-TAMAT-
aku gak menyangka, malam itu. malam yang sangat tidak ingin aku ingat kembali. malam yang sangat aku benci. malah memberikan aku sekaligus dua kehidupan di dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. tapi yang jelas aku sangat menyayangi mereka walau aku membenci malam itu. - Jeslyn Casey
Holla-Holla!!!!!!
jangan lupa baca cerita pertama ku yaaa, judulnya FAKE NERD.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Zalianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Puluh Tiga
“Langga” panggil Kirani.
Huek… huek…
“astaga abang! Kamu kenapa?” khawatir Kirani saat sampai di depan pintu kamar mandi.
Langga tak menjawab, dia masih berusaha mengeluarkan semua kemualannya. Kirani pun ber-inisiatif memijat tengkuk Airlangga.
“Bun, perut abang mual” lirih Airlangga.
‘aku jadi kepikiran sama Jeslyn’ batin Kirani sedih.
Kirani pun menampilkan senyumnya, “makanya jangan kerja terus, ini efek kerja terus” katanya.
“beneran karena efek kelelahan?” gumam Airlangga pelan tapi masih bisa di dengar Kirani.
“sudah ayo Bunda bantu ke kasur. Kamu tiduran aja, Bunda mau ke bawah bawa sarapan kamu ya” kata Bunda sebelum bangkit lalu pergi dari kamar sang putra.
“loh? Mana Abang Bun?” heran Arlan.
“kena morning sickness dia” jawab Bunda sekenanya.
Skip
“mas, boleh minta tolong belikan obat pereda mual?” pinta Kirani yang di anggukin Arlan.
Cklek
“loh abang kok malah ke balkon?” tanya Kirani.
Airlangga tak menjawab, dia seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Bunda” panggilnya setelah sekain lama berdiam.
Kirani pun berdehem lalu menghampiri sang putra.
“apa abang terlalu egois karena hanya memikirkan diri sendiri dan gak ngertiin perasaan Papah sama Bunda?” tanya Airlangga.
“kamu ngomong apa sih, bang? Bunda dan Papah ngerti kok kalau kamu gak mau salah pilih pasangan. Kamu sudah dewasa bang, kamu tau mana yang baik dan mana yang buruk untukmu” jawab Kirani lembut.
“Bunda, bagaimana hati seorang wanita hamil saat ayah bayi itu menolak keras kehadirannya?” lirih Airlangga.
Tanpa sadar air mata Kirani menetes ke pipinya.
“sakit sayang. Sangat sakit. Dia harus merawat anaknya sendirian, membiayai kehidupan untuknya dan si bayi, menjadi seorang ibu sekaligus ayah, menghadapi sudut pandang negatif orang-orang, dan masih banyak lagi. Bahkan rasa sakit yang kamu rasakan saat mantanmu berselingkuh masih tidak ada apa-apa nya. Wanita itu seperti kaca sayang, mudah pecah. Kamu ngerti maksud Bunda kan” jelass Kirani dengan air mata yang menetes beberapa kali.
“sudah ayo sarapan dulu” ajak Bunda.
Airlangga hanya diam menuruti sang Bunda.
*****
Sementara di Seoul, Korea Selatan
“gabut nih, ke mall kuy” ajak seorang gadis berpipi chuby.
“lu aja sana, gua mau bikin kue” tolak keras gadis berambut sebahu.
“halah gaya nya mau bikin kue… Biasanya juga mageran lu” cibir gadis berpipi Chuby.
“enak aja! ….puk… lu kali yang mageran” desis gadis berambut sebahu.
Gadis berpipi chuby itu pun meringis pelan karena wajahnya yang tertimpuk bantal sofa.
“aduh… udah deh Manda, Sinta! Gak bosen-bosennya berantem kalian tuh ya” lerai perempuan berbadan 2, yap mereka adalah Jeslyn, Sinta dan Manda yang sedang menonton drama korea di ruang santai.
“hehehe… Jes ke mall yukkkk” rengek Sinta.
“gak ah aku males”
Sinta pun merenggut kesal dan memakan rakus cemilan di meja.
Ting nong ting nong
“eh ada bel tuh, buka gih” titah Manda tak santai.
“buka aja sendiri” sahut Sinta masih mode kesal.
Ting nong ting nong
“lama kalian” sinis Jeslyn.
Jeslyn pun pergi untuk membuka pintu.
Cklek
“ya, cari siapa?” tanya Jeslyn pada seorang laki-laki asing.
“eh maaf, saya mencari Manda Damaiana Hutapia. Apa benar ini tempat tinggalnya?” jawab sekaligus tanya laki-laki itu.
“ah iya benar, silahkan masuk dulu. Tunggu sebentar ya” ucap Jeslyn.
“Manda ada tamu noh” panggil Jeslyn setibanya di ruang santai.
“hah? Siapa Jes?” tanya balik Manda.
“gak tau, dia seorang namja. Uuu… Manda diam-diam punya gebetan ya” goda Jeslyn yang langsung mendapat delikan tajam dari Manda.
Jeslyn pun terkekeh, dan Manda bergegas menuju ruang tamu.
“Sinta aku ke kamar dulu ya, mules soalnya” pamit Jeslyn yang di angguki Sinta.
“aduh dedek, Bunda kok tiba-tiba pengen durian ya?” gumam Jeslyn.
“ah enggak enggak. Maafin Bunda ya, kali ini gak bisa beliin kemauan kamu” sesal Jeslyn.
“hah, kamu sehat-sehat disana ya sayang. Jangan minta yang aneh-aneh. Kita enggak tinggal di Indonesia lagi sayang”
Tak lama alam mimpi pun menjemput Jeslyn.
“yaampun, liat si bumil. Ini masih jam 3 sore dan dia udah tidur aja” geleng Sinta di ambang pintu.
Tujuan awalanya memanggil Jeslyn untuk menemaninya menonton pun tak jadi. Asal kalian tau saja, Manda sudah di bawa kabur sama laki-laki tak di ketahuinya dan Jeslyn. Huhuhu… Terus Sinta harus ngapain dong, guys???
“kalau gua ke mall sendirian, ketebak banget jomblo nya” miris Sinta meratapi nasib.
“aha! Gua ajak kak Vina ae lah”
Sinta pun langsung mengambil kunci mobil milik Jeslyn, ya dia mau langsung menjemput Vina -yang sudah dia anggap kakak sendiri- tanpa mau meminta persetujuan dari wanita itu.
Sinta POV
“hah! Semoga ketemu artis atau Idol” gumamnya riang.
Eugh! Asal kalian mau tau saja, kata-kata seperti itu sudah seperti kewajibannya setiap mau keluar Apart! Ya walau terkesan norak, tapi untuk warga +62 yang begitu menggilai Kpop pasti akan sama seperti itu jika memiliki kesempatan tinggal di negara gingseng itu. (termasuk author>.<)
Setelah menempuh waktu -+ 20 menit sampailah dia di gedung Apartemen bertingkat 4 yang berada tak jauh dari sungai Han.
Tok tok tok
Ketuk Sinta di depan pintu Apartnya Vina.
“ya sebentar” teriak suara Vina dari dalam.
Cklek
“eh kamu toh dek” kaget Vina.
Sinta pun cengar cengir yang malah membuat Vina memicing curiga.
“temenin ke Times Square yuk kak” pinta Sinta tak lupa dengan puppy eyes nya.
“mager kakak dek” tolak Vina yang membuat Sinta cemberut.
“ah kalian bertiga gak asik banget sihhh… Manda pergi sama gebetannya, Jeslyn malah tidur, kakak malah mager!” curhat nya, dan dengan tak sopannya langsung masuk ke dalam Apart.
“heol! Dasar! Untung udah kayak adik sendiri” gerutu Vina.
“lagian ke mall ngapain coba? Mending tidur, main hp, nonton drakor” kata Vina seraya membaringkan badan ke kasur.
“ayolah kak. Bosen aku di Apart terus, besok udah gak bisa ke mall gegara bimbel” bujuk Sinta lagi.
Vina yang melihat wajah melas Sinta pun akhirnya menyetujui ajakan Sinta.
“yaudah tunggu! Kakak mau mandi dulu” ketus Vina.
“YEY!!!!” riang Sinta.
Kini tibalah kedua nya di Times Square yang selalu ramai itu. Dan tempat pertama yang mereka kunjungin adalah Café Boba.
“Brown Sugar Boba 1, dan Matcha Boba Fresh Milk 1” pesan Vina.
“jadi gimana tinggal disini, Sin?” tanya Vina setelah mereka lama berdiam.
“lumayan enak, hehehe… Tapi ada juga gak enaknya” jawabnya.
“kenapa?” tanya Vina lagi.
“enaknya ya karena bebas polusi, itu sih yang paling penting. Dan yang gak enaknya jarang ngeliat idol” cengir Sinta saat matanya menangkap Vina yang memutar mata malas.
“jelas saja. Kamu kan ada di dalam gedung, gimana bisa ketemu idol terus” malas Vina.
“nah itu sebabnya aku mau ke mall. Berdoa biar ketemu idol atau artis yang lagi gabut di mall” sahut Sinta dengan ngegas.
“ini pesanannya” kata pelayan café.
“terimakasih”
“habis ini mau ngapain?” tanya Vina.
“beli baju” binar Sinta.
‘hah. Penggila belanja’ umpat Vina dalam hati.
Tapi tak ayal dia ikut membeli baju dan beberapa aksesoris lainnya.
Mereka pun berbelanja selama berjam-jam. Setelah di rasa puas, mereka pun pulang, tentu Vina di antar terlebih dahulu oleh Sinta.
“makasih kak” ucap Sinta saat Vina mau turun dari mobil.
“sip… lain kali ajak kakak kalau mau belanja lagi okey!” pinta Vina yang di angguki Sinta.
----Bersambung----
Maafin kalau masih ada Typo ya, karena Author sudah berusaha keras memperbaikinya:)
**Jangan lupa tinggalkan Like dan Komen terbaik kalian:***