelah beberapa menit, Jimmy dan Anna keluar dengan raut wajah sedih, Rava mulai merasa tidak tenang.

 

"Ma... Pulanglah. Biar Rava yang jaga di sini." ucap Rava.

 

"Tidak sayang... Biar mama yang menemani bibi dan pamanmu." ucap Eva menggengam tangan sang anak .

 

"Ma... Kalian semua pulanglah. Biar Rava sendiri yang jaga." ucap Rava lagi.

 

"Rava, kau tidak tahu? Paman dan Bibimu itu sudah tidak percaya lagi dengangmu" Raka menimpali.

 

"Pak Raka... Biarkan dia berusaha meyakinkan Casandra dan Varel. Kita harus mendukung Rava, karena selama ini, Renata hanya mencintai Putra Pak Raka. Setidaknya kita tunggu dari Renata, bukan kedua orang tuanya." Jimmy menimpali dengan sedikit emosi.

 

"Iya... Aku juga setuju. Aku tahu, selama ini Rava cuma menganggap Renata hanya adiknya. Tapi sekarang kan berbedah, jika Renata tahu cintanya terbalaskan, bukankah itu sangat baik, Pak Raka?" tanya Anna dengan menatap ke Raka.

 

"Apa benar Rava, Kau mencintai Renata?" tanya Rava dengan tegas.

 

"Benar Pa, Rava enggak mau kehilangan Renata. Sekalipun , Bibi dan Paman menentangku." Rava berkata dengan penuh keyakinan.

 

"Nak... Kalau begitu, masuklah. Temui Bibi dan Pamanmu, ujarkan semua pendapat dan perasaanmu." sambung Eva dengan bersemangat.

 

 

"Baiklah, Ma."

 

Rava hendak berjalan masuk ke kamar Renata, Jimmy memanggilanya.

"Rava." panggil Jimmy.

Rava menoleh ke arah Jimmy, "Semangatttt... Kau pasti bisa!" serunya dengan mengangkat kedua tangannya dan memberikan semangat.

 

Raka melirik ke Jimmy, "Kenapa jadi kau yang bersemangat, Jim?"

 

"Dih... Pak Raka masih bisa protes, itu anak Pak Raka di berikan semangat dong, biar bisa cepat dapat mantu dan cucu. Mau kapan lagi coba?" ledek Jimmy dengan mata di tajamkan.

 

"Kamu menceramahi saya?"

 

"Pa... Paman... Ini lagi serius loh." balas Rava dengan sedih.

 

"Agh... Ya sudah Nak, masuklah. Papa mendukungmu dari belakang."

 

"Astaga, Papa." ucap Rava.

 

"Apa aku salah lagi?" tanya Raka.

 

Eva melirik tajam pada Raka, dan Raka mendapatkan pandangan lain dari Istrinya, dia pun merinding dan langsung menutup mulutnya dengan rapat.

 

 

 

"Sudah Rava, masuklah. Kami di sini menunggu kabar baik darimu." ucap Anna.

 

 

 

"Baik Tante." ucapnya lalu membuka pelan pintu kamar Renata.

 

 

Saat pintu terbuka, dengan perlahan wajah Rava tampak dari dalam , pandangan Casandra dan Varel bersamaan menatap pada kedatangan Rava. Dan apakah yang terjadi? jangan lupa tekan Like dan VOTE nya. Terima kasih :).

 

 

Bersambung.

............

1
Fatim Ummu Ayes
ciri khas frans banget ni si defan....😁😁😁😁
Fatim Ummu Ayes
bebal bnget si vara nih... jadi pengen getok kepalanya....
Fatim Ummu Ayes
kok q brasa cosplay jadi renata ya thos... sakitnya nyesek bangetttttt.....
Fatim Ummu Ayes
apakah nanti si zyan yg bikin rava cemburu na dia suka renata...?
Fatim Ummu Ayes
q nyangkax di awal si alice yg bkaal jadi pembantu di rumah rava🤭🤭🤭
Fatim Ummu Ayes
kok aku bacanya kayak bakal ada sakit"nya ya thor... secara q tim renata yg tetep swtia cintanya ke rava.. meskipun rava dah pernah khianat ma vanesa... masak iya sekrang mo khianat ama alice lagi...
❦վαղղí❦
tiba2 kangen pengan baca lagi,,novel favorit aku,,padahal bukan pertama baca tapi ttp mewek..☺️
Ema Sham
good 👍👍👍
Mohammad Ryan Haisy
bagus
VEI
🤩
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
numpang lesehan bentar kak 🙏🏻🤭
A⃟🍏 ⍣⃝Sɾყ✪ƚҽɾʂҽɳყυɱ🖋️🎗️🌼
kukira akan ada season berikutnya ternyata judul baru,,siap meluncur lah 😉😉
Entin Fatkurina
siap meluncur.
Putritritri IG: @_putritritrii: Makasih kk :)
total 1 replies
Wayan Raningsih
Hai Kak Put apa kabar? /
terima kasih krn masih mau menulis cerita untuk kami di sini 😍😍
Putritritri IG: @_putritritrii: Hehwehe puji Tuhan sehat kak. Mampir ya kak 🤗
total 1 replies
༄༅⃟𝐐✰͜͡w⃠🆃🅸🆃🅾ᵉᶜ✿☂⃝⃞⃟ᶜᶠ𓆊
waaoooo kayaknya kereeen
Putritritri IG: @_putritritrii: Mampir ya kak 🤗
total 1 replies
Jumriana
semangatt kakak 😍😍😍
Putritritri IG: @_putritritrii: Makasih kak. Mampir ya 🤗
total 1 replies
Diana Hartati Tampubolon
hadirrrrr
Putritritri IG: @_putritritrii: Wah masih ada yg baca. Mampir ya kak 😍
total 1 replies
Mamaya Mamafaren
ya
Pratiwi Mulyani
lho belum
sarah Nhk
novel terbaik yg aku baca d noveltoon..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!