NovelToon NovelToon
TAK SANGGUP BERBAGI

TAK SANGGUP BERBAGI

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:13M
Nilai: 4.9
Nama Author: meliani

IG: ana_miauw
Bisa menikah dengan Yudha adalah bukan dari rencana Vita saat itu. Karena Yudha sudah memiliki hati yang lain sebelumnya. Dan atas nama pernikahan yang suci, dia mencoba untuk menerima takdirnya menjadi nomor dua meski dia adalah istri pertama.

Tetapi apa yang Vita rasakan semenjak pernikahan hingga saat ini?

Vita tidak sepakat dengan ketidakadilan yag dibebankan kepadanya karena tak pernah merasa dicintai sedikitpun oleh Yudha. Bahkan Yudha mengatakannya secara terus terang bahwa Vita hanyalah sebuah pelampiasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Beritahu Siapa Pun

“Ya sudah,” kata Alif akhirnya. Karena tidak tega, dia memutuskan untuk menyetujui permintaan Vita kali ini. “Yang penting kamu sedang baik-baik saja sekarang,” sambungnya lagi.

Vita mengangguk lantaran tidak bisa menjawab dengan cara lain.

“Jadi ini tempatmu bersembunyi?” tanya Alif setelah ia duduk di kursi ruang tamu.

“I-Iya,” Vita menjawab dengan agak gugup.

“Kamu tidak perlu takut. Aku tidak akan mengatakan kepada siapa pun asalkan kamu tidak menendang telurku lagi.”

Ucapan Alif barusan membuat suasana tegang menjadi sedikit mencair. “Maaf, Lif. Salahmu sendiri tidak mau mendengarkanku.”

“Tenagamu besar sekali. Sampai seharian aku uring-uringan gara-gara itu, kau tahu?”

Akhirnya Vita tak kuasa menahan gelak tawanya.

“Kamu mau minum apa?”

“Tidak perlu. Aku sudah minum di jalan,” jawab Alif. “Duduklah! Aku ingin mendengarkan ceritamu. Kenapa kamu bisa tinggal di sini.”

Vita menurut meski dalam hati masih waspada. Dia hanya takut dia termakan daya tipunya, lantas tanpa dia sadari, pria itu berhasil menggiringnya ke mobil dan membawanya pulang. ‘Jangan sampai itu terjadi.’

“Dengan siapa kamu tinggal?” Alif terus saja mengorek.

"Orang baik." Vita menunduk dan masih enggan menjawab atau menceritakan tentang dirinya. “Aku masih takut kamu membawaku pulang. Aku tidak mau.”

Alif gemas sendiri dengan perempuan ini yang ternyata susah sekali untuk diyakinkan. “Apa aku perlu meninggalkan jaminan di sini supaya kamu percaya?”

“Kalau kamu berani mengatakannya, aku sumpahi kamu susah mendapat jodoh,” kata Vita menggebu.

“Tidak perlu disumpah juga sudah susah dapat jodoh.”

“Bohong. Kalian berdua tidak ada bedanya.”

“Terserah apa katamu, i dont care,” kata Alif tidak terlalu peduli. Satu tangannya merogoh saku celana sebelah kiri, kemudian mengambil satu bungkus rokok. Namun baru saja dia memantik koreknya, bantal langsung menimpuk mukanya sehingga pria itu sontak terlonjak. “Astagfirullah!”

“Boleh merokok tapi di luar,” kata Vita setelahnya.

“Maaf, aku lupa.”

Meski sekandung, karakter Alif sangat berbeda sekali dengan Yudha yang mempunyai pembawaan lebih pendiam dan menerima. Tetapi dari kedua bersaudara ini, mereka mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Terakhir ketemu di Terminal masih rata, sekarang kamu sudah menggendut,” ujar Alif setelah beberapa saat kemudian. “Kenapa kamu memilih untuk tidak memberitahukannya kepada semua orang?”

“Karena dia melarangku untuk hamil dulu sebelum pernikahan kami disahkan,” jawab Vita tak lama berselang. Sesaat Alif langsung memahami siapa ‘dia’ yang Vita maksud. “Sebenarnya aku sudah memberinya kode, tapi dia tidak memang peka dengan keadaanku. Dia sibuk dengan istri kesayangannya!”

“Kenapa Abang bisa begitu?” tanya Alif juga tak habis pikir. “Lalu apa kamu tidak pernah memintanya untuk mengesahkan pernikahan kalian lebih lebih dulu?”

“Tanpa aku minta pun, seharusnya dia sudah tahu. Tapi dari jauh hari, pernikahan mereka memang sudah lebih dulu direncanakan daripada aku.” Matanya mulai mengembun lagi sehingga ia cepat-cepat menarik tisu. “Aku bisa apa?”

“Kalau boleh aku kasih saran, sebaiknya kalian selesaikan dulu masalah ini. Apa pun keputusannya nanti, paling tidak—kalian punya status yang jelas. Apalagi, kandunganmu sudah semakin membesar ....”

“Untuk sekarang ini ... hanya melihat wajah mereka saja, rasanya aku tidak sanggup. Sakit.”

“Vita, kamu juga tidak boleh terlalu keras kepala. Abang tidak seburuk yang kamu pikirkan. Abang sempat sakit selama berhari-hari selama kamu pergi. Dia sangat kehilanganmu dan terus mencarimu ke mana pun.”

“Aku sudah mencoba menerima takdirku, aku sudah meyakinkan diri kalau apa yang kuterima hanya sebuah kesalahpahaman. Tetapi aku tetap tidak bisa menerimanya. Aku hanya ingin menjadi satu-satunya, Lif. Tapi itu tidak mungkin bisa. Karena aku tahu, itu akan menyakiti salah satunya. Terlebih posisi kami sama-sama sedang ...,” Vita menatap ke bawah sejenak, kemudian menegakkan kepalanya lagi.

“.... Jadi lebih baik aku yang mengalah. Tidak ada jalan lain lagi, kalau pun Rahma yang mengalah—seumur hidup, aku juga tetap tidak akan pernah merasa tenang. Sebab sama saja aku bahagia di atas derita wanita lain. Tidak masalah aku jadi janda. Walau hidup biasa saja, sendiri, tetapi setidaknya aku tidak makan hati setiap hari.”

Mendengar keluh kesah Vita membuat Alif terenyuh. Setidaknya dalam hal ini ia dapat belajar; poligami adalah luka terparah bagi setiap wanita. Dalam hati ia berjanji, kelak ia tidak akan berbuat perkara rumit seperti apa yang Abangnya lakukan.

“Tapi sekarang ini kamu belum janda, kamu masih istrinya,” kata Alif setelah beberapa saat kemudian.

“Aku sudah meminta cerai darinya. Bukan sekali dua kali. Tapi setiap kali aku mengatakannya, jawabannya selalu mengecewakan. Jadi nanti saja kalau aku sudah siap, aku akan menemuinya untuk memperjelas statusku ini.”

“Aku turut prihatin dengan hubungan kalian,” kata Alif, kemudian tatapannya mengarah ke tubuh Vita bagian tengah. “Itu sudah kamu periksakan.”

Vita mengusap perutnya, “Sudah,” jawabnya sambil tersenyum. “Dia sudah lima bulan sekarang.”

“Oh, ya? Laki-laki atau perempuan?” jawab Alif antusias.

“Laki-laki,” Vita menjawab dengan seulas senyum.

“Ya sudah, kamu fokus ke situ saja. Sekarang aku sudah tahu keadaanmu, jadi kalau kamu butuh apa-apa, kamu bisa meminta bantuanku. Jangan blokir nomorku lagi ya?”

Vita mengangguk. “Aku akan membuka blokirnya, tapi nanti kalau aku sudah percaya bahwa kamu sungguh-sungguh.”

“Astaga! Ternyata kamu masih belum percaya juga.”

“Percaya, tapi harus waspada.”

Alif berdecak dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Ada rupanya perempuan seperti dia? Perempuan anti maling, tapi justru tertipu mulut buaya.

“Eh, hujan ...,” kata Alif ketika mendengar genteng berbunyi rintik-rintik.

Hujan kembali berkunjung. Vita kembali menikmati kelegaan hatinya. Hujan memang menentramkan jiwa. Ditemani oleh adik iparnya, serta tingkah polahnya yang kadang bisa membuatnya tertawa lepas.

“Gimana kabar Umi sama Abah?” tanya Vita.

“Baik, mereka sedang sehat-sehat saja.”

“Syukurlah,” kata Vita menanggapi. “Aku juga sayang sama Umi, sama Abah, mereka itu sudah kuanggap seperti orang tuaku sendiri.”

“Makanya jangan pergi, biar kamu tidak sampai kehilangan mereka.”

“Aku tidak akan pernah pergi. Walaupun kami nanti sudah tidak berstatus suami istri lagi, mertua akan tetap nenjadi mahram untukku.”

Alif mengangkat jempolnya. “Pengetahuanmu sangat jauh. Tapi yang harus kamu tahu, mereka juga merindukanmu selama ini.”

“Oh, ya?” mata Vita berbinar mendengar kabar sedemikian indah. “Aku akan menemui mereka kalau cucu mereka sudah lahir nanti.”

“Ya. Semoga persalinanmu lancar. Jangan lupa kabari kami.”

Vita mengangguk walau dia tak bisa berjanji.

Alif tidak terlalu lama di sana. Begitu hujan mereda, dia langsung berpamit untuk kembali ke rumah.

Sepeninggalnya pria itu dari sana, Vita tak habis pikir pada saat dia mengetahui fakta baru; bahwa Alif ternyata sedang menjalin hubungan dengan Andari. Mereka berpacaran diam-diam tanpa Umi dan Abah ketahui karena takut dimarahi.

“Pantas saja tadi Andari mengaku tak pernah dikenalkan kepada orang tuanya. Dasar!”

***

To be continued.

1
Ara Dhani
begitulah yg dirasakan Vita saat MLM pertama mereka . Yudha menyebutkan nama rahma
Ara Dhani
sakitnya sampai sini ya allah😭
Lina Astika Sari
jangan terlalu kamu sanjung yuda
Lina Astika Sari
sakit sekali di banding²kan😥
Lina Astika Sari
woopppss.. sakitnya
Lina Astika Sari
jadinya huruf hijaiyah ya vita😂😂😂
Lina Astika Sari
sejenis anggora mas alif😂😂
Lina Astika Sari
katanya yudha tempat trrnyaman dan tenang hanya rahma.. ini kok malah vita memng dah aneh ni yudha
Lina Astika Sari
setelah vitanya pergi baru sadar.. bahwa dy mencintai vita begtu dalam
sutiasih kasih
kmana aja km yud.... baru tau klo vita itu jauh lbh unggul dri istri ksayanganmu si rahma....
bhkn km tak punya hati.... dlu sll membandingkn vita dgn rahma...
km sll memuji rahma... bhkn km bilang hnya rahma yg bisa mmberimu kdamaian.... dan km mngtakn hnya rahma istri terbaikmu....
mkanya yud.... jgn trtipu dgn anggunnya cover luaran.... tpi nyatanya busuk dalamnya...
Ara Dhani
ngakak di part ini😆😆
Ara Dhani
ya allah.. part ini ngakak aku😂😂
Ara Dhani
spesies langkah betina ini mah😂
sutiasih kasih
kasih paham yudha lif..... biar abangmu itu waras dikit otaknya🤣🤣
Komariyah
Buruk
Khairul Azam
meskipun klo km dipaksa, klo km tegas dan punya pendirian gak bakalan jg nikahin rahma yuda, tp ya gimana lgi emang emang ceritanya dibikin begini sama othornya
Khairul Azam
disininyg perlu disalahkan yuda
Khairul Azam
aku gak ada kasihannya tu sama ini kluarga yuda karma itu
Khairul Azam
aku gak sukanya begini terkesan vita cuman jd cadangan
Khairul Azam
laki laki tak berguna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!